Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Tiba Di Hutan


__ADS_3

...I Love You Paman Dokter...


...BAB 99...


...****************...


Andre melesat dengan se'cepat kilat menunju ke arah Hutan Blue Lake.


' Rubah Kecil, ku harap kau baik-baik saja! Aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku jika terjadi sesuatu padamu.' batin Andre dengan khawatir.


Degh!!


" Arrgghh!" Teriak Andre tiba-tiba.


" Jantungku? Kepada perih sekali. Tidak seperti biasa'nya, apakah efek ramuan yang tadi ku suntikan ke lenganku?"


Andre tiba-tiba merasakan dadanya terasa sakit. Seperti di cengkram dengan kuat. Salah satu tangan Andre memegang dadanya yang terasa sakit. Ia pun mempercepat laju terbangnya.


*****


Santi, kini barada di kamar Yana. Aroma parfum masih dapat di cium oleh Santi .Di kamar yang setiap kali Yana akan menginap. Mata Santi menjamah di setiap sudut kamar Yana dengan perasaan yang risau.


" Nak! Hati Bunda ini tidak tenang. Apakah kau baik-baik saja? Tuhan! Lindungi Putri'ku di mana pun dia berada. " Guman Santi yang merasakan gelisah dengan hati yang tidak tenang.


'Iisss... Bunda! Ucapan Bunda seperti doa'in Yana mati saja!' tiba-tiba Santi teringat dengan ucapan Yana.


PRANGG!!


Foto yang terpajang di dalam kamar Yana, tiba-tiba saja jatuh dari gantungan'nya. Santi Yang mendengar sesuatu benda terjatuh, spontan melihat ke benda tersebut.


Santi berlari dengan cepat ke arah bingkai foto yang telah pecah. Dengan kaca yang telah berhamburan di lantai.


" Yana. . . ," Lirih Santi pelan. Ketika foto Yana dengan senyum manis'nya sudah tergeletak di atas lantai dengan figure yang telah pecah.


Santi meraih foto Yana, ia sisih'kan puing-puing kaca yang masih tersisa di atas foto Yana. Di tatap foto Anak'nya dengan perasaan cemas.


" Ya... Tuhan, pertanda apa ini? Jangan sampai terjadi sesuatu kepadamu Nak," guman Santi menatap lirih dengan kecemasan pada foto Putri'nya.


*******


Raka sebentar lagi akan Tiba di htutan Blue Lake, dari raut Wajahnya sudah pasti sangatlah cemas. Bagaimana seorang Ayah bisa tenang, ketika nyawa Putrinya dalam bahaya? Wajah Raka tersirat kecemasan yang teramat luar biasa khawatir.


DUM..DUM!!

__ADS_1


" Arrrhhgg!"


Dentuman kepala Raka membuat ia kesakitan. Refleks, Raka mengijak rem dengan mendadak.


Ciitt!!


Decit ban mobil. Ketika menggigit permukaan aspal. Membuat Tuan Saputra panik, melihat Raka yang seperti kesakitan.


" Ka! Apa kau baik-baik saja?" Tanya Tuan Saputra khawatir.


Raka mencengkram kepalanya yang terasa sakit luar biasa, " Pi, bisakah kau menyetir? Kepalaku, ntah mengapa seperti ingin meledak," Ringis Raka dengan tangan yang masih memegang kepalanya.


" Yah..Baik, nanti Papi yang akan menyetir. Tapi. . Apa kah kau baik-baik saja?" Tanya Tuan Saputra.


" Segera Pi, Yana dalam bahaya." Titah Raka yang sudah bertukar tempat duduk.


Tuan Saputra akhirnya memacu mobil ke arah Hutan Blue Lake.


*******


Yana meronta, sebisa mungkin ia berusaha. Namun jarum suntik itu, kian mendekat ke pergelangan tangannya.


" Paman! Bunda! Ayah! Tolong Yana! Yana takut," teriak Yana tanpa isak.


Yana menoleh ke arah samping bed'nya. Ia dapat melihat seorang Wanita yang parawakannya mirip seperti Zean. Namun, wanita di samping'nya itu nampak pucat seperti mayat.


Tiba-tiba, pandangan mata Yana, terlihat buram dan berkabut. Seketika Ia melihat wajah Santi, Raka, Andre, kevin dan Adel yang menatap Yana dengan sendu.


" Bunda..Ayah..Paman... Semua'nya Yana pami.....-" semuanya terasa gelap. Di dalam pandangan Yana, semua kenangan seketika sirna di telan oleh waran hitam di bola matanya.


**********


Andre tiba di Minsion Abramhan, ia kemudian menaruh telapak tangannya ke tanah, mencari tahu di mana keberadaan Yana. Namun, Andre tidak dapat menemukan Aura atau pun keberadaan Yana.


" Kenapa? Kenapa kekuatanku tidak terlacak? Mengapa? Apakah mereka menggunakan pelindung?" Andre bingung.


Degh!!


Andre tertunduk kemudian kakinya tertekuk ke tanah. ketika hantaman di dadanya semakin sakit," Argghhh!! Mengapa dengan jantung ini?" Ringis Andre sembari menutup mata manahan sakit di dadanya.


' jika aku tidak ada di sisi paman, paman sudah bisa mengontrol emosi paman,' tiba-tiba Andre teringat perkataan Yana.


" Haaa...sial, bukan saat'nya aku mengingat kalimat itu. " geram Andre.

__ADS_1


Andre membuka Auranya dengan Level stag +99999- dengan cepat Aura tubuhnya langsung menyeruak ke area hutan. Andre berjalan ke arah gerbang.


" Ndre! Aku duluan ya! Kekasihku sudah tidak sabar!" Teriak Kevin yang sedang terbang di atas kepala Andre.


Andre mendangak ke atas, melihat Kevin yang telah memasuki gerbang.


Wuss!!


Angin kencang tiba-tiba datang, merobohkan sebagian pohon dan pagar besi milik kediaman Ambraham. Dan itu adalah Raka. Bisa di lihat ketika Raka berubah, Panjang dan lebar sayapnya ketika segel di buka, sayapnya hampir menutupi satu Kecamatan Cikampek. Dan lagi, satu kepakan sayapnya, bisa meluluhlantahkan hati Author. Eaaa...sleebbeeww!! Musik!!


Andre mendongak'kan kepalanya kembali, lalu menatap lurus ke depan dan Andre dapat melihat ke-2 sahabatnya itu telah meratakan sebagian Hutan Blue Lake.


Andre tertunduk," aku yang menjadi pemeran Utama. Tapi kenapa ,ke dua sahabatku itu yang terlihat sangat over power ketimbang diri ku ini. Come on... Biarkan aku yang terlihat keren di mata para pembaca." Kelu Andre berjalan ke arah bangunan yang telah porak poranda dengan kepala tertunduk lesu,letih, lemas dan lapar.


Di dalam kediam Abraham, telah banyak pengawal yang berjaga.


"Tutup gerbangnya!" Teriak satu pengawal yang memberikan aba-aba.


Kevin mendarat dengan sempurna, " haa! Kau lihat kekasihku. Banyak mangsa yang bisa kau lahap," tutur Kevin kepada sabit iblisnya.


Kevin menyeringai ketika ia tiba di depan gerbang utama kediaman Abraham Masion kerajaan ini sudah seperti wafer tango. Yang memiliki ratusan gerbang berbahan besi.


Duaar!!


Suara meriam di arahkan kepada Kevin. Kevin yang tengah berdiri, sembari mengorek-ngorek upilnya pun tertawa ketika ledakan meriam di ia anggap seperti mercon di kala orang sedang hajatan.


" Cih..Aku di sambung dengan suara seperti kentut si Raja Sampah tak berguna di Negeri ini." Cibir Kevin.


Kevin meraih senjatanya. Kemudian mengarahkan ke bangunan ke gerbang yang ada di hadapan'nya.


" Hiaa... Rasakan, ini para cecunguk bedebah!" Teriak Kevin dengan mengayunkan sabitnya.


Brraammm!!


Gerbang di hadapan Kevin pun terbelah. Menjadi garis horizontal. " Hahaha ... Sepertinya gerbang sangat empuk!" Kevin terkekeh.


Wuusss!!!


Raka megibaskan sayapnya, mebuat para pasukan kerajaan terhempas. " Kevin, masuk ke dalam bersihkan semua para sampah! Sebelum Andre datang. Aku akan mencari keberadaan Yana!" Titah Raka.


" Baik!" Sahut Kevin yang langsung meloncat ke arah tembok bangunan.


Raka terbang ke arah atas bangunan," jika Andre sampai tiba. Bisa-bisa, Yana juga ikutan mati akibat Aura beracunnya, bahkan sisa hutan ini telah hangus akibat racun yang Dia keluarkan." Guman Raka yang telah tiba di atas bangunan.

__ADS_1


" Penyusup!" Teriak satu orang, ketika melihat kedatangan Raka.


Raka dengan menyeringai menghampiri Para pasukan kerajaan yang telah mempersiapkan diri mereka untuk pertarungan ini.


__ADS_2