
...BAB 49 : Yana kembali ke blue Lake...
...****************...
Kevin dengan cepat melangkahkan kakinya menuju ke arah Ruang kepala Sekolah.
Sebentara Yana dan Andre menunggu Kevin di dalam mobil.
" Dasar Andre Pekok, kalau sudah marah bisa terjadi perang antar kurawa " gerutu Kevin dengan terus melangkah .
" Om mau kemana?" Tanya seseorang.
Kevin pun menoleh," aku mau ke ruang kepala sekolah" jawab Kevin menghentikan langkah kakinya .
" Mau ku antar?" Tawar seorang murid Wanita
" boleh!!" Jawab Kevin
Kevin dan murid wanita itu pun berjalan bersama. Sesekali Kevin mentapa murid di sampingnya.
" Maaf om, ada apa om menatapku seperti itu?" Tanya murid tersebut denga salah tingkah seraya tangannya menyelipkan rambut yang terurai ke telinganya .
" Mmm... Kamu tahu Enggak?, Panda apa yang menyenangkan ?" Tanya Kevin
" Mmmmm...apa om?" Tanya si murid
" Pandangin kamu" jawab Kevin tersenyum
Dengan memerah dan salah tingkah," ah!!, Om bisa saja, kalo boleh tahu siapa nama om? Tanya si murid
" Mmm... syakira" ucap Kevin
" He... bukannya om laki-laki?, Kok namanya seperti perempuan?" Tanya Si murid
" Ya!!!, Saya kira tidak ada yang kita bahas lagi. Maaf aku buru-buru" ucap Kevin berlalu
Si murid melihat kepergian Kevin dengan wajah yang cemberut. Karna ia baru sadar, bahwa dirinya hanya di kerjain.
Kevin tiba di sebuah ruangan," Permisi!!" Panggil Kevin dari arah pintu.
"Yah silahkan masuk" ucap ibu kepsek mempersihlakan .
" Mohon maaf jika saya mengganggu" ucap Kevin saat menghampiri ibu kepsek yang sedang sibuk menulis
" Ya .. tidak..apa-apa" ucap Ibu Kepsek terngap-ngap .
" Demi neptunus!!, lelaki dari mana lagi ini?, Terakhir paman Yana. Dan ini siapa lagi?" Banti Ibu kepsek
" Ibu!!, Helow!!" Panggil Kevin sambil melambaikan tangan di wajah ibu kepsek
" Oh..iya-iya, maaf!! Ada perlu apa?" Tanya ibu Kepsek
" Saya mau mengurus surat pindah untuk keponakan Saya" Ucap Kevin
" Keponakannya bernama siapa?" Tanya Ibu Kepsek
" Dayana Eka Ranti" ucap Kevin
Dengan seketika mata Ibu Kepsek pun melebar , ketika Kevin menyebutkan nama Yana," apakah kalian tanjakan pangeran inggris?" Tanya Ibu kepsek tiba-tiba
" Kepana?" Tanya Kevin memastikan pendengarannya
__ADS_1
" Oh.. tidak apa-apa , baiklah akan aku urus " ucap ibu kepsek
Ibu kepsek pun beranjak dari duduknya, ia terlihat sangat sibuk.
" Mohon maaf!!, Nama bapak siapa?" Tanya ibu Kepsek
" Kevin" jawab Andre seraya mengeditkan salah satu matanya
" Oh baik bapak Kevin, tunggu di sini sebentar. Aku akan mencari wali kelas Yana terlebih dahulu " ucap Ibu kepsek dengan wajah yang sudah memerah.
Ibu kepsak berjalan ke luar ruangan dengan Jantung yang berdebar-brdebar," ya ampun!!, Apakah pria di dalam sana adalah tokoh fiksi?, Tak ku sangka Yana mempunayi 2 paman yang tampan" guman ibu kepsek seraya berlalu .
Kevin kini menunggu di ruang Kepsek. Tak lama ibu Kepsek pun tiba di ruangan dengan memabawa semua berkas untuk ke pindahan Yana.
Setelah mendapatkan berkas-berkas Yana, Kevin berpamitan dan keluar dari ruangan Ibu kepsek.
Kini Kevin melangkah menuju ke arah mobil.
" Paman Kevin!!" Teriak Adel dengan tiba-tiba
Kevin pun menoleh," oh... Adel" ucap Kevin.
" Yana mana paman?" Tanya Adel ketika bertatap dengan Kevin
" Ada di mobil" jawab Kevin
" Apakah dia tidak sekolah?" Tanya Adel
" Dia sudah pindah sekolah, ini surat-suratnya" ucap Kevin dengan menjunjukan berkas pada tangannya.
Adel terkejut, ketika ia mendengar ucapan Kevin," kenapa pindah?, Apakah Yana tidak nyaman sekolah di sini?" Tanya Adel
" Labih baik, kau tanyakan saja kepada Yana" ucap Kevin
" Kau baik-baik sajakan?, Aku rindu" ucap Yana yang kini telah memeluk tubuh Adel .
" Kamu kemana saja?, Apakah ayahmu baik-baik saja?" Tanya Adel .
Yana melepaskan pelukannya, " ayahku membutuhkan aku, Jadi aku harus pindah" jawab Yana .
" Aku akan sangat kesepian jika kau pindah Yana" ucap adel dengan tatapan sendu ke arah Yana.
" Nanti aku akan mengunjungimu, jangan sedih" hibur Yana
" Apalah kau mengganti nomor ponselmu?" Tanya Adel .
" Kamu tidak akan bisa menghubungiku, kirimkan aku doa saja ya. Semoga aku sehat-sehat dan bisa berjumpa denganmu kembali" ucap Yana
" Baiklah, aku tahu kau punya alasa untuk itu. Salam untuk ibumu dan untuk ayahmu, semoga cepat sehat yah" ucap Adel
" Terima kasih, aku pergi ya!!" Ucap Yana yang kembali memeluk tubuh Adelia.
" Yah!!, Hati-hati" jawab Adel .
Kini Yana kembali masuk ke dalam mobil. Setelah yana berada di dalam mobil, Kevin memacu laju mobilnya menuju ke tempat penerbangan.
Sesamapinya di tempat penerbangan, Kevin membawa mobil untuk di naikan ke bagasi pesawat.
Setelah di pastikan siap. Andre , Kevin dan Yana langsung melakukan penerbangan menuju kembali ke Blue Lake.
" Ayah!!, Yana kembali. Kali ini ayah harus bangun, walaupun nyawa Yana taruhannya, Yana akan lakukan apa pun itu demi dapat melihat bunda tersenyum" bantin Yana dengan pandangan kosong menatap ke arah Jendela
__ADS_1
" Rubah kecil!!, Dari tadi kau tampak diam. Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Andre tiba-tiba.
Yana yang terkejut akan kehadiran Andre pun menoleh," paman!!, Jangan mengagetkanku" Ucap Yana
" maaf, tapi kenapa kamu melamun?, Apakah kau tidak gembira jika misi kita sudah berhasil?" Tanya Andre
" Misi kita belum berhasil paman, karna ayahku belum terbangunkan. Aku takut jika gagal" ucap Yana memberi tahu alasannya kenapa ia melamun.
" Mmm!!, Kita berdoa, supaya Ayah kamu dapat terbangunkan. Siap-siaplah, kita akan segera Tiba" ucap Andre
Yana mengangguk," ya paman!!" jawab Yana
" Yana, apakah kau sudah siapkan mentalmu?" Tanya Kevin menghampiri Yana
" Aku sedikit gugup, aku takut gagal " ucap Yana
" Jangan begitu, harus optimis bahwa kau bisa menyembuhkan Ayahmu" ucap Kevin memberi semangat
" Yah!!, Aku pasti bisa" jawab Yana dengan semangat
" Nah!!, Gitu dong. Kita langsung mendarat di Rumah sakit, jadi kamu harus siap-siap" ucap Kevin
" Baik paman" jawab Yana
Pesawat pun mendarat di atas dak beton di bangunan Rumah sakit.
Setelah pesawat mendarat dengan sempurna, Yana, Kevin dan Andre turun dari pesawat lalu berjalan menuju ke arah Laboratorium.
Andre terlihat tergesa-gesa dengan tatapan tajam dan kaku, begitu pun dengan Yana yang tampak gelisah. Namun Kevin?, Pria tersantai yang pernah hidup dalam lingkaran setan.
Kini mereka telah tiba di depan pintu laboratorium.
KREEKK!! ( Pintu terbuka )
"Bunda!!" Teriak Yana berlari ke arah ibunya
" Yana!!, Kau berhasil?" Tanya Santi yang dengan cepat memeluk tubuh Yana.
" Merry!!, Bagaimana keadaan tuan Raka?" Tanya Andre
" Jiwanya tidak stabil, dan cahaya jiwanya mulai mememudar" jelas Merry kepada Andre
Andre berjalan ke arah Monitor...
Tak...tik...tak ..( Andre mulai memainkan keyboard yang ada di jarinya seraya menatap monitor)
Andre menekan tombol merah," Siapkan bankar dorong, tabung oksigen serta Alat penstabilan jiwa. Dan segara antar ke ruang lab'ku" titah Andre
" Dokter apa yang terjadi?" Tanya Santi
" Aku akan mengeluarkan Raka dari cangkang " jawab Andre
" Apakah ayah tidak apa-apa?" Tanya Yana takut.
Andre memegang pipi Yana," kita akan usaha bersama. Jangan gugup yah!!" Ucap Andre.
Yana mengangguk" Yah!!, Mohon kerjasamanya paman" ucap Yana
"Hubungi Raja Vin, kita kan butuh trisula Raja untuk menyambung Energi" titah Andre
" Baik!!" Jawab Kevin .
__ADS_1
Santi terlihat cemas, ketika mendengar bahwa Raka akan di keluarkan dari Cangkangnya. Dengan gemetar Santi melangkah ke arah Cangkang lalu merabanya.
" Kau harus bangun dan berjuang, jangan sia-siakan perjuangan Yana anakmu. Ku minta hanya satu, Bangunlah dari tidur panjangmu " ucap Santi memohon.