Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Spesial Day Raka & Santi 2


__ADS_3

...I Love You Paman Dokter...


...BAB 77 : Spesial Day Raka & Santi...


" Mempelai Wanita memasuki Aula ruangan," Ucap pembawa acara.


Santi telah berberdiri atas panggung dengan lampu sorot beserta puluhan kamera yang menyoroti dirinya.



...POV Santi...


Hidup adalah teka-teki, Kau tidak akan pernah tahu, Kemana takdir akan menuntun jalan hidupmu. Kunci dari segala luka hanyalah waktu. Waktu yang akan menyembuhkan lukamu dengan caranya sendiri.


Kata menunggu, mungkin menyakitkan. Namun , aku tidak pernah menyesali di setiap penantian dalam kesetianku. Bahkan sedikit pun aku tidak pernah berpikir untuk mengisi hatiku dengan cinta yang Lain.


Bila Aku harus mencintai, dan berbagi hati. Itu sudah pasti hanya denganmu. Namun bila, aku harus hidup tanpamu , aku akan mengarungi hariku tanpa harus untuk mencintai pria yang lain. Karna hatiku telah kau bawa pergi Raka Saputra.


...****************...


" Mempelai pria Di silahkan, menjemput mempelai wanita," Ucap pembawa Acara.


Raka berjalan di atas karpet menuju ke arah Santi dengan Senyum yang selalu mengambang, dalam genggaman tangannya ada sebuah buket bunga dengan kotak pengikat Janji.



...POV Raka...


Tentang Rasa,.


Cinta Adalah misteri, Sedalam Lautan bisa kau selami. Namun, Dalamnya hati siapa yang tahu?, Kamu cantik di mata pria yang membuatnya tertarik. Tidak peduli tentang masa lalumu bagaimana , Akan ada yang tidak memperdulikan hal itu. Karna sejatinya Cinta menerima tanpa harus menuntut.


Berawal dari melihat, mendengar, memahami lalu mengerti. Kemudian mulai mengangumi , dan muncul rasa ingin memiliki. Aku tersadar, bahwa Kau telah mencuri Hatiku Santi Dwi Putri.


...****************...


Raka telah berada di hadapan Santi, kemudian berjongkok, Lalu menyerahkan sebuah buket bunga. Santi meraih bunga yang di berikan oleh Raka.


Raka kemudian membuka kotak cincin yang ia bawa , Lalu Raka menyematkan janji sucinya pada jari manis Santi.



Raka kemudian berdiri menatap lekat ke dalam iris mata Santi.


" Santi, Lihatlah mataku," pinta Raka .


Santi menatap lekat ke iris mata hijau ke abu-abuan milik Raka.


" I Love you my wife, hadirmu mengubah segalanya. Darimu aku mengerti apa artinya setia, bertahan dan berkorban. Sungguh aku beruntung memilikimu," Ucap Raka tulus.


Iris mata Santi tampak berpelangi mendengar ucapan Raka," Terima kasih suamiku, Bakti'ku akan aku lakukan untukmu, Terima kasih karna hadirimu bagaikan pelita dalam hidupku, Di saat semua tampak meredup dan tampak tak berarti, Kau hadir membawa sejuta harapan yang pernah hilang. Terima kasih karna mau menerimaku, Membuatku berarti dalam kehidupanmu,"


Tutur Santi dengan suara yang terdengar serak dengan bahunya yang terlihat Naik turun.


Raka menggengam tangan Santi," lihat aku," pinta Raka.


Santi mengangkat wajahnya, bibir Raka dengan lembut mendarat di bibir Santi.


Santi yang merasakan lembutnya sentuhan itu, membuat ia menutup mata, Merasakan segala ketulusan yang mengalir deras memalui ciuman yang di berikan oleh Raka.


" Bunda!!, Ayah!!" Yana berteriak memghampiri Orang tuanya.


Raka dan Santi yang mendengar, Kemudian melepaskan ciuaman mereka , menatap ke arah Yana sembari tersenyum dengan tangan mereka di rentangkan untuk menyambut Yana ke dalam pelukkan mereka berdua.




💏💏💏

__ADS_1


Para hadirin yang yang hadir, Nampak terharu sembari bertepuk tangan ketika melihat moment tersebut.


" Ndre aku pinjam jas'mu," ucap Kevin tiba-tiba.


Andre mengerutkan alisnya seraya menatap ke arah Kevin, " untuk apa?" Tanya Andre.


" Aku ingin menyeka ingusku," ucap Kevin dengan mata sendu memerah, menatap ke arah Andre.


Andre mengeluarkan Asap dari hidungnya," Kau ini, membuat moment haru'ku menjadi musnah dengan seketika," pekik Andre murka menatap Kevin.


" Ndre, Aku berharap, jalan cerita Cintamu bahagia tanpa ada masalah ya,"


Ucap Kevin di sertai ingus yang meleber di hidununya akibat menangis karna terharu.


" Yah!!, Terima kasih, " Sahut Andre.


" Ayo kita menyapa Santi dan Raka, " Ajak Kevin.


Andre dan Kevin, berjalan Menuju ke arah Raka dan Santi.


" Selamat ya kakak ipar!!, Semoga ke depannya lebih bahagia," Ucap Kevin ketika menghampiri Kevin.


Santi tersenyum," kamu kapan Vin?" Tanya Santi.


" Nanti nunggu lebaran monyet ," Sahut Kevin asal.


" Amin!!" Jawab Raka dan Santi secara bersamaan.


" Sialan, aku hanya bercanda . Jika di aminkan aku akan sendiri terus dong?" Ucap Kevin.


" bukannya kamu yang sering menidurkan tanpa kepastian?" Ucap Raka.


" Sssttt!!, itu Rahasia, " sergah Kevin pada Raka.


" He Wanita bodoh!!, Selamat ya, Nah!, sekarang dan selamanya jangan kebanyakan sedih dan menangis lagi ya!!. Itu Si arjuna bulemu, akan selalu ada di sisimu," Ucap Andre.


" Dokter bisa saja!!" Sahut Santi sambil memukul lengan Andre.


Raka menyatukan Alisnya, " apa?" Tanya Raka heran.


" Resep Kopi hitam, Telur, sama madu loh Ka," jawab Kevin.


PLAK!! ( Raka menampar kepala Kevin )


" Kau ini yah, masih saja membahas tentang masalah itu," Pekik Raka.


" Terus saja Ka, kamu dan Andre benar-benar bedebah. Terus saja kelapaku yang di hajar," sahut Kevin yang mengosok-gosok kepalanya.


Andre dengan tiba-tiba merangkul Raka," Kak!!, Sebelum main , push up dulu," bisik Andre.


Raka seketika mendorong tubuh Andre menjauh, " Ndre, kenapa otakmu jadi koslet begini?" Pekik Raka.


" Oh iya, Kado ku sama Andre tadi sudah di taruh di kamarmu," ucap Kevin


" Iya terima kasih!!" Ucap Raka.


" Ka aku depan ya!!" Pamit Andre.


Begitu juga dengan Kevin yang beranjak dari hadapan Santi dan Raka.


Kini Santi dan Raka nampak melayani tamu dan melakukan sesi foto.


Dalam acara tersebut, sudah jelas, banyak kolega orang penting yang hadir. Termaksud juga Raja,


Setelah melayani tamu, Acara selanjutnya adalah pesta Dansa.


Pembukaan dansa, Raka Dan santi yang paling pertama melakukan dansa.


Namun untuk Santi yang orang biasa, Dia tidak Dapat melakukan Dansa. Hal tersebut membuat Santi beberapa kali menginjak Kaki Raka.

__ADS_1


" Istriku yang blapak timpak bla'em-bla'em, Bisakah sepatu tinggimu itu tidak menginjak jempolku?" Ucap Raka dengan Raut merana.


" Maaf!!, Sepertinya aku tidak bisa berdansa," ucap Santi.


" Ya sudah kita istrahat Saja Ya!!" Ucap Raka.


Santi mengangguk,.


Raka kemudian menuntun istrinya kembali ke kursi pelaminan.


...****************...


Di tempat Lain,


Andre menatap Yana yang terlihat sedang asyik mencicipi berbagai macam hidangan di atas meja dengan acuh, Yana terus menerus menjilati jari-jarinya.


Andre kemudian menghampiri Yana, Lalu menepuk pundak Yana dengan pelan," Nona, mau kah kamu berdansa denganku?" Ucap Andre seraya mengulurkan Tangannya sembari membungkuk.


Yana yang tekejut pun menoleh, lalu tersenyum.



" tentu paman," Sahut Yana seraya meraih tangan Andre, kemudian menuju ke arah lantai Dansa.


Andre menaruh tangannya di pinggul Yana, Lalu mendorong tubuh Yana maju ke depan, agar lebih mendekat.


Dan mereka mulai berdansa mengikuti alunan musik.


Tanpa mereka sadari, Semua mata tertuju ke arah Andre dan Yana. Dengan Lampu sorot yang selalu mengikuti gerakan Andre dan Yana.


" Waw , Tuan Willson dengan gadis siapa?"


" Anggun sekali mereka,"


Ucap beberapa tamu undangan.


Raka dan Santi yang melihat, Hanya bisa tersenyum ketika melihat Yana dan Andre yang nampak menari dengan lihai dengan bahagia.


" Sayang!!, Sepertinya kita bakalan cepat punya menantu," ucap Raka ketika melihat putrinya yang sedang berdansa.


" Sepertinya begitu, masalah hati?, Aku tidak punya hak untuk melarangnya, " Sahut Santi.


" Aku sih yes!!, Dan tidak masalah, selama Andre membawa Yana dengan baik. Aku pasti akan selalu mendukung mereka," ucap Raka.


Di arah kursi para tamu undangan, seorang pria sedang menatap Andre dan Yana yang sedang menjadi pusat perhatian dari para tamu undangan. Dan Sesekali ia meraih minuman yang ada di atas meja.


" Abraham! " Panggil seseorang sembari menepuk pundak pria yang tengah duduk menikmati kesendiriannya tersebut.


Pria itu menoleh," Oh.. Ayah mertua," Jawabnya seraya memberikan Kursi.


" Tidak perlu, Aku hanya ingin menyampaikan. Jika kau ingin Istrimu selamat dari penyakitnya, Ambillah Jantung dan Darah dari anak itu," Ucap pria tersebut kepada lelaki yang bernama Abraham.


Tuan Abraham pun tercengang ketika mendengar ucapan ayah mertuannya," maksudnya, Anak dari Tuan Raka?" Tanyanya memastikan.


Pria tua itu mengangguk," Yah!!, karna anak itu mempunyai Darah yang sama seperti istrimu, yang sama-sama terlahir dari darah campuran," ucap pria tua tersebut.


...****************...


Di tempat Andre Dan Yana,.


Ketika Andre dan Yana sedang Asyik mengikuti alunan musik, Tiba-tiba Wajah Yana dan Andre Saling bertatap dengan seketika terjadi kontak mata di antara mereka, nafas mereka berdua terasa memburu akibat berdansa.


Yana yang merasa wajah mereka terlalu dekat, dengan deru nafas Andre yang dapat Yana Rasakan di kulit wajahnya, Membuat Yana dengan cepat mendorong tubuh Andre karena refleks.


" Maaf paman!!" Ucap Yana seraya berlari meninggalkan Andre yang masih berdiri mematung.


Andre terdiam ketika Yana meninggalkannya begitu saja," mmm.. tidak masalah, mungkin dia masih Kikuk," Guman Andre yang kemudian beranjak dari tempat tersebut.


Yana berlari keluar dari ruangan Aula di mana pesta sedang di gelar , Seraya memegang dadanya . Bersamaan dengan benak Yana yang selalu terlintas Wajah Andre ketika ia sedang berdansa .

__ADS_1


" Oh!!, Jantungku. Kenapa selalu begini jika berdekatan dengan Paman Andre,?" Guman Yana seraya mencari oksigen yang sempat hilang dari ruang paru-parunya.


__ADS_2