
...BAB 26 : Yana Bertemu Dengan Ke-2 Sahabat Ayahnya...
...****************...
Sekolah Yana,.
Yana berjalan ke arah kantin menyusul Adel, setibanya di kantin, Yana langsung duduk berhadapan dengan adel.
" Maaf lama!!" Ucap Yana
" Ngapain aja sih?." Tanya Adel
" Hehehe... Habis di todong" jawab Yana
Mata terbelalak," heee...sama siapa?" Tanya andel
"Sama Kaka kelas, itu yang putih, lurus yang kaya bihun" jawab Yana
" Mmmm... Kak Clara?" Adel menebak
" Yah...!!, itu dia" sahut Yana
" Ayo makan, bentar lagi kelas akan di mulai" ucap Adel
" Ok" Jawab Yana singkat.
Yana kemudian melahap makanan yang sudah di pesan oleh Adel. Setelah Yana selesai makan, Adel dan Yana menuju ke dalam kelas untuk mengikuti mata pelajaran selanjutnya.
1000 minutes later......
Jam sekolah telah telah usai, kini Yana dan Adel berjalan ke arah gerbang sekolah.
" Del!, Aku jalan ya, sampai ketemu besok" ucap Yana
" Ok, nanti malam aku ke rumahmu, buat ngerjain PR ya!!" Jawab Adel
" Ok, aku tunggu ya!!, Bye" ucap Yana seyara berpamatin dan kemudian berpisah dengan Adel .
Yana memacu sepatu rodanya menuju ke arah rumah, entah mengapa Yana ingin sekali cepat-cepat untuk sampai di rumah.
...****************...
Di Tempat Santi,.
Santi yang sedang memasak, akhirnya mematikan kompornya . Ketika ia mendengar suara ketukan pintu tanpa salam.
" Siapa?, Adit?, Kalau Adit pasti sudah langsung masuk" guman Santi seraya berjalan ke arah pintu
Tok...tok...tok... ( Bunyi ketukan pintu )
" Iya...tunggu sebentar!!" Sahut Santi menuju ke arah pintu
Setibanya di pintu,.
Deghhh, ( jantung Santi terhenti sejenak )
Pupil mata Santi melebar dengan apa yang Santi lihat di depan matanya, seketika ada genangan yang muncul di pelupuk mata Santi.
" Wanita bodoh, jangan ceroboh"
" Dasar kau!!, wanita bodoh"
" Kakak ipar!!, Jangan sakit-sakit ya!!"
" Kakak ipar tahu, ular apa yang berbahaya?"
__ADS_1
"Hahahaha"
Seketika, semua terlukis di dalam ingatan Santi ketika melihat 2 orang pria yang sedang berdiri di hadapannya.
" Wanita bodoh!!"
" Kakak ipar!!"
Panggil Andre dan Kevin secara bersamaan ketika melihat Santi yang berdiri mematung di hadapan mereka.
" Andre?, Kevin?, Apa benar ini kalian?" Lirih Santi dengan kaki yang berjalan, langkah demi langkah.
Santi merasakan lemas di lututnya, Karna begitu shock melihat kedatang Andre dan Kevin.
Santi berjalan menghampiri 2 pria tersebut perasan yang sulit di gambarkan ," Brrruuukkk" Santi ambruk
" Santi!!, Kakak ipar" teriak Andre dan Kevin secara bersamaan, mereka langsung berlari menghampiri Santi yang terjatuh
" Hei!! Bangun" ucap Andre ketika menaruh kepala Santi di atas pahanya seraya menepuk-nepuk pipi Santi pelan .
" endingnya kenapa kaya gini?. Aku pikir kakak ipar bakalan gembira melihat kita" timpa Kevin seraya menatap Santi dengan raut wajah khawatir .
Di depan pintu, Yana yang melihat ibunya tergeletak di lantai. Membuat kuku-kukunya memutih Karna meremas jari-jarinya tangannya saat mengepal dan juga di sertai dengan rahang dan gigi yang sudah terdengar saling beradu.
" Apa yang kalian lakukan kepada bundaku?" Ucap Yana dingin dengan wajah yang datar.
Andre dan Kevin menoleh ke arah pintu secara bersamaan.
" ku bunuh kalian" hardik Yana dingin
Andre dan Kevin terjengkang ketika melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh Yana.
" Anak manis, cantik, uwu-uwu. Simpan auramu ya!!, Paman tidak-" ucapan Kevin terhenti ketika Yana secepat kilat menyekik leher Kevin.
Andre yang melihat, langsung berlari menghampiri Yana, " bocah tengil!!, lepaskan tanganmu dari leher pamanmu" ucap Andre mencoba menenangkan, sembari berjalan ke arah Yana.
Brruuukkkk ( seketika Yana menedang Andre yang menghampirinya )
Andre dengan keras terhantam di antara kursi yang tersusun di ruang Tamu.
Brukkk .. krraaakkk ... Traakk ( bunyi tubuh Andre yang terhantam perabotan rumah )
" Uhuk...uhuk... Tolong .. turunkan..tanganmu" pinta Kevin terbata
Yana memiringkan kepalanya dengan tatapan membunuh," turunkan?," Seketika Yana melempar tubuh Kevin dengan asal
Brukkk...( Kevin terhantam ke dinding yang membuat tembok retak )
Yana menatap ibunya yang tergeletak, lalu kembali menatap tajam kepada ke 2 pamannya, yang terlihat sedang memegang dada mereka.
" Gadis manis, kami adalah teman ayahmu. Kami kesini untuk menjemput kalian" ucap Kevin mencoba menenangkan Yana
Yana yang mendengar, membuat pupil matanya kembali normal," apa yang kalian katakan?" Tanya Yana kembali ke bentuk semula.
" Kita angkat ibumu dulu, nanti kami jelaskan" ucap Andre yang khawatir melihat Santi
" Om wajah kaku?," Guman Yana
" Dan Siapa om yang miliki rambut seperti pelangi yang berada di sampingmu?" Tanya Yana ketika melihat ke arah Kevin
" Aku kakek buyutmu, kenapa tiba-tiba kau menyerang kami seperti ini?" Ucap Kevin beranjak dari duduknya.
"Sudah-sudah, kita angkat dulu kakak ipar. kasihan kakak ipar " sambung Kevin
__ADS_1
Kini Andre dan Kevin telah memapah Santi ke kamarnya.
Andre kemudian memeriksa keadaan Santi, setelah itu, memberikan obat kepada Santi.
Yana yang melihat tingka Andre, kini mulai waspada," om wajah kaku, apa yang kau berikan kepada bundaku?" Tanya Yana curiga
Andre menoleh ke arah Yana yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan membunuh.
" Anak tengil, berhentilah mencurigaiku. Karna aku hanya memberi obat kepada ibumu " jawab Andre
Kevin yang melihat tingkah Yana dan Andre hanya bisa menahan tawanya," Ndre, bisa-bisanya kau di tekan oleh seorang gadis." Bisik Kevin yang menghampiri Andre
" Diamlah bedebah," pekik Andre dengan menyikut perut Kevin.
Yana menatap ke arah kevin ,dengan pandangan yang masih sulit di artikan ," kau!!, om rambut pelangi, kenapa tingkahmu konyol sekali" pekik Yana
Kevin seketika menoleh ke arah Yana," heiii... Keponakan, aku ini pamanmu, Paman Kevin!!, jadi sopanlah sedikit jika berbicara denganku " sahut Kevin
" Mmmmm" Santi mengeram
" Bunda!!" Teriak Yana menghampiri ibunya
" Minggir kau!!, om wajah kaku" sambung Yana yang menyuruh Andre untuk menyingkir Karna menghalangi yana.
" Kau!!" Pekik Andre kesal saat badannya di dorong oleh Yana yang menyuruhnya minggir .
Santi membuka matanya dengan pelan, setelah menyesuaikan bias yang masuk ke matanya, Santi mulai menatap satu persatu orang yang berada di dalam kamarnya.
" Oh... Kepalaku" lirih Santi memegang pelipisnya kemudian mencoba untuk bangun
Yana membantu ibunya untuk duduk," bunda tidak apa-apakan?" Tanya Yana khawatir
Santi menggelengkan kepalanya," tidak sayang, bunda tidak apa-apa" jawab Santi
Andre dan Kevin hanya terdiam, mereka tak menyangka bahwa memang benar, anak tengil yang berada di hadapan mereka adalah anaknya Raka.
Santi menatap Andre dan Kevin secara bergantian," di mana Raka?, Apakah dia tidak bersama kalian?" Tanya Santi dengan suara terdengar bergetar menahan getir, ketika yang ia lihat hanya kevin dan Andre.
" Bunda, apakah benar mereka teman ayah?" Tanya Yana menyela
Santi menatap anaknya," iya, mereka adalah teman ayahmu. Yang itu namanya paman Andre, dan yang satunya lagi paman Kevin" jawab Santi
Yana menatap ke-2 pria di hadapannya secara bergantian, seketika Yana membungkukkan badannya, " saya minta maaf paman, Karna saya tidak tahu. Mohon terimalah permintaan maaf saya" ucap Yana memohon
Andre dan Kevin langsung mengangkat bahu Yana secara bersamaan," tidak perlu begitu" ucap Andre dan Kevin
Yana mengangkat tubuhnya seraya tersenyum," paman Andre, maaf!!, jika waktu itu aku mematahkan lehermu" ucap Yana
Kevin yang mendengar, seketika melirik ke arah Andre dengan tangan yang menutup mulutnya, Agar ia tak tertawa.
" Apa yang kau katakan Yana?" Tanya Santi
" Itu loh!!, bunda. Yang kemarin Yana ceritakan. Yang Yana katakan ketemu siluman om-om, kemudian Yana patahkan lehernya" jawab Yana polos
Santi menelan ludahnya kemudian menatap ke arah Andre, " hehehehe ... Dokter Andre, maafkan kelakuan Yana ya!!" ucap Santi Kikuk
Wajah Andre terlihat masam, murka, suram, dan sulit di artikan dengan rahang yang sudah mengeras. Karna menahan malu dan marah.
Suasana menjadi beku, akibat raut wajah Andre yang tiba-tiba menjadi gado-gado tersebut.
" Sudah!!. Tadi kakak ipar bertanya apa?" Kevin mencoba mencairkan suasana
Santi menatap ke arah Kevin," Raka dimana?. Kenapa dia tidak bersama kalian?" Tanya Santi
Andre dan Kevin saling memadangan,
__ADS_1
" Mmm... Raka ya?, Raka pada saat aku mengantarmu ke portal, sampai saat ini Raka tidak sadar. Maafkan kami!!, yang baru sempat mengunjungimu. Karna kerajaan di Blue Lake pada waktu itu sedang di kunci" ucap Andre menjelaskan
Jantung Santi terasa di hantam oleh sebuah palu, ketika mendengar penuturan Andre tersebut.