
...BAB 28 : Kevin Berkenalan dengan Adel...
...****************...
Yana berjalan pulang ke arah rumahnya, ia meninggalkan Andre yang sedang berada di taman perumahan.
Saat sedang melangkah, ponsel Yana berdering. Dengan cepat Yana meraih ponselnya kemudian, menggeser tombol hijua pada layar ponsel.
" Halo.." ucap Yana, ketika sambungan telfonnya tersambung
( Kau sedang di mana?, Aku akan segera ke rumahmu) ucap Adel dari seberang telfon
" Aku di rumah, jadi datanglah!!" sahut Yana
(Ok!, Aku akan bersiap-siap ) ucap Adel
Sambungan telfon pun terputus,.
Yana berlari ke arah rumahnya, setibanya ia di rumah. Yana langsung berlari masuk ke dalam rumah," Bunda!! " Teriak Yana mencari ibunya
" Iya!!, Bunda di belakang bersama paman Kevin" sahut Santi
Yana berlari ke halaman belakang," bunda teman Yana mau main" ucap Yana ketika bertemu dengan ibunya.
Santi dan Kevin pun menoleh ke arah Yana,
" cewek apa cowok yan?" Tanya Santi
" Ceweklah bun, itu yang kemarin kenalan sama bunda" jawab Yana
" Oh... Iya, siapa namanya?, Adil ya?" Tanya Santi
" Mendingan Makmur!!" Seru Yana
" Oh iya adel ya!!, Ya.. sudah suruh ke sini saja " Ucap Santi
Yana menatap ke arah Kevin," paman, kamu bisa terlihat atau tidak?" Tanya Yana ketika menatap Kevin
" Eh..memangnya kenapa?, Aku bisa nunjukin diri" jawab Kevin
" Ya sudah, tunjukin diri paman . Aku tidak ingin ketika aku atau bunda tiba-tiba berbicara sendiri " pinta Yana
" Ok, apa sih yang enggak buat keponakanku yang Uwu-uwu ini" jawab Kevin
Tok..tok..tok... ( Bunyi ketukan pintu )
" Permisi!!" Teriak dari arah ruang tamu
Yana yang mendengar langsung berlari menghampiri pintu depan. Setibanya di pintu depan, Yana dapat melihat adel yang sedang berdiri.
" Ayo del, kita belajarnya di belakang saja ya, soalnya tadi di dalam rumah ada gempa" ucap Yana memberikan alasan palsu .
" Mau di mana saja juga tidak apa-apa kok" sahut Adel
Adel dan Yana berjalan ke arah belakang, dan seketika langkah kakinnya terhenti.
" Kenapa del?, Tanya Yana
" Sepertinya, ibumu punya tamu yan " ucap Adel ketika melihat Kevin dan Santi
"Oh!!, Itu pamanku, namanya Kevin. Ayo!!" Ajak Yana , dengan menarik tangan Adelia
__ADS_1
Yana dan Adelia berjalan ke sebuah gazebo, Di halaman belakang rumah rumah yana.
Yana dan Adel mulai mengerjarkan tugas dari sekolah.
Saat Yana dan Adel sedang Fokus mengerjakan tugas sekolah, " boleh paman gabung?" Ucap Kevin yang tiba-tiba datang menghampiri Yana dan Adelia.
Yana dan Adelia mengahlikan pandangan mereka kepada Kevin yang berdiri di depan gazebo.
Yana mengerutkan alisnya," kami sedang mengerjakan Tugas paman, jika paman mau bantu. Ayo!!, Duduk sini" ucap Yana dengan tangan yang menepuk tempat kosong di sampingnya.
Kevin tersenyum, " terimah kasih nona manis!!" Dengan mulai mengatur duduknya.
Setelah Kevin bergabung, Adelia malah tidak fokus ketika ia terus di tatap oleh kevin.
" Paman!!, mohon maaf. Ada yang salah ya di wajahku?" Tanya Adel, setelah merasa tidak nyaman dengan tatapan Kevin
"Ngeliatin kamu tuh, kaya ngeliatin kamera, Bawaannya pengen senyum terus . Ngomong-ngomong namamu siapa?, " ucap Kevin spontan
Yana yang mendengar ,seketika menatap Kevin dengan wajah yang rancu, " paman!!, Kau benar- benar paman yang ga sadar umur ya!!" Pekik Yana manatap Kevin dengan kesal .
Adelia yang mendengar ucapan Kevin ,membuat pipinya menjadi merah muda.
Yana mengalihkan pandangan ke arah Adelia," woi!!, Adel, ada apa dengan pipimu itu ?, Lihatlah!!, kau bahkan tersipu ketika di gombalin oleh om-om model badut ini," Ujar Yana ketika melihat Ekspresi Adel
" Eh!!, Paman mu begitu lucu yah!!" ucap Adel menetap Kevin
Kevin menoleh ke arah Yana," kenapa?., Itu hal yang wajar loh, ketika seseorang mengungkapkan sesuatu yang mereka suka, " jawab Kevin
" Oh iya!, Namaku Adelia" sela Adelia dengan menyodorkan tangannya ke arah Kevin, seraya tersenyum
Kevin membalas dengan tersenyum," aku Kevin!!, wow!!, Ternyata tanganmu sangat lembut" tutur Kevin saat tangannya bersentuhan dengan tangan Adelia.
Plaaakkkk!!! ( Yana memukul tangan Kevin di hadapannya ) .
Adel memandangi Yana," tidak aku sangka, pamanmu sungguh pintar untuk bergurau," ucap Adel tersipu
" Yah!!, Dia hanya bergurau jadi, kau jangan terlalu ambil pusing dengan ucapan om-om .Dan pamanku terlalu tua untukmu" sela Yana yang menatap Adel
" Uhuk!!" Tiba-tiba Andre terbatuk ketika mendengar ucapan Yana
Yana menoleh ke arah suara batuk,( ada apa dengan ekspresi wajah itu?) Batin yana ketika melihat Andre yang wajahnya tiba-tiba terlihat dingin dan acuh.
" Yana, kamu melihat apa?" Tanya adel tiba-tiba.
Yana menoleh, " oh.. tidak ada apa-apa " jawab Yana
" Oh iya!!, Paman tinggal dulu ya" pamit Kevin beranjak lalu menghampiri Andre yang sedang duduk di salah satu tangga
ket: model: Luke Eisner
" Yan!!, Apakah pamanmu sudah menikah?" Tanya Adel ketika melihat Kevin telah pergi
" Yah!!. Dia mepunyai selir, apakah kau mau menjadi salah satu selirnya?" Sahut Yana
"Hm..ok lah, aku suka dengan pamanmu yang blak-blakkan. Kalau begitu aku pulang dulu ya!!" Ucap Adel sekaligus berpamitan.
" Iya!!, Akan ku antar kau ke depan" ucap Yana dengan tangan yang membereskan alat tulis yang berserakkan
"Ayo!!, Aku antar ke depan" sambung Yana mengajak
__ADS_1
Adel mengangguk dan berjalan ke arah pintu depan.
" Pamanmu kemana?" Tanya Adel
" Mana ku tahu " jawab Yana
Padahal ,Andre dan Kevin . Sedang duduk di teras depan yang sedang menggunakan mode tak terlihat.
" Yah!!, Padahal ingin pamitan" ucap Adel kecewa
" kau juga akan sampai di rumahmu , tanpa harus
berpamitan dengan pamanku" sahut yana
" Yah Sudah, aku pulang ya!!" Pamit Adel
" Iya, hati-hati di jalan" sahut Yana melambai.
Ketika Adel telah berlalu, yana membalikkan badannya dan menatap ke arah Kevin," puas!!, Sudah paman buat anak orang Salting?" Pekik Yana ke arah Kevin
" Nona manis, itu hanya ucapan sambutan, apa yang salah?" Jawab Kevin
" Sambutan mata paman sengklek " sahut Yana kesal .
Andre yang melihat sikap Yana hanya terdiam, tidak ingin merespon.
Yana kemudian mengarahkan pandangannya ke arah Andre," paman Andre aku ingin bicara" ucap Yana
Andre menujuk dirinya sendiri," aku?" Tanya bingung .
" Yah!!, Masa angin" ucap Yana
Yana yang melihat respon Andre yang lelet, berjalan ke arah Andre Lalu menarik tangan Andre," Ayo paman, kenapa kau lambat sekali untuk merespon" ucap Yana dengan menarik-narik tangan Andre.
Andre hanya mengikuti arah tarikkan tangan Yana dengan jantung yang berdebar,( apa yang anak di lakukan oleh rubah kecil ini?) Batin Andre
Kini Yana membuka pintu kamarnya, " ayo om!!" Ucap Yana
Glegg,,( Andre menelan ludahnya)
"Rubah kecil!!, Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?. kenapa harus di kamar?" Tanya Andre yang wajahnya yang telah memerah ketika yana membawannya ke kamar.
Yana tak menjawab, hingga mereka tiba di dalam kamar Yana.
" Paman!!" Ucap Yana menoleh ke arah Andre
"Hmmm.." jawab Andre singkat
Melihat ekspersi Andre yang terlihat kikuk dan salah tingkah, membuat Yana menyeringai.
Yana mendekatkan tubuhnya ke arah tubuh Andre. Andre yang melihat hal tersebut, membuat ia tampak pucat lalu berjalana mundur," Rubah!!, Menjauhlah sedikit" pekik Andre menghidar
" Paman kenapa jadi ketakukan seperti ini?" Seraya memegang dada Andre
Andre tambak berkeringat dengan wajah yang telah memerah dengan raut wajah yang gelisah," Menjauhlah Dariku akan setan!!" Teriak Andre seraya mendorong Yana dengan nafas memburu.
"Hahahahhahaha!!, Lihatlah wajahmu paman!!" ucap Yana terkekeh melihat Andre yang nampak kikuk
(Anak Kurang ajar!!, Berani-beraninya dia mempermainkanku seperti ini) batin Andre dengan wajah yang geram.
"Ehheemmm!!, Aku akan keluar," ucap Andre setelah mengatur emosinya dan mulai meneggakan tubuhnya kembali. seraya berjalan ke arah pintu
__ADS_1
Andre hendak membuka knop pintu di hadapannya," maaf paman!!, Aku hanya ingin memberikan ini" tangan Yana menahan tangan Andre yang ingin membuka pintu.
Andre menoleh, hal tersebut membuat mata Andre membulat sempurna .