
...BAB 42 : Di buat Salting Oleh Yana...
...****************...
Tempat Santi,.
Santi yang sedang termenung menatap Raka yang berada di dalam cangkang, namun tiba-tiba saja perasaannya menjadi tidak tenang dan terlihat gelisah.
" Apakah Yana baik-baik saja yah?, Kenapa aku tiba-tiba aku merindukan Yana?" Bantin Santi bertanya
Dari dalam cangkang Raka , tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya . Santi yang melihat hal tersebut, dengan cepat menghampiri cangkang yang tak jauh berada darinya.
" Ada apa Raka?, Kenapa cangkangmu bercahaya ?" Tanya Santi menatap ke arah cangkang.
Hening....
Tidak ada jawaban,.
Santi kemudian menuju ke arah layar monitor, di tekannya tombol pemanggil yang terdapat di hadapannya.
Beberapa menit kemudian, pintu Laboratorium pun terbuka, Santi dapat melihat Merry sedang berajalan ke arah Santi.
" Apa yang terjadi Nyonya?" Tanya Merry
" Aku tidak tahu, apa yang terjadi. Namun, cangkang ini mengeluarkan cahaya" Jelas Santi
Merry bergegas ke layar monitor, " oh!!, Jiwa Tuan Raka bereaksi. Namun seketika jiwanya melemah" tutur Merry menjelaskan
Santi yang mendengar, dengan cepat menghampiri Merry, " apa maksudnya dengan Jiwa Raka yang melemah?" Tanya Santi khawatir
Merry menoleh ke arah Santi," aku juga tidak tahu Nyonya. Sepertinya Tuan Raka bereaksi karna ada sesuatu" jelas Merry
Santi terdiam," semoga saja Yana baik-baik saja " Bantin Santi
...****************...
Di tempat Andre dan Kevin,.
Andre terilhat panik dengan perasaan yang cemas, "Risau hatiku, apa yang telah ku lakukan padamu?, Ku mohon kau harus baik-baik saja. Maafkan aku rubah kecil"
Batin Andre, dengan dentingan suara hatinya mengulas kembali jejak saat ia menyakiti Yana.
Kini Andre telah berada di depan pintu sebuah ruangan yang lebih tepatnya adalah kamar, langkah Andre terhenti di depan pintu.
" Huuufff" Andre menbuang nafas dengan kasar
Klek!! ( Pintu terbuka )
__ADS_1
Seketika Andre dapat melihat Yana yang sedang terbaring dengan padangan bersalah, " Sejenak hatiku terasa luluh lanta menatapmu, ini perih dan terasa Lebih menyakitkan" Batin Andre mendekati sebuah tempat tidur berbahan jati
Andre menatap lekat gadis yang sedang tertidur dengan perasaan yang sudah seperti adonan kue yang sedang di mixer. Perasaannya campur aduk.
" Ndre!!, Aku sudah mengambil tanah perjanjian. Dan telah aku berikan kepada Ibunda" tutur Kevin tiba-tiba.
Andre menoleh ke arah Kevin," yah!!, Kita tunggu sampai Yana bangun, barulah kita menemui Eyang dan Ibunda " jawab Andre
Andre kembali menatap Yana, Andre tanpa sadar meraih tangan Yana, " Rubah kecil, maaf!!. Tolong maafkan aku, Aku tidak sengaja. Jangan sampai terjadi apa-apa denganmu" guman Andre dengan bibirnya yang di tempelkan ke punggung tangan Yana.
Kevin menatap ke arah Andre yang terlihat sangat menyesal. Namun, Kevin sontak terkaget ketika melihat punggung Andre yang terlihat naik dan turun.
" what!!!, Apakah Andre sedang menangis?" Banti Kevin menatap punggung Andre dengan tidak percaya.
Kevin menutup mulutnya dengan telapak tangannya, di balik telapak tangan, ternyata Kevin sedang tertawa.
" Ya Ampun!!!, ternyata seorang Batu seperti Andre bisa menangis?" Batin Kevin Geli ketika menatap Andre.
Yana membuka matanya, Ia melihat punggung tangannya telah basah dengan air mata Andre.
Yana dapat melihat Andre tertunduk dengan terus menggenggam tangan Yana dengan badan Andre yang terlihat bergetar.
Yana menatap ke Arah Kevin dengan tersenyum.
Kevin yang melihat Yana tersenyum pun semakin geli melihat Andre yang sungguh rapuh.
Sontak Andre menoleh ke arah Kevin dengan binar matanya yang berkaca-kaca. Dan kembali menatap ke arah Yana, Andre memandangi Kevin dan Yana secara bergantian.
Dengan seketika membuat Rahang Andre mengeras dengan asap yang keluar dari hidungnya, " kalian mengerjaiku?" Pekik Andre menatap ke arah Kevin dengan pandangan ber'api-api.
Tatapan Andre, sontak membuat Kevin menjadi panik," tidak!!, Tidak Ndre aku tidak berniat un..." Ucapan Kevin terhenti, " bedabah kau Vin, ini tidak lucu!!" Pekik Andre dengan cepat beranjak dari duduknya.
Andre berjalan meninggalkan kamar tersebut.
BAMMM!!! (Andre membating pintu dengan kuat)
Andre berjalan dengan wajah memerah, bersama dengan perasaan emosi beserta malu," sial!!, bisa-bisa aku menangis di depan Kevin dan rubah licik itu" pekik Andre dengan mengusap kasar wajahnya.
...****************...
Di Dalam Kamar,.
Yana menatap ke arah kevin dengan wajah yang di tekuk," ini gara-gara paman yang punya ide!!. Murka kan si paman wajah kanebo itu" pekik Yana manatap ke arah Kevin.
Dengan raut bersalah," mana aku tahu pamanmu yang satu itu akan menangis" sahut Kevin.
Yana beranjak dari tempat tidurnya, kemudian berlari keluar kamar untuk mengejar Andre.
__ADS_1
Sesampainya di luar, Yana tidak menemukan Lelaki yang Ia cari.
" paman Kaku itu kemana perginya yah?" Guman Yana yang terus melangkah.
...****************...
Di Tempat Andre,.
Andre menatap lekat pda hamparan pepohonan yang hijau dari atas gunung," Ayah, ibu dan Adek!!, sudah ke-4 kalinya aku menangis. Saat kepergian kalian, Santi yang sedang terlelap , Raka yang tidak akan bangun lagi dan terakhir adalah, anak kecil bededah itu yang telah mencuri Hatiku. Apakah aku salah jika aku khawatir?" Guman Andre menatap lurus ke depan
Degh...Degh...Degh... ( Jantung andre tiba-tiba berpacu lebih cepat )
Andre merasaskan sebuah dekapan dari belakang tubuhnya. Membuat ia seakan terpaku dan tak bisa bergerak.
" Paman!!, Jangan marah. Aku minta maaf karna telah mengerjai paman" ucap Yana di balik punggung Andre yang sedang ia dekap dari belakang.
" Yana!!, Mengyingkirlah Dari situ" pinta Andre
Yana menggeleng kepalanya, " aku tahu saat itu paman tidak sengaja melakukan itu kepada Yana. Yana minta maaf karna telah mengerjai Paman, aku mohon!!. Paman jangan sedih lagi yah!!" tutur Yana yang masih mendekap tubuh Andre
" Aku sungguh minta maaf Yana, Saat itu aku kacau ketika kau terpisah denganku. Dan tolong!!, Lepaskan tanganmu dari tubuhku" Andre kembali meminta.
Yana kembali menggelengkan kepalanya" tidak akan aku lepaskan. Selain paman memaafkanku" ucap Yana
Kini alis Andre terlihat naik, turun menahan hasrat" bocah ini!!, Apakah dia tidak tahu aku ini seorang pria dewasa yang normal?, Jangan sampai aku menjadi Abnormal gegara bocah sialan ini yang tak ingin beranjak dari tubuhku" banti Andre melawan Hasrat
" Paman kenapa diam?" Tanya Yana yang masih terus memeluk tubuh Andre
Andre terenyak dari lamunannya, " bisakah kau menyingkir sialan!!,Lama-lama kau membuat aku gila Yana"
pekik Andre dengan cepat membalikkan tubuhnya kemudian memegang kedua pundak Yana.
Dengan seketika 2 pasang pupil mata saling menatap dengan lekat" maafkan Aku paman, aku tahu kau menyimpan banyak luka sendirian " tutur Yana dengan lembut mengusap pipi Andre.
" Oh!!, Kalian ada di sini?. Aku mancari kalian ke sana dan ke kemarib. ternyata kalian ada di sini " Kevin yang tiba-tiba muncul.
Andre dengan cepat membuang Wajahnya dengan asal," ehemmm!!" Andre berdehem dengan padangan Asal menatap ke sekeliling.
" Waktu yang tepat Vin , Jika tidak!!, Mungkin aku tidak akan sungkan lagi untuk mencium Yana, jika kau telat beberapa detik " banti Andre dengan Wajah memerah
Kevin merasa kehadirannya kurang tepat," maaf!!, Jika kedatanganku mengganggu. Silahkan lanjutkan, aku akan pergi" ucap Kevin yang hendak beranjak.
Melihat hal tersebut, Andre dengan cepat melangkah ke arah Kevin," kau mau kemana bedebah!!, Kita harus pergi menemui Eyang dan Ibunda, untuk menanyakan cara kerja obat untuk Raka" ucap Andre dengan tangan yang memegang kaos bagian leher Kevin dari belakang .
Kevin menoleh," oh baiklah!!" Jawab Kevin
Yana terlihat menekuk wajahnya," si pengganggu ini" Batin Yana kesal
__ADS_1