
...I Love You Paman Dokter...
...BAB 73 : Prawedding...
...****************...
Setelah selesai menikmati makan siang mereka, Raka dan Santi pun bertolak dari Restoran menuju ke butik yang lainnya, memilih setelan baju untuk sesi Foto Prawedding.
Setelah memilih pakaian yang cocok dengan mereka, Raka dan Santi memanggil Fotografer handal dari kediaman Saputra.
Sudah jelas terlihat kebahagian yang terpancar dari wajah Raka dan Santi, Setiap kali mereka melakukan sesi pemotretan. Raka tak henti-hentinya mengangumi Calon istrinya yang kini di balut dengan gaun putih yang indah.
#photo 1
#Photo2
#photo 3
" Ka!!, Kenapa Kau menatapku seperti itu?" Tanya Santi di saat mereka sedang duduk beristirahat.
" Tidak!!, hanya Saja Kamu sungguh cantik. Pantas!!, jika Adit tidak ingin melepaskanmu,"
Ucap Raka yang sedang menopang dagu menggunakan tangannya seraya menatap ke arah Santi dengan kagum.
Perona pipi yang di oleskan di pipi Santi tampak semakin memerah ketika Raka memujinya," kau berlebihan Raka, Aku sudah tua dan jelek. Mana ada Cantik?" Ucap Santi mencoba menepis rasa canggung pada dirinya.
" Kamu itu cantik sayang!!, Kalau jelek, Adit mungkin sudah menikah dan meninggalkanmu, aku bangga memilikimu. Jangan pernah bosan ya mencintai aku?" Ucap Adit seraya menyubit ujung hidung Santi.
" Bosan?, Kamu kali yang bosan. Seharusnya aku yang mengatakan demikan, Karna aku ini sudah tua, dekil, miskin dan hidup lagi. Beda denganmu yang mempunyai segalanya," Sahut Santi.
" Ye!!, Biar pun kamu tua, aku akan selalu mencintaimu. Karna hatiku selalu ber'irama ketika aku dekat denganmu, Dan kamu adalah hal yang pertama dan yang terakhir bagi diriku," ucap Raka seraya memeluk tubuh Santi.
" Tuan!!, Sesi berikutnya. Tuan dan Nyonya mau menggunakan Pakaian apa?"
Tanya seorang penata Rias yang menghampiri Santi dan Dan Raka.
Raka menatap ke arah Santi yang masih dalam pelukkannya," kamu mau yang mana Sayang?" Tanya Raka.
" Kamu kan bule, Jika kamu pakai pakaian china kayanya lucu," ucap Santi tersenyum sembari membayangkan.
" Aku tetap tampan dong sayang!!, Semua yang aku gunakan itu sesuai dengan wajahku yang baby face ini," sahut Raka.
Santi menyubit perut Raka," iya, dan aku terlihat tua saat mendampingimu ya?" Cerca Santi kesal.
" Ahhh.. Sakit sayang!!, Tidaklah kamu tetap cantik kok!!, kaya kepala," ucap Raka
" Kok kelapa?" Tanya Santi dengan raut cemburut.
" Iya!!, Makin tua santannya makin kerasa," sahut Raka Dengan mengedipkan satu matanya.
" Ihh!!, Kamu ngeselin Deh!!" Pekik Santi yang memukul-mukul lengan Raka.
" Sudah jangan becanda terus, Ayo kita fitting bajunya, kamu mau ala chinese kan?" Tanya Raka yang menahan tangan Santi saat Santi memukulnya.
Santi mengangguk..
" Ayo Jalan!!, Apa kau mau ku gendong?" Tanya Raka.
Santi menggelengkan kepalanya," tidak perlu, aku masih punya kaki yang lengkap," Ucap Santi seraya beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Kini Raka dan Santi telah berada di dalam ruang Ganti. Setelah selesai, Raka dan Santi menuju ke tempat studio yang sudah di hias.
Saat Santi menatap Raka, Jantung Santi berdebar," memang benar, orang tampan itu, selalu cocok mengunakan apa saja," banti Santi.
Raka tersenyum menatap Santi," benarkan kan, kamu terpesona lagi," goda Raka yang dengan cepat merangkul pinggul Santi untuk merapat ke arah tubuhnya.
" Ketahuan lagi ya?, Iya kamu sangat tampan. Tapi seorang pendekar tidak ada yang bermata abu-abu hijau sepertimu, " ucap Santi.
" Tuan Raka dan Nyona Santi, saya akan memgambil gambar," Ucap sang fotografer.
Raka dan Santi pun Dengan cepat mengambil pose ketika mendengar ucapan Tukang foto.
Setelah selesai melakukan pemotretan, Raka dan Santi telah memakai baju biasa. Santi yang kelelahan, Akhirnya memilih duduk di sebuah kursi.
Tak lama, Satu orang asisten Datang membawakan minuman dan kemudian memijit pergelangan kaki Santi.
" Eh!!, Tidak perlu. Aku hanya butuh duduk," ucap Santi ketika Seorang wanita menarik kakinya.
" Tidak Nyonya!!, Saya di bayar untuk melayani Nyonya. Agar Nyonya tidak kelelahan," ucap Wanita tersebut.
" Yah!! , Terserah kamu saja," ucap Santi dengan mengelurkan Kakinya.
Raka meraih ponselnya, Kemudian menaruh ke telinganya.
Tut...tut..tut....( Nada penghubung )
📞 " ya halo!!" jawab dari seberang
📞" Vin, hasil foto nanti akan di kirim. Kamu tolong urus undang, media dan dekorasi ya!!" Ucap Raka
📞" Baiklah, Serahkan semua padaku. Kamu tinggal terima beres," sahut Kevin dari seberang.
📞" Terima kasih!!, Aku akan segera ke tanah jawa. Ingin mengabari Adit, persoalan di sini ku serahkan padamu," ucap Raka
📞" Ya!!, Ok sampai nanti," ucap Raka yang kemudian memutuskan sambungan telefonnya.
Raka menghampiri Santi yang sepertinya Santi sangat menikmati pijatan pada kakinya.
" Sayang, Ayo!!, Hari ini kita harus terbang," ucap Raka.
Santi yang sempat ketiduran pun terkejut ketika Raka memanggilnya," oh iya, maaf aku ketiduran," ucap Santi yang langsung beranjak dari duduknya.
Raka mengelus kepala Santi," justru aku yang harus meminta maaf, Karna mengagetkanmu, saat kamu sedang kelelahan. Tapi kita harus pergi, karna waktu kita mepet," ucap Raka.
" Iya!!, Ayo Jalan," ucap Santi.
Raka dan Santi pun bertolak dari studio photo, dan menuju ke kediaman Saputra. Setelah tiba di kediaman Saputra, Raka langsung menemui ayahnya.
" Pi, Hari ini aku mau ke tanah jawa ada urusan. Tolong siapkan Jet privat untuk aku dan Santi," Ucap Raka ketika bertemu dengan Ayahnya.
" Sudah ayah hubungi. Dan di landasan, pesawat sudah siap," ucap Tuan Saputra
" Oh iya!!, Yana belum pulang?" Tanya Raka.
" Belum!!" Sahut Tuan Saputra.
" Jika dia pulang tolong titip salam saja ya pi, kalo kepergian kita mendadak," ucap Raka
" Yah!!, Hati- hati kamu di sana," sahut Tuan Saputra.
Raka dan Santi pun bergegas, Lalu mempersiapkan segala keperluan mereka. Setelah selesai, Raka dan Santi menuju ke arah lepas landas.
Saat Raka hendak menaiki anak tangga pesawat, Ponselnya berdering. Dengan cepat, Raka mengangkatnya.
__ADS_1
📞" Halo!!, Ada apa Vin?" Tanya Raka
📞" Undangannya sudah Jadi, apa kamu ingin melihatnya?" Ucap Kevin dari seberang.
📞" Kirim sekarang juga" pinta Raka.
📞" Baik!!" Sahut Kevin yang langsung mematikan sambungan telfonnya.
Raka kemudian meraih tangan Santi lalu menggandeng tangan Santi menuju ke dalam pesawat, Dengan beberapa pelayan yang Raka bawa untuk melayani Santi.
Sesampainya di dalam pesawat, Raka menerima pesan email dari contoh Undangan.
#yang mau datang silahkan ya!!, Otw tidur biar di jemput oleh Marko.
" Sayang!!, Apakah kau suka dengan model undangan seperti ini?" Ucap Raka seraya menunjukan Contoh undangan kepada Santi.
Santi dengan cepat meraih ponsel Raka," sepertinya cantik. Toh!, Undangan cuma formalitas. Jadi apa pun itu aku tetap suka,"
Ucap Santi yang kemudian mengembalikan ponsel Raka kembali.
Raka yang mendengar ucapan Santi pun dengan cepat mengusap rambut Santi dengan gemas," beruntung sekali aku mendapatkanmu, Karna kau bukan tipe wanita yang ribet dan tidak banyak menuntut," ucap Raka.
" Ka!!, Hentikan. Rambutku jadi berantakan," ucap Santi seraya merapikan Rambutnya.
" Sekarang kamu tidur yah!!, Karna Perjalanan kita sangat Jauh. Kamu kelihatannya sangat lelah," ucap Raka seraya mengecup Dahi Santi.
Santi mengangguk, dan mencoba memejamkan matanya lalu menyenderkan kepalanya di bahu Raka , di sertai Santi memeluk lengan Raka dengan Erat.
Raka yang melihat tingkah Santi Hanya bisa tersenyum," wanita cerobohku, Istrahatlah. Kali ini , aku akan selalu menjagamu dan juga Yana, kalian berdua adalah hal utama dalam kehidupanku saat ini," guman Raka, yang mengecup kepala Santi seraya satu tangannya mengusap-ngusap pipi Santi.
Setelah melakukan perjalan lebih dari 4 jam, akhirnya Raka dan Santi tiba di tanah jawa.
" My queen, kita sudah sampai,"
Panggil Raka dengan lembut kepada Santi Yang masih tertidur di bahunya.
" Emmm!!"
Santi mengeram sembari membuka matanya berlahan, lalu mengangkat kepalanya dari bahu Raka.
" Oh!!, Aku tertidur begitu lelap," Ucap Santi yang sudah membuka matanya dengan sempurna.
Raka mengangkat lengannya yang di buat sandaran oleh Santi, Tiba-tiba wajah Raka menjadi asam," Ah sial!!, Lenganku kena asam urat. Oh ini kesemutan, karna dari 4 jam yang lalu tidak bergerak. Oh Raka tidak apa-apa ini semua untuk Santi," batin Raka berguman.
" Kamu baik-baik saja?" Tanya Santi yang memegang Pergelangan tangan Raka.
" Hiiyyaa!!, Santi, rasanya aduhai sekali, ketika kau menyentuh Lenganku ini," teriak Raka.
" Oh maaf, Jika tanganmu kesemutan" Ucap Santi dengan Spontan melepaskan tangannya dari pergelangan Raka.
Setelah menunggu Raka baikkan, Akhirnya Raka dan Santi pun turun dari pesawat untuk menuju ke mobil Raka yang sudah terparkir di tangga pesawat.
" Ke arah Ambarukmo!!" Pinta Santi ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
Kali ini, Raka membawa supir, Agar ia sedikit menghemat tenaga. Tak lama, Mobil pun berhenti di sebuah perumahan.
Santi dan Raka pun beranjak turun dari mobil, kemudian menuju ke arah sebuah rumah yang berada di hadapannya.
Tok...tok...tok..( bunyi ketukan pintu )
Santi mencoba mengetuk pintu di hadapannya.
" Iya sebentar, Aku hanya punya 2 kaki. Jika punya 8 aku ini laba-laba, maka tunggu sebentar," ucap Seseorang dari dalam Rumah.
__ADS_1
Klek ( pintu terbuka )
" Santi!!" Ucap seseorang ketika pintu terbuka.