
...I Love You Paman Dokter...
...BAB 76 : Spesial Day Raka & Santi...
...****************...
Matahari telah menampakan hadirnya, Untuk mengucapkan " Say Hello" bagi penduduk bumi yang masih terlelap.
Di depan Aula kediaman Saputra, Telah nampak orang berlalu lalang untuk mempersiapkan Hari indah untuk Raka Dan Santi. Sudah terlihat, Kursi-kursi, bunga, Dan pernak-pernih yang telah di hias dengan Indah di Halaman.
Begitu pun dengan Ruang Aula kediaman Saputra yang telah di hias dengan megah dengan nuansa elegant berbalut kemewan.
...****************...
Di sebuah Ruangan, Nampak seorang Wanita yang sedang manatap dirinya pada cermin yang berada di hadapannya, dengan bibir yang terutas sebuah senyuman . Raut Wajahnya kini terpancar Kebahagiaan.
" Ya ampun Nak!!, Kamu cantik sekali," Ucap Bu Narti ketika melihat Anaknya yang sudah berbalut gaun Putih pada tubuh Anaknya.
" Mama!, Apakah Santi masih pantas untuk melangsungkan acara pernikahan seperti ini?, Santi sudah berumur 40 tahun. Santi sebenarnya malu," ungkap Santi kepada ibunya.
" Walah Nak, Kamu ini gimana. Raka saja mau melakukan ini untukmu, kenapa kamu harus malu? " Ucap bu Narti.
Santi terdiam mendengar jawaban ibunya, Dan batinnya, ia membenarkan ucapan ibunya.
...****************...
Di ruangan Berbeda,.
Seroang pria Nampak gagah dengan setelan jas yang ia gunakan, di temani dengan ke-2 Sahabatny yang sudah berpakaian Rapih, yang kini sedang duduk melihat Raka yang tengah di tata oleh para penata rias.
" Kapan aku Seperti Raka?, Punya jalan cerita cinta yang rumit , tapi masih bisa bersatu dan berakhir bahagia? " Ucap Kevin menatap Raka dengan mata berbinar.
" Kamu sudah siap Ka?" Tanya Tuan Saputra dari ambang pintu.
" Pi!!, Ternyata anak kita sangat tampan ya?" Ucap Nyonya Maria , ketika melihat Raka.
" Bukannya dulu mami ga mengakui Raka?" Sindir Tuan Saputra.
" Jangan di ungkit lagi papi!, Ini hari bahagia Anak kita. Apakah kita harus bertengkar?" Sahut Nyonya Maria.
" Tidak kok sayang!!, Aku hanya bercanda," ucap Tuan Saputra.
" Ya sudah!!, Kami tunggu di bawah ya!!" Sambung Tuan Saputra yang kemudian berlalu.
" Kami juga tunggu di bawah ya Ka," ucap Kevin dan Andre.
Raka mengangguk, Melihat ke- 2 sahabatnya yang sudah berlalu.
" Ya ampun!!, Perasaan apa ini?, Kenapa jantungku tidak mau diam?" Banti Raka merasa nerfes.
...****************...
Andre berjalan ke luar dari kediaman dan berjalan ke arah taman . Tanpa sengaja, Andre melihat Yana yang Nampak berdiri sendiri di sebuah gazebo dengan pandangan kosong.
__ADS_1
" Kenapa rubah kecil sendirian di sana?" Guman Andre.
" Woi Ndre!!, Kenapa meninggalkanku?" Teriak Kevin yang muncul dengan tiba-tiba lalu memeluk Andre dari belakang.
Andre kemudian menoleh ke arah Kevin," kamu ini, Sudah seperti anak Ayam. Kerjaannya mengekoriku saja," Pekik Andre.
" Kamu sedang menatap apa sih?, kayanya serius sekali," tanya Kevin mengalihkan pembicaran.
" oh!!, Astaga bukankah itu Yana?, Wow!!, Ndre, Yana sudah seperti Putri dalam negeri dogeng," Ucap Kevin kekita matanya tertuju ke arah Yana.
" Makanya kau jangan terus menerus mengekoriku. Mana bisa aku berduan dengan Yana?" Pekik Andre.
" Eh Ndre, Aku penasaran Sama jalan cerita Cintamu. Nah!!, si Raka kan sudah ke tebak bakalan nikah nih, Trus Kamu bagaimana?" Tanya Kevin.
" Yah Mana aku tahu!!. Kan Kisah ini Kisahnya Raka Sama Santi Vin, kayanya bakalan Tamat," ucap Andre
PLAK!! ( Kevin menepuk kepala Andre dengan kuat )
" Kau tidak Tahu?, judulnya kan sudah di ganti?, Dan Ini adalah ceritamu. Maka cepatlah !!, Kejar Yana sekarang juga, dan buatlah kisah cinta Yang menarik. Jangan Sampai kita di demo," Titah Kevin.
Andre menatap Kevin dengan bingung, kini Andre hanya mengikuti perintah Kevin, Lalu Andre mulai berjalan menghampiri Yana.
Saat Andre tiba di belakang tubuh Yana," Rubah kecil!!" Panggil Andre.
Yana dengan cepat menoleh ke belakang," Oh!!, paman, Ada apa?" Tanya Yana.
" Kamu kenapa sendirian di sini?, Kenapa tidak menemani bundamu?" Tanya Andre.
" Kau cantik," Guman Andre
" apa?" Tanya Yana.
" Tidak.. tidak Apa-apa, sepertinya Acara Akan segera di mulai. Ayo masuk, Aku akan mendampingi ayahmu," Ucap Andre mengajak.
Yana mengangguk, Lalu mengulurkan tangannya ke arah Andre . Andre yang melihat uluran tangan Yana pun tersenyum, ia meraih tangan Yana lalu menggenggamnya .Kemudian berjalan bersama.
Hingga sampai di sebuah bangunan, Andre melepaskan genggamannya, kemudian Andre dan Yana pun berpisah.
...****************...
Raka, Tengah berdiri di ambang pintu dengan setealan Jas yang terlihat sangat gagah, kini Raka di dampingi oleh ke-2 Sahabatnya, beserta Ayah dan Ibunya. Raka Tampak tidak seperti biasanya.
Karna hari ini, Raka nampak Kacau dengan jantung yang terus memompah lebih cepat dari biasanya. Dengan perasaan gugup, Raka mencoba untuk tetap tenang.
Kini Raka dan Rombongannya , Mulai berjalan ke arah Aula dengan melewati karpet dengan hiasan bunga-bunga yang sudah di tata dan di hias dengan indah.
Dengan gugup, Raka terus melangkah. Hingga ia tiba di Sebuah kursi penghulu. Raka tidak di dampingi oleh Santi. Karna sebelum Resmi mengucapkan ijab kabul, Raka tidak boleh menemui Santi.
Raka terlihat beberapa kali menarik nafasnya untuk sekedar menenangkan perasaan gugupnya.
" Baiklah, Apakah Tuan Raka Sudah siap?" Tanya sang penghulu.
" Saya siap!!" Sahut Raka Yakin.
Sang penghulu mengulurkan tangannya, lalu di sambut oleh Raka.
Undangan yang hadir nampak antusias melihat Raka yang sedang melakukan ijab kabul, Apalagi Andre dan Kevin. terlukis dari raut wajah mereka terlihat begitu tengang.
__ADS_1
" Ananda Raka Saputra, Apakah Kau sudah siap?"
Tanya penghulu sekali lagi kepada Raka.
" Siap!!" Ucap Raka dengan penuh keyakinan.
" Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, saudara/Ananda Raka Saputra Bin Roy Saputra, dengan anak Dari Almarhum Wijaya Prakoso yang bernama Santi Dwi Putri Bin Wijaya Prakoso , dengan mas kawin berupa....." Ucap Sang penghulu.
" Saya terima Nikahnya dan kawinnya, Santi Dwi Putri Bin Wijaya Prakoso dengan mas Kawin berupa satu set perhiasan, Satu Penthouse , Uang 1 milyar , beserta mobil di bayar Tunai!!!" Sambung Raka dengan satu tarikan Nafas.
" bagaimana Para saksi?" Tanya penghulu sembari melihat ke sekeliling.
"SAH!!!" Teriak Kevin berdiri.
" SAH!!" Di ikuti beberapa orang.
Raka menarik Nafas legah, Andre dan Kevin berlari menghampiri Raka seraya memeluk Raka dengan Haru bahagia.
" PUTUS BUJANG!!" Teriak Kevin kemudian menggendong Raka.
kini Andre dan Kevin sangat bersuka cita, mereka mengangkat tubuh Raka yang sesekali melempar tubuh Raka ke atas , Raka hanya bisa tertawa dengan tingkah ke-2 sahabatnya yang memeperlakukan dia seperti itu.
" Ka!!" panggil Nyonya Maria
Andre dan Kevin menurunkan Raka dari gendongan mereka.
Raka kemudian menghampiri ibunya, " ada apa mi?" tanya Raka saat berhadapa dengan ibunya.
" mami minta maaf yah , dan selamat!! ,Sekarang kamu telah menjadi seorang suami dan juga seorang ayah," ucap Nyonya Maria.
" Iya mi, Raka juga minta maaf jika selama ini selalu mengecewakan mami," Ucap Raka yang tak bisa menahan tangisnya, karna terlalu bahagia sembari memeluk ibunya.
...****************...
Di Sebuah ruangan, Saat Santi melihat siaran langsung dalam kamarnya. Ketika Raka melakukan Ijab kabul, Dan saat orang-orang berteriak " SAH!! " , Santi seketika menangis menatap Layar yang ada di hadapannya.
"Yeyy!!!, Bunda, Yana resmi punya Ayah," teriak Yana kegirangan sembari memeluk tubuh ibunya.
Dengan badan bergetar karna menahan tangis, Santi mencoba mengusap air matanya yang telah jatuh mengalir di pipinya.
" Nak!!, Selamat Yah!!. Jangan menangis, Nanti Make-up mu luntur. Masa belum ketemu suami, sudah jelek," ucap Bu Narti ibunya Santi.
" Bunda jangan sedih!!, sekarang Yana sudah tidak di panggil anak haram Lagi. Bunda juga sudah tidak di panggil p3lacur Lagi. Kita sudah punya keluarga sekarang, dan bunda tidak lagi kesepian karna sudah ada Ayah, " Ucap Yana yang juga ikut menangis dengan memeluk ibunya.
Santi mendekap tubuh anaknya dengan erat, " Iya Nak, sekarang sudah ada yang menjaga kita, kamu sudah tidak di ejek lagi. Sekarang kamu sudah punya ayah, Ayah yang akan melindungi kamu dan bunda," sahut Santi dengan air bah yang tidak bisa di tahan.
" Ayo!!, Kita Sambut Suamimu,"
Ajak Bu Narti dan beberapa pelayan yang membantu Santi untuk berdiri.
Santi berjalan menuju ke Arah Panggung Untuk menunggu Raka di sana. Saat berjalan, Santi tidak henti-hentinya menjatuhkan air matanya .
Membayangkan semua pengorbanan yang ia lakukan, dengan ketidakpastian akan kehadiran Raka yang Saat itu sedang tertidur. Namun Santi selalu Yakin dengan penantiannya selama bertahun-tahun, Bahwa Raka akan datang menjemputnya.
Dalam suatu hubungan, Kesetiaan bermula dari kebersamaan, berkembang karena pengertian, dan rasa untuk saling percaya. Yang berat dari sebuah hubungan adalah bertahan , Dan yang lebih berat lagi adalah bertahan dengan ketidakpastian.
Ketika ketidakpastian itu membuatmu yakin untuk bertahan, Maka hal yang di inginkan oleh akhir dari Sebuah hubungan adalah, Para saksi mengucapkan kata " SAH" maka semua akan berakhir dengan bahagia dari buah kesabaran.
Next Spesial Day Raka & Santi part 2 di Chapter 77.
__ADS_1