Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Rapuh


__ADS_3

...I Love Paman Dokter


...


...BAB 102


...


...****************


...


...


...


Andre tergugu dengan badan bergetar. Andre terlihat begitu syok sampai ia tidak mampuh untuk berpikir. Mentalnya seketika terguncang. Ketika melihat orang yang paling berarti dalam kehidupannya kini terbaring dengan keadaan mengenaskan.


Dada Yana menganga dengan Darah di sekujur tubuhnya. Wajah Yana terlihat teduh ketika matanya terpejam untuk selama-lamanya. Keteduhan Wajah Yana, mengisyaratkan bahwa tugasnya telah selesai.


Andre memaksa'kan tubuhnya untuk bangkit, walaupun saat ini, tubuh dan kakinya bergetar hebat. Andre tertatih dengan tangis seorang pria angkuh yang kalah dengan seorang wanita yang mungkin kini sudah tidak dapat membuka matanya kembali.


Andre menatap lirih pada tubuh wanita yang telah mengisi palung hatinya. Sakit, sungguh. ini terlalu menyakitkan bagi Andre. Dari mata Andre bisa menjelaskan apa yang Andre rasakan saat ini.


Dengan tangan gemetar, Andre memegang pipi Yana yang terasa dingin, " hei... Bangun.." ucap Andre Lirih.


Andre meraih tubuh Yana, mendekap tubuh Yana dengan Isak dengan tangisnya yang terdengar lirih. Tubuh Yana tidak merespon ketika Andre memeluknya. Andre mendorong tubuh Yana, di tatap lekat wanita yang sedang terpejam matanya iitu.


" Gadisku, buka mata..."


" Tolong.. bukalah matamu ku mohon!"


" Kenapa diam saja?"


" Rubah kecil.... Sayang! Aku bilang buka matamu!" teriak Andre dengan Air bah yang sudah tertumpah ruah yang kini mengalir di pipi Andre.


" Mengapa kau tidak menjawab?"


" Mengapa? Katakan, mengapa?" Teriak Andre di sertai tanggisannya. Mendekap tubuh Yana dengan erat sangat erat dengan hati yang rapuh.


" Yana! Ku mohon. Ini bohong kan? Katakan sesutu sayang. Katakan! Tolong! Jangan diam." Tangis Andre lirih ketika memeluk tubuh Yana yang sudah terasa dingin.


" Aku.. aku, tidak bisa terima ini."


" Aku mohon Tuhan, jangan ambil dia dariku. Kau sudah mengambil Ayahku, ibuku dan juga Adikku. Mengapa kau mengambil dia dariku?"


Teriak Andre pilu ketika Andre harus menerima kenyataam bahwa Yana sudah tidak bergerak lagi.


Andre memegang pergelangan tangan Yana, berharap masih ada secercah harapan di pergelangan tangan Yana, " Masih sempat, Jiwanya belum meredup," Guman Andre.

__ADS_1


Andre menatap lekat wajah Yana," Rubah kecilku, sabar ya sayang. Aku akan menyelematkanmu. Apapun akan aku lakukan agar kau tetap hidup, " ucap Andre memegang pipi Yana, kemudian mengecup dahi Yana dengan derai air mata dengan hati yang tersayat.


Andre meraih ponselnya. Lalu menghubungi Marry.


📞 [ Marry, segara persiapkan operasi hari ini.] Titah Andre ketika sambungan telfonnya tersambung.


📞 [ Baik Tuan,] jawab Marry.


Andre memutuskan sambungan telfonnya. Ia langsung mengangkat tubuh Yana yang sudah terasa dingin.


Saat Andre hendak berjalan keluar ruangan, Andre menatap Pluto yang mengekorinya. " Terima kasih. Kau tunggu di sini, Aku akan meminta orang untuk menjemputmu," Ucap Andre yang kemudian berlalu meninggalkan Ruangan.


Andre menggendong tubuh Yana dalam dekapan, ia pun langsung melesat terbang menuju ke arah Hospital Blue Sea.


Saat Andre sedang terbang, Raka dan Kevin melihatnya. " Ka, itu bukannya Andre? Dan di dalam gendongan Andre, sepertinya itu Yana," ucap Kevin seraya menujuk ke arah Andre yang sedang terbang.


Raka mengikuti Telunjuk Kevin," yah! Itu Yana. Syukurlah Andre sudah berhasil menemukan Yana. Dia pasti sedang menuju ke arah Rumah sakit," sahut Raka.


Raka mengeluarkan Ponselnya, Lalu menghubungi Santi dan Ayahnya. Memberitahukan bahwa Yana sudah di temukan. Raka meminta Santi dan Ayahnya segera ke Rumah Sakit.


Setelah memberikan kabar kepada Istri dan Ayah'nya. Raka dan Kevin pun menyusul Andre.


*******


" Rubah kecil, Bertahanlah. Ku mohon, jaga api jiwamu untuk tetap hidup, " Guman Andre yang terus mempercepat laju terbangnya.


" Tuan! Semua sudah saya siapkan," Ucap marry ketika menyambut Andre.


" Bagus!" Sahut Andre yang terus melangkah ke ruang bedah.


Marry mengekori Andre dari belakang, dengan alis yang mengerut," Tuan, ada apa dengan Nyonya Yana. Dan operasi apa yang akan kita Lakukan?" Tanya Marry.


" transplantasi organ" Jawab Andre.


Degh!


" Untuk Siapa?" Tanya Marry.


" Donorkan Jantungku kepada Yana!" Ucap Andre.


Degh!!


Langkah kaki Marry terhenti ketika mendengar penuturan Andre. " Tuan, apakah kau serius? Tapi,.."


" Lakukan Marry ini perintah!" Bentak Andre.


Ucapan Marry terhenti ketika di potong oleh Andre dengan bentakan. Mendengar jawaban Tuan'nya membuat Hati Marry sedih, jika Tuan'nya memberikan jantung'nya untuk Nyonya Yana. Itu artinya, Tuannya akan tertidur selamanya. Dan Lagi, mencari jantung yang cocok dengan Tuan'nya itu sangat sulit.


" Marry kenapa kau hanya berdiri di situ? Segara persiapkan!" Teriak Andre.

__ADS_1


Marry terenyak, yang langsung berlari menghampiri Andre dengan dada yang sesak.


Kini Andre dan Marry sudah berada di ruang bedah. Andre membaringkan tubuh Yana di atas bed, Lalu mulai menancapkan beberbagai macam kabel dan selang di tubuh Yana.


Setelah itu, Andre pun keluar dari ruang bedah. Saat keluar, di depan pintu telah ada Raka, Santi, Kevin, dan Tuan Saputra yang sedang menunggu.


Raka menatap baju Andre yang berlumuran darah. " Ndre, yang kau bawa tadi Yana'kan?" Tanya Raka dengan perasaan tidak karuan. Ketika melihat darah di baju Andre.


" Dokter Andre, apakah Yana baik-baik saja?" Tanya Santi menyela dengan panik.


Andre menggelengkan kepalanya dengan raut wajah yang lirih.


Raka seketika memcengkram kerah kemeja Andre," apa yang terjadi kepada Yana Ndre. Katakan!" Teriak Raka.


" Ka! Ini rumah sakit, jaga sikapmu." Kevin mencoba memenangkan Raka.


" Ka, aku sungguh minta maaf dengan apa yang terjadi. Karna aku tidak menjaga Yana dengan baik, Saat ini. Yana membutuhkan donor Jantung," ucap Andre lirih.


Degh!


Semua yang berada di sana, membuat mata mereka melebar ketika mendengar ucapan Andre.


" Apa maksudmu?" Tanya Raka.


" Raja mengambil Jantung Yana, Dan saat ini. Kita tidak punya banyak waktu untuk berunding." Sahut Andre.


" Apa! Dokter mengapa? Mengapa bisa begini?" Tanya Santi.


" Maaf Santi, aku juga belum tahu motif Raja." Sahut Andre.


Raka langsung berlari masuk ke dalam ruang bedah tanpa menunggu perintah dari Andre.


Saat Raka tiba di dalam ruang, Raka dapat melihat Kondisi Putrinya. Dengan syok, sama seperti Andre. Raka berjalan terseok ke arah Putrinya.


" Nak. Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" Tanya Raka lirih mencoba meraih kelapa Yana dengan tangan yang bergetar.


" Yana! Ya Tuhan, apa yang yang sebenarnya terjadi. Mengapa di setiap kali aku datang ke alam ini, selalu saja ada masalah?" Ucap Santi berlari ke arah Yana.


" Nak. bangun, Ini Bunda sayang, Bunda di sini." Ucap Santi dengan isak di sertai bibir bergetar.


Santi mengusap Pipi Yana, dengan lembut. Raka kini merangkul tubuh Santi. " sayang! Bunda sama Ayah ada di sini. Tolong Nak, buka matamu, apakah kau tidak ingin melihat Adikmu? Kau meminta Adik kan sayan? Ayah dan Bunda telah menyiapkannya," ucap Raka lirih.


Bruk!!


" Santi!" Teriak Andre dan Raka.


Santi Ambruk ke lantai, karna ia tidak kuat melihat kondisi Yana. Raka dengan panik, mengangkat Santi lalu di bawa keluar dari ruangan.


Andre pun menyusul Raka. Setelah tiba di ruang inap, Andre memberikan Infus kepada Santi. Andre mencoba untuk meyadarkan Santi, Karna Andre ingin menyampaikan sesuatu yang penting.

__ADS_1


__ADS_2