
...I Love You paman Dokter...
...****************...
Setelah mendapatkan ijin dari Tuan Saputra dan Nyonya Maria, Akhirnya Andre dan Yana bergegas meninggalkan kediaman Saputra.
" Mau makan dulu?" Tanya Andre saat Ia sedang menyetir.
Yana pun menoleh ke arah Andre," Boleh, Mau makan di mana?" Tanya Yana.
" Aku akan membawa kamu di sebuah Restoran. Nanti, aku akan ceritakan bagaimana donat itu berbentuk bulat," Sahut Andre.
Yana terkekeh," paman!. Aku pikir, kau tidak bisa bercanda. Ternyata paman bisa membuat candaan yang garing. " Ucap Yana di sela tawanya.
Andre tersenyum, ketika melihat Yana tertawa lepas. Baru kali ini Yana bisa tertawa selepas itu saat bersama dirinya. Andre merasakan hatinya berdesir ketika melihat tawa orang yang ia cintai.
' Apakah jatuh cinta seperti ini?. Pantas saja Raka rela mati demi Santi. Melihat tawa orang yang kita cintai saja, membuat Hati ini bahagia.' Batin Andre.
Kini mobil Andre sudah berada di depan sebuan restoran mewah. Restoran tersebut, adalah restoran di mana Andre pernah membawa Santi. Andre dan Yana pun turun beranjak dari mobil, Andre kemudian meminta juru parkir untuk memakirkan mobilnya.
Yana menatap restoran yang ada di hadapannya dengan menelan ludah. Ia tidak membayangkan, bahwa Andre akan mengajak makan di tempat semewah ini.
" Ayo!!" Ajak Andre yang kemudian menggenggam tangan Yana.
Yana dengan canggung, membalas gengaman tangan Andre. Lalu berjalan masuk ke dalam restoran.
" Paman! Apakah aku pantas makan di sini?. Lihatlah pakainku ini!" Ucap Yana tiba-tiba, dengan langkah kaki terhenti.
" Ada apa dengan pakaianmu?. Tidak ada yang kurang, apalagi bahannya. Semua lengkap," Sahut Andre.
" Ih... Paman, lihatlah orang-orang yang makan di sini. Semuanya terlihat elegant, sedangkan aku?" Tutur Yana menatap kakinya yang hanya memakai sendal jepit swalow.
Andre mengacak Rambut Yana," apa pun yang kamu pakai itu cocok. Tidak peduli penampilannya, yang terpenting kantongnya," Sahut Andre yang menarik tangan Yana.
Dengan terpaksa dan menahan malu, akhirnya Yana mengukuti Andre yang tidak ingin melepaskan genggamannya dari tangan Yana.
Andre memberikan gold cardnya kepada salah satu petugas di restoran tersebut, sembari berbisik-bisik dengan petugas yang menanggapinya dengan anggukan kepala. Andre memilih sebuah Ruangan privat. Setelah itu, petugas restoran mengantar Yana dan Andre ke salah satu ruangan dengan desain elegant.
__ADS_1
Yana melongo menatap pemandangan di balik jendela. Bahwa ada pemandangan se indah ini di dunia halu bin memedi.
" Paman!. Bukankah itu rumah sakit punya paman?" Tanya Yana, ketika mendapati luasnya samudara yang membentang. Namun, ada sebuah bangunan megah yang berdiri di atas lautan.
Andre hanya mengangguk," ya itu adalah Rumah sakitku. Lebih tepatnya, Rumah sakit Ayahmu, paman Kevin dan Juga Aku." Jawab Andre.
Yana berlari ke arah Andre lalu menatap lekat," Bagimana ceritanya, Rumah Sakit itu punya kalian bertiga?" Tanya Yana.
" Mmm... Karna rumah sakit di atas laut itu adalah ide dari Ayahmu. Dan desain dan biaya pembuatan rumah sakit itu, kita bertiga yang patungan. Akhirnya tercipta lah Rumah Sakit itu dengan nama Hospital Blue Sea ," Andre memberi penjelasan.
Tok..Tok!
" Permisi tuan!. Pesanan Tuan!" Ucap Pramusaji di balik pintu.
" Masuk!" Pinta Andre.
Pramujasi kemudian membuka pintu dengan mendorong sebuah meja troli ke sebuah meja di dalam ruangan tersebut. Lalu menaruh semua makan yang sudah tersaji di atas meja.
" Pelayan!" Panggil Andre.
Pelayan itu berjalan menghampiri Andre," ya Tuan. Ada yang bisa Saya bantu?" Tanya Pramusaji tersebut.
" Baik Tuan Willson. Dan silahkan menikmati makanannya," ucap pelayan tersebut, sembari membungkuk kemudian berlalu.
Yana hanya bisa menganga takjub dengan permintaan Andre. Dan lagi, hidangan yang di sajikan. Membuat cacing-cacing di dalam perut Yana meronta-ronta dengan tatatapan netra berbinar, ketika Yana menatap Semua makanan yang sudah tersaji indah di atas meja.
" Ada apa dengan matamu?. Jika kamu lapar, makan saja!" Ucap Andre.
Yana mengangguk, dan dengan cepat Yana menghampiri makanan yang melambai-lambai untuk segera di Nikmati.
Yana mengangkat salah satu kakinya di atas kursi, dengan tangan yang lincah , Yana mulai meraih sebuah kepiting yang berukuran besar.
" Wah!!. Sepertinya ini uyutnya kepiting. Kenapa ada kepiting segede nyaliku di sini." Ucap Yana seraya mengangkat kepiting tersebut sambil menatap takjub.
Andre yang melihat cara makan Yana hanya dapat menggelengkan kepalanya,' bagaimana kita mau makan dengan suasana romantis coba?. Bahkan alunan biola pun, tidak membuat Yana tersentuh. Lihatlah cara makan rubah kecil itu , sudah seperti Anak Bab1 yang sedang kelaparan,' batin Andre menarik dan membuang nafasnya dengan kasar.
Yana menatap ke arah Andre yang masih berdiri dengan pandangan Aneh menatap ke arah Yana.
__ADS_1
" Paman!. Apakah kau tidak makan?. Apa perlu aku suapin?" Tanya Yana dengan tangan dan mulutnya yang terlihat belepotan.
Plis Yana, pamanmu Makhluk jadi-jadian yang super bersih yang menyukai elegant. Entah bagaimana, dia bisa jatuh cinta dengan wanita jorok sepertimu.
Andre menatap Yana dengan sendu," melihatmu makan, sepertinya Aku sudah kenyang," Sahut Andre.
Yana mengangkat jempolnya," yah!. Bagus, aku akan menghabiskan ini semua." Ucap Yana cuek dan kembali menikmati makanannya.
Andre tersenyum, ketika melihat Yana makan dengan lahap. Ia kemudian berjalan menghampiri Yana dan kemudian duduk di hadapan Yana.
Sambil menopang dagunya di atas di atas meja, Andre menatap Yana yang sedang makan dengan perasaan yang terasa hangat.
" Paman. Aku jadi ke'enakan nih, ketika kamu tidak makan. Jujur saja, ini kepiting yang paling enak yang pernah aku makan," ucap Yana dengan mulut yang masih mengunyah.
" Kamu tahu itu kepiting apa?" Tanya Andre.
Yana menatap Andre dengan serius, " ukuran yang besar seperti ini, ini sudah pasti adalah kepiting siluman," sahut Yana polos.
Tangan Andre yang menopang dagunyanya pun terhuyung ketika mendengar jawaban Yana.
" Kamu yah!. Mana ada kepiting siluman!" Ucap Andre.
" Bisa jadi paman, kan aku hidup di dunia yang tidak jelas. Nah!, Kepiting ini juga dunianya tidak jelas. Siapa tau kepiting ini, tinggalnya di bikini battom," sahut Yana.
Andre terkekeh mendengar celoteh Yana yang asal. Namun Andre sangat bahagia, ketika Yana berperilaku asal. Entah mengapa, Yana yang berpenampilan masa bodo dengan otaknya yang bloon, membuat Andre merasa, bahwa Yana itu unik dan spesial.
" Kamu tahu?. kepiting yang kamu makan itu adalah kepiting Alaska, 1 ekornya bisa mencapai harga 5 juta." Ucap Andre.
" Uhuk... Uhuk.." Yana terbatuk, ketika mendengar harga 1 kepiting tersebut. Dan dia makan Sudah 4 kepiting, yang artinya 20 juta dalam sekali makan.
Andre yang melihat Yana terbatuk pun, langsung mengambil air. Lalu memberikannya kepada Yana.
" Makan yang benar, kamu tersendakkan," ucap Andre yang sudah berdiri dan menggosok pungung Yana.
" Terima kasih paman, aku tidak apa-apa." Ucap Yana mengangkat tangan. Memberikan kode bahwa ia tidak Apa-apa.
Andre kemudian duduk kembali lalu menatap ke arah Yana, " kamu mencari apa?" Tanya Andre menatap Yana dengan pandangan heran. Ketika Andre yang melihat Yana clenak clenguk, seperti mencari sesuatu.
__ADS_1
" Eh... Itu paman, air kobokan. Buat cuci tangan," Sahut Yana.
Andre menepuk jidatnya,' Yana, ini restoran berbintang. Masa iya , ada aer kobokan.' batin Andre .