Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Kabar Mengejutkan


__ADS_3

...BAB 38 : Kabar Mengejutkan...


...****************...


Di dalam kediaman keraton merapi,


Yana tertegun mendengar ucapan Andre,(sepertinya apa yang di katakan paman kaku ini. memang benar, seharusnya aku tidak boleh sembarangan) bantin Yana nembenarkan .


" Hahaha... Tidak perlu sangat waspada, di dalam makanan ini , tidak di isi dengan racun. Jadi makanlah" ucap Kyai Sapu Angin yang dapat membaca pikiran Andre


" Maafkan kami. Jika kami bersikap waspada kepada orang yang baru kami kenal" tutur Kevin


" Tidak perlu sungkan!!, Itu adalah hal yang wajar. Silahkan di nikmati" Kyai Sapu Angin mempersilahkan .


Yana, Andre dan Kevin saling menatap dan kemudian mengangguk bersama. Kini mereka mulai mengambil apa yang sudah tersaji di hadapan mereka kemudian melahapnya.


" Para anak muda, kalian mencari Eyang Sapu Jagad?" Tanya kyai Sapu Angin


Andre menghentikan tangannya, lalu menatap ke arah Kyai Sapu Angin," iya!!, Saya bersama keponakan dan teman saya ingin bertemu dengan Eyang Sapu Jagad" jawab Andre di sela makannya .


" Mmm... Sepertinya kalian harus sedikit menunggu, karna Eyang sedang melakukan tirakat di kawah gunung merapi" ucap Kyai Sapu Angin


" Oh!!, kakek, tirakat itu apa?" Tanya Yana polos.


Kyai Sapu Angin menoleh ke Arah Yana," tirakat itu, seseorang yang menyendiri untuk melakukan tafakur atau berdzikir. Biasanya orang yang melakukan tirakat, mereka melalukannya di alam terbuka. berserah diri dan mengkaji diri " jelas Kyai Sapu Angin


" Mmm!!, Apakah itu semacam tapa krana?" Tanya kevin


" Yah!!, Lebih tepatnya sperti itu. Tirakat sama halnya nenyerahkan diri kepada sang pencipta, untuk sejenak melupakan hal tentang dunia" jawab Kyai Sapu Angin


" Terima kasih kakek atas penjelasannya" jawab Yana tersenyum


" Silahkan di Nikmati," ucap Kyai Sapu Angin


Mereka bertiga, terlihat lahap memakan apa pun di hadapan mereka. Setelah selesai maka, Kyai Sapu Jagad mengajak mereka bertiga untuk betkeliling di seputaran merapi.


Saat berjalan, " kakek, kakek kan seorang jin?, Mengapa dari kalian melakukan hal semacam tirakat?" Tanya Yana kepo di saat mereka sedang mengitari halaman keraton.


" hehehe... Kami juga ciptaan tuhan yang harus tunduk dan patuh . Dari bangsa kami juga sama seperti mahkluk lain yang di ciptakan. Ada yang membangkang dan ada juga yang baik, sama halnya dengan kami. Namun dalam proses penciptaan yang mungkin berbeda" tutur Kyai Sapu Angin menjelaskan .


Wussss .....( Angin tiba-tiba datang )


Tiba-tiba berdiri sesosok laki-laki memakai jubah hitam berpostur tinggi. Namun dari Aura'nya, iya terlihat bijaksana.


" semoga keselamatan diberikan atasmu dan juga dilimpahkan atasmu" ucap kyai sapu angin kepada sosok tersebut.


Sosok tersebut menoleh," dan semoga keselamatan diberikan atasmu dan juga dilimpahkan atasmu kembali" jawab sosok tersebut

__ADS_1


Yana, Andre dan Kevin hanya tertegun melihat 2 orang di hadapan mereka dengan cara memberi hormat .


Sosok tersebut menatap ke arah Yana," Anak manis, ini untukmu. Segera sembuhkan Ayahmu " ucap sosok itu memberikan sebuah batu yang berkobar seperti api.


Seketika Andre dan Kevin langsung membungkuk, " salam kami Eyang!!" Ucap mereka berdua


" Berdiri!!, tidak perlu seperti itu. Kami sejajar dan setara, karna kami sama-sama mahkluk" ucap Eyang Sapu Jagad menolak di beri hormat.


Andre dan Kevin saling berpandang, kemudian mereka berdua pun berdiri .


Yana menerima batu yang mengeluarkan Api tersebut dari Eyang," terima kasih kakek. Saya mohon maaf, jika tidak membawakan apa-apa untuk Kakekn" ucap Yana .


" Hahaha.. tidak perlu merepotkan diri kalian. Kalian akan ke bukit tidar bukan?" Tanya Eyang


Yana mengangguk,.


" Ummm...kalian harus berhati-hati jika tiba di sana. Karna tempat tersebut adalah tempat perjanjian antara jin dan seorang terhosor" Eyang memperingati.


" Yah!!, Kami akan berhati-hati" ucap mereka bertiga.


" Pergilah!!, Aku tidak mengusir kalian. Namun saat ini, ayah anak ini dalam keadaan yang akan membahayakan jiwanya" ucap Eyang


Yana terkejut mendengar ucapan Eyang," maksud Eyang?" Tanya Yana penasaran


" Haa!!, Ayahmu energinya semakin menipis. Ia mengumpulkan energi untuk dapat bertemu dengan Kalian. Bukankah kalian telah bertemu dalam bentuk bayangan?" Tanya Enyang


" Itu adalah Energi terakhir yang ayahmu kumpulkan selama beberapa tahun ini" tutur Eyang


Pupil mata Yana seketika membesar, ketika mendengar penuturan Eyang Sapu Jagad.


" bergegaslah!!, Doaku bersama kalian" ucap Eyang Sapu Jagad.


" Terima kasih Eyang, Mohon maaf kami sudah merepotkan" ucap Andre


" Tidak masalah!!, Berhati-hatilah kalian. Semoga ayahmu segara terbangunkan" ucap Eyang.


" Kami permisi eyang" ucap mereka bertiga


Eyang Sapu Jagad mengangguk..


" Ayo naik!!" Ucap Andre memberikan punggungnya kepada Yana.


" oh iya,dalam hidup ingatlah 4 hal. 1, syariat. 2, tarekat . 3, hakekat dan ke 4 adalah makrifat. Pelajarilah ke-4 ilmu tersebut dan kau akan mengerti apa tujuan kalian hadir di dunia ini" ucap Eyang Sapu Jagad


mereka bertiga seketika menoleh, ke arah Eyang, " terima kasih atas ilmu yang Eyang berikan" ucap mereka bertiga.


setelah mendengar petuah dari Eyang , mereka kemudian kembali berpamitan. Yana kemudian menaiki punggung Andre. Mereka bertiga dengan cepat melesat dan meninggalkan kawasan gunung merapi.

__ADS_1


" Paman, apakah yang di ucapkan Eyang itu benar?" Tanya Yana di balik badan Andre


" Jangan terlalu berpikir yang macam-macam, kita usaha dulu. Hasilnya akan kita ketahui, namun kita harus bergegas" jawab Andre


" Ndre!!, Apakah kita pakai kekuatan kita saja untuk menuju ke bukit tidar?" Saran Kevin


Andre menoleh ke arah Kevin," seprtinya itu saran yang cukup bagus" jawab Andre


" Paman, bergegaslah. Aku takut jika Ayah kenapa-kanapa" tutur Yana dengan suara terdengar penuh harap


" Raka tolol itu!!, Kenapa ia tidak menunggu saja tanpa harus memperlihatkan wujudnya" pekik Andre


Plaakkk!!! ( Sebuah tamaparan di pipi Andre )


" Rubah kecil!!, Apa yang kau lakukan?" Tanya Andre ketika Yana menampar pipinya dari arah belakang.


" Sekali lagi paman berkata ayahku tolol, aku akan memutuskan telinga paman" ucap Yana


" Ya..iya, maaf!!, Memang Ayahmu tolol. Sudah tahu kita sedang berusaha, kenapa harus dia menggunakan kekuatan terakhirnya?" Jelas Andre


Yana dengan kuat langsung menggigit telinga Andre,.


"Aawwww!!, Yana, aduh..duh .. kita akan jatuh jika kau menggigit telingaku" teriak Andre dengan keseimbangan yang mulai goyah


" biarkan!!, Biarkan saja kita jatuh" pekik Yana kesal dengan terus menggigit telinga Andre.


" Yana!!, Hentikan, cukup untuk bermain-main. Satu detik saja kita membuang waktu, ayahmu mungkin tidak akan selamat " teriak Kevin yang melihat tingkah Andre dan Yana


Yana yang mendengar ucapan Kevin pun tersadar. Yana kemudian melepaskan gigitannya.


Andre hanya menahan perih akibat gigitan Yana pada telinganya dengan wajah yang sudah memerah.


Yana terlihat lebih banyak terdiam, saat mereka menuju ke arah bukit tidar. Kini dalam benak Yana hanya terfokus dengan ucapan Eyang kepada dirinya.


( Bagaiman jika ayah tidak selamat?, Apakah masih sempat untuk membawa obat untuk ayah?, Ayah!!!, Yana mohon bertahan Hingga kami datang) batin Yana


" Rubah kecil!!, Berhentilah dengan pikiran anehmu itu. Berdoa, agar kita tepat waktu untuk menyembuhkan ayahmu" ucap Andre tiba-tiba


Hening......


Yana tak menjawab...


" Ndre!!, Sepertinya bukit tersebut tidak jauh lagi. Aku merasakan hawa siluman yang pekat dari jarak seperti ini" ucap Kevin


" Yah!!, Sepertinya begitu" Jawab Andre


" Yana!!, Ingat, jangan ceroboh setibanya di sana. Dan jangan jauh-jauh dari kami, karna hawa yang aku rasakan saat ini sungguh mengerikan" ucap Kevin

__ADS_1


Yana melihat ke arah Kevin sambil mengangguk,.


__ADS_2