
...BAB 59 : Yana Resah...
...****************...
Di tempat Kevin,.
Kevin tampak duduk di kursi dengan dagu yang menopang di atas meja kerjanya, sembari menatap tabung yang berisi pasir yang ada di hadapannya dengan pandangan kosong.
" Begini amat ya!!, Jika sahabat-sahabat telah mempunyai pasangan. Mau mengajak mereka saja aku merasa sungkan" Guman Kevin
Krek!! ( Pintu terbuka )
Kevin yang mendengar pintu ruangannya terbuka pun tersadar dari lamunan, dan mengangkat kepalanya.
" Ada apa kau ke sini?" Tanya Kevin ketika ia melihat siapa yang datang menghampirinya.
" Vin, apakah kau punya waktu?" Tanya seorang wanita seksi yang berdiri di hadapannya.
" Aku selalu punya waktu, Namun aku sedikit pun tidak ingin bergerak dari dudukku , karna tidak ada sahabat-sabahatku " jawab Kevin memalas.
" Ayolah bedebah , temani aku untuk ke pantai. Kau beberapa tahun ini selalu menghidariku" ucap wanita itu
" Sialan!!, Aku sedang tidak tertarik untuk ke mana-mana. Bisakah kau pergi sendiri?" Ucap Kevin.
" Huuff!!, Baiklah. Maaf jika aku menggangumu, aku hanya bosan di rumah. Dan ingin mengajakmu, apakah tugasmu di dunia manusia sudah selesai?" Tanya Wanita itu
" Yah!!, Jika belum. Untuk apa aku di sini bedebah!!" Jawab Kevin
" Baiklah aku akan pergi sekarang!!" ucap Wanita itu beranjak.
Kevin hanya terdiam menatap punggung wanita itu yang berlalu di balik pintu ruangannya.
" Haaa!!!, Tania saenatte Maafkan aku, aku seharusnya tidak dekat denganmu" guman Kevin menarik nafas panjang seraya menyenderkan punggunya pada kursi kerjanya.
Tania adalah anak dari seorang mafia, Dia merupakan putri tunggal dari Javier Saenatte. Awal mula Kevin berkenalan dengannya, karna Kevin mengalahkannya saat bermain judi beberapa tahun yang lalu , di saat Raka sedang tertidur.
Tania merupakan Wanita yang asyik dan konyol, namun sejak Kevin mengetahui Ayah Tania adalah seorang mafia, Kevin mulai menjaga jarak terhadap Tania. Karna ia tak ingin menghadirkan masalah di dalam kehidupannya.
Namun Tania, Selalu datang ke casino untuk menemui Kevin. Tapi Kevin selalu menolaknya setiap kali Tania mengajaknya keluar, entah dengan alasan karna ia sibuk atau sedang malas untuk berpergian. Padahal , yang Sebenarnya terjadi , Kevin hanya tidak ingin memeberikan harapan ke Tania yang jelas-jelas Tania punya perasaan terhadap kevin.
" Jika kau bukan anak dari Javier, sudah ku pastikan . Aku dengan senang hati akan menidurimu Tania. Namun sayangnya, kau adalah putri dari penguasa dunia kegelapan. Haa!!, Sudah cukup aku berhadapan dengan robert. Yang menyebabkan sahabatku tertidur hingga bertahun-tahun, Aku tidak ingin lagi berurusan dengan berandalan mana pun, apalagi dengan manusia Sekelas mafia " guman Kevin menatap langit-langit pada ruangannya.
...****************...
Di kediaman Saputra,.
"Yana!!, Makan yang banyak" ucap Tuan Saputra.
Yana hanya mengangguk ketika mereka sedang duduk di ruang makan, Namun entah mengapa Yana merasakan gelisah saat ia sedang menatap hidangan yang sudah tersaji di hadapannya.
Tuan Saputra yang melihat cucunya tampak lemas, dan tidak bergairah. Membuat ia sedikit sedih.
__ADS_1
Dengan cepat, Tuan Saputra meraih ponselnya lalu menekan tanda panggil yang sudah tertera nama sebuah kontak.
Tut...tut.. tut..( nada penghubung )
📞 : "Iya hallo!!" Jawaban Saat panggilan tersambung.
📞 : "Datanglah ke kediamanku, dan temani cucuku makan " pinta Tuan Saputra
📞 : " Ada apa dengan Yana?, Apakah dia baik-baik saja?" Tanya penerima
📞 : " Dia terlihat tidak ingin makan, karna sedang risau" ucap Tuan Saputra
📞 : " Oh!!, Baiklah. Aku akan segera kesana" jawannya.
Panggilan pun terputus, Tuan Saputra kembali menghampiri Yana.
" Sayang!!, Kenapa makanannya cuma kau mainkannya ?, Tidak kau makan?" Tanya Tuan Saputra cemas .
" Tidak ada apa-apa kek, hanya saja Yana sedang tidak bernafsu" tutur Yana
" Apa makanannya tidak enak?" Tanya Tuan Saputra
Yana menggeleng kepalanya," bukan begitu kek. Oh iya, nenek sudah makan?" Tanya Yana mengalihkan pembicaraan.
" Sudah, nenekmu sudah makan. Dan Saat ini nenekmu sedang beristirahat" jawab Tuan Saputra.
Yana terdiam, dengan pandang lesu menatap makanan di hadapannya," keadaan Paman Andre bagaimana?, Apakah ia akan menjaga jarak setelah insiden kemarin?" Batin Yana memikirkan Andre.
" Nah!!, Itu penambah nafsu makanmu sudah tiba. Kakek tinggal dulu ya!!" Ucap Tuan Saputra beranjak dari meja makan.
Yana menoleh ke asal suara," haa!!, Paman?, Kenapa kau kesini?" Tanya Yana.
" Jika aku tidak kesini, kau tidak akan makan" jawab andre
" Aku makan, paman jangan kege'eran deh!!" Ucap Yana
" Iya, paman yang ge'er. Apa perlu aku menyuapimu?" Tanya Andre
Yana menggelengkan kepalanya," tidak!!, Aku bisa sendiri" ucap Yana sambil menyendok makanannya ke dalam mulutnya.
Andre mengelus kepala Yana," nah!!, Makan yang banyak. Agar kamu cepat Dewasa" tutur Andre
Yana nampak merona dengan tertunduk," apa paman tidak makan?" Tawar Yana dengan canggung.
" Aku sudah makan!!, Jadi makanlah. Oh iya, bunda dan ayahmu kemana?" Tanya Andre ketika ia tidak melihat Raka dan Santi.
" Bunda dan ayah sedang keluar. Entahlah mereka pergi kemana" ucap Yana
" Yah sudah!!, Makanlah, setelah selesai makan. Aku akan mengajakmu untuk berkeliling di kota Blue Lake" ucap Andre
" Ah!!, Apakah paman Andre mengajakku kencan?" Batin Yana
" Jangan berlebihan, kita hanya jalan-jalan. Apakah kau mengharapkan kencan denganku?" Tanya Andre.
__ADS_1
Yana terkejut ketika isi hatinya dapat di baca oleh Andre," oh..tidak-tidak " jawab Yana kikuk dengan menggelengkan kepalanya.
" Tidak apa-apa jika kau menginginkannya" ucap Andre tersenyum
Yana kini menjadi salah tingkah, dan kembali makan dengan perasaan yang canggung. Bahkan duduknya pun di sudan tak nyaman ketika mata Andre menatapnya yang sedang makan.
" kanapa canggung?" Tanya Andre
Yana menggeleng, dengan makanan yang masih berada di mulutnya.
" Baik!!. Jika kamu canggung, aku akan munggumu di luar" ucap Andre yang beranjak dari duduknya.
" Di sini saja!!" Tahan Yana yang tiba-tiba megenggam pergelangan Andre
" Baiklah!!" Ucap Andre yang duduk kembali
Saat hendak duduk kembali, Andre manatap wajah Yana, lalu tersenyum," apa dagumu bocor?, Kenapa makanan sampai bisa menempel pada pinggiran bibirmu" ucap Andre seraya mengusap bibir Yana dengan lembut.
Degh!!
" Apa yang terjadi?, Kenapa?, Oh!!, Jantung sialan, berhentilah berdetak. aku mati dong!!, bukan-bukan maksudku berdetaklah dengan normal " batin Yana.
Yana yang merasakan usapan tangan Andre dengan cepat menepis wajahnya menjauh," Terima kasih paman" ucap Yana bersemu.
Setelah Yana selesai makan, " paman , aku bersiap-siap dulu ya" ucap Yana
Andre Hanya menanggapi dengan Anggukan pada kepalanya.
Setelah melihat Yana yang berlalu, Andre kemudian berjalan ke arah teras rumah. Di sana ia mendapati Tuan Saputra.
" Oh!!, Paman sedang berada di sini?" Tanya Andre
" Andre apakah kau serius dengan perasaanmu itu?" Tanya Tuan Saputra
" Sanggat serius paman, bila kalian masih ragu. bisakah kalian menikahiku segera dengan Yana?" ucap Andre
Tuan Saputra sontak menatap ke arah Andre," kau masih sehatkan?, Cucuku masih belia" ucap Tuan Saputra
" Ya jika kalian masih Ragu, maka nikahkanlah aku dengan Yana agar keraguan kalian bisa hilang" jawan Andre.
" Ayo!!, Paman Aku sudah siap" Ucap Yana di belakan Andre.
Andre pun menoleh," Ayo jika kamu sudah siap, minta ijin dulu kepada kakekmu" ucap Andre
Yana menghampiri kakeknya," kakek, Yana dan paman Andre pergi dulu ya!!" Ucap Yana sembari mencium pipi kakeknya.
" Iya!!, Kamu hati-hati. Andre, tolong jaga Yana Yah!!" Pinta Tuan Saputra kepada Andre.
" Baik Paman, Nanti sampaikan kepada Raka dan Santi, jika Yana sedang bersamaku. Kami pergi dulu" ucap Andre
Tuan Saputra mengangguk," baik!!, hati-hati saat berkendara Andre" ucap Tuan Saputra
" Baik Paman!!" Ucap Andre kemudian meraih tangan Yana lalu berjalan ke arah mobil
__ADS_1