Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Air Ajaib


__ADS_3

...BAB 17 : Air Ajaib...


...****************...


Yana yang selesai makan, kembali masuk ke kamar. Kemudian duduk bersila di atas tempat tidurnya seraya memejamkan matanya.


Setelah beberapa menit Yana duduk bersila, sesuatu keluar dari telapa tangannya. Sesuatu Berbentuk seperti botol parfum dengan tekstur sperti ukiran kristal berwarna biru laut.


Setelah benda tersebut keluar, Yana tersenyum menatap botol yang ada pada tangannya.


Ia kemudian membuka botol tersebut lalu menyemprotkan ke telapak tangannya. Setelah itu ia menggosoknya ke luka melepuh yang ia terima.


Dengan sekejap, luka di bahu Yana kini sembuh Tanpa bekas.


" terima kasih ibunda kanjeng ratu kidul, atas pemberian mustika ini. Khasiatnya Sungguh luar biasa. Setelah sekian lama, aku baru menggunakannya.


Yana teringat kembali saat menemukan air ajaib yang sekarang ada pada dirinya.


Berawal dari, Yana masih duduk di kelas 2 SMP dan pada saat itu Yana. Yana sedang melakukan hunting seorang diri ke pantai Parangtritis.


...FALSHBACK OF YANA...


...----------------...


Senja kini begitu memukau, ketika Kamera DSLR Yana membidik lembayung yang terlihat megah di atas Kilauan samudra yang membentang di hadapannya.


Yana duduk di atas pasir, menikmati setiap angin yang datang menegur Yana. Begitu pun dengan ombak samudra yang seakan-akan menari di retina mata Yana.


Namun, semakin lama Yana memandang ombak. Yana seakan-akan masuk ke dalam dunia yang tak nyata.


Ketika Yana mengangkat kepalanya, Yana terkejut ketika ia mendapati sebuah tembok beton yang berada di hadapannya. Dengan gerbang pintu yang penuh dengan ukiran.


Yana terpukau melihat keanehan yang Yana alami.


Tuk...tuk...kring..kring... ( bunyi tapak kaki dan klintingan yang bersahutan)


Yana menatap ke arah suara, Tampak seorangan datang dengan menunggangi kereta kencana.


Saat kereta tersebut berhenti di hadapan Santi, seseorang mengeluarkan kepalanya dari dalam kereta.


" Ndok... Naiklah" ucap seorang wanita


Yana seperti di hipnotis dan Yana pun naik ke atas kereta. Di dalam kereta, tercium kembang melati yang sangat tajam. Saat bertatap dengan wanita yang berada di dalam kereta, membuat Yana tak bisa berucap.


(Wanita yang sangat cantik!!. Auranya memancar. Bias wajahnya seperti laksana sedang bulan purnama, senyumnya menggambarkan ia adalah wanita yang bijaksana. Siapa gerangan wanita ini?) batin Santi bertanya


" Aku adalah titipan, aku di titipkan untuk menjaga laut tanah Jawa" ucapnya seraya tersenyum.

__ADS_1


"anu...maaf, kiranya saya memanggil siapa?" Tanya Yana canggung


Wanita di hadapan Yana tersenyum," panggil saja aku IBUNDA" jawab wanita di hadapan Yana


Yana terdiam beberapa detik," apa gerangan Ibunda membawaku?" Tanya Yana yang terlihat masih saja canggung


" Air di pusara bergejolak, sepertinya ia tahu jika pemiliknya akan datang" jawab Ibunda dengan senyum ramahnya


" Mari Ndok, kita sudah sampai" ajak ibunda yang menuntun tangan Yana untuk turun


Yana menatap kesekeliling namun, Yana tertarik dengan pusara air yang berputar-putar di atas kolam namun tidak tumpah.


" Aku telah membawa pemilik yang kau cari" ucap ibunda menatap pusara air di hadapannya


Yana hanya terdiam menyaksikan apa yang terjadi saat ini.


" Ambil aku!!"


" Ambil aku!!


Terdengar suara teriakan yang berasal dari pusara air yang berada di hadapan yana.


Yana tampak bingung, Karna ia tidak tahu harus berbuat apa .


"Genggamlah pusara air itu, sambil mengucap banyu kanggo apik, terimalah aku sebagai pemilikmu" ibunda membimbing tangan Yana menuju ke arah pusara air yang sedang berputar dengan dasyat di hadapan Yana.


"Jangan takut Anakku, Karna dia telah memilihmu" dengan menatap Yana , ibunda meyakinkan Yana. bahwa semua akan baik-baik saja


Yana memasukan tangannya ke pusara air tersebut. Dengan seketika pusara air tersebut mengarah ke telapak tangan Yana.


Yana seperti terkena setrum, tangan Yana bergetar hebat. Ia merasa akan tidak sanggup , namun ibunda menahan tangan Yana, Karna hal tersebut adalah proses.


Setelah beberapa menit, sebuah botol seperti botol parfum telah berada di tepalak tangan Yana. Sedangkan pusara air yang berputar tadi , kini telah hilang dalam pandangan Yana.


Yana menatap botol tersebut beberapa detik dan kemudian menatap ibunda.


Ibunda yang melihat hanya tersenyum," ini adalah milikmu. Dia jodohmu, pergunakan air ini sebaik mungkin" ucap ibunda


ibunda menatap Yana yang berada di hadapannya , kemudian meraih tangan Yana yang terdapat botol . Kemudian mengusap botol yang ada pada telapak tangan yana, dan Botol tersebut sekejap menghilang dari pandangan.


Yana terkejut, ketika mendapati botol yang yang ada pada telapak tangannya, kini telah menghilang.


" Ada di telapak tanganmu. Jika sewaktu-waktu kau membutuhkannya. Kau dapat mengeluarkannya kembali." Ibunda membelai rambut Yana dengan lembut .


Yana merasa ada kenyaman saat ibunda membelainya. Tiba-tiba sebuah mantra terlintas di benaknya.


" Mantra tersebut jika kamu membutuhkannya dan ingin menyimpannya kembali. Manfaat air ini adalah untuk kesembuhan, kesuburan dan yang pasti akan menyejukkan hati pemiliknya . Bantulah orang lain jika mereka pantas untuk di bantu" jelas ibunda

__ADS_1


Yana tersenyum," terima kasih ibunda, atas hadiahnya. Saya akan menjaganya dengan sebaik mungkin " ucap Yana seraya memeluk sosok yang yang ada di hadapannya .


Ibunda membalas pelukkan Yana, " itu bukan hadiah. Itu adalah milikmu Ndok, karna setiap benda pusaka atau mustika. Memilih pemiliknya masing-masing" ucap ibunda


" Sekarang kembalilah, berkunjung jika kau punya waktu." Ucap ibunda dengan mengusap wajah Yana


Seketika Yana tersadar dari lamunannya.


" Aku melamun begitu lama, apa yang sebenarnya terjadi? . Wanita itu?. " Guman Yana berpikir. Ia kembali menatap ke arah pantai yang sudah terlihat gelap


Yana baru tersadar, bahwa wanita yang Yana hayalkan adalah pengusaha laut Selatan. Dengan cepat Yana mengirim doa agar selalu menjaga laut jawa.


Yana kemudian meninggalkan pantai tersebut. Karna langit sudah semakin gelap.


...FLASHBACK END...


...****************...


Yana tersadar dari kenangan, ketika ia mendapatkan botol yang sekarang ada di genggamannya.


" Sudah lama aku tidak berkunjung ke Parangtritis. Bagaimana keadaan penguasa itu ya?" Guman Yana ketika mengingat kembali pertemuannya dengan penguasa pantai.


Yana melihat jam dinding di kamarnya. Saat melihat, Membuat Yana melompat dari tempat tidurnya. " Mampus!!!. Sudah jam 7. Aku harus siap-siap. Karna sudah janji kepada Adel" dumel Yana bergeges keluar dari kamarnya


Santi yang melihat anaknya yang terburu-buru hanya mengerutkan alisnya. " Kenapa dia?. Tergesa-gesa sekali, seperti ada kebakaran saja" guman Santi dan kembali melanjutkan aktivitasnya.


Yana mandi seperti bebek, yang penting basah. Yana kemudian berlari ke arah kamarnya kembali untuk bersiap-siap.


Setelah rapi, Yana meraih ponselnya.


Tut...Tut ..Tut...( Nada penghubung )


(Halo yan!!. Apakah kita jadi pergi?) Tanya Adel ketika panggilan telfonnya tersembung


" yah.. aku sudah siap-siap. Kamu bersiaplah, tak lama aku ke tempatmu" ucap Yana


( Ok baiklah. Ku tunggu kedatanganku) jawab Adel


"Ok!. Sampai nanti" ucap Yana seraya memutuskan panggilan telfonnya .


Yana berlari keluar dari kamarnya, Mengambil segelas air dan meneguknya hingga tandas. Kemudian menghampiri ibunya.


" Bunda!!. Aku pergi nemanin Adel ya?" Yana meminta ijin kepada ibunya ketika bertemu


" Iya, pulang jangan larut. Jam 10 sudah harus ada di rumah" ucap Santi


" Ya Bun, Yana berangkat" Yana kemudian berlari ke arah pintu. Kemudian berjalan ke arah portal perumahan. Lalu menunggu taksi di jalan raya.

__ADS_1


__ADS_2