
...BAB 18 : Pohon beringin kembar...
Yana menuju ke rumah Adel, sesampainya di rumah Adel, ternyata Adel telah menunggu Yana di depan jalan.
Brukk!! ( Adel menutup pintu taksi ketika menaiki taksi )
" Ke alun-alun selatan ya pak" ucap Yana ke pak sopir
" Baik!" Jawab supir, kemudian melaju.
" Yan, serius kamu ga kenapa-kenapa kan?. Coba lihat lukanya" Adel yang khawatir, membuat ia dengan refleks menarik bahu Yana dengan pelan
" Aku sudah baikkan kok" jawab Yana dengan menarik bahunya
" Serius loh! . Aku khawatir"
" Kalau kau begini, kita balik saja ya?"
" Lah jangan!!. Udah mau dekat ini. Ya udah aku ga maksa buat lihat lukamu. Tapi jangan balik ya!!" Ucap Adel dengan menoleh ke arah Yana
" Hmmm... Karna ayam bakar sudah nungguin ya?" Canda Yana
" ish.. kamu!!. " Dengan mendorong Yana dengan sikutnya
Yana dan Adel terdiam, kini taksi sudah berada di kawasan Malioboro. Dan sebentar lagi akan berbelok ke kiri untuk memasuki kawasan alun-alun Utara.
Setelah berjalan berkelak kelok dan memasuki beberapa jalanan sempit, akhirnya mereka tiba di alun-alun selatan.
" Ini pak!!. Makasih ya!" Ucap Yana menyodorkan uang ke pak supir.
Yana dan Adel sudah turun dari taksi. Tampaknya alun-alun cukup ramai, banyak pemuda pemudi yang berlalu lalang dan ada juga yang bermain sepada.
" Yan!!. Banyak jajanan" seru Adel dengan menggandeng tangan Yana
" Eh.... Baru aja kita nyampe" teriak Yana ketika tangannya di tarik
" Wah!!. Yan, ada tempura. Kau mau?" Tanya Adel menatap jejeran sosis, nugget dll yang berjejeran dengan mata berbinar
"Tidak!!. Aku masih kenyang" tolak Yana
" Bu!!. Tempura 20 ribu ini, yang ini, dan yang ini ya Bu!! " Yana terlihat bersemangat ketika ia menujuk-nunjuk beberapa jajanan di hadapannya
Yana yang melihat hanya menggelengkan kepalanya.
Yana menatap ke arah alun-alun, di tengah lapangan. Selama Yana hidup di Jogja, baru sekarang ia menginjakkan kakinya di alun-alun selatan.
Yang konon katanya, ada pohon beringin kembar yang tumbuh di tengah lapangan. Dan benar!.
__ADS_1
Yana dapat melihat pohon beringin tersebut, dan pada saat Yana menatap pohon beringin yang ada di tengah lapangan,. Seakan-akan pohon tersebut memanggil Yana.
" Yana!!. Woi!!" Teriak Adel
" Eh .. iya!!. Ada apa?" Kaget Yana ketika Adel berteriak di telinganya
" Kenapa bengong?" Tanya Adel
" Tidak!!. Tidak ada apa-apa" jawab Yana
" Tunggu sini!!. Aku mau Beli minuman, aku keselek" Adel yang berlari mencari minuman dan meninggal Yana.
Yana kembali menatap pohon beringin kembar. Seperti ada hasrat untuk ia ingin pergi ke pohon beringin.
" Ini minum" tiba-tiba Adel menyodorkan sebuah 1 cup milkshake
" Makasih" ucap Yana menerima minuman dari Adel.
" kamu kenapa sih natap pohon beringin?" Tanya Adel yang sedari tadi memperhatikan Yana .
" Aku seperti tertarik" jawab Yana singkat
" mmm... Kamu mau emang?. Katanya sih, pohon beringin itu adalah gerbang ghaib. Dan konon kalau mata kita di tutup trus bisa mengelewati pohon beringin tersebut, nanti keinginan kita akan terwujud. Tapi harus di pas lewatinnya pas di tengah-tengah 2 pohon itu" Adel menjelaskan panjang lebar
Yana menatap Adel," kamu pernah melewatinya?" Tanya Santi penasaran
" Yah!!. Tapi ga pernah lolos, aneh. Saat mata kita di tutup. Mencoba jalan tetap lurus, pasti ujung-ujungnya bengkok" jawab Adel menjelaskan
" ya udah ayo kalau kamu mau coba?" Adel yang langsung menggengam tangan Yana untuk menyebrang dan menuju ke lapangan .
Se sampainya di lapangan, Adel mengambil penutup mata yang sudah di sediakan.
Yana melihat pohon beringin dengan jarak ia berdiri. Jika di perkirakan jaraknya sekitar 65meter untuk menuju ke arah 2 pohon beringin.
" Kamu siap?" Tanya Adel
Yana menggangguk,..
Adel kemudian mengikat mata Yana dengan sebuah penutup mata , setelah mengikatnya. Adel pergi ke arah depan tubuh Yana, lalu memainkan telapak tangannya di depan wajah Yana
" Ok!!. Sepertinya Yana tidak melihat" guman Adel
" Sudah terikat. Kamu boleh mulai berjalan yan" ucap Adel memberi perintah.
Yana, mulai melangkahkan kakinya berlahan. Langkah demi langkah sudah Yana berjalan.
__ADS_1
" Jangan belok, lurus woi!!" Teriak Adel memberi aba-aba
DEGH!!!! ( Yana merasakan Aura yang aneh yang menghampirinya)
Yana terlihat kebingungan," kenapa sepi?. Kemana suara orang-orang yang berada di alun-alun?. Dan dimana suara Adel yang berteriak?" guman Yana ketika mendapati dirinya seperti berada di dalam goa.
Dengan mata yang terpejam di balik penutup mata , Yana dapat mendengar percakapan seseorang," Raka harus cepat di selamatkan" ucap seseorang namun Yana tidak tahu siapa yang berbicara
" Bagaimana jika Santi tahu mengenai Raka?" Jawab seseorang
DEGH!! ( ucapa orang-orang membuat Yana penasaran)
" Raka?. Santi?. Santi bukankah nama bunda?. Siapa Raka?" Guman Yana
Yana mencoba membuka matanya di balik penutup mata." Laboratorium?. Kenapa aku berada di sini?." Bingung Yana
Yana kembali menatap cangkang yang pernah ia lihat dalam mimpi sebelumnya. Yana mendekat " woi!!, om...om yang tidur di dalam sana . Siapa kamu sebenarnya?. Apa hubungannyaku kenapa kau selalu muncul?" Ucap Yana ketika ia berada di depan cangkang tersebut.
Sama halnya dengan mimpi sebelumnya, Yana tidak dapat melihat wajah pria yang berada di dalam cangkang.
" Merry!!. Tolong kesini, aku tidak mengerti dengan monitor. Aku sungguh buta dengan masalah ini. Hais!!!. Jika tahu begini, biar aku saja yang pergi, dan Andre yang menjaga Raka" ucap Kevin yang tiba-tiba datang dari arah pintu bersama Merry .
Yana yang melihat hal tersebut pun kaget, ketika Kevin hanya menembus dan melewati badan Yana.
" eh...kenapa pria yang mempunyai warna rambut seperti burung Nuri tidak melihatku?. Apakah aku sudah menjadi arwah?" guman Yana dengan melihat kedua telapak tangannya.
" Tunggu!!. Siapa Raka?. Apa hubungannya dengan bunda?" Pikir yana
" Yana!!!. Wow, kau berhasil melewati pohon beringing" teriak Adel yang seketika memeluk tubuh Yana .
Yana tersadar, dengan cepat membuka penutup matanya. Ia melihat ke arah belakang dan kini Yana berjalan cukup jauh setelah melewati 2 pohon beringin tersebut .
"Ayo!!. Kita makan, aku yang traktir atas keberhasilanmu , yang dapat menembus pohon beringin sekali jalan" girang Adel seraya menarik tangan Yana untuk beranjak pergi.
Yana terlihat binggung dan Linglung, "apa yang sebenarnya terjadi?. Padahal tadi, saat ingin melewati pohon beringin . Harapanku cuma satu, yaitu bertemu dengan ayahku. Kenapa aku bisa sampai ke dunia lain?" Guman Yana merasa bingung
Dengan kebingungan, Yana hanya dapat mengikuti arah tarikkan Adel pada tangannya. ( pokoknya sesampai di rumah, aku akan menanyakan kepada bunda, siapa Raka sebenarnya ) batin Yana .
Kini Yana dan Adel sudah berada di rumah makan ayam bakar Kalasan. Setibanya di rumah makan tersebut, Adel mulai memesan ayam bakar. Setelah pesanan Adel tiba, Adel dan Yana kemudian menikmati ayam bakar tersebut.
"Ah..kenyangnya, seperti ingin tidur saja jika sudah begini" ucap Adel dengan tangannya sibuk mengusap perutnya
" Ya sudah, ayo kita pulang" ajak Yana
Adel menatap Yana" baru jam 9. Apakah kamu ada urusan?" Tanya Adel
" Ya sedikit ada urusan keluarga" Yana berdalih, Karna ia tak sabar ingin segera bertanya kepada ibunya mengenai Raka .
__ADS_1
" Oh begitu!!. Ya sudah ayo kita pulang" ajak Adel.
Yana dan Adel kemudian menahan taksi, setelah mendapatkan taksi. Yana dan Adel menuju ke rumah masing-masing .