
...BAB 7 : MOS Hari Ke-2...
Hari ini adalah MOS hari ke- 2 di sekolah Yana. Seperti biasa, kerjaan Yana harus di bangunkan terlebih dahulu. Karna sebelum tidur, Yana harus menjadi joki sebuah game. Dari hasil menjadi joki, dia bisa menghasilkan uang.
Karna bagi Yana, uang adalah dewa di dunia yang selalu menjadi incaran setiap manusia untuk membeli kebutuhan.
"YAAANNAAA!!!. Berapa kali bunda panggil belum bangun juga?" Teriak Santi di balik pintu kamar Yana .
Yana seketika kalang kabut dari tidurnya, membuat ruh yang sempat pergi berkeliaran, sekita kembali ke raga Yana yang sedang tertidur.
" Iya.. bunda sayang!!. Yana sudah bangun" jawab Yana dari dalam kamarnya.
" Ok.. mantapkan pikiran, jiwa dan raga. Tarik nafas sambut harimu dengan katakan HAAADDEEHHH" ucap Yana mengeluh di atas tempat tidurnya
Yana beranjak dari tempat tidurnya dengan perasaan malas. Ia kemudian meraih knop pintu lalu beranjak dari kamarnya.
" Bunda, Yana sepertinya ingin berhenti bersekolah. Lebih baik jadi gamer aja" guman Yana yang berjalan tertatih dengan wajah yang cemberut
" Ya udah.. sekalian aja jadi gelandangan. banyak yang ingin sekolah di luar sana, E.. kamu mau berhenti bersekolah, heran deh sama jalan pikiran kamu " jawab Santi yang sedang menyiapkan sarapan untuk anaknya.
" Iya..iya.. Yana bakal rajin " ucap Yana yang menekuk wajahnya di depan meja makan.
" Ini sarapan trus mandi , wajahnya jangan di tekuk begitu. Lagi natap rejeki itu, senyum dan sambut rejeki yang berada di atas meja " tegur Santi
" Mmmm .. ini" jawab Yana dengan senyum yang lebar .
Yana kemudian menyantap sarapannya. Setelah itu ia mandi lalu bersiap.
" Bunda!!. Yana pergi" teriak Yana
Santi menghampirinya," bunda ga bakal nanya kamu punya uang enggak. Sudah sana hati-hati" ucap Santi
Yana meraih tangan ibunya, kemudian mencium punggung tangan ibunya.
" Yana pergi" ucap Yana seraya berlalu
" Ya ampun Gusti, nurun siapa dia?. Apakah ayahnya sebelum ketemu aku dulu begini ya?. Jadi Bar-bar begini nih anak" guman Santi yang melihat anaknya berlalu.
...*******...
Kini Yana telah tiba di sekolah barunya, dan mulai bergabung dengan peserta lainnya. " semangat Yana tinggal 1 hari lagi, kamu bakal jadi siswa teladan di sekolah ini" guman Yana menyemangati dirinya sendiri.
" Baiklah adik-adik, ini adalah MOS hari ke-2. Apakah Kalian masih semangat?. Kakak harap masih ya. Ok, tugas yang kemarin kakak suruh bawa apa sudah kalian bawa?. Jika sudah silahkan satu persatu naik ke sini dan jelaskan tentang tugas yang di berikan" ucap kakak pembimbing panjang lebar
" Si terong segera naik"
" Si genjer segera naik"
" Si jengkol segera naik"
Setelah beberapa peserta telah di panggil, tiba waktunya untuk Yana yang akan naik.
" Si ONCOM segera naik" panggil Kaka pembimbing
Yana berjalan dengan pede, sesampainya di atas panggung ia mulai mengeluarkan jawaban dari tugas yang di berikan oleh kakak pembimbing.
__ADS_1
" Oh.. ini yang kentut kemaren?" Ucap kakak pembimbing .
Semua peserta pun tertawa mendengar ucapan kakak pembimbing.
Yana yang bermuka tembok tidak mengambil pusing Tentang hal tersebut," sudah puas kakak?. jika belum puas, silahkan lanjutkan untuk permalukan saya" ucap Yana mempersilahkan
" Lah... Ngambek. Udah mana jawaban dari bulpen yang memiliki masa depan?" Tanya kakak pembimbing
Yana memberikan 20 jenis pulpen," pilih saja sendiri kak, dari pada aku ribet nyariin " ucap Yana seraya menyodorkan beberapa bulpen ke arah kakak pembina wanita.
Kakak pembina menerima pena dari Yana dengan tatapan bingung," apa maksudnya ini?. Kamu gagal." Ucap kakak pembimbing
" Oh.. terima kasih, pulpennya buat di bagi-bagi saja kak" ucap Yana acuh
"Ok tugas ke-2. Tepung terigu, mentega, telur, gula dan kacang hijau dengan harga 1000. Apa jawabannya?" Tanya kakak pembimbing
Yana mengeluarkan satu kantong kresek bahan-bahan yang di minta," ini Kak jawabannya" ucap Yana seraya menyodorkan
" He.. aku minta dengan harga seribuan. Kenapa beli dengan harga seons?. Apa ini namanya seribu?." Pekik kakak pembimbing kesal
" Kakak, bahan itu tidak aku beli. tapi aku colong di dapur ibuku. Karna bahan-bahannya lengkap. Oh ia kak, kalau mau makan bakpia. Kakak ngeja sendiri aja . Coba kakak banyangin 500 siswa baru. membawa bakpia, Kakak pasti sudah bisa gelar lapak" ucap Yana
Terlihat rahang kakak pembimbing telah mengeras." Kau.. murid baru paling tidak tahu diri" pekik kakak kelas
Yana tersenyum melihat ekspresi kakak kelas di hadapannya," duh kakak, maaf!!. Jangan marah-marah. Ingat loh kakak, kakak adalah panutan. Kakak ga lihat semua mata peserta melihat kakak?" Ucap Yana seraya melirik ke arah peserta
Kakak pembina sontak merubah sikapnya,"Ehemm... Baiklah, kita lanjutkan. Tugas terkahir. Telur dengan 4 warna, apa jawabannya" ucap kakak pembina dengan selembut mungkin
Yana menyodorkan telur puyuh," ini kak" ucap Yana
" Masa sih kak. Coba sini aku lihat" ucap Yana seraya mengambil telurnya kembali.
PLOOKKK.( Yana menepuk telur tersebut di wajah kakak pembina)
"Owwhhh .... Dia berani sekali" ucap para peserta.
Yana yang mendengar hanya acuh.
"Kauuu" pekik kakak kelas seraya mengangkat tangannya tinggi, yang hendak menampar Yana.
Yana seketika menatap tajam ke arah kakak kelas dengan pupil mata yang telah memutih.
Spontan membuat wanita di hadapan Yana terkejut melihat mata Yana. Ia langsung menurunkan tangannya.
" Kakak buta?. Itu ada kuning telur sama putih telur dengan cangkang 2 warna. Jadinya empatkan?" Ucap Yana menjelaskan.
Kakak pembina terdiam, Yana mendekatkan ke arah kakak pembina, " ini bungkusan, jawabannya ada di dalam semuanya" ucap Yana seraya menyodorkan sebuah kresek yang telah ia pisahkan.
" Owh.. satu lagi kak, aku tidak suka di tekan apalagi di permalukan" ucap Yana dingin dengan berbisik .
Kakak pembina hanya terdiam mematung.
Yana turun dari panggung tanpa hukuman, selalu saja Yana menjadi pusat perhatian Karna kelakuannya.
__ADS_1
Setelah Yana turun dari atas panggung, kakak pembina membuka bungkusan Terakhir yang di berikan oleh Yana. Dan di dalam berisi, pena PILOT, Bakpia, dan coklat cha-cah yang memiliki warna yang banyak, Karna bentuk yang bulat seperti telur.
" Yana kamu berani bangat ngelakuin itu" ucap Adel ketika Yana berada di barisan .
" Hehehe...itu hanya becanda kok, habisnya kemaren mereka sengaja buat aku nyanyi dan goyang-goyang di depan" jawab Yana asal
" E.. Tapi tadi kenapa kakak kelas terdiam ketika ia ingin menamparmu?" Tanya Adel penasaran.
" Oh... Mungkin dia kwualat Karna mau mencelakai gadis semanis aku" ucap Yana seraya tersenyum semanis mungkin kepada Adel
" Idih... Najis, manis dari mananya coba?. Kelakuan kaya ramboo begitu" ucap Adel .
Yana yang mendengar hanya terkekeh..
Setelah selesai dengan tugas. Kini para peserta bermain beberapa game, setalah selesai bermain game. Para peserta di minta untuk istirahat.
" Yana, kau mau makan enggak?" Tanya Adel
" Enggak dulu, aku mau ke toilet bentar." Ucap Yana
"Ya sudah, jangan lama-lama" jawab Amel, seraya mengeluarkan bekalnya dari dalam tas
" Ok" jawab Yana dan langsung berlari meninggalkan Amel.
Yana kini menuju ke arah toilet, setiba di toilet. Yana menyalakan kran wastafel. Dengan cepat Yana membasuh wajahnya.
" Huuu... segarnya!!" Ucap Yana ketika wajahnya terkena air.
Tap..tap..Tap..( terdengar suara langkah kaki)
Yana menoleh ke arah pintu,.
yana dapat melihat ada 2 wanita yang datang.
" oh... Ini anak baru yang belagu itu ya?" Ucap seorang wanita seraya menatap Yana dengan pandangan merendahkan.
Yana hanya menatap Tanpa berucap , terlihat wanita tersebut berjalan mendekati Yana.
Wanita tersebut mendekati Yana, kemudian mendorong badan Yana, " He... Anak baru, punya nyali kamu ya. Beraninya nunjukin kehebatanmu" ucap wanita tersebut
Yana menatap dingin," aku tidak punya waktu untuk bermain dengan kalian" ucap Yana dingin .
" Wah!!!. Coba dengar, tidak punya waktu katanya.memangnya kamu siapa?. Sok bangat" ucap wanita tersebut
"Oh.. kalian ingin tahu aku siapa?. Pentingkah?. Biar ku beri tahu. Aku ini uyutmu" ucap Yana dengan tatapan mengejek
Salah satu teman wanita yang berada di dalam toilet, menghampiri Yana," lancang!!. Kamu tidak tahu dia siapa ha?" Ucap salah satu wanita, dengan sebuah botol minuman di tangannya, ia menyiram wajah Yana.
Yana dengan cepat memegang tangan wanita tersebut, kemudian di putar. Dan satu tangannya menyekik leher wanita yang menyiram Yana dengan air bekas minuman.
" Aku bukan adik kelas yang bisa kalian tindas, Karna aku tidak punya waktu. Aku anggap ini selesai. Jika kalian mencari masalah denganku lagi, akan ku patahkan tangan kalian" ucap Yana seraya melepas cengkramannya.
" He wanita gila beraninya kau mengancam, kau lihat nanti" ucap satu wanita yang menolong temannya yang merasa kesakitan.
Yana menatap tajam," trus kenapa?. Mau adu bettle? Ayo!!" Ucap Yana menantang
__ADS_1