
...BAB 57 : Santi dan Yana Yang kikuk...
...****************...
Setelah bersenda gurau di dalam mobil. Kini, keluarga kecil Raka telah sampai di kediaman Saputra, mobil Raka kini telah memasuki halaman Mansion yang mewah.
Yana dan Santi yang melihat hanya dapat menganga dan membuka mulut mereka dengan takjub, bagimana tidak?, Santi selama berhubungan dengan Raka, Ia tidak pernah berkunjung di kediaman Saputra. Baru kali pertama ia menginjakan kaki di sini.
" Ayah!!, Apakah bunda menggunakan pelet untuk mendapatkan dirimu?" Tanya Yana kepada Ayahnya yang masih mengendarai mobil .
Santi yang mendengar, dengan sontak menoleh ke arah Yana yang duduk di bangku belakang.
" Ayahmu yang tergila-gila dengan bunda, jadi untuk apa bunda repot-repot menggunakan hal semacam itu untuk mendapatkan hati ayahmu" ucap Santi dengan bangga.
" Yana tidak percaya, pria setampan dan se kaya ayah bisa jatuh cinta dengan bunda" ucap Yana
" Jadi maksud kamu, Bundamu ini jelek?" Tanya Santi
" bukan aku yang bilang loh ya!!, Kalau bunda itu jelek" ujar Yana.
Raka tersenyum mendengar celoteh putrinya," Ayah yang jatuh cinta duluan kepada bundamu, ayah jatuh cinta kepada bunda, sebelum Bundamu mengetahui Ayah ini mahkluk seperti apa" sela Raka tiba-tiba
" Nah dengar tu!!, Benarkan apa kata bunda" ucap Santi.
" Apa yang ayah lihat dari bunda?, Kok bisa-bisanya ayah Jatuh cinta sama bunda?" Tanya Yana
" Haa!!, Ceritanya panjang. Yang jelas bunda adalah wanita satu-satunya dan yang terakhir yang dapat ayah cintai, karna bundamu ini adalah wanita yang paling spesial di antara wanita manapun" Ucap Raka
" Oh!!, Kirain cuma Martabak doang yang spesial. Ternyata bunda di hati ayah juga spesial yah" sahut Yana
" Iya dong!!, Bahkan bundamu itu adalah candu bagi ayah. Bundamu itu bagaikan heroin , jika tidak melihat bundamu sehari saja, ayah bisa gila" tutur Raka
Wajah Santi bersemu ketika Raka memujinya di depan anaknya," sudah-sudah!!, Nanti bundamu ini bisa terbang loh!!, Kalau di kebanyakan di puji" ucap Santi dengan wajah yang terlihat malu-malu kucing, yang sesekali menundukkan kepalanya.
" Jika kau terbang, akan ku tangkap. Dan tak ku biarkan kau terbang dan pergi" sahut Raka yang seketika meraih leher Santi kemudian mengecup bibir Santi dengan sekilas.
Yana yang menilhat, hanya bisa tersenyum ketika ayah dan Bundanya, terlihat begitu harmonis dan romantis.
" Ayo kita turun!!" Ajak Raka ketika ia telah menepikan mobilnya di depan teras.
Yana dan Santi pun beranjak turun dari mobil. Raka meminta juru parkir untuk memakirkan mobilnya.
Raka dengan cepat masuk menuju ke dalam rumah, dan rumah sebesar ini hanya ayah dan ibunya saja yang menetap . Lalu Sisanya hanyalah para pekerja .
Santi dan Yana hanya terpaku di depan pintu, ibu dan anak itu seperti ragu dan takut ketika mereka ingin menginjakkan kaki mereka ke lantai yang berada di hadapan mereka.
" Bunda!!, Apakah keluarga ayah memelihara tuyul, babi ngepet , atau nyugih?, Kok bisa ada rumah seluas kabupaten di sini?" Tanya Yana
Santi menoleh ke arah anaknya," hus!!, Sembarangan kalau ngomong yah!!, Kakekmu itu mempunyai tambang, jadi wajar saja kakekmu punya rumah yang besar" jawab Santi
__ADS_1
" oh!!, Aku tidak menyangka bahwa alam lain juga punya aktivitas seperti manusia" ucap Yana.
Langkah kaki Raka terhenti ketika ia tidak melihat Santi dan Yana, dengan cepat Raka menoleh ke belakang dan mendapati Santi dan Yana yang masih berdiri mematung di ambang pintu.
" Sayang!!, Yana , kenapa masih berdiri?" Tanya Raka yang menghampiri Santi dan Yana
Santi dan Yana terlihat cengar cingir," apakah kita harus membuka alas kaki?" Tanya Santi
Raka terkekeh mendengar pertanyaan Santi, " Yah ampun Sayang!!, Emang di sendalmu ada tai kebo?" Ucap Raka gemas seraya mengacak-ngacak Rambut Santi.
" Jadi ayah!!, Kita bisa langsung Masuk?" Tanya Yana
Raka tersenyum menatap Yana, " inikan rumah kalian juga, kenapa jadi canggung begini sih"
Ucap Raka yang dengan cepat menggendong Yana Lalu menggandeng tangan Santi , kemudian Raka membawa mereka ke dalam.
Yana hanya terpaku melihat isi di dalam Rumah kakeknya. Begitu pun juga dengan Santi.
" Selamat datang kemabli Tuan muda!!" Ucap para pelayan.
" Ayah kenama?" Tanya Raka kepada seorang pelayan
" Tuan Besar sedang menemanin Nyonya besar di taman belakang tuan" jawab pelayan.
" Ayo!!, Kita ke taman belakang" ajak Raka kepada Santi .
Raka dan Santi pun berjalan ke arah taman belakang, di taman belakang ia mendapati ayahnya sedang menemi ibunya yang sedang duduk di kursi Roda.
" Pi!!, Raka pulang" teriak Raka menghampiri
Nyonya Maria tak bergeming, ia hanya menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong.
" Tuan!!, Apakah anda sehat?" Sapa Santi yang canggung
" Sudah ku katakan panggil aku papi atau ayah" sahut Tuan Saputra.
Tuan Saputra mengalihkan pandangannya ke arah Yana," oh!!, Cucuku bagaimana keadaan kamu sekarang?" Tanya Tuan Saputra yang Yang langsung meraih Yana dalam gendongan Raka.
" Baik kek!!" Jawab Yana seraya mengecup pipi kakeknya
" Kabar nenek bagaimana?" Sambung Yana bertanya.
" Ayo!!, Kakek ajak ketemu Nenek" sahut Tuan Saputra yang membawa Yana ke hadapan nyonya Maria.
Santi hanya berdiri karena gugup dan takut. Raka yang menyadari, dengan cepat merangkul pinggul Santi.
" Kamu tenang saja, kamu sudah mendapat restu dari ayahku. Jadi kamu tak perlu sungkan lagi " ucap Raka berbisik
Santi menoleh ke arah Raka lalu tersenyum," iya" jawabnya singkat
Raka yang melihat senyuman Santi, dengan cepat mendaratkan bibirnya. Santi yang kaget langsung memundurkan wajahnya.
__ADS_1
" Kamu gila?, Masih ada orang tuamu Raka" pekik Santi berbisik
Raka tersenyum," habisnya kamu gemesin, biar pun kamu sudah tua" ledek Raka seraya menyubit ujung hidung Santi.
Santi menepis tangan Raka dengan raut cemberut," is!!, Apaan sih, aku juga Tahu kalau aku ini sudah tuir" jawab Santi Kesal
" Jangan buat wajah seperti itu!!, Jangan sampai aku akan menggendongmu saat ini juga ke kamar!!" ucap Raka menggoda ketika ia gergetan dengan wajah Santi yang cemberut.
Santi melotot," dasar gila!!" Pekik Santi menjauh.
Raka yang sedang melihat tingkah Santi, hanya bisa tersenyum geli.
Tuan Saputra yang melihat Raka dan Santi hanya bisa menggelengkan kepalanya, sembari tersenyum. Dapat di lihat, Raut Wajah Tuan Saputra saat ini penuh dengan kebahagiaan.
" Nah itu nenek!!" Ucap Tuan Saputra yang sedang membawa Yana kepada istrinya
Yana turun dari gendongan Kakeknya, Lalu menatap Neneknya," Nenek sudah makan?" Tanya Yana seraya memegang pipi neneknya.
Nyonya Maria menutup matanya, ia dapat merasakan kehangatan di dalam telapak tangan Cucunya," inilah darah manusian?, terasa hangat" batin Nyonya Maria
Nyonya Maria membuka matanya perlahan, kemudain menatap Yana. Dengan seketika, Nyonya Maria meneteskan Air matanya.
" Kamu anaknya Raka?" Tanya Nyonya maria dengan tangan yang memegang pipi Yana.
Yana mengangguk sembari membatin," Ternyata Ayah lebih mirip dengan Nenek ." batin Yana
Nyonya Maria meraba-raba wajah Yana, " oh!!, Papi akhirnya aku punya penerusku" ucap Nyonya Maria kepada suaminya.
Raka yang mendengar langsung menghampiri ibunya," mi, aku tidak akan pernah setuju, jika Yana kau jadikan seorang artis maupun model. Aku tidak ingin, jika anak gadisku jadi tontonan para pria hidung belang" tolak Raka keberatan.
Nyonya Maria menatap Raka," maafin mami yang egois ini Ka. Jika kamu keberatan, Mami tidak akan memaksa. Namun ijinkan Anakmu menemani mami di sini" pinta Nyonya Maria
" Bagus jika Mami sadar, Aku akan menitipkan Yana di sini. Tapi ingat, jangan sekali-kali kau memperlakukan Yana seperti kau memperlakukan ku" ancam Raka.
Nyonya Maria mengangguk," yah!!, Mami janji padamu. Diman Santi?" Tanya Nyonya Maria.
Santi yang mendengar namanya di sebut, dengan cepat menghampiri Nyonya Maria," Iya Nyonya, saya di sini" ucap Santi saat berhadapan dengan Nyonya Maria
" Kemarilah!!" Pinta Nyonya Maria
Santi kemudian mendekat ke arah Nyonya Maria.
" Maafkan mami ya, jika telah membuat kalian terpisah" ucap Nyonya Maria yang tangannya memegang pipi Santi.
Santi mengangguk," yang penting kita sudah bersatu kembali Nyonya" ucap Santi.
" Jangan panggil Nyonya, panggil aku mami ya" pinta Nyonya Maria .
Santi tersenyum," baik mi" ucap Santi.
" Pi, Mi , aku dan Santi titip Yana ya!, Raka dan Santi mau ngedate dulu" Ucap Raka
__ADS_1
Santi yang mendengar langsung menatap ke arah Raka dengan pandangan nyalang, " bisa-bisanya pria ini ingin berkencan di saat suasananya lagi haru biru begini" Batin Santi
Nyonya Maria tersenyum," yah!!, Pergilah. Biarkan Yana bersamaku" jawab Nyonya Maria