Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Mengejar Raja


__ADS_3

I Love Paman Dokter


BAB 111


*********


Tap..Tap!


Langkah orang berlari, Andre yang berada di ruangan beranjak dari duduknya. Kemudian barlari menghampiri pintu Ruangan.


Klek!


Buggh!!


Saat pintu terbuka, Raka langsung memberikan tinjunya ke wajah Andre. Andre spontan meringis dan memegan pipinya.


Bugh!!


"Uhkk!" Suara meringis dari mulut Andre ketika Kevin mendang perut Andre dengan kuat.


Raka dan Kevin kemudian berhambur dalam pelukkan Andre, "sambutan macam apa ini?" Ucap Andre yang kemudian membalas pelukkan ke-2 sahabatnya.


"Sialan kau Ndre, kau tahu. Kematianmu membuat satu kecamatan Bojong Kenyot kebanjiran gara-gara Raka menangis." Ucap Kevin.


"Tidak perlu kau mengarang Kevin. Kamu terlalu berlebihan," sahut Raka.


"Oh benarkah ayah mertua? Kau sesedih itu, ketika kau kehilangan menantu idaman sepertiku?" Ucap Andre kepada Raka.


"Sialan! Kau belum resmi menjadi menantu'ku tua bangka," sahut Raka di sertai pukulan ke perut Andre.


Andre kemudian merangkul pundak Raka,"tua bangka begini. Aku sudah meluluh lantahkan hati anak'mu." Goda Andre sambil nyengir menatap Raka.


"Jangan menjelekkan Anak'ku." Ucap Raka.


"Siapa yang menjelek'kan? Kenyataannya bagaimana Ayah Mertua?"sahut Andre.


Mereka bertiga pun berjalan ke arah sofa di ruangan di mana Yana di rawat.


"Bagaimana keadaan Yana?" Tanya Raka.


"Dia hanya demam," jawab Andre.


"Bagaimana bisa kau hidup kembali? Apakah kau menggunakan jurus semacam edotense?" Tanya Kevin menatap ke arah Andre.


"Mmm... Sebenarnya, yang kalian makamkan itu adalah peti kosong," ucap Andre.


Plak!


Plak!


Andre mendapat tabokan dari ke-dua sahabat'nya secara beruntun


"Sialan, kau mengerjai kami? Pantas saja Marry tidak mengijinkan kami melihat mayatmu," ucap Raka.

__ADS_1


Andre mengosok-gosok kepalanya yang masih terasa Sakit. "Keparat! Kepala adalah aset Fitraku , jangan main di tabok. Dan lagian siapa yang mengerjai kalian, aku benar-benar mendonorkan jantungku kepada Yana. Dan jatung yang berada di dalam dadaku ini adalah jantung Yana," ucap Andre memberi penjelasan.


Raka dan Kevin pun terkejut ketika mendengar penuturan Andre. Mereka nampak penasaran dengan cerita Andre.


"Bagimana ceritanya, jantung Yana ada padamu?" Tanya Raka sudah kepo stadium 4.


"Begini," ucap Andre menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


...****************...


Flashback of Andre


Sebelum melakukan Tranplantasi Jantung, Andre menyempatkan menelan bunga kantil Emas pemberian Ibunda Ratu pada waktu itu. Andre pikir bunga itu tidak memeliki efek, namun Andre mengingat ucapan Ibunda Ratu. Bahwa bunga kantil emas itu suatu saat bisa berguna karna memiliki keberuntungan.


"Marry, jangan pernah memberitahu'kan apa yang terjadi saat ini, kepada Raka dan Kevin. Dan jangan pernah mereka membuka peti ini. Katakan pada mereka, Bahwa aku tidak ingin mereka bersedih dengan kepergianku." Ucap Andre pada waktu itu.


"Baik Tuan, tapi Tuan? Bagiamana dengan Anda?" Tanya Marry.


"Lakukan operasinya sekarang!" Titah Andre.


Walaupun ucapan Ibunda Ratu tahayul, namun bunga tersebut adalah harapan terakhir bagi Andre. Siapa Sangka, setelah jantungnya di pindahkan Ke tubuh Yana, Andre masih bisa bergerak.


"Marry, kamu urus masalah di sini. Aku ada urusan, jika aku kembali berarti aku masih hidup. Dan jika aku tidak kembali, anggap saja aku telah Mati," ucap Andre ketika ia sadar bahwa ia masih bisa hidup dengan menelan bunga yang di berikan oleh Ibunda.


Setelah mendapatkan Anggukkan dari marry, Andre menatap lekat wajah Gadis kecil yang ia cintai.


"Tunggu aku, aku tidak rela jika jantungmu di ambil oleh mereka. Jantung dan hatimu adalah milik'ku. Baik-baik di sini dan cepatlah sehat," ucap Andre mengecup lembut dahi Yana yang masih tidak sadarkan diri.


Andre pun melesat keluar melalui jendela. Lalu mengejar Raja, 'saat Aku menelan bunga, ada bisikan. Bahwa keberuntunganku hanya berlaku 1 hari. Maka aku harus memanfaatkan kesempatan ini. Sebelum aku mati tanpa Jantung,' batin Andre yang terus melesat.


"Kakak Andre! Apakah kau belum mati? Kau tahu. Tubuh Raja itu milik'ku," ucap Vina yang ikut terbang di samping tubuh Andre.


"Sepupu sialan kau Vina, jika kau tidak membuat Yana cemburu. Semua ini tidak akan terjadi!" Pekik Andre kepada Vina.


"Hahaha! Kau akan berhutang budi padaku Kakak!" Ucap Elvina yang mendahului Andre.


Andre mengejar Vina dengan kecepatan tinggi. Dari kejauhan Andre melihat Vina telah berada di atas pesawat milik kerajaan. Terlihat, Elvina menancap'kan sesuatu pada sayap pesawat. Membuat pesawat itu oleng.


"Sepupu laknat, selain sikopet. Dia juga sangar!" Guman Andre yang kemudian mendarat di atas pesawat.


Bruuk!


Vina menendang pintu pesawat yang masih berusaha untuk terbang. Vina dan Andre kemudian masuk ke dalam pesawat tersebut.


"Kak Andre. Aku yang harus masuk duluan, aku yang membuka pintu ini," ucap Vina.


"Aku yang lebih tua maka minggirlah," ucap Andre tidak ingin kalah.


"Whoa! Siapa yang datang?" Ucap Raja dengan rautnya yang terlihat bengis.


"Keparat! Dimana kau menaruh jantung Yana?" Teriak Andre.


"Paman Willson, jantung Yana ada di tubu---"

__ADS_1


Plak!


Abraham menampar pipi Zean. Membuat ia tidak dapat melanjutkan kata-katanya.


"Diam kau bocah bedebah! Kenapa kau selalu membuat masalah?" Pekik Abraham yang mencengkram lengan Zean dengan kuat.


Andre menatap ke arah Zean, "kau itu pesaing cintaku. Aku hargai semua yang telah kamu lakukan Zean, tunggu aku membereskan kakek keparatmu ini terlebih dulu," Sahut Andre kepada Zean.


"Hei Tua bangka yang tidak tahu diri. Lebih baik kamu menyerah dan berikan tubuhmu untuk aku jadikan bahan," ucap Vina menatap geram ke arah Raja.


"Sialan kau Vina, tubuh Raja milik'ku." Ucap Andre menatap Vina.


"Itu milik'ku Kak, jika---"


Daamm!!


Raja tiba-tiba melayangkan serangan'nya ke arah Vina. Dengan cepat, Vina langsung menghindar.


"Berisik! Dasar para benalu!" Teriak Raja.


"Kakek bau tanah ini, mengatakan benalu? Kau'lah yang benalu sebenarnya." Pekik Vina.


"Hiiaayyyaa!!" Vina mulai menyerang Raja.


Pesawat mengalami oleng ketika pertempuran terjadi.


"Pedang Naga datanglah!" Ucap Andre.


Jedar!!


Flash!


Suara mengelegar dan kilat yang menyambar-nyambar.


Andre berlari menghampiri Raja. Ambraham mengikat Zean di sebuah kursi yang berada di dalam pesawat. Melihat Ayah mertuanya di keroyok, Ambraham pun mengambil tindak'kan untuk Menyerang Vina.


"Cih! Kau seorang lelaki Abraham. Kau pantas untuk memaksi pembalut, jika kau menyerang seorang perempuan dari belakang!" Pekik Vina.


"Banyak bicara kamu J4l4ng!" Ucap Ambram.


Duaar!!


Terdengar serangan Abaraham ke arah Vina.


"Raja keparat, kau menyegel dan mengunci kekuatanku. Agar aku tidak bisa berbuat apa-apa demi keserakahanmu menguasai Blue Lake," ucap Andre yang kini telah berubah.


"Hahaha! Blue lake kota yang sangat miskin, aku hanya mengambil sisa kekayaan'nya saja." Ucap Raja di sertai tawa'nya.


"Bedebah kau! Dan sekarang kau ingin memisahkan aku dengan orang yang aku cintai. Aku tidak akan pernah memaafkan'mu" geram Andre menatap Raja dengan jijik.


"Menyebarlah!" Ucap Andre, membuat asap pada tubuhnya mengepul.


"Hahaha! Andrean. Asap kematian racunmu tidak akan pernah berfun---"

__ADS_1


Raja terdiam ketika tubuhnya melepuh, dengan panik melihat apa yang terjadi.


Andre menyeringai, "kenapa? Mana suaramu yang lantang Maha Raja?" Ucap Andre tersenyum licik ketika Andre melihat Raja yang ketakutan di sertai kepanikan di raut wajahnya.


__ADS_2