Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Di Mana Rubah Kecilku?


__ADS_3

I love You Paman Dokter


BAB 95


...****************...


Andre mendekat ke arah Vina dengan menyeringai. Ia kemudian mencengkram pipi Vina dengan kuat.


" Kau ingin aku memuaskanmu bukan?" Tanya Andre.


Vina mengangguk, Sembari tersenyum.


Andre lalu mengikat kedua pergelangan tangan Vina dengan ikat pinggangnya di sebuah besi di bed pasien.


" Nah!. Sekarang Nikmatilah dan tunggu sampai ayahmu datang!" Pekik Andre.


Vina menggoyang-goyangkan Tangannya. " Kau menipuku?. Kak!. Hei!" Teriak Vina mencoba meronta.


Andre dengan cepat melakangkah meninggalkan ruangan. Pikirannya sedari tadi gelisah. Gara-gara mantan pasien gila, semuanya jadi kacau.


" Kak Andre!. Kakak!" Teriak Vina.


Andre tidak menghiraukan, ia terus berjalan. Hingga ke pintu.


Braamm!!


Andre menutup pintu dengan kuat, " Marko!!. Maaarkoo!!" Teriak Andre.


" Ya Tuan!. Tuan, sepertinya tuan akhir-akhir ini suka sekali berteriak," ucap Marko ketika berjumpa dengan Andre.


" Jaga wanita sialan itu. Ingat!. Jangan sampai dia lepas. Tunggu sampai ayahnya datang mengambilnya." Titah Andre.


" Baik Tuan!" Jawab Marko.


Andre kemudian berlari ke arah mobilnya. Ia menyambungkan system perangkat Yana ke ponselnya.


" Radar, memberikan posisi Yana ada di danau bucin?. Dengan siapa dia di sana?" Guman Andre panik.


Andre menginjak pedal gas dengan Sekuat tenaga. Berharap ia cepat sampai di danau tersebut.


" Vina sialan, jika sampai terjadi sesuatu kepada Yana. Kau lihat saja apa yang akan terjadi." Geram Andre.


Pandangan fokus dan melaju, dengan hati yang risau. Ia bahkan sangat khawatir dengan gadis kecilnya.


Plis jangan berdemo, Andre akan jelaskan. Siapa Elvina Barbara. Dia adalah pasien dengan otak yang kurang waras. Pada Saat itu, Ayah Elvina menelfon Andre, pada saat Andre sedang mengurusi Raka yang sedang tertidur.


Elvina, mempunyai penyakit Self Harm extrem. Dimana sang penderita memiliki kepuasan menyakiti dirinya sendiri. Si penderita akan bahagia jika tubuhnya di sakiti.


Sebelum Elvina sembuh, dia bahkan beberapa kali mengiris nadinya. Dia adalah mahkluk yang paling bodoh. Karna apa?. Mana ada bangsa kami memiliki nadi?. Bahkan otak kami saja , kami tidak punya.


Di saat Andre sedang mengobatinya, dia bahkan meminta Andre untuk menyiksanya. Karna Andre sedang sibuk dengan urusan Raka, Andre meminta Elvina untuk sembuh dan Andre akan menikahinya. Itulah saran yang di berikan oleh ayahnya, Namun Andre tidak menyangka . Bahwa Elvina, masih mengingat janji itu . Bahkan Elvina sampai mencari Andre hingga ke Blue Lake .


Andre setuju dengan Saran itu, karna Andre tidak ingin membuang banyak waktunya dengan gadis sikopet seperti Elvina . Karna Andre juga harus mengurusi Raka pada saat itu.


******


Kini Andre telah tiba di danau yang di arahkan oleh Radar. Andre bergegas turun dari mobilnya, kemudian berlari ke arah Danau.

__ADS_1


" Yana!!" Panggil Andre sembari matanya liar mencari-cari si rubah kecil.


Andre menelusuri Danau sembari terus berteriak nama Yana , Namun andre terkejut ketika melihat ilalang dan belukar yang hangus. Dengan panik, Andre berlari ke arah belukar yang masih berasap.


Degh!!!


Andre melihat ada bekas pertarungan. Mata Andre menelusuri, " Rubah kecil!!. Kau dimana?. Tolong Jawab!" Teriak Andre.


Namun tidak ada jawaban yang Andre terima. Andre meraih ponselnya, lalu dengan cemas mencari nomor Raka.


📞 [ Halo!!. Ka, apakah Yana ada di situ?]


Tanya Andre ketika panggilannya tersambung.


📞 [ Dia tidak berada di sini. Bukankah, dia bersama denganmu?] Sahut Raka di seberang telfon.


📞[ Owhh Shiittt!!] Andre frutrasi.


📞[ Apa yang sebenarnya terjadi?] Tanya Raka.


📞 [ maaf Ka!. Aku tidak bisa menjaga Yana dengan baik.]


📞 [ Apa maksudmu?]


📞 [ Yana kabur dari kediamanku!]


📞 [ Apa?. Kau gila Ndre, Yana mana tahu keadaan di sini. Kau benar-benar!. Aku akan menelfon Ayahku, mungkin Saja dia ada disana]


📞 [ Maafkan aku Ka. Baiklah! Aku menunggu kabar darimu. ]


Andre memutuskan sambungan telfonnya. Andre terduduk lemas, memikirkan keadaan gadis kecilnya.


Andre kembali bangkit, dan mulai menelusuri. Saat berjalan beberapa meter, dada Andre tiba-tiba berdebar dengan kencang dan semakin panik, ketika ia melihat sebuah sendal yang ia kenal.


" Plis thor!. Jangan buat lelucon, ini bukan kisah cinderella. Jangan mempermainkan para tokohmu seperti ini. " Guman Andre berjalan ke arah sendal.


Mata Andre melebar, ketika ia melihat sendal Yana dan ada bekas darah yang masih segar yang tertinggal di rerumputan.


Andre gemeteran ketika menatap ke arah bekas darah. Dengan perasaan berkecambuk.


Andre pun terkulai lemas, ketika ia meraih Sendal Yana. Lalu menatap sendal Yana dengan lirih.


' aku tidak akan pernah memaafkan diriku, jika terjadi sesuatu pada Yana!' Batin Andre.


Kring..kring!!.


Andre mengeser tombol dengan Cepat.


📞 [ Bagaimana Ka?. apakah Yana ada di rumah orang tuamnu?] Tanya Andre dengan suara bergetar.


📞[ Tidak ada. Kau sudah coba menelusuri kawasan di situ?. Mungkin saja Yana belum Jauh.]


📞 [ Ka!. Raka!. Yana dalam bahaya!!" Teriak Andre dengan isak yang ia tahan.


📞 [ Apa maksudmu bedebah?. Kau jangan bercanda, kau tahukan. Jika sesuatu terjadi kepada Yana, aku tidak akan pernah memaafkanmu!" Pekik Raka di sambungan telfon .


( Sabar sayang!. Tanyakan dulu. Dan Bicarakan baik-baik. Mungkin saja Yana pergi ke tempat temannya.)

__ADS_1


Terdengar suara Santi yang sedang menenangkan Raka di sambungan telfon.


📞 [ Kau di mana?] Tanya Raka.


📞 [ Di Danau bucin]


📞 [ Tunggu aku. Aku akan menghubungi Kevin ] sahut Raka yang kemudian memutuskan panggilan telfonnya.


Andre mendekap sendal Yana, " ya ampun Rubah kecil, kau di mana?. Maafkan paman!" Guman Andre lirih.


Andre terduduk, namun otaknya terus berjalan. ' kenapa bisa, Lokasi Yana terhenti di sini?. Dan mengapa alarm di ponselku tidak berbunyi?. Apakah ada yang tahu tentang chip yang ku tanam?. Kemudian mengambilnya?' batin Andre beradu.


Mata Andre liar mencari, dengan panik dan penuh Harap. Berharap ia akan menemukan sesuatu. Saat Andre menelusuri, Andre mendapati Jaket lelaki.


Andre mengambil jaket tersebut, dan di ciumnya jaket itu," jaket ini ada bau Yana. Dan, apa ini?" Andre meraih sebuah benda berbentuk koin.


" Plat kerajaan?" Guman Andre.


Andre menggenggam Plat tersebut dengan kuat. Auranya keluar, membuat sekelilingnya membusuk karna korosi.


" Jika kalian ada di balik layar, dan berani menyentuh Gadisku . Akan aku pastikan. Malam ini juga, Kerajaan Blue Lake akan rata dengan tanah." Murka Andre emosi.


" Ndre!. Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Kevin yang tiba-tiba datang.


Andre berbalik badan, menatap ke arah Kevin yang sudah datang.


Bughh!!!!


Raka meninjukan kepalannya ke wajah Andre.


" Kau berjanji menjaga Yana, apa yang aku dapat ah?" Pekik Raka geram.


Andre tersungkur," maafkan aku Raka!. Kau boleh menghajarku jika kau mau. Tapi tolong, kita harus menyelamatkan Yana," ucap Andre.


" Ssstttt.... Ka!. Tahan emosimu, kita cari tahu, sebenarnya apa yang terjadi?" Kevin mencoba menenangkan Raka.


" Vin!. Anakku!. Anakku dalam bahaya, mana bisa aku tidak emosi. Dan yang membawa Yana dalam bahaya adalah Andre!" Ucap Raka dengan dada yang terlihat naik turun.


" Aku tahu!. Tapi, tolonglah. Jangan buat keadaan makin kacau, jika kita bertengkar. Sama saja membuang waktu!" Ucap Kevin.


Raka menghampiri Andre yang masih terduduk dengan penyesalan. Raka menarik kerah leher Andre," katakan bedebah, sebenarnya apa yang terjadi!" Teriak Raka.


" Ka, aku juga tidak ingin ini terjadi. Mantan pasienku datang, Yana cemburu dan menggunakan kekuatannya untuk kabur, aku telah memasang chip, namun lokasi terakhir berada di sini," ucap Andre menjelaskan.


Raka mendorong Kasar tubuh Andre." Ya ampun Nak!. Kamu di mana sayang!!" Guman Raka khawatir.


" Ndre, apakah kau ada petunjuk?" Tanya Kevin.


Andre menyerahkan Koin yang ia dapat. Raka meraih koin itu. Yang terdapat ukiran di atas koin tersebut.


" Plat kerajaan?. Apa maksudnya?" Tanya Raka.


Andre berdiri lalu menatap ke arah Raka," saat aku sampai ada bekas pertarungan, dan Darah. Dan ini," Ucap Andre sembari menyodorkan sendal Yana.


Mata Raka membulat dengan sempurna, " jadi?. Ini ada sangkut pautnya dengan kerajaan?" Tanya Raka.


" Mungkin Saja!" Sahut Andre.

__ADS_1


Srrekk..srekkk!!


Terdengar suara dari semak-semak.


__ADS_2