Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Acara Selesai


__ADS_3

...BAB 12 : Acara Selesai...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya seorang pria dari arah belakang punggung Yana


Yana menoleh ke arah suara, dengan pupil mata melebar, Yana terkejut ketika mendapati om berwajah kaku di belakang tubuh kakak senior. Dengan wajahnya sudah seperti baju kusut yang baru di angkat dari terik matahari.


Yana mengabaikan Andre yang menatapnya, Karna saat ini, ada pria menjengkelkan yang juga datang pada waktu yang bersamaan," aku tidak melakukan apa-apa, hanya saja tadi aku melihat ada sosok bayangan hitam berbulu yang melintas kesini" jawab Yana, mengarang. Dan sesekali Yana melirik ke arah Andre yang sedang menatapnya


" Aku tidak percaya, palingan kau hanya mengerjaiku seperti waktu kau memalakku" ucap pria yang berada di hadapan Yana


" Terserah, kamu mau percaya atau tidak. Kalau tidak salah, tadi sosok tersebut ku lihat ada di belakangmu. jadi aku pikir itu monyet maka dari itu aku berlari mengejarnya kesini " jawab Yana dengan matanya yang di tunjukan kepada Andre.


" Apa!!. Kau menyamakkan ku dengan se'ekor beruk?" Pekik Andre dengan wajah yang sudah di penuhi bara api


Hal tersebut tidak di dengar oleh pria yang berada di hadapan Yana.


Pria di hadapan Yana terlihat bergedik ketika mendengar karangan Yana," serius?. Jangan coba-coba mengerjaiku!!" ancam pria di hadapan Yana.


Marko terlihat berlari menghampiri Andre," Tuan GPS'nya sudah selesai ku bereskan" ucap Marko ketika bertatap dengan Andre


" Baik, ayo jalan!!" Andre membalik badannya, kemudian berlalu meninggalkan Yana dan pria tersebut.


Yana yang melihat Andre yang berlalu, hendak mengejar Andre. " Kemana om wajah kaku itu akan pergi?" Yana yang terlihat gelagapan dengan mata yang sibuk memperhatikan punggung Andre yang berlalu.


"He!!, Kamu sedang lihat apa sih?. Kok ga fokus gitu?" pria di hadapan Yana merasa heran dengan sikap Yana sedang clengak- clenguk di hadapannya.


" Apaan sih..jangan halangi aku, aku sedikit ada urusan" Yana menggeser kasar tubuh pria yang berada di hadapannya seraya berlari mengejar Andre


Ketika Yana berada di jalan, ternyata Andre sudah menaiki mobilnya dan berlalu." Sial!!. Untuk apa om-om itu datang ke tempat seperti ini?" Guman Yana berpikir


" Kang kentut! Hosh..hosh..jangan seenaknya ninggalin orang dong" pria tersebut menghampiri Yana dengan nafas tersengal.


Yana menatap pria yang sedang mencari oksigen di hadapannya," kenapa kau mengikuti?" Tanya Yana dengan mata yang sesekali melihat jalanan


" Sue.. kau tadi bilang melihat hal aneh, dan kemudian meninggalkanku sendirian. Apa kau sengaja?" Pria di hadapan Yana berucap, spertinya nafasnya sudah kembali normal


" Kenapa? Apa kau takut?" Tanya Yana


" He...aku seorang laki-laki, mana ada aku takut?" Jawab pria di hadapan Yana


" Ya..kali takut, kalau takut kau bisa pakai pembalut saja " cetus Yana seraya beranjak dari tempat ia berdiri


" Woi... Kau mau kemana lagi?" Tanya pria di belakang Yana

__ADS_1


Yana menoleh," apaan sih, udah kaya aku indukmu saja. Kau mau tetap di situ?. Ntar di culik sama Wewe gombel loh!!" Yana membalikkan badannya kemudian berjalan meninggalkan pemuda yang berada di belakangnya.


" Benar-benar nih cewek.. haa!!" pekik pria tersebut dengan kembali berlari mengejar Yana.


Setibanya di villa, semua orang telah berkumpul untuk pergi tidur. Ketika satu pria muncul dari belakang Yana, Semua yang berada di sana terkejut.


" Oh .... Dhika ngapain dengan anak baru berduan?"


" Apa mereka punya hubungan"


" Sepertinya ka Dhika sama gadis kentut itu berpacaran"


Terdengar beberapa orang berbisik-bisik ketika Yana tiba di villa.


Yana memutar bola matanya, ketika mendengar apa yang mereka katakan , " hadeh...siapa juga yang mau sama T*i" guman Yana, kemudian berjalan ke arah kamar yang sudah di siapkan oleh panitia.


Dan pada malam itu, Yana Baru tahu jika pria yang ia palak pada waktu itu, adalah pria yang punya pengaruh terhadap murid wanita di tempat ia bersekolah.


...****************...


"Woi!!. Bangun, waktunya lari pagi" teriak panitia di depan pintu kamar para peserta


Yana terkejut ketika pintu kamar mereka di gedor, di dalam kamar terdiri dari 10 orang peserta. Membuat para peserta gelagapan ketika mereka di bangunkan.


Para peserta kemudian beranjak dari tidurnya, dan berebutan menuju ke kamar mandi.


" Apa kamu mau antri?" Tanya Adel menatap Yana yang tidur di sampingnya


Yana menggelengkan kepalanya," aku cuci wajah pake tissu basah saja!" jawab Yana kemudian mengeluarkan tissu dari dalam ranselnya.


Adel mengikuti Yana, karna akan tidak keburu jika harus berebutan kamar mandi dengan peserta lainnya.


Setelah selesai, Yana dan Adel keluar dari kamar.


Sesampainya di depan villa, yana dan Adel mulai bergabung dengan peserta lainnya.


Setelah beberapa menit menunggu, mereka kemudian melakukan senam. Setelah melakukan senam, para peserta di minta untuk sarapan yang telah di sediakan oleh panitia.


" Yana semalam kamu kemana?" Tanya Adel di sela saat mereka sedang makan


Yana menoleh ke arah Adel," semalam aku ketemu pria tampan. Tapi pas ku kejar dia menghilang" jawab Yana sengaja membuat Adel penasaran


Adel menatap wajah Yana dengan terkejut," seriusan?" Tanya Adel dengan mata yang melotot


Yana mengangguk," tapi aku di ikuti terus sama T*i" jawab Yana

__ADS_1


" He... Siapa?. Semalam yang bersamamu hanya kak Dhika" Adel terlihat penasaran, siapa t*i yang di maksud oleh Yana


" Bukan aku yang mengatakan ya!!?" jawab Yana kembali menyantap sarapannya


" Siapa yang kau maksud dengan t*i?" Seseorang berdiri di belakang adel dan Yana


Adel dan Yana sontak menoleh ke arah suara. " Kak... Dhika?" Suara Adel terdengar terngap-ngap ketika mendapati Dhika sedang berada di belakang mereka


" Oh... Kamu tersingung?. Berasa ya?" Santi kembali menyantap sarapannya


" Kau di baikkin malah tambah kurang ajar!!" pekik Dhika


Dhika dengan cepat menarik lengan Yana, " ikut aku!!" Dengan tangan menggenggam pergelangan tangan Yana , kemudian menyeret Yana ke belakang villa .


Yana hanya pasrah ketika di seret oleh dhika. Saat di seret, Yana teringat dengan ucapan ibunya,( Yana!!. Cukup kau buat masalah dengan berkelahi, berapa kali kau harus pindah sekolah?. Karna sikapmu yang selalu keras kepala. Apa kamu tidak kasihan dengan bunda?.) Ucapan ibunya terngiang di benak Yana.


Sesampainya di belangkan villa, Dhika mendorong tubuh Yana ke tembok dengan keras.


" Apakah kau puas setelah mengerjaiku?" Dhika menatap tajam ke arah Yana


Yana menatap wajah Dhika yang jaraknya cukup dekat.


" Aku tidak berniat mengerjaimu, salahkan saja pada waktu. Kenapa waktu itu kamu bertemu denganku?" Yana yang mulai berdalih agar ia tidak di salahkan


" Apa susahnya sih, jika waktu itu kau meminta maaf Karna telah menabrakku?" Suara Dhika terdengar di tekan Karna emosi


" Haaaa" Yana membuang nafasnya


" ka Dhika, apakah kakak seroang pria yang sulit memaafkan orang lain?. Sepertinya hal tersebut selalu kakak besar-besarkan" Yana mencoba memberikan petuah kepada Dhika


Mendengar hal tersebut, Dhika terdiam..


" Kakak, aku minta maaf jika kakak merasa aku mengerjaimu. Nanti aku ambilkan uang yang kau berikan, agar aku tidak terus di teror oleh mu" ucap Yana yang mulai beranjak dari tempat ia berdiri


" He.. kang kentut!!. Aku belum selesai bicara" spontan Dhika menarik tangan Yana


Yana menoleh," apa lagi?. Aku sudah mengalah. Apa yang perlu kita bicarakan lagi?" ucap Yana


" Emm... Yah, aku minta maaf. Kalau begitu kau silahkan kembali" Dhika seketika canggung dan melepaskan genggamannya pada lengan Yana.


" Pasti akan aku kembalikan. Kau tenang saja!!" Yana melangkah meninggalkan Dhika seorang diri .


Sesampainya di villa, para siswa sudah bersiap-siap untuk kembali ke sekolah.


Setelah semua menaiki bus, bus kemudian melaju meninggalkan villa.

__ADS_1


Di dalam bus, Yana tampak tak seperti biasanya. Ia terlihat lebih banyak diam, ( Sepertinya, aku harus berhenti mencari masalah. Jika sesuatu terjadi padaku, kasihan bunda. Karna gara-gara aku yang bebal, bunda selalu terkena cibiran orang lain ) batin Yana yang mulai terlihat insaf.


Kini Yana telah tiba di sekolah. setelah berpamitan dengan Adel, Yana melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah .


__ADS_2