Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Foto Bersama Kambing


__ADS_3

...BAB 9 : Foto Bersama Kambing...


Yana menatap tajam ke arah 2 perempuan yang berada di hadapannya.


" Dasar gadis sialan, lihat saja nanti. Akan aku pastikan kau tidak akan betah sekolah disini" pekik wanita di hadapan Yana


Yana melipat kedua tangannya di dada," cih... kenapa?. Mau ngadu ke orang tua?. Sekalian saja minta ngepeng ke orang tua kalian. anak manja seperti kalian, sudah banyak ku temui di serial drama" Yana mencibir dengan ekspresi meledek


2 wanita tersebut menatap Yana dengan tatapan dendam," ayo bangun!, Kita pergi dulu dari sini" salah satu wanita yang sedang memapah temannya.


Mereka berdua kemudian meninggalkan toilet dan meninggalkan Yana yang sendiri di dalam toilet .


Melihat hal tersebut, Yana kembali ke westafel. Membilas wajahnya yang terasa lengket. " Sial, bisa-bisanya baru 2 hari di sini, aku sudah mendapat haters . gimana 3 tahun aku di sini? " guman Yana , dengan ia kasar membilas wajahnya.


Yana menatap kemejanya yang sudah kotor akibat terkena minimun Karna di siram.


Yana dengan wajah kesal , kini berjalan keluar dari toilet.


BRUUKK...( Yana menabrak seseorang)


"Woi punya mata ga?" Teriak seorang pria di depan pintu toilet wanita.


" adu...haduh.. dadaku sakit sekali" Yana yang tiba-tiba memegang dadanya seraya meringis.


Pria di hadapan Yana menyipitkan matanya." Apa kau sedang berpura-pura?" Dengan suara yang di tekan ,pria di hadapan Yana manatap menyelidik.


" apakah aku sedang terlihat berpura-pura?" Jawab Yana dengan raut wajah kesakitan. Dengan satu tangannya memegang dadanya.


" Ye elah, kesenggol dikit doang. reaksinya lebay bangat" cetus pria di hadapan Yana


Yana menatap pria tersebut dengan lekat," kau harus bertanggung jawab, jika tidak!!.aku akan katakan bahwa kau telah memegang dadaku" Yana menatap tajam ke arah pria di hadapannya ,seraya mengancam .


" Apa kau gila?. Kau terlihat baik-baik saja, apa yang harus aku pertanggung jawab?" Cetus pria tersebut menolak


" Sialan, apa kau tidak lihat dadaku kesakitan?. Sebagai ganti rugi, berikan aku uang balsem" ucap Yana seraya menadahkan telapak tangannya kepada pria di hadapannya.


" Idih, kamu yang menabrakku. Kenapa aku yang harus rugi?" Ucap pria di hadapan Yana menolak.


" Baiklah , kalau begitu" ucap Yana seraya menarik nafasnya dalam-dalam, "DASAR KAU PRIA MESUM!!. BERANI-BERANINYA KAU...-" aksi Yana terhenti ketika sebuah telapak tangan tiba-tiba menutup mulut Yana.


" He.. perempuan gila, apa yang kau katakan?. Berapa yang kau inginkan?" Tanya pria di hadapan Yana dengan tangannya yang masih menutup mulut Yana.


Yana menujuk-nujuk tangan pria tersebut, karna menutup mulutnya. Pria tersebut dengan cepat melepaskan tangannya.


" Haaaa..." Yana membuang nafas sejenak "Aku minta 500ribu" dengan tangan yang di angkat 5 jari ke arah wajah pria di hadapannya.


" Haaaa... Apa kau sedeng?. Oh.. kamu lagi bergurau?. Harga balsem seharga 500ribu?" Pria tersebut nampak shock, ketika wanita gila di hadapannya meminta jumlah yang tak masuk akal.


" Ok kalu kamu keberatan, AAD..-" Yana yang hendak berteriak seketika terhenti, " iya...iya... Jangan berteriak lagi. Ya ampun, ternyata kau lebih rakus dari tuyul" seru pria tersebut, sembari mengeluarkan dompetnya dari kantong celananya.

__ADS_1


" Ini!!. Puas?. Apes bangat aku hari ini" pria di hadapan Yana kemudian menyodorkan 500ribu kepada Yana, dengan raut wajah yang terlihat kemarau.


Yana tersenyum," makasih kakak senior" dengan enteng, Yana langsung berlalu setelah menerima uang yang di berikan oleh pria tersebut.


Pria tersebut melihat punggung Yana yang berlalu, " oh... Sial, anak baru yang kentut itu??. Benar saja aku di kerjain oleh anak tengil itu!!" Seketika membuat rahangya mengeras, Karna baru tersadar jika perempuan yang memalaknya, adalah gadis yang kentut di awal MOS hari pertama


Note : Yana mempunyai otak seperti ayahnya, tentang hal keuntungan. jadi dalam otak Yana, Yana tidak akan mau di rugikan dalam hal apapun.


Di taman sekolah.,


Yana berlari menghampiri Adel, " lama ya?. Maaf tadi ada sedikit urusan" ucap Yana ketika berhadapan dengan Adel


" Loh, kok kemejamu kotor yan?" Tanya Adel dengan tangan yang menujuk ke arah kemeja Yana.


" Oh ini, tadi ga sengaja nabrak kakak kelas. Jadi tumpah deh" jawab Yana asal


" Oh... Ya sudah, ayo kita ke lapangan. Besok sudah hari terakhir kita MOS" ajak Adelia


" Ayo!!. Aku penasaran dengan tugas yang di berikan" ucap Yana


Yana dan Adelia berjalan menuju ke arah lapangan. Dan mulai bergabung bersama perserta yang lain.


" Ok... Tidak terasa ya, besok sudah hari terakhir kita melakukan MOS. Untuk besok, cetak foto bersama kambing. Terserah dengan kambing siapa. Yang terpenting besok, cetak hasil foto kalian dan berikan hasil cetakan kepada panitia, Karna akan di tempel di Mading. Bagian belakang photo tulis nama dan nama pemberian panitia. Saya rasa hanya itu yang saya sampaikan, terima kasih" ucap kakak pembina dari atas podium


Para peserta mulai berlarian, dan beranjak dari lapangan.


" Del aku duluan ya, aku ada urusan" ucap Yana kepada Adel


Adel hanya mengangguk. Membiarkan Yana yang pergi berlalu.


Di depan gerbang sekolah, Yana mengganti sepatunya. Kemudian melajukan sepatu rodanya, meninggalkan kawasan sekolah.


Sebelum pulang ke rumah, Yana harus menyelesaikan tugas yang di berikan oleh panitia MOS. Setelah selesai, barulah Yana pulang menuju rumah.


Setelah di rumah, Yana akan melakukan aktifitasnya seperti biasa. Seperti makan,ngorok,main game dan kadang ia akan di suruh ibunya untuk mengantarkan paket ke bagian ekspedisi.


...******...


Mentari menyapa dengan senyum yang ceria,.


Hal yang sama, Yana harus di bangunkan terlebih dahulu oleh toa milik ibunya. Setelah itu, Yana sarapan, mandi, bersiap-siap dan kemudian bergegas pergi ke sekolah.


Di sekolah,.


Sudah terlihat beberapa peserta telah memasuki gerbang sekolah, tidak lupa mereka memakai perlengkapan MOS.


"Yana!!. Gimana?. Kambing siapa yang foto bersamamu?" Tanya Adel ketika berjumpa dengan yana di pintu gerbang sekolah


" ada dong!!." Ucap Yana

__ADS_1


" Lihat dong, penasaran nih!!" ucap Adel


" He.. ga boleh, kan mau di tempel di Mading" ucap Yana


" Ia pelit bangat" ucap Adel dengan wajah yang cemberut


" Biarin!!, We" ucap Yana seraya memelet lidahnya.


Meraka berdua berjalan beringingan menuju ke dalam sekolah. Saat mereka sedang berjalan, sebuah sepeda motor Kawasaki ninja menghalangi jalan mereka dan berhenti tepat di hadapan mereka.


Pria yang menaiki sepeda motor, membuka helmnya, ( seettt...rambutnya berkilau lembut bah iklan shampoo dengan gaya so coolnya)


Yana dan Adel menghentikan langkah mereka, ketika pria tersebut membuka helm, mata Adel sontak terbelalak ketika melihat pria di hadapannya " oh.. ka Dhika!!" Seru Adel tiba-tiba.


Pria di hadapan Yana menatap Yana dengan silet ,dengan tatapannya telah mengandung sengatan listrik.


" Woi,, kang kentut, sebentar pulang sekolah, aku ingin berbicara denganmu " pria di hadapan Yana menatap Yana dengan tatapan kesal.


" Cih.. emang perlu apa?. Mau ngajak kencan?. Lagian aku tidak kenal sama Kakak" dengan wajahnya yang judes ,Yana mengalihkan pandangannya asal.


" Dih,, gadis ini benar-benar dah , apakah baru sehari kau sudah lupa telah mengerjaiku ah?. Tunggu perhitunganku." pria tersebut, langsung memakai helmnya kembali


" seriusan?. Kamu ngerjai kak Dhika?. Ya ampun Yan, ku akui nyalimu" Adel yang melihat Yana dengan takjub seraya memuji keberanian Yana.


" Sudah ah, kita akan telat jika membuang-buang waktu" dengan tangan yang merangkul Adel, kini Mereka menuju ke arah lapangan


Setelah bergabung dengan peserta lain, terlihat ada panitia yang naik ke podium .


Tak lama, Semua peserta di minta mengumpulkan foto-foto mereka bersama kambing. Dan terlihat beberapa peserta mulai menuju ke depan dan menyerahkan foto mereka, termaksud dengan Yana yang menyodorkan fotonya yang ia selipkan di dalam sebuah Map.


Setelah beberapa menit, dari mikrofon terdengar suara panggilan " yang bernama ONCOM, silahkan kesini" panggilan tersebut di tujukan kepada Yana .


Yana yang mendengar namanya di panggil, kemudian beranjak menuju ke tempat yang di maksud.


Setibanya di tempat perkumpulan panitia,.


" Aku pikir, kau selama MOS hanya bermain-main" pekik salah satu panitia


Yana menatap ke arah panitia," yah kan MOS cuma formalitas kak. Jadi untuk apa di seriusin" dengan tatapan tak bersalah dan memasang wajah yang acuh..


" Ampun!!. Selama jadi panitia, baru kali ini di ribetin" keluh salah satu panitia


"Ini apa??. Kau tahu apa arti KAMBING?" Ucap kakak panitia dengan suara yang nyaring.


Yana terdiam, hanya melihat aktraksi panitia yang sedang meletup-meletup Karna memarahi Yana.


Kesal Karna Yana tak menjawab, kakak panitia pun kembali memerahi Yana.


" Coba jelaskan jangan diam saja!!. Masa kamu foto sama kambing benaran sih." Murka kakak panitia seraya melempar fotonya ke arah Yana dengan kasar,

__ADS_1



__ADS_2