Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Santi Pulang Kampung


__ADS_3

...I Love You Paman Dokter,. ...


...BAB 69 : Santi Pulang Kampung...


...****************...


Kediaman Saputra,.


Santi, Raka, Yana, Tuan Saputra dan Nyonya Maria tampak menikmati saparan mereka di meja makan.


" Raka!!, Apakah kalian hari ini jadi untuk pergi berkunjung ke tempat orang tuanya Santi?" Tanya Tuan Saputra membuka pembicaraan.


Raka menghentikan sendoknya, Lalu menatap ke arah ayahnya, " Iya pi, Selesai saparan kita mau siap-siap. Karna Besok, Aku dan Santi Mau pergi menyiapkan Masalah pernikahan , dan Besok sepertinya mau Mendaftarkan Yana ke sekolah barunya," Jawab Raka.


" Yana biar tinggal di sini saja jika kalian sudah menikah," Ucap Nyonya Maria


Raka menoleh ke arah Yana," bagaimana?, Apakah kamu mau tinggal sama kakek dan nenek?" Tanya Raka kepada Yana.


" tidak apa-apa yah!, Jika aku rindu, Aku akan berkunjung ke apartemen Ayah dan Bunda, kasihan kakek dan nenek tidak ada yang menjaga mereka," jawab Yana.


" Ya sudah kalau kamu mau begitu, Tapi ingat!!, Jangan bandel. Nanti besok, paman Andre yang akan mendaftarkanmu ke sekolah barumu," ucap Raka.


" Yah!!, Bisakah aku tidak perlu untuk sekolah?" Pinta Yana.


" No!!, Kamu harus sekolah," bantah Raka dengan cepat.


Yana hanya bisa mendengus kesal dan kembali melanjutkan sarapannya.


Setelah selesai sarapan, Raka dan Santi mulai bersiap-siap. Karna hari ini, Mereka akan berkunjung ke orang tua Santi.


Setelah bersiap-siap. Kini Santi,Raka dan Yana, Berpamitan kepada ke-2 orang tua Raka. Setelah berpamitan, Mereka kemudian menaiki mobil.


Kini Raka telah berlalu meninggalkan kediaman Saputra untuk menuju ke arah portal penghubung 2 dimensi.


" Sayang!!, Kamu dari tadi terlihat melamun. Ada apa?"


Tanya Raka, ketika melihat Santi tampak diam dan hanya menatap ke luar jendela dengan pandangan kosong .


Sebentara Yana, Hanya mengangumi pemandang di balik Jendela di kursi belakang.


Santi menoleh, ketika tangannya di genggam oleh Raka.


" Tidak apa-apa, aku hanya takut jika bertemu ke-2 orang tuaku," ungkap Santi dengan perasaannya saat ini yang ia rasakan.


" Ada aku, Semua akan baik-baik Saja," ucap Raka mencoba menenangkan.


Santi tersenyum lalu mengangguk," iya!!" Ucap Santi.


Raka meraih tangan Santi, lalu mengecup punggung tangan Santi untuk memberi kekuatan, seraya Raka tetap menyetir.


Tak lama, Raka telah menembus portal penghunung, Dan mereka telah tiba di sebuah Jalan yang Menuju ke arah Rumah Santi,


Santi terkejut, tak kala ia melihat keadaan kampungnya yang telah berubah, " apakah ini kampung halamanku?" Guman Santi bertanya.


" Yah!!, Sudah 16 tahun bukan?, Sepertinya semuanya tampak berubah," Sahut Raka.


Santi terdiam, Ketika laju mobil Raka semakin dekat menuju ke arah Rumahnya. Perasaannya tak karuan, Namun Ada Rindu yang terselip di hatinya ketika mengingat Ayah dan Ibunya.


" Kita sudah sampai," ucap Raka tiba-Tiba.


Santi terenyak, Lalu menatap ke Arah Rumah yang sudah lama ia tinggalkan. Tanpa perintah, Air mata Santi pun menetes dengan sendirinya.

__ADS_1


" Bunda!!, Apakah ini Rumah bunda?" Tanya Yana tiba-tiba.


Santi mengangguk sembari menatap ke arah Yana," iya sayang!!, Ini rumah bunda," jawab Santi dengan kerlingan Air mata, bersama dengan sesak pada dadanya.


" Ayo kita turun," ajak Raka.


Raka dan Yana telah turun Dari mobil, Hanya Santi yang masih duduk diam mematung.


Santi merasa Antara takut dan malu, tiba-tiba Raka membukakan pintu mobil di tempat Santi duduk.


" Tidak perlua khawatir, Ada aku dan Yana. Abangmu tidak akan menyakitimu," ucap Raka yang meraih tangan Santi yang kini sudah terasa nampak berkeringat.


Santi mencoba menguatkan Hatinya, Lalu ia pun turun dari mobil. Kemudian berjalan menuju ke arah gerbang rumahnya.


Dari kejauhan, Ia melihat ada seorang Anak lelaki berusia sekitar 10 tahun sedang bermain bola sendirian, Di halaman Rumah.


" Permisi!!" Teriak Yana


Santi terkejut ketika mendengar Yana berteriak," Yana!!, Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Santi


" Ya!!, mau memberi Salam' lah bunda. Masa mau ngamen," Sahut Yana.


Anak lelaki itu sontak menoleh ke arah gerbang dan langsung berlari.


" Cari siapa?" Tanya anak lelaki itu ketika ia berdiri di hadapan Santi, Raka, dan Yana .


" Apa betul ini Rumah Bapak Wijaya?" Tanya Santi.


" Benar tante, Tapi kakek sudah lama meninggal," ucap Anak lelaki itu.


DEGH!!


" Santi!!" Panggi Raka yang dengan cepat menahan tubuh Santi yang mulai oleng.


" Tante kenapa om?" Tanya Anak laki-laki itu.


" Tante hanya kaget," jawab Raka.


Yana yang melihat bundanya seperti itu, menatap ke arah anak lelaki yang berada di hadapannya.


" Woi bocah!!, Apakah kau tidak mempersilahkan kami masuk?" Ucap Yana.


Anak lelaki itu pun terkejut, " oh iya maaf!, Aku panggil Ayah dulu ya," ucapnya Seraya berlari masuk ke dalam rumah.


Beberapa saat kemudian, Seorang pria keluar dari arah pintu rumah. Lalu berjalan ke arah Santi dan Raka.


Saat melihat lihat Siapa yang ada di balik Gerbang, Abang Santi pun terkejut," Santi!!" Panggilnya berguman.


Santi mengangakat wajahnya, Lalu menatap Kakakyna yang sedang berdiri di balik gerbang dengan mata yang sudah bertumpuk dengan Bening-bening air mata.


" Abang!!, Abang!!, Bisakah aku bertemu dengan mama?" Ucap Santi yang langsung menghampari gerbang.


" Cih!!, anak tidak tahu diri. Untuk apa kau ingin menemui mama?" Tanya Dimas kakaknya Santi.


Santi terkejut mendengar ucapan Kakaknya," apakah abang masih dendam dengan Santi?, dan masih marah padaku?" Tanya Santi.


" Abang?, Jangan menyebutku abang lagi. Aku tidak punya Adik pembuat aib sepertimu," cemoh Dimas.


Raka dan Yana yang mendengar hal tersebut, Hanya bisa menahan emosi. Karna mereka kemari hanya ingin meminta restu dan tidak ingin membuat masalah.


" Kau!!, Kami datang dengan niat baik, apakah ini cara kamu memperlakukan Adik yang satu rahim denganmu?" Pekik Raka.

__ADS_1


Dimas menoleh ke arah Raka dengan pandangan menyelidiki lalu menatap Raka dari kepala hingga ke kaki.


" Siapa kamu?, Owh Santi!!, hebat juga ya kamu, Karna Sudah bisa menju4l dirimu kepada pria Bule," cibir Dimas menapat Santi dengan pandangan merendahkan.


Yana seketika Berubah wujudnya, Ketika mendengar cemohan dari Mulut pamannya.


Dengan cepat, Yana menendang gerbang yang ada di hadapannya, " aku pikir kalian bermartabat dan beradab dalam berucap. Nyatanya aku salah," ucap Yana Emosi.


Raka yang melihat wujud Yana pun sontak terkejut. Karna baru pertama Raka melihat Wujud Yana yang berambut putih. Karna sebelumnya, Raka hanya melihat wujud Yana yang bersayap, ketika Yana mengobati Kevin.


" Santi Anak kita?" Tanya Raka


Santi mengangguk," yah!!, Seperti itulah Yana jika ia sedang emosi," Jawab Santi .


Dimas yang melihat Wujud Yana pun terkejut dan hendak berlari, Namun Yana dengan cepat mencengkram Leher Pamannya.


" Papa!!" Teriak Anak lelaki ketakutan.


" Mama.. mama.. ada setan!!" Teriak Anak lelaki itu seraya berlari masuk ke dalam Rumah.


"Uhuk...uhuk... Siapa.. kalian..sebenarnya?" Tanya Dimas Terbata.


" Aku yang akan merobek mulut sampahmu!!" Ucap Yana.


Raka dengan Cepat menghampiri Yana, Lalu memdekap tubuh Yana dari Arah belakang . dengan Cepat Raka mengusap wajah Yana dengan lembut. Hal tersebut, Membuat Yana seketika pingsan dalam Gendongan Raka.


" Maafkan Ayah Nak," Ucap Raka seraya menatap ke arah Dimas dengan tatapan Tajam.


" Apa yang terjadi?"


Seorang Wanita Tua keluar dari dalam Rumah dengan di tuntun seorang wanita muda.


Santi yang melihat wanita tua yang berjalan dari Arah pintu Rumah , dengan cepat langsung berlari menghampiri wanita tua itu.


Di peluknya dan Di cium dengan berluang kali, Meresapi aroma kulit Wajah yang telah merenta yang selama ini Santi rindukan.


" mama!!, Santi pulang ma!!, Mama, apakah mama Selama ini baik-baik saja?" Tanya Santi.


Wanita itu meraba-raba wajah Santi dengan Raut wajah yang terlihat sendu.


" Santi?, Santi?" Panggil wanita itu seraya memeluk tubuh Santi dengan kuat.


" Kau dari mana Nak?, Maafin mama. Apakah kau sehat di luar sana?, Apakah kau makan dengan baik?, dan apakah kau hidup dengan baik?" Tanya wanita itu yang tak lain Adalah Ibunya Santi.


Santi mengangguk di sertai tangis," Santi baik mama!!, Santi Rindu sama mama. Santi minta maaf karna baru bisa mengunjungi mama, Santi takut Jika pulang ke rumah mama!!" Ucap Santi bersama isaknya.


Dimas yang melihat hanya terdiam dengan pandangan jengkel ketika melihat Adiknya.


Dimas berdiri dari tempat ia tersungkur akibat Yana menyekiknya, Lalu berjalan Ke arah Santi.


" jangan sentuh Mama!!, Dasar anak sial," ucap Dimas seraya menarik Santi dengan Kasar.


"aaahhkk!!" teriak Santi kekita Tangannya di Tarik dengan kuat.


" Dimas!!, Itu adikmu!!" Teriak ibu Santi.


" Adik ma?, Dimas tidak punya adik seperti dia. Saat papa meninggal dia kemana?. Cih!!, anak Sampah, " Pekik Dimas terus mencemoh.


Raka yang mendengar, Langsung menghampiri Dimas dengan Yana yang masih berada di dalam gendongannya.


" Kamu ini Aneh, Bukankah kalian yang mengusir Santi?, Lalu mengharapkan dia pergi dari sini?, Lantas kenapa kamu menyalahkan Santi, ketika Santi tidak tahu bahwa ayahnya meninggal?" Pekik Raka kepada Dimas .

__ADS_1


__ADS_2