
...I Love You Paman dokter...
...BAB 68 : Raka menyelinap ...
...****************...
Kediaman Saputra ,.
Setelah ke pergian Santi dan Yana, Raka menghampiri Andre yang terlihat sedang sibuk menyiapkan beberapa obat.
" Dokter Tua, Apakah waktu Malaikat kecilku menyelamatku, Yana juga muntah darah?" Tanya Raka kepada Andre.
Andre menoleh ke arah Raka," malah lebih parah. Sepertinya Kevin tidak separah dirimu, Karna Yana hanya mengeluarkan darah dari hidungnnya," Andre memberi penjelasan.
" Parahnya seperti apa?, Apakah setiap kali anakku mengobati orang lain, ia akan selalu begitu?" Tanya Raka yang nampak khawatir dengan putrinya.
" Kalau menurutku, itu hal yang wajar saja. Karna Yana menyalurkan energinya. Namun pada saat Yana mengobatimu, memakan Waktu yang sangat lama, sehingga Yana sampai muntah darah,"
Andre menjelaskan, seraya ia dengan sibuk menyuntikan berbagai obat ke pergelangan Kevin.
" Mmm... Apakah tidak ada efek sampingnya, jika Yana terus menerus seperti itu?" Tanya Raka
" Ya, efek sampingnya, Yana akan kelelahan dan hanya butuh istrahat," jawab Andre.
"Mmm!, Bedebah!!. Aku tidak tahu keberadaan Tania, Sovia, bimoli atau semacamnya," Teriak Kevin Tiba-tiba.
Andre dan Raka yang mendengar teriakkan Kevin, dengan secara spontan, membuat Raka Dan Andre meloncat karna terkejut.
"Sialan, woi!!, Kalah judi kau harus lari telanjang di lapangan," Ucap Raka menepuk- nepuk Pipi Kevin.
" Mana ada begitu Ka!!, Kalah Judi, Tititnya di potong hingga habis tak tersisa," Sambung Andre.
Mendengar Candaan dari sahabatnya, Kevin dengan cepat membuka matanya.
"Owh!!, Syukurlah aku masih hidup. Aku pikir aku sudah di bakar di neraka," Guman Kevin lega ketika melihat Andre dan Raka.
Andre dan Raka menghampiri Kevin, kemudian merangkul Kevin dengan syukur.
" untung otakmu tidak hangus akibat terkena setrum," guman Raka di telinga Kevin Saat memeluk Kevin.
" Terima kasih Ka, Ndre. Kalian telah menyelamatkan jiwaku," ucap Kevin.
" Kita ini saudara, Tidak perlu berterima kasih. Dan lagi, yang menyelamatmu adalah Yana," Sahut Andre.
"Oh!!, Keponakan manisku di mana dia?" Tanya Kevin dengan mata yang liar mencari keberanaan Yana.
" Yana dan Santi sudah tidur," Jawab Raka.
" Eh.. ngomong-ngomong, kapan Kau dan Santi akan melangsungkan pernikahan?" Tanya Kevin.
Raka yang mendengar pertanyaan Kevin pun menghela nafas berat," inginnya segera. Namun, kalian tahu sendiri kondisi perusahanku. Dan aku juga pasti malu jika harus mangadahkan tanganku kepada Ayahku," Ucap Raka dengan suara berat.
" Ye..elah!!, Segala itu kamu bebanin, Ada sahabatmu yang akan selalu siap membantu. Terserah kamu, mau ganti atau tidak , yang terpenting halalin dulu kakak ipar. Bagaimana Ndre menurutmu?" ucap Kevin seraya menoleh ke arah Andre.
__ADS_1
" Yah, benar kata Kevin. Aku malah Kasihan dengan Santi, Karna dia telah menunggumu hingga 16 Tahun," Sahut Andre.
" Yah!!, Aku hanya tidak ingin merepotkan kalian," ucap Raka .
" Tentukan saja Tanggal pernikahannya, Masalah biaya tidak perlu kau pikirkan," ucap Andre.
Raka menatap ke arah keduan Sahabatnya dengan mata yang berkaca-kaca," Terima kasih!!, Aku sangat bersyukur memiliki sahabat seperti kalian," Ucap Raka yang langsung memeluk ke dua sahabatnya yang berada di hadapannya.
Andre dan Kevin mengusap punggung Raka," selagi kami bisa, Kami akan terus berada di sisimu," Ucap Andre.
Setalah berdiskusi panjang lebar, Akhirnya Kevin dan Andre pun berpamitan. Karna Kevin, nampaknya sudah terlihat Sehat. Dan Andre juga masih ada urusan yang harus ia selesaikan.
Raka mengantarkan ke-2 sahabatnya ke depan rumah , dan kini, Andre dan Kevin telah berada di dalam mobil yang hendak melaju.
" Uangnya nanti ku transfer!!" Teriak Andre berlalu.
Raka menjawab dengan mengangkat jari jempolnya, Seraya tersenyum.
Setelah melihat Mobil Andre menghilang, Raka kemudian masuk ke dalam Rumah.
Raka kemudian berjalan ke arah kamar Santi, di bukanya knop pintu dengan pelan dan hati-hati . Lalu masuk ke dalam kamar Santi yang nampak begitu gelap dengan kondisi cahaya yang remang-remang, karna Lampu di dalm kamar Santi telah di padamkan.
" Apa yang aku lihat jika gelap begini?" Guman Raka berjalan dengan pelan.
Raka mencoba meraba- raba, Namun ia malah memegang kaki Santi. Santi yang kaget kakinya di pegang, Dengan spontan langsung menendang dengan asal.
ppaaakkk!!! ( Bunyi tendangan )
"Siapa?" Tanya Santi dengan Suara menekan .
" Ini aku!!" Ucap Raka dengan pelan.
"Toolloon..-" teriakan Santi terhenti, Ketika Raka menindih tubuhnya, Seraya membekap mulut Santi dengan telapak tangannya.
"Ssssttt!!, Ini aku, Teriakanmu bisa membangunkan mami dan papi" ucap Raka berbisik.
" Mmm...hhmm..eeemm" ucap Santi memukul-mukul tangan Raka.
Raka melepaskan tangan yang sengan membekap mulut Santi.
"Haaa!!" Santi mengambil nafas.
" Apa yang kamu lakukan Raka?, Kenapa mengendap-ngedap seperti maling?" Tanya Santi dengan suara berbisik.
" Aku merindukanmu," ucap Raka seraya mengecup bibir Santi, yang berada di bawah tubuhnya.
Santi membalas kecupan Raka, Hingga Akhirnya Raka melepaskan bibirnya dari bibir Santi.
Kemudian Raka pun beranjak dari badan Santi lalu berbaring di sisi tubuh Santi.
" Santi!!" Panggil Raka
" Iya,"
__ADS_1
jawab Santi yang tengah memeluk badan Raka dan lengan Raka yang di jadikan penopang kepalanya.
" Apakah kau pernah menjenguk orang tuamu?, Setelah kau di usir?" tanya Raka membuka pembicaraan.
Santi menggeleng," tidak pernah. Namun kadang-kadang aku merindukan mereka , sering aku selalu mengirimkan uang ke rekening ibuku secara diam-diam," ucap Santi
Raka membalikkan badannya, lalu menghadap ke arah Santi," Maaf ya!!, Gara-gara aku, kamu Malah di usir oleh orang tuamu sendiri," ucap Raka seraya mengelus Rambut Santi dengan lembut.
Seketika, dada Santi terasa sakit. Ketika ia kembali mengingat kejadian waktu dia di usir dari rumah dalam keadaan sedang mengandung Yana.
" Tidak apa-apa Raka , ini bukan Salahmu," ucap Santi dengan suara yang terdengar bergetar.
Raka mendekap tubuh Santi, dan mengecup kepala Santi dengan menekan, merasakan apa yang saat ini Sedang Santi Rasakan," Lusa kita rumah orang tuamu, Aku ingin meminta Restu kepada mereka . Karna sebentar lagi kita akan menikah," Ucap Raka
Santi yang mendengar ucapan Raka pun sontak terkejut, lalu mendorong tubuh Raka yang sedang memeluknya, " Apakah kau sudah siap?" Tanya Santi memastikan.
" Yah!, Tadi aku sudah berbicara dengan Andre dan juga Kevin. Mereka mendesakku agar aku harus segera menikahimu, Dari itu aku setuju. Biar pun Rumah di bukit belum selesai, kita masih bisa tinggal di apartamenku," ucap Raka.
Santi tersenyum, " baiklah, jika keputusan sudah kau ambil. Aku akan tetap mendukungku," ucap Santi
" Itu yang membuat aku selalu jatuh cinta padamu," Ucap Raka seraya meraih bibir Santi lalu mengecup bibir Santi dengan perlahan.
Santi menyambut bibir Raka yang terasa lembut, sembari memejamkan matanya. Menikmati setiap sentuhan bibir Raka pada bibirnya.
Setelah beberapa Saat, Tower Raka mulai beraksi. Santi yang merasakan sesuatu yang keras, dengan cepat melepaskan Ciumannya.
" Hmmm.. kak!," Panggil Santi yang mencoba mendorong tubuh Raka.
" Santi!!, Kau harus tanggung jawab. Si Joni sudah terkoneksi ," Ucap Raka dengan Suara terdengar serak.
Joni \= cari saja dengan kata kunci " serang dia Joni" kalian Akan paham ðŸ¤ðŸ¤
" Yah!!, Seperti inilah . Jika wanita dan laki-laki satu ruangan, yang satunya lagi pasti setan!!" Ucap Santi yang terus mencoba mendorong tubuh Raka.
" Santi!!, kau tahu?, Sejak kejadian malam itu, Aku mulai tidak bisa mengontrol diriku di setiap kali aku melihatmu," Ungkap Raka.
Santi mengecup dahi Raka," kita akan menikah!!, Maka bersabarlah sebentar lagi," ucap Santi mencoba menetralkan situasi.
" Kita akan segera menikah kan?, Maka ayo!!, secepatnya kita buat adik untuk Yana," ucap Raka memohon.
Santi yang mendengar ucapan Raka pun, memaksakan dirinya untuk turun dari Atas Ranjang, " jujur ka, aku tidak ingin munafik. Aku juga ingin di sentuh oleh mu. Namun, aku juga tidak ingin jika kita melakukan hal tersebut tanpa adanya ikatan," Ucap Santi.
Raka tersadar, bahwa ia terlalu egois karna di butakan oleh hasratnya. Mengingat kejadian masa silam, jika malam itu ia tidak menyentuh Santi, mungkin Santi tidak akan pernah hamil di luar Nikah. Dan mendapatkan gunjingan dari orang-orang.
Raka mulai menghampiri Santi lalu memeluk tubuh Santi dengan erat," Maafkan aku, Aku janji. Tidak akan menyentuhmu selama kamu belum halal untukku," ucap Raka kemudian mengecup Dahi Santi dengan Lembut.
Santi membalas pelukkan Raka," terima kasih juga, Karna kau mau mengerti . Jadi sekarang, kembalilah ke kamarmu," ucap Santi
" Baik, kamu segera istirahat yah!!, Aku segera kembali ke kamarku," Ucap Raka yang memegang pipi Santi.
Santi mengangguk, Lalu membiarkan Raka berlalu meninggalkan kamarnya.
Setelah Raka keluar dari Kamarnya, Santi memutuskan untuk tidur Kembali.
__ADS_1