Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Versi Bu'ibu


__ADS_3

...BAB 15 : Versi Bu'ibu...


Adel terlihat tidak fokus saat pelajaran berlangsung. Ia sesekali menatap Yana dari balik jendela, Barharap Yana akan kuat dan baik-baik saja.


Saat Adel kembali menatap jendela, membuat ia terkejut," Yana!!" Sontak ia langsung berdiri dari duduknya


" Adelia!!. Kenapa kamu berdiri?" Tanya guru saat melihat Adel berdiri dengan tiba-tiba


" Anu pak, saya pengen ke toilet. Sepertinya perut saya sedang bermasalah" dengan gaya seperti orang lagi kebelet, agar guru dapat percaya.


" Sana!!, Jika ingin ke toilet" ucap guru


" Terima kasih pak" jawab Adel seraya berlari keluar dari kelas yang sedang berlangsung.


Sesampainya di lapangan, Adel melihat ternyata sudah ada Dhika yang menghampiri yana. Namun Adel juga khawatir dengan keadaan temannya tersebut.


Adel berlari menghampiri Yana dan Dhika, Dhika terlihat mencoba mengangkat tubuh Yana.


" Ka Dhika, Yana mau di bawa kemana?" Tanya Adel


" Ke UKS, bujuk!!. Ini cewek makannya apaan?. Berat bangat nih bocah!!. Padahal kerempeng begini" gerutu Dhika yang mencoba mengangkat tubuh Yana yang tengah tidak sadarkan diri


Adel menatap kasihan dengan Dhika yang terlihat kerepotan," saya bantu kak" Adel kemudian mengangkat tubuh Yana bersama Dhika.


Kini Yana telah di bawa ke ruang UKS, Dhika membaringkan Yana di atas bed yang sudah tersedia.


Adel dengan cepat mencari minyak kayu putih, lalu menggosok di pelipis Yana.


"Tolong jaga Yana, aku akan melapor ke ibu Tini." Pinta Dhika


Adel mengangguk....


Dhika berlari ke luar ruangan dengan tergesa-gesa.


" Yana!!. Sepertinya ka Dhika suka sama kamu deh" dengan jari-jarinya yang lembut , Adel memejit pelan dahi Yana. Berharap Yana cepat sadar


"Mana anak yang membuat hidung anak saya patah ah??." Suara teriak-teriak dari ruangan UKS


Adel seketika beranjak dari duduknya ketika mendengar suara marah-maraj , kemudian berjalan ke arah pintu UKS. Sebelum sampai ke pintu, tiba-tiba pintu terbuka.


Seorang ibu-ibu langsung menyerbu ke dalam ruang UKS, Adel yang melihat ibu-ibu tersebut yang mau lewat, seketika beralih ke arah pintu .

__ADS_1


" He... Anak sialan, bangun kamu!!!. Jangan pura-pura ya kamu, kamu bisa mematahkan hidung seseorang Beberapa menit yang lalu. Sekarang kamu malah pura-pura tidur?" ibu-ibu tersebut menggoyang-goyangkan badan Yana dengan kasar.


Adel yang melihat apa yang di lakukan ibu-ibu itu kepada Yana langsung mengahampiri., " Dia pingsan ketika di beri hukuman bu. Jika anak ibu tidak menumpahkan kuah, teman saya juga tidak akan memukul anak ibu. Lihat!!. Bahunya melepuh" Adel menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan dengan cepat Adel membuka kancing Yana, kemudian memperlihatkan bekas tersiram kuah.


" Halah... Itu akalan-akalan kalian, supaya aku tidak memarahi kalian kan?. Mana ada anak saya menyalakai orang lain" dengan tangan yang di kibas kan di depan wajah Adel. Karna tak ingin anaknya di salahkan.


" Aku yang melihatnya sendiri, setelah menumpahkan kuah ke badan teman saya, anak ibu dengan gembira , malah tertawa" teriak Adel karena bingung harus menjelaskannya bagaimana.


" He.. ga sopan ya!!. Teriak-teriak di depan orang tua. Pokoknya saya tidak mau tahu, ini anak bakal saya kasusin sebagai tindak penganiyaan" dengan jari telunjuk yang menunjuk-nujuk tubuh Yana yang sedang tertidur.


" Ibu mau kasusin siapa?. Jangan kira dia tidak punya ibu" Santi berjalan ke dalam ruangan .


Ibu-ibu tersebut kaget ketika melihat seorang wanita masuk ke dalam ruangan.


" Jangan berani ngancam anak kecil, jika ibu mau ayo keluar dan kita bicarakan baik-baik. Ini masalah anak-anak" ucap Santi


Santi barjalan ke arah Yana, ia melihat tanda melepuh di bahu anaknya. Seketika membuat Santi mengeluarkan asap di telinga dan hidungnya.


Santi menatap ibu-ibu yang tak jauh dari hadapannya. " Ikut saya keluar, aku tak ingin membuat masalah di sekolah" Santi menghampiri ibu-ibu dengan mencengkram lengan ibu-ibu tersebut dan menyeretnya keluar.


sesampainya di luar gerbang , Santi melepaskan genggamannya.


" Apa yang ingin kau lakukan?" Dengan wajah pucat ibu-ibu tersebut berjalan mundur menghindari tatapan Santi.


" Kau!!. Kau mengancam ku?" Seraya terus berjalan mundur


" Kalau ia kenapa?. Mana suara nyaringmu kaya musik odong-odong ?. Coba aku mau dengar" pekik Santi mendorong- dorong bahu depan ibu-ibu tersebut


" Bunda!!" Teriak Yana, lalu berlari ke arah ibunya


Santi menoleh, dengan cepat Yana memeluk tubuh ibunya," maafin Yana bunda, maaf!!. Karna nakal lagi, jangan marah" ucap Yana takut jika ibunya mengamuk


Santi mendekap anaknya, " enggak, bunda ga marah" jawab Santi


Santi menatap ibu-ibu yang berada di hadapannya," mau selesai ?. apa mau kita saling lapor-laporan?" Tanya Santi


" Baiklah, Karna ini urusan anak-anak. Maka aku anggap selesai" ucap ibu-ibu tersebut seraya berlalu dengan raut wajah yang kesal.


Santi membungkuk menatap anaknya," hei!!. Kenapa menangis?. Kan bunda ga marah" Santi merapikan rambut anaknya seraya, dengan lembut mengusap air mata Yana yang sudah membasahi pipinya .


" Maafin Yana bunda, Yana janji ga bakal buat masalah" dengan mata yang kebanjiran Yana menatap ibunya

__ADS_1


"Yana!!. Apa kau sudah baikkan?. Agenda kita ke alun-alun nanti saja" Adel berlari menghampiri Yana dan Santi


Santi melihat Adel dengan lekat, " temannya Yana?" Tanya Santi kepada Adel


" Iya Tante saya temannya Yana, salam kenal Tante" ucap Adel kepada Santi


" terima kasih ya, tadi sudah belain Yana. Tadi hampir saja Tante ngamuk kalau ga dengar penjelasan kamu tadi" ucap Santi dengan senyum yang mengambang, Karna senang. Kini anaknya mempunyai teman.


" Hehehe... Sama-sama Tante" dengan menggaruk kepalanya.


" Oh iya, tadi katanya mau ke alun-alun?. Coba tanya Yana, dia bisa enggak?" Santi melirik ke arah anaknya.


" Bisa, nanti aku akan menjemputmu pakai taksi saja ya" ucap Yana


" Ok, oh iya Tante. Tante tahu dari mana Yana pingsan?" Tanya Adel


" Di telfon sama gurunya. Katanya Yana buat masalah. Trus Tante ke sini" jawab Yana


" Oh begitu!!. Ya udah Tante aku masuk kelas dulu. Yana kamu mau pulang apa mau ke kelas?" Tanya Adel


" Aku ke kelas aja bareng kamu" Jawab Yana


Yana menatap ibunya," bunda aku ke kelas dulu ya. Itu kalau bunda pulang hati-hati"


" Iya sayang!!. Ya sudah sana masuk ke kelas"


Yana meraih tangan ibunya kemudian menciumnya. kini berlalu meninggalkan ibunya, Dan berjalan bersama Adel menuju ke kelas .


Santi membalikan badannya, Kemudian berjalan keluar dari sekolah anaknya.


Yana yang berjalan menuju ke arah kelas, bertemu Dhika yang sudah dari tadi menunggunya.


"Yana!!" Panggil Dhika


Yana menghentikan langkahnya.,


" Sudah baikkan?" Tanya Dhika berjalan menghampiri Yana


Yana mengangguk, " terima kasih Karna telah membawaku ke UKS. Ada waktu aku akan menaktirmu " dengan senyum lebar ketika menjawab pertanyaan Dhika


" Ok, sana jika ingin masuk ke kelas" ucap Dhika

__ADS_1


Yana tersenyum, kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke kelas.


Dhika melihat punggung Yana dengan senyum yang mengambang," gadis barbar itu. Kapoknya kapan?. Dari awal MOS hingga sekaran selalu membuat orang terkejut dengan kelakuannya" guman Dhika seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


__ADS_2