
...BAB 63 : Andre dan Raka Bergerak...
...****************...
Di tempat Kevin,.
Kevin terlihat sedang terburu-buru ketika berjalan menuruni anak tangga. Saat berada di lantai satu, Tampak para pekerja memberi hormat kepada Kevin yang sedang melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu keluar.
Saat tiba di pintu keluar, Kevin yang hendak menuju ke tempat parkiran mobilnya. Di kejutkan dengan Sebuah tembakan bius yang mengenai Dadanya.
Cuuss!!! ( Bunyi Tembakan )
Kevin sontak memegang dadanya yang sudah tertancap oleh jarum suntik.
" Shiitt!!, Aku di bius " pekik Kevin berguman
Dengan cepat obat bius itu menjalar ke peredaran darahnya, membuat Kevin berjalan sedikit oleng karna merasakan tubunya melayang.
Kevin memaksakan dirinya untuk tetap sadar dan terus melangkah.
"Tuan!!, Apa yang terjadi?"
Salah satu bawahan Kevin menghampiri Kevin, Karna menyadari, bahwa majikannya dalam kondisi yang berbeda.
" Bawa aku ke dalam mobil"
Pinta Kevin dengan menahan matanya yang kian memberat agar tetap terbuka.
" Baik tuan!!" Ucap bawahan Kevin
Pria itu pun menuntun Kevin menuju ke arah mobil, Namun " Doorr!!" Tembakkan menegenai kepala bawahannya.
" Toni!!"
Teriak Kevin ketika bawahan yang menuntunnya , tiba-tiba Ambruk dengan darah yang menyemprot di wajah Kevin, bersamaan tubuh Toni yang sudah ambruk kemudian tergeletak.
Dari atas bagunan yang lumayan Jauh dari Casino milik Kevin, Seseorang yang sedang berjongkok yang menggunakan pakaian serba hitam, yang sedang menggenggam senjata pada tangannya.
Seseorang itu meraih ponselnya," Terget sudah terkunci" ucapnya, kemudian memutuskan Sambungan panggilan telfonnya.
Kevin yang masih setengah sadar, Meraih ponselnya dan memanggil panggilan darurat. Dengan seketika Alarm dalam casino pun berbunyi.
ketika alarm Casino berbunyi , Semua Anak buah Kevin yang mendengar mulai berhamburan dan berkumpul. Namun saat mereka tiba di depan Casino, Kevin sudah di bawa oleh sebuah mobil.
Dengan cepat, para bawahan Kevin mengeluarkan senjata mereka.
Dorr!! ( Bunyi tembakan )
Mereka berusaha Menembaki mobil yang membawa Tuan mereka.
" Kejar Mobil itu!! " teriak salah satu bawahan Kevin .
Dengan panik mereka meraih mobil mereka.
Duaarr!! ( bunyi ledakkan )
Mobil yang hendak mereka naiki, Di terget oleh sniper dengan sebuah roket. Membuat mobil mereka meledak seketika.
__ADS_1
" Shiitt!!!, Semuanya masuk ke dalam Casino, Ada penembak yang sedang menargetkan kita," Teriak Jack kepada bawahan yang sedang ia pimpin
"Lacak CCTV" Pinta Jack
" Baiklah, tenang Jack!!, Sekarang hubungi tuan Andre terlebih dahulu sebelum bertindak"
Jack meneangkan dirinya yang terlihat panik, karna hal ini sungguh tiba-tiba. Ia merasa tuannya tidak mempunyai musuh atau pun bermasalah dengan orang lain , sehingga keamaan di area Casino tidak begitu di perketat.
Jack meraih ponselnya, Lalu mencoba menghubungi Andre.
Beberapa detik, Derdengar nada penghubung. Namun di riject Oleh Andre.
" Tuan!!, Ku mohon. Angkatlah, Tuan ku sekarang dalam bahaya" Guman Jack Panik dan terus mencoba menghubungi Andre .
Setelah 2X mencoba menghubungi Andre, Akhirnya Andre mengangkat panggilan dari Jack. Setelah panggilannya tersambung, Jack menjelaskan semuanya yang terjadi di Casino.
...****************...
Tempat Raka dan Santi,.
Raka dan Santi kini duduk di sebuah Gasebo, untuk menunggu anak gadis mereka.
" Ka!!, Kenapa sudah larut begini Yana belum pulang?" Tanya Santi tiba-tiba
Raka merangkul tubuh Santi yang sedang duduk di sampingnya," kau percayakan kepada Andre?, Yana akan baik-baik saja, " Raka mencoba menenangkan Perasaan Santi yang terlihat cemas.
Santi mengangguk di atas pundak Raka yang sekarang menjadi penompang kepalanya.
" Tapi aku takut mereka mengalami masalah" Ucap Santi.
" Jika kamu cemas, Aku akan menghubungi Andre" Ucap Raka
" oh ini?, Tadi saat kamu sedang mandi. Aku dan Papi sedang membicarakan tentang Pernikahan kita nanti, Sekalian aku meminta bawahan anak buah Papi untuk membelikan ponsel ini , begitu juga demgan punyamu dan punya Yana. Nah ponselnya ada di kamarku, " Ucap Raka menjelaskan .
" Oh!!, Kalau begitu, Segaralah hubungi Dokter Andre, " pinta Santi .
Raka mengangguk,Saat Raka sedang mencari nomor kontak Andre. Tiba-tiba, dari kejauhan sudah terlihat Cahaya lampu mobil.
Raka mengurungkan niatnya untuk menelfon Andre," sepertinya itu mereka," ucap Raka
Santi pun berdiri dari duduknya , Ketika melihat sebuah mobil memasuki halaman Rumah. Mobil itu, kini berhenti tak jauh Dari Gazebo Raka dan Santi berada.
Tampak dari kejauhan, Andre dan Yana Turun dari Mobil. Raka Dengan cepat membulatkan matanya hingga bola mata tersebut ingin jatuh.
" Sialan!!, Apa yang mereka berdua lakukan dengan pakaian seperti itu?" Guman Raka yang terlihat ber'api-api.
Dengan kepalan tangan yang mengeras, Raka menunggu Andre dan Yana yang sedang berjalan ke arahnya dengan otak yang telah mendidih, mengakibatkan dari kepalanya mengeluarkan asap yang mengepul.
Santi yang melihat ekspresi Raka yang terlihat sedang tersulut, membuat Santi menggenggam tangan Raka," Tanyakan dulu, jangan langsung emosi," ucap Santi mencoba menenangkan Raka.
Raka terdiam tak merespon ucapan Santi, Ia hanya bisa menatap dua mahkluk yang sedang berjalan dengan mata yang panas.
Yana dengan Cepat berlari ke arah Ayahnya, Lalu memeluk," Ayah!!, Yana pulang," ucap Yana
" Tidak akan ada restu bagi kalian berdua!!" Pekik Raka saat Yana memeluk tubuhnya.
Yana melepaskan pelukkannya, Lalu menatap ke arah ayahnya yang Tampak emosi.
__ADS_1
Raka mengabaikan Yana lalu berjalan ke arah Andre, Dengan cepat Raka langsung mencekram kerah baju Andre," Demi neptunus, pluto dan mars. Apa maksudnya dengan pakaian ini, Andrean Willson?" Pekik Raka emosi.
"Ayah!!, Jangan salah paham, aku dan Pam..-" ucapan Yana terhenti," Diam kau Yana, Ayah tidak bertanya padamu!!" Pekik Raka kepada Yana.
Teriakan Yana membuat Yana tersendak lalu membuatnya seketika terdiam.
" Raka!!, Aku bisa jelaskan. Maka lepaskan tanganmu terlebih dahulu" pinta Andre.
" Andre, Please!!!, ku mohon, jangan menjatuhkan Harga diriku di depan Santi. Aku yang menjanjikan untuk menikahinya, Namun kenapa kau datang dengan pakaian seperti ini?, Apa kau ingin membuatku malu?"
Ucap Raka yang merasa tersaingi, karna apa yang ia lihat di depan matanya, Bahwa anaknya sendiri yang melangkahinya.
"Haaaa!!" Andre membuat nafas, dengan menggelengkan kepalanya.
" Raka, aku ingin kau lebih dewasa untuk menyikapi sesuatu yang kau lihat. Pakaian ini, tadi Yana yang meminta untuk foto bersama Karna ada yang membutuhkan seorang model," Andre mencoba memberikan penjelasan.
Raka terdiam dan mulai menyimak apa yang di katakan oleh Andre.
" Saat sesi foto, Anak buah Kevin menelfonku. Aku Auto panik dan berlari keluar tanpa menganti pakaian," Sambung Andre menjelaskan.
" Kenapa kau menjadi panik ketika mendapatkan telfon?" Tanya Raka
" Kevin di tembak orang yang tidak di kenal," Ucap Andre
" Apa??, Bagaimana bisa begitu?" Tanya Raka syok .
" Makanya aku datang untuk mengantar Yana pulang, Dan masalah Kevin, Aku belum tahu pasti penyebabnya, " ucap Andre.
Raka menoleh ke arah Yana Dan Santi, " baiklah, kita akan ke casino, untuk mencari Tahu," ucap Raka
" Tapi sebelumnya, kamu gantilah bajumu itu," sambung Raka.
" Baik, aku akan ke ruang Gantimu saja. Tidak ada waktu untuk aku kembali ke kediamanku," ucap Andre.
" yah!!, Bajuku sepertinya, cukup muat untuk ukuran tubuhmu," ucap Raka
Andre kemudian berlalu dari hadapan Raka. Setelah melihat kepergian Andre, Raka menghampiri Santi dan Yana.
" Yana!!, maafkan Ayah, Karna tadi sudah membentakmu," ucap Raka mengusap pipi anakanya.
" Iya yah, Yana juga minta maaf karna membuat ayah panik dengan pakaian ini," jawab Yana kemudian memeluk ayahnya.
Raka menatap ke arah Santi," Aku akan pergi. Kalian berdua, hati-hati di sini. Jika aku lama kembali, Kalian tidurlah. Tidak perlu menungguku" Ucap Raka
Santi mengangguk kemudian megang pipi Raka," selalu hati-hati, aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu," ucap Santi dengan raut khawatir.
" Iya!!, Aku akan selalu berhati-hati dan kembali degan selamat," Sahut Raka dengan mengecup dahi Santi.
Tit...Tit..( bunyi klason mobil )
" Yana Lepaskan pelukkanmu, Ayah harus pergi menyelidiki keberadaan paman Kevin," Ucap Raka.
Yana melepaskan pelukkannya," Ayah hati-hati yah!!, dan tolong, bawa kembali paman Kevin dengan selamat, " ucap Yana.
" Iya sayang!!, Jaga bundamu" ucap Raka, kemudian mengecup dahi Yana.
Yana mengangguk...
__ADS_1
Raka kemudian berjalan ke arah mobil Andre. Lalu menaikinya.
Setelah berada di dalam mobil, Andre kemudian memacu mobilnya, menuju ke arah Casino.