
...BAB 52 : Yana Sadar...
...****************...
Andre meninggalkan Ruangan Yana kemudian menuju ke ruangan Raka.
Setibanya di ruangan Raka, Andre masih mendapati Tuan Saputra dan Kevin.
" Andre bagaimana keadaan Yana?" Tanya Tuan Saputra
" Yana, hanya butuh istrahat saja Paman" jawab Andre yang sedang menghampiri Raka
" Syukurlah!!, Aku akan segera melihatnya" Ucap Tuan Saputra
" Oh iya Vin, Santi juga memintamu untuk ke Ruangan Yana" ucap Andre kepada Kevin
" Baik, Aku dan Paman akan pergi melihat Yana bersama" jawab Kevin
Andre mengangguk, Dan kemudian kembali memeriksa keadaan Raka.
setelah melihat kepergian Tuan Saputra dan Kevin," Woi bedebah!!, apakah kau akan pingsan terus menerus ?" Ucap Andre seraya menekan tulang rusuk Raka dengan kuat.
" Aawww!!" Teriak Raka tiba-tiba
Raka membuka matanya berlahan, dan hanya mendapati Andre yang berada di dalam ruangan. Dengan pandangan masih tidak sadar, mata Raka mulai mencari.
"Ndre!!, Santi di mana?"
Tanya Raka berajank dari tidurnya kemudian menyenderkan punggungnya di kepala bed pasien.
" Santi akan ke sini, maka tunggulah" ucap Andre.
...****************...
Di ruangan Yana,.
Krreekkk!! (Pintu terbuka)
Santi menoleh ke arah pintu, Saat Santi melihat ada Ayah Raka yang datang, Ia langsung berdiri dari duduknya dan menyambut Tuan Saputra.
" maaf Merepotkanmu" ucap Tuan Saputra
" tidak paman, sama sekali tidak" sahut Santi kikuk dengan membungkukkan badannya.
Tuan Saputra menghampiri Santi Lalu memegang kedua pundak Santi," Kau!!, Masih saja memanggilku paman?. Panggil aku Ayah" tukas Tuan Saputra
Mata Santi melebar ketika ia harus memanggil Tuan Saputra dengan sebutan Ayah, " ta..tapi?, Aku...-" ucapan Santi terhenti," Tidak ada tapi-tapi kau harus belajar memanggilku ayah. Aku ucapkan banyak terima kasih, karna telah melahirkan cucu yang cantik untukku" timpa Tuan Saputra
Santi tersenyum kikuk," iya.. sama-sama, A..yah" ucap Santi kikuk.
" Kakak ipar!!, bukankah kau mau pergi menjenguk Raka?, Pergilah!!. Biar Yana, aku yang Jaga" ucap Kevin
Santi menoleh ke arah Kevin," Terima kasih Vin" ucap Santi
Santi kemudian berpamitan kepada Tuan Saputra , setelah itu ia beranjak dari ruangan Yana dan menuju ke arah Ruangan Raka.
__ADS_1
" apa yang harus aku katakan kepada Raka?" Guman Santi sambil mer3m4s - r3m4s tangannya sendiri karna gugup.
Kkrreekkk!!! ( Santi membuka Pintu )
Saat pintu terbuka, Raka langsung menoleh ke arah Pintu. Melihat hal itu, Santi dengan gugup dengan tertunduk berjalan ke arah Raka dan Andre.
" Kau sudah makan?" Tanya Santi saat menghapiri Raka
" Ada apa dengan ekspresimu itu Santi?, Kenapa kau menjadi canggung?. Sini... Duduk sini" ucap Raka, sembari menepuk-nepuk tempat tidur di sampingnya.
Santi mengarahkan pandangannya ke arah Andre, Andre yang mengerti pun beranjak dari ruangan Raka.
" Nikmatilah Waktu kalian" ucap Andre berlalu
Setelah melihat kepergian Andre, Raka dengan cepat memeluk tubuh Santi," kau Tahu aku sangat merindukanmu" ucap Raka di balik tubuh Santi .
Santi membalikkan tubuhnya, kemudian menatap Raka dengan lekat," ka!!, Apa yang kau ingat terakhir kali?" Tanya santi
Raka terlihat berpikir, " mmm.. yang aku ingat, saat kau di bawa oleh Andre dan setelah itu aku sudah tidak ingat apa-apa lagi yang aku tahu aku sedang bermimpi dengan mimpi yang tidak pernah bersambung " jawab Raka dengan wajah polos.
Santi menaruh telapak tangannya di pipi Raka, " begitu ya!!. Kamu tunggu di sini, aku akan mengambilkan makan untukmu. Kau pasti sangat lapar kan?" ucap Santi
Raka menggelengkan kepalanya, Ia membenamkan kepalanya di perut Santi yang masih berdiri , dengan terus mendekap tubuh santi dengan erat.
" Aku merasa sangat merindukanmu, Sepertinya aku sudah bertahun-tahun tidak bertemu denganmu. Saat melihatmu aku sungguh bahagia" tutur Raka
Santi membelai rambut Raka, " aku tidak akan pergi lagi kok. Aku akan selalu menemanimu, hingga nanti" ucap Santi yang tiba-tiba merasakan sakit pada dadanya
" Kau kenapa?" Tanya Raka yang menjauh dari perut Santi dan menatap Santi yang sedang berdiri.
" Hei!!, Kenapa wajahmu suram?, Apakah aku membuat kesalahan?" Tanya Raka
" Istrashatlah!!, Setelah kamu sehat. Kita akan bercerita tentang kita ya!!" Ucap Santi
Raka mengangguk," tapi, temani aku di sini. Aku masih merindukanmu" pinta Raka manja
Santi mengangguk," iya!!, aku akan menemanimu" sambil tersenyum.
...****************...
Di ruangan Yana,.
Yana membuka mata perlahan, menyesuaikan bias yang masuk ke dalam matanya, sambil meregangkan tubuhnya.
" Mmm... Aku di mana?" Guman Yana
Kevin dan Tuan Saputra yang melihat, langsung menghampiri Yana.
" cucu kakek sudah bangun?, Tidurnya nyenyak tidak?" Tanya Tuan Saputra sembari mengusap Rambut Yana dengan lembut
" Kakek!!, Paman Kevin?, Aku di mana?" Tanya Yana bingung
" Di rumah sakit sayang, jadi istrahatlah yang banyak, Kakek ambilin makakan ya?" Ucap Tuan Saputra
Yana terkejut ketika kakeknya menyebutkan Rumah sakit," oh!!, Ayah. Apakah ayah sudah sadar?. Di mana bunda?" Tanya Yana Panik
__ADS_1
" tenanglah, ayah dan bundamu ada di ruang sebelah" ucap Kevin
Mendengar ucapan Kevin, Yana dengan cepat turun dari Tempat tidurnya.
" Aku harus melihat keadaan ayah" ucap Yana dengan tergesa-gesa turun dari tempat tidur pasien.
Yana sampai lupa jika ia tidak memakai alas kaki, dengan cepat ia langsung berlari menuju ke arah pintu .
" Kau mau kemana?, Kau belum Sepenuhnya pulih" ucap kevin seraya menahan tangan Yana yang hendak membuka knok pintu di hadapannya.
Yana menoleh ke arah Kevin," aku mau ketemu ayah paman" ucap Yana
" Belum bisa!!, Kau harus banyak istrahat. Dan ayahmu juga sedang istrahat" Alasan Kevin, ia takut jika Yana kecewa ketika bertemu dengan Raka.
Dengan mata yang berkaca-kaca Yana menatap lekat pada Kevin," lepaskan tanganmu dari pergelanganku paman, aku ingin bertemu dengan Ayah" pinta Yana mengibah
" Tidak!!, Ayo makan dulu dan minum obatnya dulu. setelah itu kamu baru bisa ketemu dengan ayahmu" ucap Kevin sambil menarik tangan Yana .
" Kakek!!, Bilang pada Paman Kevin untuk melepaskan tangannya" pinta Yana kepada kakeknya
" Kata paman kevin ada benarnya Yana. Kau harus istrahat dulu" ucap Tuan Saputra
Yana dengan mata berkaca-kaca ,Yana kemudian menatap kesal bercampur sedih. Dengan cepat, Yana membungkukan badannya, lalu menggigit tangan Kevin yang sedang memegang tangannya.
" Gggrrrhhh!!" Suara gigitan Yana
" Aaaawww!!!" Teriak Kevin dengan seketika langsung Melepas tangannya.
" Anak setan kau Yana!!, Eh!!, maksudnya Anak Raka dan Santi " Pekik Kevin mengibaskan tangannya yang sakit.
Yana telah berlalu meninggalkan ruangan. Yana kemudian berlari dengan parasaan tidak sabar ingin bertemu dengan Ayahnya.
" Ayah!!, Yana datang" guman Yana gembira, dengan senyum yang terukir dari bibirnya.
Setibanya di depan pintu ruangan ayahnya, Yana dengan cepat menarik knop pintu yang ada di hadapannya.
Kreek!!! ( pintu terbuka )
" Bunda!!" Teriak Yana ketika mendapati santi berada di ruangan tersebut.
Santi dan Raka seketika menoleh," Bunda?" Guman Raka bertanya sambil menatapa ke arah Santi dengan pandangan bingung.
Santi hanya mengangguk mendengar pertanyaan Raka.
" Apakah kau sudah menikah?, Sejak kapan kau menikah?,kenapa aku tidak tahu?" ucap Raka shock dengan cepat , menjauh dari tubuh Santi.
"Haa Menikah??, menikah Pala kau peyang Raka!!," Ucap Santi.
Sesaat Santi terdiam, lalu mengambil Nafas dalam-dalam .
" B4jing4n Mana yang meniduriku lalu meninggalkanku?, Kemudian ia malah tertidur selama belasan Tahun tanpa mau menafkahiku ha?" Bentak Santi tepat di wajah Raka dengan bercekak pinggang.
Raka yang mendengar hanya menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya ," Demi s3mp4k kunti yang kedodoran Santi!!, Aku tidak Tahu apa-apa. Sebenarnya apa yang terjadi?" jawab Raka dengan menatap ngeri ketika melihat ekspersi Santi di hadapannya.
Yana yang mengetahui kenyaatannya, membuat Hatinya teriris. Di kepal tangannya kuat-kuat ketika Ayahnya tidak mengenalinya.
__ADS_1
Dengan air mata yang sudah membasahi pipi, Yana berjalan dengan cepat ke arah Ayahnya.