
...BAB 34: Menuju Ke Hospital Blue Sea...
...****************...
Ketika Raja menempelkan trisulanya ke Dahi Santi , membuat dahi Santi mengeluarkan cahaya.
Santi dapat melihat, bahwa Iren sahabatnya membacakan sebuah mantra ke arah boneka Vudo, yang berakhir dengan ucapan :
" Santi Dwi Putri kutukan ini akan kamu dapatkan setelah kematianku, bahwa kau tidak akan pernah bersatu dengan orang yang kamu cintai, di benci dan di asingkan. Seperti bagaimana diriku dulu" kalimat yang di ucapkan Iren, membuat Santi meneteskan Air matanya.
Tergambar jelas, dimana Raka menutup matanya, Hamil tanpa suami, di pukul, di caci, dan di asingkan oleh ke dua orang tuanya. Tidak sampai di situ, Santi harus menanggung hinaan setiap tatapan orang-orang kepadanya dirinya.
Santi memegang dadanya kuat, dengan pungung yang terangkat naik turun. Ketika Santi mengingat semua yang telah ia lewati.
" Se'parah itu kah kau membenciku?. Apa yang aku lakukan padamu Iren?, Sehingga kau membenci diriku?, Bahkan dengan kematianmu pun . Masih membuat hidupku hancur" guman Santi dengan bibir bergetar
" Bunda," panggil Yana kepada ibunya, dengan tangan mengusap lembut punggung ibunya.
Raja mengusap punggung Santi," maafkan aku!!, Aku tidak bisa mencabut kutukan tersebut. Namun anugrah yang kau miliki adalah Yana, kelahiran anakmu menghapus kutukkan di dalam dirimu, ketabahanmu menghasilkan buah yang manis" ucap Raja
Santi menatap ke arah Raja, " terima kasih yang mulia. Karna raja telah memberikan kekuatan kepada Raka untuk tetap bisa bertahan" ucap Santi yang masih tersedu.
Raja mengangguk," pergila!!, restuku bersama kalian" ucap Raja
Santi memeluk Yana dengan erat, seraya mencium Yana dengan asal di setiap wajah Yana,( yah!!, Dia adalah Anugrah terindah yang aku miliki. Sehingga aku dapat melewati ini semua,) batin Santi
" kami permisi dulu ya mulia" ucap Andre seraya membungkuk
Kini mereka berjalan ke luar istana, sesampainya di luar," wanita bodoh, apakah kau bisa menyetir?" Tanya Andre kepada Santi tiba-tiba
Santi menoleh dengan tatapan tanda tanya," bisa!!, Memangnya kenapa?" Tanya santi
" Ikuti kami dari belakang, kau semobillah bersama Yana" ucap Andre kemudian melempar kuncinya kepada Santi
Santi dengan spontan menerima kunci mobil Andre. " Ada apa denganmu Dokter?" Tanya Santi.
" Ini demi keamanan" jawab Andre singkat seraya memasuki mobil Kevin.
Kini Santi dan Yana telah masuk ke dalam mobil Andre, " apa yanga kau lakukan kepada paman Andre?" Tanya Santi ,ketika berada di dalam mobil .
" tidak ada apa-apa bunda," jawab Yana dengan pipi yang merona
" Jangan bohong!!, Cepat katakan" desak Santi
__ADS_1
" Yana yang salah bunda!!, Tadi Yana yang iseng ngerjain paman Andre. Tapi paman Andre malah marah" jawab Yana jujur dengan wajah yang merona karna mengingat kejadian saat Andre yang berada Di tubuhnya.
" Kamu ini ya!!, Selalu saja buat masalah. Jangan seperti itu lagi Yana!!, Jika orang yang kamu kerjai tidak terima bagaimana?, " Tegur Santi kepada Anaknya
" iya bunda, Yana minta maaf!!" Ucap Yana sesal
" Jangan minta maaf kepada bunda, minta maaflah kepada Dokter Andre" ucap Santi
" Ya!!" Jawab Yana lesu
Kini Santi menyetir mobil Andre ,dengan mengekori mobil Kevin yang berada di depan.
Di mobil Kevin,.
Andre terlihat gelisah dan muram yang kini menatap jalanan di balik jendela.
" Woi!!, kamu Kenapa?" Tanya Kevin
Andre hanya mebuang nafasnya berat..
" Spertinya kau sedang membuat hal yang bodoh" tebak Kevin , yang tetap menyetir menatap jalanan.
" Yana pasti akan menjaga jarak denganku" ucap Andre dengan suara sedih.
Kevin melirik ke arah Andre dengan sepintas," alasan apa Yana menghindarimu?" Tanya Kevin penasaran.
Kevin menelan ludahnya yang terasa sakit, ketika mendengar penuturan Andre kepadanya.
" Dasar paman stres, sepertinya gelar Doktermu harus segera di cabut. Tak ku sangka seleramu adalah seorang loli" pekik Kevin.
" Aku normal Vin, apa yang kau lakukan ketika seorang wanita menggodamu?" Tepis Andre tidak ingin di salahkan.
" Apa!!, Menggoda?" Tanya Kevin bingung, apakah anak sekecil kelingking bisa menggoda om-om .
Andre mengangguk dengan pikiran yang kacau.
" Sudahlah, antara hatimu dan hatinya, hanya Yana Kau dan pembaca yang tahu. Kau harus menyelesaikan sendiri masalah hatimu ini" ucap Kevin
Andre terdiam dengan pikiran yang serba salah dan bingung. Harus bagaiman ia harus menghadapi Yana ketika bertatapan.
" Arrrrggggghhhh" teriak Andre dengan tiba-tiba seraya mengacak rambutnya
Kevin terkejut melihat tingkah Andre," apakah kau sudah gila?" Pekik Kevin.
__ADS_1
Kini mereka telah memasuki area Hospital Blue Sea.
Di mobil santi,.
Yana yang melihat area rumah sakit hanya bisa terkagum-kagum. Hal tersebut mengingatkan kembali ketika Santi baru pertama kali datang ke rumah sakit ini.
" Bagimana dengan Rumah sakit paman Andre?" Tanya Santi tiba-tiba
" Tampan, Dokter, Punya RS, Dingin dan mapan. sungguh dia adalah seleraku" guman Yana tiba-tiba
" Apa yang kau katakan Yana?" Tanya Santi seraya menoleh
" Ah tidak bunda!!, Maksud Yana jika ada wanita yang mendapatkan Paman Andre ,pasti Wanita tersebut sangat beruntung" jawab Yana dengan salah tingkah
" Yah!!, di balik sikap dinginnya. Paman Andre begitu perhatian " sahut Santi.
Yana tersenyum, mengingat bahwa yang di katakan ibunya memang benar.
Kini mereka telah tiba di basment Rumah Sakit. Santi kemudian memakirkan Mobilnya.
Setelah itu, Yana dan Santi pun turun dari mobil dan berjalan ke arah Andre dan Kevin yang sudah menunggu.
Saat Andre dan Yana berkontak mata, spontan mereka membuang wajah mereka dengan arah yang berlawan bersama rona pipi yang terlihat dari ke duanya.
Kevin yang menyadari hanya mendengus," ayo kita ke ruang laboratorium" ajak Kevin
" Seharusnya aku yang mengatakan hal demikian, bukan kamu!!" sela Andre yang memimpin jalan.
Santi tampak gugup ketika mendengar Ruang laboratorium. Beberapa kali terdengar Santi membuang Nafasnya dengan berat.
Yana yang terlihat Acuh, juga merasakan jantungnya tidak tenang. Entah semua yang Yana Rasakan tersasa bercampur jadi Satu.
( Tenang Yana!!, Seharusnya kau bahagia ketika berjumpa dengan ayahmu. Bukan gugup seperti ini) batin Yana menenangkan dirinya sendiri
Santi terlihat menggengam ke dua telapak tangannya dengan gelisah di sertai berkeringat,( Raka!!, Jantungku tidak bisa tenang. Apakah aku sedang jatuh cinta kembali?, Kau selalu membuat kejutan. Sampai di saat kau terlelap pun kau masih membuatku terus gugup jika berada di dekatmu) batin Santi.
" Selamat datang tuan"
" Selamat Datang kembali Nyonya Santi "
Beberapa petugas RS memberikan salam kepada Andre , kevin dan dan Santi .
Kini mereka sudah berada di depan pintu Laboratorium.
__ADS_1
Andre kemudian membuka pintu Laboratorium yang berada di hadapannya.
Krrrreeeekkkk... ( Pintu terbuka )