Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Cie Yang Jalan Sendirian


__ADS_3

...I Love You Paman Dokter...


...BAB 93 ...


...****************...


Yana berjalan ke jalan Raya dengan wajah yang di tekuk. Sesekali Dia menengok ke belakang berharap Andre megejarnya.


" Sama saja, tidak Dhika, tidak Paman Kevin dan juga paman makenin itu. Sama-sama T4i emang, kirain berbeda,"


Dumel Yana yang terus melangkah, sesekali kakinya menedang angin karna jengkel.


" Arrrhhhggg... Wanita centil, apa coba yang kamu suka dengan pria tanpa ekspresi itu?"


Yana terus mengurutu sepanjang kakinya melangkah. Yana menoleh ke belakang, Namun kekecewan yang dia dapatkan kembali.


" Bahkan dia tidak mengejarku?. Emang sialan!" Pekik Yana.


Yana kembali melangkah, tanpa tujuan yang jelas. Karna dia tidak tahu daerah di kawasan ini, yang penting melangkah dan terus menjauh dari kediaman Andre. Itulah yang Yana pikirkan.


" Woi!!. Wanita otot kawat, tulang besi!"


Teriak seorang pemuda yang duduk di atas sepeda motor sport yang tidak jauh dari hadapan Yana.


Yana menyipitkan matanya, membuat fokus ke arah seorang pemuda yang sedang berteduh di bawa pohon. Yana akhirnya mempercepat laju langkah pada kakinya.


" Yelah!!. Pria barbie!"


Ucap Yana ketika jarak antara pria itu sekitar 10 meter.


Zean melangkah menghampiri Yana," tumben sendiri?" Tanya Zean ketika ia bertemu dengan Yana.


" Urusannya?"


" Cie... Yang terabaikan, kau tahu?. Di dalam sinetron, seorang wanita yang berjalan sendirian dengan wajah yang di tekuk sampai ke aspal. Tandanya wanita itu lagi kesal dengan seorang pria." Jelas Zean.


" Apakah kau menghampiriku, hanya mengatakan hal itu?. Tidak ada urusannya denganmu," pekik Yana.


" Cie ... Yang ngambek!. Cemburu ya?. Lagian pacaran kok sama aki-aki," cibir Zean.


" Berhentilah kau mengejekku bedebah!!. Jika kau menghampiriku hanya untuk mengejekku. Lebih baik ,kau pergi dari sini. Sebelum ku patahkan batang hidungmu!!" Teriak Yana yang kesal mendengar ucapan Zean.


Zean menatap lekat ke arah Yana. Sembari menyodorkan wajahnya.


Yana yang kaget karna wajah Zean terlalu dekat, Membuat Yana menarik mundur Wajahnya.


" Apakah benar , kamu sedang di abaikan?. Kasihan sekali, terik begini. kamu malah jalan Kaki," ejek Zean.


Mendengar cibiran Zean membuat Yana menjadi dongkol. Apes apa, dia harus bertemu dengan Zean si pemuda tampang barbie ini.


" Pergi kau!"


Teriak Yana mearih sendalnya yang hendak melempar ke arah Zean.

__ADS_1


" Slow!. Jangan ngegas, nanti kau akan varises. Ok. Lihatlah kerutan di wajahmu itu, itulah akibatnya jika kau menjalin hubungan dengan kakek-kakek,"


Ejek Zean yang langsung berlari meninggalkan Yana. Dan menuju ke arah sepeda motornya. Bukan tanpa alasan Zean berlari. Karna ia melihat, taring Yana telah nampak atas ucapannya.


" Pria bedebah, kau memang sialan!!"


Teriak Yana sembari mengejar Zean menggunakan Sendal di tangannya.


Zean terkekeh melihat reaksi Yana, amukkan Yana sudah terlihat seperti emak-emak jika kehilangan tupperware.


Zean mencoba menstater sepeda motornya, namun Yana menarik jaket yang di gunakan oleh Zean dengan Kuat. Yana dengan asal memukul tubuh Zean menggunakan Sendal yang ada di tangannya.


" Mati kau sialan!. Untuk apa kau mencampuri urusanku ha, segala pakai ngatain paman lagi!" Pekik Yana.


Zean membalikkan tubuhnya, lalu menahan tangan Yana. Yana pun tersentak lalu menjadi kikuk.


" Ayo!. Aku antar kamu pulang," ucap Zean.


Yana menarik tangannya dari genggaman Zean. Lalu mencoba mengatur posisi berdirinya.


" Tidak perlu!" Jawab Yana.


" Baik. Jangan berharap paman itu akan datang menjemputmu," ucap Zean yang menyalakan sepeda motornya.


Yana terdiam, dia berpikir. Bagaimana bisa pulang?. Sedangkan dia tidak membawa apa-apa. Bahkan uang pun dia tak punya. Apalagi keadaan di sini, dia tidak tahu.


Zean hendak melajukan sepeda motornya, Dengan tiba-tiba. Yana kembali menarik jaket Zean. Hal tersebut Membuat Zean hampir terhuyung ke belakang.


" Sialan kau!. Kalau aku jatuh bagimana?" Teriak Zean ketika Yana menarik jaketnya.


Zean tersenyum," tidak perlu malu begitu, jika hanya mengucapkan kau ingin ikut. Yah!, biasanya kan kamu yang malu-maluin," Sahut Zean.


Mata Yana seketika melotot karna di ejek kembali oleh Zean.


" Marah, gamuk. aku tinggal loh!!" Ucap Zean yang menyela, sebelum Yana mengamuk kembali.


Yana pun mengalah, lalu naik di ke atas sepeda motor yang telah siap melaju.


" Kemana?. Ke kediaman Saputra?" Tanya Zean ketika melihat Yana telah naik.


" Aku tidak ingin pulang," jawab Yana.


" Terus kau mau ikut bersama ku?. Oh, dengan senang hati," Sahut Zean.


" Bukan begitu, aku bingung." Ucap Yana.


" Ya sudah, aku akan mengajakmu berkeliling sampai bingungmu hilang. Bagimana?" Tanya Zean.


Yana mengangguk," yah!" Jawab Yana singkat.


" Ok, pegangan. Peluk aku juga tidak apa-apa!" Ucap Zean.


Plak!!

__ADS_1


Yana menampar pundak Zean dengan kuat," itu mah, mau mu Jamal!!" Pekik Yana.


" Tidak ada wanita yang bisa di bonceng dari cucu Raja, Suatu kehormatan bagimu , sampai bisa ku bonceng." Ucap Zean yang mulai melajukan Sepeda motornya.


" N4jis mit amit!!, Jika bukan karna terpaksa. Aku juga tidak akan mau di bonceng oleh pria sombong sepertimu," pekik Yana.


Di atas motor yang telah melaju, Yana terdiam. Dia tidak berpegang di tubuh Zean, melainkan pada pegangan di belakang pinggulnya. Sesekali Yana memejamkan mata, meresapi hembusan angin yang menerpa wajahnya.


Ciitt!!


" Pria B4ngke!!!. Kuda lumping!!. Apa yang kamu Lakukan?"


Teriak Yana yang kaget. Ketika 2 gunungnya terbentur kuat di punggung Zean yang berada di hadapannya. Karna Zean sengaja menarik rem.


" Empuk juga ya, rasanya kenyal-kenyal gimana gitu,"


Goda Zean sembari tersenyum, tanpa Yana lihat.


" Pria m3sum kau Zean!!. bedebah," Pekik Yana memukul punggung Zean.


" Hei!. Bukan begitu, aku beberapa kali bertanya. Namun kau hanya Diam. Maka dari itu , aku membuatmu kaget. Tapi tak di sangka, hantaman empuk yang aku terima di punggungku. Itu sebuah berkah,"


Zean berbicara sambil berteriak. Karna sudah pasti, suaranya akan di bawa oleh angin saat Dia mengenderai motor.


Yana menghentikan tangannya yang memukul punggung Zean. Yana kemudian menaruh kedua tangannya di atas punggung Zean. Berjaga-jaga, jika Zean melakukan hal seperti tadi, Karna Yana tak ingin Zean mengambil keuntungan dari dirinya. Padahal memang sudah di ambil oleh Zean.


Zean menepikan Sepeda motornya di sebuah Danau. Yana mengeritkan alisnya, ketika melihat danau yang sepi namun indah yang berada di hadapannya.


" Kenapa kita kesini?" Tanya Yana.


" Ayo turun dulu," ajak Zean.


Yana beranjak turun dari sepeda motor Zean. Terlihat, Zean sudah melangkah menuju ke arah danau.


Yana ikut mengekori langkah Zean. Zean kemudian duduk di atas rerumputan, kemudian menatap langit yang sudah terlihat jingga megah kala sore.


Yana pun duduk di samping Zean, melakukan hal yang Sama. Yaitu menatap langit.


" aku suka kesunyian, Alam mengajarkanku artinya ke indahan. Aku tidak suka dengan hal kemewahan, walaupun aku hidup di kalangan orang-orang elit. Namun, Aku benci berada di antara mereka," Tutur Zean tiba-tiba, sembari menatap langit yang mulai berganti warna.


Yana menyimak apa yang di katakan oleh Zean," kenapa kamu tidak menyukai mereka?" Tanya Yana.


Zean menatap ke arah Yana," karna mereka adalah orang-orang yang bermuka dua," Sahut Zean.


" He... Muka 2, seperti duit?. karna 2 sisinya berbeda." Tanya Yana.


" Hmmm... Orang-orang di kerajaan itu, adalah orang-orang penjilat dan menjilat. Yana,"


" Mm.. aku pikir, kehidupan di kerajaan itu menyenangkan,"


" Tidak!. Sangat muak. Banyak aturan, dan banyak saingain. Jika ingin memilih, aku ingin hidup seperti dirimu,"


" Hahaha... Aku yakin kau tidak akan sanggup!"

__ADS_1


Ucap Yana sambil terkekeh ketika mendengar bahwa Zean menginginkan kehidupan sepertinya.


__ADS_2