
...BAB 55 : Santi Merasa Aneh...
...****************...
Di dalam Ruangan Santi masih menemani Yana yang terlihat sedang tertidur pulas, sesekali ia memadang wajah Anaknya sambil tersenyum bahagia.
Santi tidak membayangkan bahwa, ia dapat memberikan sebuah keluarga yang utuh untuk buah hatinya. Di usap kepala Yana dengan sayang.
" Sayang!!, Kamu harus gembira. Sudah berapa lama, Bunda hanya dapat memberikan luka batin untukmu. Semoga kali ini, kita akan terus bersama dan berkumpul"
Guman Santi dengan tangan yang terus membelai rambut anaknya.
" Mmmm"
Erangan Yana, dengan mata yang terlihat terbuka sedikit demi sedikit , menyesuaikan cahaya yang masuk pada matanya. Dan sesekali ia meregangkan otot pada tubuh dan tangannya.
" Bunda!!, Di mana ayah?"
Tanya Yana dengan suara serak bersama dengan pandangan yang mencari ayahnya.
" Kamu sudah bangun?, Ayah sedang ada urusan. Nanti ayah akan segera ke sini, dan kita langsung ke luar dari Rumah sakit ya!" Tutur Santi menjelaskan.
Tap...Tap... Tap ... ( Suara berlari )
Kreek ( pintu terbuka )
Santi dan Yana yang mendengar pintu terbuka, dengan Spontan melihat ke arah pintu.
Yana dan Santi dapat melihat Kevin yang Berdiri pada daun pintu dengan nafas yang memburu.
" Kakak Ipar!!, Ah..ah.. Anu.. itu" ucap Kevin terbata dengan nafas yang memburu.
" Bicara yang jelas Vin, jangan seperti orang gagu begitu. Ada apa?" Tanya Santi dengan Alis menyatu .
" Ada perang antar kurawa di atas atap" tutur Kevin.
" Perang apaan?" Tanya Santi masih bingung.
" Haduh!!, Raka, dia..dia. menghajar Andre" adu Kevin dengan nada yang terdengar Panik
" Apa!!, Ayah memukul Paman Andre?. Di mana?" Tanya Yana panik.
" Di atap beton outdoor" jawab kevin.
Yana dengan cepat beranjak dari tempat tidurnya. dengan sekejab Yana langsung berlari ke arah Pintu.
" Yana!!!. Pakai sendalmu!!" Teriak Santi.
Kini Yana sudah berlari menjauh dari ruangan Santi berada.
" Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Santi sambil, melangkah menghampiri Kevin.
__ADS_1
" Ribet dah kalau di jelasin mah. Sekarang ayo kita menyusul Yana, Kakak Ipar juga pasti akan tahu apa yang sebenarnya terjadi" Ajak Kevin
Santi mengangguk, kemudian beranjak dari pintu ruangan, lalu menyusul Yana.
Yana dengan cepat menaiki lift, di tekannya tombol lift dengan brutal," ayo!!!, menutuplah sialan!!" pekik Yana berguman ketika ia menekan tombol.
...****************...
Di atas atap RS,.
" B1jingan!!, Kau tahu?, Santi saja tidak aku ijinkan siapa pun menyakitinya. Apa lagi darah dangingku sendiri keparat!!!" Murka Raka yang Tanpa henti, dengan terus menerus memberikan bogen ke arah wajah Andre .
Andre tetap tak bergeming, karna ia sadar apa yang ia lakukan. Seharusnya Ia tak gegabah waktu itu.
Yana yang tiba, sontak membuat matanya melebar dengan sempurna, di sertai bias pelangi yang sudah terlihat dari mata Yana yang ke abu-abuan.
" Ayah Cukup!!!" Teriak Yana
Raka dengan spontan menghentikan tangannya, lalu menoleh ke asal suara" Yana!!" Guman Raka.
Raka langsung mendorong tubuh Andre menjauh," kau beruntung, karna malaikat kecilku telah datang" ucap Raka dengan tatapan yang masih berkobar menatap ke arah Andre.
Yana berlari ke arah Andre dengan bening kristal yang sudah menetes jatuh di pipi mulusnya.
" Ayah!!, Apa yang kau lalukan?" Teriak Yana yang mencoba merangkul tangan Andre.
" Yana!!, menjauhlah dari ku" pinta Andre dengan sesekali tangannya menggosok darah yang keluar dari bibirnya.
( entahlah, darah Andre memiliki warna darah biru, hijau, merah atau pink )
" Menjauhlah dari ku Sialan!!" Teriak Andre mendorong tubuh Yana dengan kuat
Dorongan Andre membuat Yana tersungkur dan jatuh.
" Paman" lirih Yana berguman saat terjatuh dan menatap ke arah Andre dengan tatapan sedih.
Raka yang melihat sikap Andre, dengan Emosi berjalan mengahampiri Andre," Baj1ngan kau Ndre!!, apa yang kau lakukan kepada anakku" Teriak Raka .
Yana yang melihat murka Ayahnya, dengan cepat langsung berdiri dan mengahadang Ayahnya.
" Cukup Ayah!!, Jangan sakiti paman lagi. Paman tidak salah, apa ayah setega itu dengan sahabat ayah sendiri?" Ucap Yana yang sudah menangis.
" Minggir Yana!!, Biar ayah memberi pelajaran kepada pria baj1ngan itu. Jika tidak di beri pelajaran, Dia akan semena-mena terhadapmu" pekik Raka yang mencoba menepis tubuh Yana dari hadapannya .
" Ayah!!!" Teriak Yana nyaring
Raka terpaku ketika mendengar Teriakan Yana, Dari teriakkan Yana. Raka menyadari satu hal, bahwa teriakkan Anaknya terdengar berbeda.
" Yana mohon, Sudah hentikan!!, Paman Andre tidak sengaja waktu itu. Karna melindungi Yana, dan yang membantu Yana mendapatkan obat Ayah adalah Paman Andre. Yana minta jangan Sakiti paman Andre lagi Ayah," tutur Yana dengan sendu dari suaranya yang memohon.
" Yana!!, Biarkan ayahmu menghajarku. Sampai dia puas, karna memang pantas ,aku mendapatkannya. Karna sudah lalai menjagamu. malah membahayakan nyawamu " ucap Andre dari belakang tubuh Yana.
__ADS_1
Yana Menoleh ke arah Andre," tidak paman!!, Ayah salah paman. Ayah pikir Paman memang sengaja menyakitiku " ucap Yana.
Raka mengacak Rambutnya furtasi ketika melihat sikap Andre dan Yana di hadapannya, " Demi tuyul yang rambutnya di kuncir!!, Drama macam apa ini?" Pekik Raka dengan pandangan yang menatap ke arah Andre dan Yana secara bergantian.
Santi yang tiba di atas atap bersama Kevin ,kini dapat melihat cekcok antara Raka,Andre dan Yana dengan pandangan yang masih belum mengerti dengan permasalahan yang terjadi sebernarnya.
Santi dengan cepat menghampiri Raka lalu mengusap punggung Raka dengan lembut," apa yang terjadi?" Tanya Santi kepada Raka.
Raka yang melihat kedatangan Santi, dengan seketika membuat tatapan Raka menjadi teduh dari yang sebelumnya terlihat murka.
" Oh sayang!!, Kau datang?, Aku tidak tahu harus bagaimana menanggapi masalah ini"
Ucap Raka menatap Santi dengan meraih tangan Santi kemudian mengusapkan telapak tangan Santi ke wajahnya. Raka berharap mendapatkan ketenangan dari telapak tangan Santi.
Santi menatap Yana yang kini telah berlari ke arah Andre, Santi dapat melihat kekhawatiran dari wajah Yana anaknya, Saat ketika Yana memegang pipi Andre.
" Haa!!, Anak kita sudah dewasa Raka. Alangkah baiknya kita bicarakan masalah ini tanpa emosi" ucap Santi kepada Raka
" Dia masih kecil Santi!!" Ucap Raka
" Dan Andre sahabatmu. Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Santi
Raka terdiam sejenak, " baiklah" ucap Raka pasrah.
" Cinta oh Cinta, sesuatu yang sangat rumit yang dapat mengalahkan rumus algoritma"
Guman Kevin yang melihat Drama antar sahabat di hadapannya yang di sertai gelangan di kepalanya.
Santi mengalihkan pandangannya ke arah Yana dan Andre," Dokter Andre, Dan kau Yana!!, Ikut bunda" pinta Santi dengan suara yang terdengar dingin.
" Baik bunda" sahut Yana yang tahu akan perubahan ibunya.
Raka dan Santi berjalan meninggalkan Atap, Kemudian memasuki lift.
" Cintaku, apakah kau sudah tidak muntah lagi ketika menaiki lift?" Tanya Raka membuka pembicaraan .
Santi menatap Raka dengan Tajam dengan ekspresi datar, Santi kemudian menekan tombol lift yang berada hadapannya.
Raka yang melihat wajah Santi pun sontak menjadi kikuk," maaf sayang, aku hanya bercanda" tutur Raka pelan.
Ting!! ( Pintu lift terbuka )
Santi berjalan dengan wajah yang masih terlihat datar ke arah ruang inap Raka.
Sesampainya di dalam ruangan, Santi menuju ke arah sofa dan langsung duduk di atas sofa dengan melipat kaki serta kedua tanganya di lipat di dadanya.
Raka menjadi cemas, takalah ia melihat ekspresi Santi," Wajahmu jangan seperti kau ingin memakan janin. Itu terlihat menakutkan Santi," tutur Raka yang sudah tidak tahan melihat Ekspresi Santi .
Hening ........
Santi tidak menjawab, Ia hanya ingin menunggu Andre dan Yana dan meminta penjelasan dari mereka berdua.
__ADS_1