
...BAB 54 : Raka Yang Marah...
...****************...
Raka terlihat sedang menikmati makanannya, Saat ia sedang menikmati makanannya.
" Raka!!" Panggil Ayah Raka yang sedang berdiri di ambang pintu.
Raka mengalihkan pandangannya ke arah Ayahnya.
" Yah pi!, Papi sudah makan?" Tanya Raka
Tuan saputra berjalan menuju ke arah Raka lalu duduk di sampingnya," tadi sebelum ke sini ayah sudah mengisi perut terlebih dahulu" jawab Tuan Saputra yang sudah duduk di samping Raka.
" Bagaimana dengan keadaan mak lampir?" Tanya Raka.
" Huss!!, Kamu tu ya, biar begitu juga dia mami kamu" ucap Tuan Saputra.
" Iya!!, Mami yang tampangnya kaya peri, tapi kelakuan seperti roh halus" pekik Raka.
" Hmm, terserah kamu saja. Mamimu ayah sekap dan sedikit tidak waras" ucap Tuan Saputra.
" Emang mami yang dulunya waras pi?, Kalau mami waras dia pasti memikirkan kebahagian anaknya" jawab Raka.
" Papi mewakili Mamimu untuk minta maaf" ucap Tuan Saputra.
" Hmmm.. Rencana kamu selanjutnya bagaimana?, Perusahaanmu telah di tutup. Karna tidak beroperasi selama beberapa tahun" ucap Tuan Saputra.
" Aku akan membawa keluargaku ke apartementku. Masalah perusahan mah gampang Pi, tinggal di buka lagi" jawab Raka
" Hais anak ini, apakah kau tidak ingin kembali ke Mansion dan menjadi penerus papi?" Tanya Tuan Saputra.
Raka terlihat menimbang," Nanti saja pi, saat ini Raka sedang menikmati masa-masa Raka sama keluarga kecil Raka dulu" jawab Raka
" Baiklah, kalau begitu papi pamit dulu . Jaga Yana, Jika Yana sudah bangun, Antarkan dia ke mansion, agar mamimu melihat cucunya " ucap Tuan Saputra .
" Yah!!, Jika aku sempat. Pi, minta tolong bawahan papi untuk mengatarkan satu mobil untukku" pinta Raka
" Baik!!, Nanti Papi akan menyuruh mereka" ucap Tuan Saputra berlalu.
Raka yang sudah selesai makan, beranjak dari duduknya. Kemudian berjalan ke arah Yana, Saat berada di tempat tidur Yana, Raka menatap lekat putri semata wayangnya yang sedang tertidur dengan pulas.
" Kenapa kamu mirip sekali dengan ku?, Lihatlah hidung, bibir raut yang kau punya?. Persis sepertiku namun dalam bentuk wanita berambut panjang" guman Raka dengan mengelus-ngelus pipi Anaknya.
" Namun, kelakuanmu mengikuti siapa?, Bisa-bisanya kau menendang Wajah wajahku wajah ayahmu sendiri?, Yana... Yana, Sayang sekali ayah tidak dapat menemanimu di saat kau masih lucu-lucunya. Maafkan ayah ya sayang" guman Raka.
" Sudah puas menatap kembaranmu?" Ucap Santi yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Raka.
" Eh!!, My sweet heartku. Sejak kapan kau di sini?"
Tanya Raka dengan merangkul pinggul Santi saat Santi berdiri di sampingnya.
__ADS_1
" Baru saja!!" Jawab Santi
Raka mengecup dahi Santi, " terima kasih, atas kesetiaanmu. Tidak salah aku memilihmu. Jika semuanya sudah beres, kita akan melangsungkan pernikahan kita" ucap Raka yang terus memeluk pinggang Santi.
" Tidak ada alasan aku meninggalkanmu Raka!!, Bukti yang kau berikan padaku, sudah cukup nyata untuk aku bertahan . dan menunggumu sampai selama ini" ucap Santi.
Raka tersenyum," nah!!, Setelah Yana bangun. Kita langsung pergi ke apartemen. Saat ini situasinya belum stabil, maka untuk sebentara aku belum bisa memberikan yg terbaik untuk kalian berdua. Namun aku akan usahakan agar perusahan dapat produktif kembali " ucap Raka
" apa sih yang kau ucapkan?, aku yang sendiri saja sanggup. Apalagi ada kamu di sampingku, aku pasti jauh lebih kuat. kita memulai kembali dari nol" ucap Santi dengan tersenyum.
" Uuummmcccaahhh!!!, Love you my ugly" ucap Raka kemudian mengecup bibir Santi sekilas.
" Love you more, pria gaibku" ucap Santi yang kembali mengecup Bibir Raka.
Santi dan Raka beranjak dari hadapan Yana yang terlihat sangat pulas.
" Santi!!, Kamu jaga Yana ya!!, Aku sedikit ada urusan " ucap Raka
Santi mengangguk," pergilah, dan selalu hati-hati" jawab Santi
Raka mengecup dahi Santi kemudian berlalu meninggalkan ruangan.
Saat hendak membuka pintu, anak suruhan ayahnya telah berdiri di depan pintu.
" oh...Tuan Raka, ini kunci mobilnya" ucap Bahawan Tuan Saputra seraya memberikan kunci mobil kepada Raka.
" Ya terima kasih!!" Raka meraih kunci tersebut dan langsung beranjak dari hadapan bawahan Ayahnya.
"Raka!!" Panggil Kevin dari kejahuan
" Kau mau kemana?" Tanya Kevin Saat bertatap
" Kau lihat Andre?" Tanya Raka
" He!, Bukannya tadi Andre ke ruanganmu?" Ucap Kevin.
" Dia sudah pergi beberapa adab yang lalu" jawab Raka.
" Mungkin di lap atau di ruangannya" ucap Kevin menebak.
" Ok!!, Kamu mau kemana Vin?" Tanya Raka.
" Mmm!!, aku bingung, habisnya Kau sedang bersama keluargamu. Dan Andre sudah pasti sedang memikirikan Yan...." Dengan cepat Kevin menutup mulutnya.
" Goblok!!, Kenapa kebablasan?, Haduh!!, Mati dah Andre. Sudah pasti Andre di oseng-oseng oleh Raka" batin Kevin mengutuk dirinya sendiri.
" Apa yang kau ucapkan tadi?" Tanya Raka yang rahangnya telah mengeras
" Oh!, Tidak apa-apa!!. Pasti Andre sedang meracik obat untuk Yana" kilah Kevin berbohong.
Raka dengan tatapan nyalang, langsung menarik kerah leher Kevin," Jika kau berskongkol dengan Andre, kau tahu sendiri akibatnya" Pekik Raka menepis cengkramannya Kasar pada kerah Kevin.
__ADS_1
" Woi!!!, Slow bung, aku tidak berpihak kepada siapa-siapa. Karna aku tidak ingin punya masalah" ucap Kevin
" Bagus jika kau sadar" pekik Raka
Raka membalikan tubuhnya dengan sekujur tubuhnya penuh dengan kobaran Api," Andrean Willson!!, Berani- beraninya kau menyentuh Malaikat kecilku, Akan ku sentil b!j!mu hari ini juga!!" guman Raka geram
Kevin yang melihat Aura Raka pun hanya dapat menepuk jidatnya, " mau bagaimana lagi?, Nasi sudah menjadi bubur. Di tambah daun bawang dan suwir ayam, jadilah bubur ayam. Ahh!!!, Sudahlah semua sudah terjadi" guman Kevin.
Raka dengan cepat berjalan ke arah ruangan Andre.
KLEKK!!! ( Pintu ruangan terbuka )
Saat Raka masuk ke dalam ruangan Andre, Raka tidak menemukan Andre di dalamnya. Karna ruangan terlihat kosong.
" Kemana pria Laksa itu" guman Raka beranjak keluar dari ruangan Andre.
Raka kemudian menuju ke arah ruang laboratorium. Saat Raka tiba di ruang laboratorium, ia hanya menemukan merry.
" Meryy di mana Andre?" Tanya Raka kepada Merry
" Oh..Tuan Raka, Tuan Andre spertinya di atap rumah sakit" jawab Merry
" Terima kasih" ucap Raka kemudian beranjak dari Ruang Laboratorium
Raka mempercepat laju jalan pada kakinya dengan mulut yang tidak berhenti berguman.
" Untuk apa pria itu di atap rumah sakit?, apa dia Mau cosplay jadi tikus loteng?" Guman Raka yang terus melangkah.
Setelah berjalan, melawati lebah dan jalanan berliku. Akhirnya Raka tiba di halaman outdoor bagian atas rumah sakit.
Raka dapat melihat Andre sedang menatap ke arah lautan di hadapanya, dengan pandangan kosong, beserta cerutu yang terselip di jari-jari Andre.
" Cih!!, Sejak Kapan lelaki sehat sepertimu merokok Andrean Willson?" teriak Raka
Andre tidak menoleh, Andre tetap menatap lurus ke depan.
" Sesekali Jika aku ingin" jawab Andre
Raka dengan tatapan berapi-api menghampiri Andre yang mengacuhkannya.
Dengan kuat, Raka menarik kerah kemeja Andre.
BUGH!! ( Raka langsung melayangkan satu kepalannya ke pipi Andre )
" Sialan kau Ndre!!, Apa yang kau Lakukan kepada putriku?. Berapa kali kau ingin membunuhnya ha?" Bentak Raka emosi
Andre tidak merespon, Ia dengan pasrah menerima pukulan dari Raka kepadanya.
BUGH!! ( Bunyi pukulan )
BUGH!! ( Bunyi pukulan )
__ADS_1
Andre tetap terdiam dengan Darah yang sudah mengalir dari hidung dan bibirnya.
" Ayah cukup !!!" Teriak Yana