
...BAB 47 : Pamit ke papa...
Di tempat Adit,.
Kini Nilam telah sampai di rumah Adit, Nilam memapah Adit masuk ke dalam rumah dengan susah payah.
" Lelaki ini makan apa?, Badannya ternyata sungguh berat" guman Nila ketika membawa masuk Adit menuju ke kamar Adit.
"Haa!!, sungguh merepotkan. Jika aku tidak mencintaimu, aku tidak akan mau merepotkan diriku " ucap Nilam seraya menatap Adit yang sudah terbaring di atas kasur.
" Oh iya!!, Mas , tunggu di sini ya!!, aku akan Ambilkan air es untuk mengompres" ucap Nilam
" Santi!!, Jangan pergi. Ku mohon, tinggalkan saja lelaki itu dan kembalilah kepadaku. apa kurang aku mencintaimu?" Tutur Adit.
Dengan tiba-tiba, tangan Adit meraih tangan Nilam yang hendak beranjak.
Nilam tertegun ketika langkahnya terhenti oleh genggaman Adit pada tangannya. Nilam dengan cepat menoleh ke arah Adit dengan tatapan ter'iris.
" Sampai seperti ini kah?, di saat kau tidak sadar pun, kau masih memanggil nama wanita itu?" ucap Nilam, tanpa Nilam perintahkan, setetes bulir kristal kini telah menetes di pipi Nilam.
Nilam menyeka air matanya dengan kasar, lalu menepis tangan Adit yang sedang menggenggam tangannya.
Nilam dengan hati yang retak pun melangkahkan kakinya," aku mohon jangan pergi!!, Tetaplah di sini" Adit dengan cepat mendekap tubuh Nilam dari belakang.
Nilam terpaku, langkahnya berat untuk beranjak. Nilam membalikkan badannya, lalu menatap adit dengan mata yang sayu.
" Mas!!, Istirahatlah aku ak..." Ucapan Nilam terhenti ketika sebuah bibir menutup mulut Nilam.
sontak, membuat pupil mata Nilam membesar. Dengan ragu, Nilam membalas ciuman Adit.
Dan seketika, Apa yang mereka gunakan pun terlepas dari tubuh mereka.
Kini Nilam dan Adit, telah terbuai oleh kenikmatan dosa. Dengan peluh yang mereka tinggalkan dari tubuh mereka.
Setelah bermandikan peluh, Nilam dan Adit terlentang di atas kasur. Adit seperti engan ingin melepaskan rangkulannya dari tubuh Nilam yang kini sudah tidak menggunakan apa-apa pada tubuh Nilam .
" Santi!!, terima kasih. Ku mohon tetaplah seperti ini" Ucap Adit di sela ia memeluk tubuh Nilam.
Nilam yang mendengar ucapan Adit, seketika membuat ia tidak dapat bernafas. Ucapan Adit yang baru ia dengar, bagaikan Gemuruh yang datang di saat cuaca lagi cerah-cerahnya.
" Apa kurangnya aku mas?, Aku pikir saat kau melakukannya denganku , kau sudah sadar. Ternyata, kau malah berpikir aku ini adalah Santi?" Guman Nilam dengan bibir bergetar menahan getir yang baru saja ia terima.
Nilam mengangakat tangan Adit dengan pelan, Dan kemudian beranjak dari tempat tidur Adit. Nilam memunggut pakaiannya dengan perasaan yang sudah tidak bisa di ungkapkan.
Setelah memakai baju, Nilam menatap Adit yang masih terlelap, " aku pergi Mas, jika kau sudah menyadari apa yang terjadi malam ini. Tolong temui aku" Lirih Nilam meninggalkan Adit yang sedang tertidur dengan hati yang mendung.
Kini Nilam keluar dari Rumah Adit bersama isak yang ia bawa, Nilam kini melangkahkan Kakinya menuju ke arah jalan Raya.
Setelah beberapa menit kepergian Nilam,.
Tok...tok... Tok...( Bunyi ketukan pintu di rumah Adit )
__ADS_1
Adit dengan kepala yang berat, memaksakan dirinya untuk bangkit . Ketika Ia mendengar suara ketukan pintu.
" Mmmm... Aduh!!, Kepalaku" guman Adit seraya memijit dahinya
Adit menatap Aneh dengan dirinya yang kini badannya tidak menggunakan apa-apa," Apa yang terjadi?, Bukankah aku sedang berada di club?" Guman Adit heran dengan tangan yang masih memijit pelipisnya.
Di depan Rumah Adit,.
Tok..Tok..Tok.. ( bunyi ketukan )
" Papa Adit!!!, Yana Datang!!" Teriak Yana di depan pintu rumah Adit
" apakah Adit sedang keluar?" Tanya Kevin
" Tidak!!, Itu ada mobil papa Adit. Berarti papa Adit tidak kemana-mana" jawab Yana dengan tangan yang mengetuk daun pintu di hadapannya.
" Jika dia tidak keluar, kita pulang saja" ucap Andre
Yana menatap ke arah Andre, " paman!!, Kita sudah di sini. Apakah kita tidak bisa menunggu?" Tanya Yana
" Lagi cembukor itu Yan, makanya Si Andre mengajak balik" timpa Kevin
Andre menatap ke arah kevin dengan pandangan berapi-api," terus saja Vin, kamu sudah seperti kompor saja " Ucap Andre
Kevin tersenyum ke arah Andre," hehehe!!, Maaf jika kau tersinggung" ucap Kevin
Di dalam Kamar Adit,.
Adit tersadar ketika ia terdiam beberapa menit untuk mengingat semua kejadian yang terjadi.
sampai-sampai, ketukan pintu di depan rumahnya pun Adit abaikan karna sedang mencerna semua yang terjadi pada dirinya.
Tok...Tok...( Bunyi ketukan pintu )
" Papa Adit!!, Papa tidur apa mati?" Teriak Yana
Adit terenyak," Suara Yana?, Apakah Santi sudah kembali?" Kaget Adit dengan cepat ia beranjak dari tempat tidurnya.
Adit meraih celana dan kaos di dalam lemarinya, kemudian berlari keluar dari kamar dan menuju ke arah pintu depan.
KLEEKK!! ( Pintu terbuka )
" Papa!!, Kamu sedang apa?, Kenapa lama sekali membuka pintu?" Cerca Yana ketika berhadapan dengan Adit ketika pintu terbuka .
" Maaf, tadi papa ketiduran. Soalnya akhir-akhir ini, papa sedang kurang enak badan" ucap Adit beralasan
" Apa kita tidak di suruh masuk?" Tanya Yana
" Oh iya!!, Papa sampai lupa. Ayo masuk!!" Ajak Adit
Yana kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah Adit, namun Langkah Yana terhenti tepat di hadapan wajah Adit.
__ADS_1
Yana kemudian mengedus-ngeduskan hidungnya ke arah Wajah Adit dengan dekat.
Andre yang melihat hal tersebut, dengan cepat menarik tubuh Yana ke belakang , agar menjauh dari wajah Adit.
" Apa yang kau lakukan Yana?, Kau ingin mencium ayah Angkatmu?" Tanya Andre berbisik ke telinga Yana .
" Apaan sih paman, orang Yana mencium bau minuman alkohol di tubuh papa Adit" jawab Yana
Yana kembali menatap ke arah Adit," papa mabuk ya?" Tanya Yana, dengan bercekak pinggang menatap Adit.
Adit yang mendengar pertanyaan Yana pun kelabakan," mmm...tidak!!, Papa tidak mabuk" jawab Adit kikuk
" Sejak kapan papa jadi seorang pemabuk?" Tanya Yana
" Yana!!, Ayah angkatmu mabuk, gara-gara di tinggalkan oleh bundamu " timpa Kevin tiba-tiba.
Adit menatap tajam ke arah Kevin," itu privasiku. Jangan se'enaknya kau mengumbar ke orang lain " pekik Adit kepada Kevin.
" Yah ...maaf!!, Aku hanya mengatakan yang sebenarnya" jawab Kevin acuh
Seketika mata Yana melotot dengan mulut sedikit terbuka.
" Yana!!, Cepat katakan tujuan kita kesini. Jangan membahas masalah hati orang lain" ucap Andre yang mengingatkan kepada Yana ,akan tujuan mereka untuk berkunjung.
" Oh iya!!, Papa, Yana mau pamit. Papa Adit harus jaga diri ya!!, Dan lupakanlah Bunda. Papa Adit berhak untuk bahagia" ucap Yana
Mendengar ucapan Yana membuat Adit terkejut. Dengan spontan Adit memegang kedua pundak Yana," apakah kalian memang akan menetap di sana?, Terus bundamu mana?" Tanya Adit
" Bunda tidak ikut, bunda sedang menjaga ayah" jawab Yana
Seketika raut wajah Adit menjadi kecewa ketika mendengar ucapan Yana.
" Baiklah papa, ini Liontin ada fotoku sama bunda jika papa rindu. Papa sehat-sehat ya!!, Terima kasih karna telah menjaga aku dan juga bunda, jika aku punya Waktu, aku akan berkunjung menjenguk papa" ucap Yana
Adit seketika memeluk tubuh Yana," Papa akan sangat merindukanmu, tolong jaga dirimu baik-baik. Salam untuk bundamu, semoga kalian selalu bahagia " ucap Adit yang mulai terisak.
Yana membelai kepala Adit, " yah!!, Nanti Yana sampaikan. Papa juga baik-baik di sink, salam ke tante Nilam, semoga tante Nilam bisa menjaga papa dengan Baik " Ucap Yana
" Hei!!, Sudah cukup!!, untuk berpamitannya. Ayo Yana kita segera pulang " ucap Andre menarik tubuh Yana dari pelukan Adit
Adit menatap Andre dan Kevin dengan mata yang sudah berkaca-kaca," tolong jaga Yana dan Santi ya!!" Pinta Adit tulus
" Yah!!, Tanpa kau minta, aku akan selalu menjaga mereka" ucap Andre
" Baiklah papa Adit, kami permisi dulu" pamit Yana
Adit mengangguk dengan hati yang berat," hati-hati" teriak Adit ketika melihat Yana telah menaiki mobil.
Adit terduduk di depan pintu menatap kepergian Yana dengan harapan yang telah musnah.
" Yah!!, Seharusnya aku ikhlaskan. Karna sejatinya Yana dan Santi bukanlah milikku" guman Adit lirih
__ADS_1