Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Perasaan Yana


__ADS_3

...I love Paman Dokter...


...BAB 89...


...****************...


Di tempat Lain,.


Seorang lelaki sedang menatap perempuan yang sedang terbaring dengan wajah pucat pasih lalu di tangan dan hidungnya tertancap jarum infus pada lengannya, dan selang oksigen pada hidungnya.


" Abraham!. Mau sampai kapan kamu melihat viola tertidur seperti itu,?"


Seorang pria menepuk pundak Abraham yang sedang menatap istrinya sendu.


Dengan pandangan yang terus menatap istrinya," Ayah Mertua, aku juga bingung. Aku harus bagimana menyembuhkan Viola," Sahutnya dengan suara lirih.


Seorang pria itu duduk di samping Tuan Abraham. Lalu menatap Anaknya dengan sedih.


" Viola harus mendapatkan jantung yang cocok!. Sudah bertahun-tahun aku menunggu, Akhirnya. Ada jantung yang cocok untuk Viola." Ucap Pria itu.


" Tapi Ayah Mertua, Aku Rasa. Kita tidak akan menang melawan Andre. Anda tahu sendiri bagaimana mengerikan Asap dan senjatanya itu. Belum lagi Keluarga Julian yang mempunyai Sabit kematian," Sahut Abraham.


" Aku sudah meracik semua penangkal dari Aura yang akan di keluarkan oleh Andren. Aku harus mendapatkan jantung dari Anak Raka Saputra, Karna Viola harus sembuh." Ucap Pria itu.


" Bagaimana kita bisa mendapatkan Jantung anak itu?. Sedangkan sekarang, Anak itu sedang bersama Andre." Sahut Abraham.


" Kau tenang saja, semua telah aku atur!. Kita akan bergerak jika, waktunya tepat. " Jawab pria itu . Yang kemudian beranjak dari duduknya.


Ambraham hanya melihat punggung Ayah Mertuanya yang berlalu. Kemudian menghilang di balik pintu.


Abraham kembali menatap istrinya dengan netra yang lirih.


" Viola sayang, sebenarnya aku tidak setuju dengan rencana ayahmu. Ini sungguh beresiko, Bukan kesembuhan yang kau dapatkan. Aku takut, jika kematian yang akan menghampirimu." Ucap Abraham yang kemudian mengecup lembut tangan istrinya yang terasa dingin.


...****************...


Di Tempat Andre dan Yana,.


Setelah membeli keperluan Yana, Andre dan Yana pun beranjak dari Swalayan.


Di dalam mobil, terasa hening. Andre masih dengan pikiran mengenai ucapan Yana yang tadi ia ucapkan.


" Paman..." Panggil Yana pelan.


Andre menoleh ke arah Yana dengan pandangan sendu.


" Iya rubah kecil ada apa?. Apa ada yang masih kurang?" Tanya Andre.


Yana menggeleng kepala, lalu tangan munggilnya memegang pipi Andre kemudian mengusapnya dengan lembut.


Andre yang merasakan usapan tangan Yana di pipinya, membuat ia sesekali menutup matanya. Meresapi setiap usapan dari telapak tangan Yana berikan.

__ADS_1


" Paman kenapa menjadi diam?. Apakah paman masih kepikiran dengan ucapanku tadi?" Tanya Yana.


Andre menoleh ke arah Yana sekilas, Lalu kembali menatap jalanan.


" Nanti kita bicarakan lagi ya!. Jika kita sampai di kediamanku." Sahut Andre.


Yana mengangguk, Lalu melepaskan tangannya di pipi Andre. Yana mengalihkan pandangannya ke arah kaca mobil di samping duduknya. Mencoba menatap laju mobil dari balik kaca.


' paman!. Entah, aku merasa. Hidupku tidak akan lama, Jika aku pergi duluan. Aku hanya minta kau jangan sedih.'


Batin Yana, dengan pandangan kosong menatap kaca jendela di hadapannya. Sembari jari jempol Yana berada di bibirnya, Tanpa Yana sadari. Yana pun menjatuhkan satu butir bening pada pipinya.


Degh!!


Jantung Andre seketika merasa sakit. Karna detak jantungnya tiba-tiba berdentum dengan hebat. Merasakan Hal tersebut, Andre menginjak pedal gas lebih kencang. Barharap ia tiba di kediamannya dengan segera.


" Kamu berpikir apa rubah kecil!. Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari sisiku, walau hanya beberapa detik." Ucap Andre.


Yana tersadar, bahwa Andre dapat membaca isi Hatinya. Dengan cepat, Yana menoleh ke arah Andre.


" Itu hanya perasaanku saja paman. Jangan terlalu di pikirkan," Sahut Yana.


" Tolong!. Jangan membuatku ketakutan, ketakutan terbesarku Adalah kamu Yana!. Aku takut jika kamu akan pergi meninggalkanku. Jadi ku mohon , hilangkan perasaan seperti itu di dalam benakmu," pinta Andre.


Yana mengangguk, " baik paman. Maaf, jika aku membuat paman khawatir." Ucap Yana.


...****************...


Di tempat Raka,.


Raka meraih ponselnya yang berdering, di atas meja kecil di samping tempat tidur.


📞 [ Mmm... Apa apa Danian?]


Tanya Raka dengan suara Serak, karna baru bangun.


📞 [ Tidak ada aktivitas yang mencurigakan di kerajaan Tuan!. Semua data telah aku kirim ke email Tuan.]


📞 [ Baiklah. Kau bisa berlibur! ]


📞 [ Mmm... Tapi Tuan!. Anu...]


📞 [ Apa lagi? ]


📞 [ Itu, Tuan menyuruhku berlibur. Tapi aku tidak punya uang ]


📞 [ Kau ini, bisa-bisanya kau ingin me'nuyul Tuanmu sendiri. Jangan merasa kau tidak punya uang Denian, masih ada ginjalmu untuk kau jual! ]


📞 [ Ah... Terima kasih Tuan atas sarannya!. Aku tutup dulu.]


Panggilan pun terputus, Raka melempar Ponselnya Asal.

__ADS_1


Plak!!.


" Haduh!!"


Teriak Santi yang kaget. Seraya menggosok-gosok Dahinya. Ketika ponsel yang Raka lempar, tepat mengenai Dahi Santi yang sedang tertidur di sisi Raka.


Raka menoleh ke arah Santi," haduh!. Marlyn mondro, Maaf!!" Ucap Raka yang panik. Lalu mengelus-ngelus kepala Santi.


Santi menatap Raka dengan tajam, dengan jengkel. Santi menendang Paha Raka dengan keras.


" Suami laknat kamu Raka!. Turun kau dari sini!. Bedebah," teriak Santi dengan Wajah garangnya.


" Eh.. iya..iya sayang!!. Maaf, aku tidak sengaja. Tolong!. Kalem ya sayang, itu rambutnya Sayang, Sudah mekar kaya singa." Bujuk Raka kepada Santi yang terlihat kesal.


Santi meraih guling lalu mememukul tubuh Raka dengan kuat," Iya!, Aku singa betina. Dan kau Singa jantannya. Dan anakmu adalah Simba!!" Teriak Santi.


Raka dengan cepat memeluk tubuh Santi yang sedang kesurupan di hadapannya," cup...cup... Maaf!. Tadi tidak sengaja, mana coba, aku lihat yang sakit?" Tanya Raka.


" Ini!" Ucap Santi manja, sembari menujuk jidatnya yang benjol.


" Umcccaahhh!!" Raka mengecupnya.


" Udah!. Udah ga sakit lagikan?. Apa mau, aku panggil Andre untuk membedah dahimu?" Tanya Raka.


Santi menyubit perut Raka," ih... Tidak begitu juga. Hanya ingin di manja saja kok!" Ucap Santi yang kemudian menyenderkan kepalanya di bahu Raka.


...****************...


Di tempat Kevin,.


Kevin menatap beberapa Wanita yang sedang berlalu lalang di tepi pantai. Dengan perasaan dongkol.


" Ada apa dengan perasaan ini?. Kenapa aku merasa sangat kesal, ketika tidak ada Raka dan Andre?" Guman Kevin.


Andre membaringkan tubuhnya di atas matras yang teralas di atas pasir. Sembari menikmati sengatan sinar matahari di sebuah pantai.


" Tuhan!!. Berikan aku Satu wanita yang bisa membuatku Jatuh cinta!. Aku bosan hidup seperti ini." Pekik Kevin berguman.


" hai tampan!. Bolehkah aku berbaring di sini?"


Ucap seseorang yang tiba-tiba menghampiri Kevin.


Kevin menurunkan separuh kaca mata hitamnya di batang hidung, lalu menatap orang yang telah menyapanya.


" Sialan!!. Enyah dan menjauhlah dariku." Teriak Kevin yang kemudian meraih matrasnya lalu beranjak.


" Sayang!!. Tunggu. Aduh, tampan-tampan kok begitu sih." Ucap orang itu.


" Pergi!!. Aku tidak ingin di sentuh oleh mahkluk jadi-jadian sepertimu," teriak Kevin sambil berlari. Menghindar dari kejaran orang itu .


" Sayang!!. Jangan lari, godain aku!!"

__ADS_1


" Aku meminta Seorang Wanita. Kenapa yang datang , malah ubur-ubur Rawa?"


Teriak Kevin yang terus berlari menghindari kejaran seorang wanita berjakung alias Waria yang kekar terlihat.


__ADS_2