
...I Love You Paman Dokter ...
...BAB 83 : Sesi Latihan ...
...****************...
Yana tiba di sekolahnya, di halaman sekolah. Nampak para murid sedang sibuk dengan aktivitasnya. Karna hari ini, adalah hari sekolah Yana sedang menggelar acara pentas untuk para donatur yang akan hadir.
Yana menuju ke arah tempat teater. Di sana, para pekerja sedang mempersiapkan pernak-pernik acara yang akan di gelar. Dan untuk hari ini, Yana berperan sebagai Putri tidur, dan yang menjadi pangerannya adalah Zean.
...****************...
Back to beberapa hari yang lalu,.
Saat itu , Yana yang sedang berada di Kafetaria sekolah. Yana yang hendak mengambil lauk yang di lihatnya menu Semur Jengkol yang ada di dalam prasmanan tinggal sedikit. Dengan sigap, Yana meraih centong untuk meraih semur jengkol yang ada di hadapannya.
" Itu punyaku," ucap seorang pria yang secara bersamaan memegang centong tersebut.
Yana menatap sinis ke arah pria yang dia benci.
"Aku yang duluan, jadi minggir kau centong Nasi!" Tegas Yana, dengan menggeser tubuh Zean dengan pinggulnya.
" Kau yang minggir, dasar wanita jadi-jadian," pekik Zean yang menarik centong nasi yang di genggam oleh Yana.
"Kau!!" Pekik Yana yang menarik kembali centong yang di raih oleh Zean.
" Kau berani melawan ha!!" Ucap Zean menatap tajam ke arah Yana dengan membusungkan dadanya.
Yana membalas dengan tatapan tajam ke arah Zean, sembari mendongkak' kan kepalanya tinggi-tinggi menatap Zean.
" Kau pikir aku takut dengan pria yang rupanya seperti barbie?" Pekik Yana.
" Wow!, Klop. Sepertinya aku sudah mendapatkan pemeran untuk drama kali ini," ucap seseorang yang menepuk tangannya sembari berjalan ke arah Yana dan Zean.
Yana dan Zean, dengan kompak menoleh ke arah suara tersebut.
" Pak, Servas!!" Ucap Yana dan Zean bersamaan.
" Kalian berdua ikut bapak ke ruang teater!" Titah Pak Servas.
" Tapi pak, Saya belum makan!" Ucap Yana.
" Jika menunda waktu, Nilai kalian merah," Ancam Pak Servas.
Yana dan Zean saling menatap murka. Lalu mengekori Pak Servas dari belakang.
Sesampainya di Aula, Pak Servas mengamati Zean dan Yana yang kini berdiri di hadapannya.
" Ada apa bapak menyuruh kami kemari?" Tanya Zean.
__ADS_1
" Oh Tuan Zean, Ketampananmu suatu anugerah. Maka jadilah pemeran utama tokoh dalam drama yang bapak buat kali ini,"
" Aku tidak tertarik!" Sahut Zean dengan pandangan acuh.
" Tuan Zean!, Jika kamu menolak. Aku akan adukan ke kakekmu, bahwa kau menindas seorang wanita," ancam Pak Servas.
" Cih!, Bisakah kau tidak perlu mengancamku?"
Pekik Zean kepada Pak Servas , dengan Raut Wajah yang masam.
" Ya atau tidak Tuan Zean?" Tanya Pak Servas.
" Iya, akan aku lakukan. Terus!, Guna wanita Jadi-jadian ini apa?" Cibir Zean yang menatap Yana dengan Sinis.
" Oh tentu dia yang akan jadi Tuan Putrinya," sahut Pak Servas.
" Apa!!, Tidak," teriak Zean dan Yana secara bersamaan.
" No..no.. kalian cocok, jika kalian menolak. Mata pelajaran seni kalian akan bapak berikan merah, selama kalian bersekolah di sini. Kalian tahu prosedur nilai dalam sekolah ini kan?, jika ada mata pelajaran yang merah, maka mereka tidak akan pernah keluar dari sekolah ini." Ancam Pak Servas.
Yana mendengus kesal, " apa tidak ada pria lain Pak. Selain pria yang mirip kaleng kong huan ini," cibir Yana.
" Bapak buta?, gadis macam Ramboo ini di jadikan Tuan Putri?" Pekik Zean yang di sertai telujuk yang menujuk ke arah Yana.
" Woi pria berkedok!, Siapa yang kau bilang Ramboo ha?" Tanya Yana kesal, sembari menendang kaki Zean dengan kuat.
" Jahara kau!!, Kau ingin aku..-"
Ucapan Zean seketika terhenti ketika mendengar teriakkan Pak Servas yang mempunyai suara 10 okta itu. Akhirnya, Zean dan Yana hanya bisa pasrah dan mulai mengikuti Latihan.
Dalam masa Latihan, Pak Servas tidak henti-hentinya berteriak dan membentak. Akibat Yana dan Zean yang selalu bertengkar gara-gara masalah yang sepeleh.
" Kalian ini, 2 hari lagi pentas akan di mulai. Namun bapak tidak mendapatkan hasil dari kalian berdua. Ingat ya!. Sekali ini gagal, kalian akan remedi seumur jagung kalian untuk mengulang pelajaran bapak," cerca Pak Servas.
Yana dan Zean terdiam mendengar suara mirip petasan mercon dari Pak Servas . Dan akhirnya, Yana dan Zean pun mulai fokus untuk berlatih lebih serius.
Dalam sesi latihan :
Narator : pada zaman dahulu kala ( Skip )
Datanglah seorang pangeran dengan kudanya. Namun kali ini. Pangeran Zean berjalan kaki.
Pangeran tersebut melihat segerombolan para kurcaci yang sedang bersedih , menatap sebuah peti yang di hias indah dengan bunga-bunga.
Pangeran : kenapa kalian bersedih?.
Para kurcaci : Putri kami di kutuk dan tertidur.
Mendengar alasan kurcaci kenapa mereka bersedih, Zean melangkah ke arah peti tersebut.
__ADS_1
Pangeran : waw!, Putri yang cantik.
Zean menatap lekat wajah Yana yang sedang berada dalam peti yang sedang berakting tersebut,
'Adu sial, kenapa aku bisa kikuk begini?' Batin Zean.
Kurcaci : kutukan itu akan hilang oleh sebuah ciuman pangeran!!.
Zean yang mendengar , membuat ia menjadi semakin gugup ketika Zean mencoba mendekatkan wajahnya ke arah Yana.
Saat jarak wajah Zean dan yana tinggal beberapa senti, jantung Zean serasa berlari maraton. ' Anjir!, Ada apa dengan jantungku?, Kenapa ketika aku menatap wanita Ade Rock ini, bisa-bisanya aku se resah dan se kacau ini,' Batin Zean merasa gelisah dan gugup.
Yana yang merasakan hembusan nafas Zean yang menerpa wajahnya. Dengan cepat, Yana membuka mata. Yana begitu terkejut, ketika wajah Zean tepat berada di atas wajahnya dengan jarak yang begitu dekat.
" Menyingkir dari hadapanku bedebah!!" Teriak Yana, sembari mendorong wajah Zean menjauh.
Zean yang kaget wajahnya di dorong, menatap murka ke arah Yana," siapa yang bernafsu mencium wanita kekar seperti dirimu ah!!" Pekik Zean sembari menyembunyikan Rona pada Wajahnya.
Yana pun beranjak dari peti tersebut, Kemudian berlari menghampiri Pak Servas.
" Pak, apakah adegan ciuman bisa di skip?. Atau pura-pura saja, ketika Zean memasukan kepalanya ke dalam peti. Anggap saja itu adalah adegan sebuah ciuman," Yana memberikan Saran.
Pak Servas terlihat berfikir beberapa saat," Yah!, sepertinya Ide kamu bisa di terima Yana. Akibat adegan ciuman itu, yang membuat kalian berdua terlihat begitu kaku," Sahut Pak Servas.
Zean yang mendengar Saran Yana pun setuju. Karna ia tak mungkin punya keberaian untuk mencium Yana, apalagi barusan. Gara-gara adegan ciuaman, mebuat seluruh tubuhnya basah oleh keringatnya sendiri.
Setelah selesai latihan, zean menuju ke arah loker tempat ia selalu menaru barangnya. Saat membuka loker, Wajah Yana yang sedang tertidur pun terlintas dalam benak Zean.
" Ah!!, Sial. Untuk apa aku bisa memikirkan gadis bertulang besi itu," guman Zean, sembari mengoyangkan kelapanya gusar.
...****************...
Di tempat Yana,.
Yana yang kini berjalan ke arah tempat mesin minuman, Dengan cepat memasukan koin dan menunggu satu kaleng minum yang akan keluar dari lubang mesin di hadapannya.
Klek!!
Yana meraih kaleng tersebut, dan ia langsung meneguknya.
" Haaaa!!!. Segarnya!!, Aku tidak bisa membayangkan jika adegan ciuman tersebut di lihat oleh paman Andre," Guman Yana.
Andre menatap Yana dengan tatapan tajam, sesekali Andre menyeringai ke arah Yana dengan sebuah suntikan yang besar pada genggamannya
' Rubah kecil!!, Apa kau sudah lupa dengan statusmu?. Ciuman pertamamu, harus aku yang mendapatkannya. Kenapa kau berikan kepada orang lain?. Kesini, dan masuklah ke tabung racunku, itu adalah hukuman untukmu ' Yana membayangkan Ekspresi Andre.
Yana dengan cepat menggelengkan kepalanya kasar, Membayangkan. Betapa menakutkannya pria itu, Apalagi sampai mengeluarkan Auranya. Bisa-bisa aku bisa meleleh dengan seketika.
Setelah bergedik ngeri membayangkan kemurkaan Andre. Yana beranjak dari mesin minuman lalu berjalan menemui Marko yang sudah menunggunya.
__ADS_1
Itulah asal muasal, Zean dan Yana menjadi pemeran utama Dari cerita Putri Aurora.