Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Parang Kusumo


__ADS_3

...BAB 16 : Parang Kusumo...


...----------------...


Yogyakarta,.


Setelah 7 x purnama, 7 x puasa dan 7 x lebaran. Akhirnya Marko dapat mengantarkan Tuannya ke tempat tujuan. Setelah Marko mengatakan "PETA Kepada Dora Congek".


Marko menepikan mobilnya di bibir pantai di parang Kusumo," Tuan!. Kita sudah sampai" sambil menatap tuannya dari kaca Spion.


" Hmmm... Ternyata kau bekerja begitu keras setelah aku mengancammu"


" Baiklah, kau tunggu di sini. Aku akan pergi menemui penguasa pantai Laut Selatan" lanjut Andre


Andre keluar dari mobilnya, kemudian Andre berjalan menuju ke arah pantai. Andre memandangi luas samudra yang membentang dengan bunyi deburan ombak yang saling berkejaran.


Sejekap mata. Samudra di depan mata Andre, kini telah berubah menjadi sebuah bangun yang megah. Ini terlihat seperti sebuah kota metropolitan, dengan pagar setinggi 10 meter membentang sepanjang bibir pantai.


Kring..tuk..tak.kring..tuk.tak..kring..( bunyi gerincingan yang bersahutan dengan langkah kaki kuda )


Andre dapat melihat dari sebuah gerbang, terdapat kereta kencana yang terlihat sangat megah yang di tarik oleh 6 kuda yang hanya memilik 2 warna. Yaitu 3 berwarna hitam dan 3 berwarna putih.


Kereta kencana kini menuju ke arah Andre dengan seorang kusir perempuan yang menarik tali kekang pada kuda-kuda tersebut.


Saat kereta kencana semakin mendekat ke arah Andre, seketika bau bunga melati menyeruak di Indra penciuman Andre.


Seorang wanita berpakaian seperti prajurit wanita dalam kerajaan Majapahit, turun dari kereta kencana lalu berjalan menghampiri Andre.


" Tuan!. Saya datang menjemput tuan, atas perintah Ibunda Kanjeng Ratu " Dangan membukukan badannya


Andre terperangah ketika di sambut seperti ini. Dan tidak menyangka, bahwa para penghuni ghaib yang berada di tanah ini sungguh begitu menghormati tamu yang datang.


" Baik, terima kasih atas sambutannya" Andre membalas dengan membungkukan badannya. Kemudian berjalan ke arah kereta kencana yang tak jauh dari hadapannya.


Setelah Andre menaiki kereta kencana tersebut, kusir perempuan mulai menarik pelana kuda ketika ia sudah berada di atas kereta kencana.


"Hiiaaakkk!!!" ( Teriak wanita kusir, kekita menarik tali kekang pada kuda di depannya )


Kereta menuju ke dalam sebuah gerbang . Andre yang melihat hanya menatap takjub dari atas kereta kencana, Di alam tempat Andre berada sudah sangat modern . Namun di tempat ini, penguasanya masih menjaga ke asrian alamnya. Dan begitu juga dengan Penduduk di alam ini, mereka begitu ramah. Di setiap Andre berpapasan dengan beberapa orang, mereka selalu tersenyum.


Mau tua atau pun muda, mereka akan tersenyum ketika mereka bertatap mata dengan Andre. Hal tersebut membuat Andre bisa melatih bibirnya untuk membuat sebuah senyum di bibirnya.


" Tuan!. Kita sudah sampai di gerbang istana" ucap seorang wanita kusir, yang tiba-tiba datang menghampiri Andre yang duduk dalam kereta.

__ADS_1


Andre beranjak dari turun dari kereta nya. Ia menatap istana di hadapannya yang berdiri begitu kokoh.


" Mari tuan!!. Saya akan mengantar tuan untuk bertemu dengan Ibunda Kanjeng Ratu" ucap wanita kusir mempersilahkan Andre untuk memasuki ruang istana.


Andre kemudian mengekori wanita yang berjalan di hadapanya.


"Hormat kami panglima!!" Ucap beberapa punggawa seraya membungkukan badan mereka. ketika melihat Andre dan wanita yang sedang berjalan memasuki istana.


...----------------...


Di tempat Yana,.


Adel dan Yana berjalan keluar dari gerbang sekolah, ketika aktivitas sekolah telah selesai.


" Yana!. Kalau kamu masih sakit, lebih baik hari ini kita tunda dulu" Adel dengan langkahnya mengimbangi Yana seraya menatap Yana yang sedang berjalan di sampingnya


" Aku tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil, nanti juga sembuh. Bukankah kamu ingin mencicipi rumah makan yang baru di buka?. Aku akan menemanimu" jawab Yana


" Tapi aku takut jika sesuatu terjadi padamu" dengan raut kekhawatiran


" Jika kamu khawatir, kamu bisa menyimpan nomor ibuku. Jika sesuatu terjadi padaku, kamu bisa menelfon ibuku" tatap Yana kepada Adel dengan kaki yang terus melangkah.


" Mana nomor ibumu, biar se waktu-waktu jika terjadi apa dengan dirimu aku bisa langsung menghubungi ibumu" dengan tangan yang telah siap-siap untuk mencatat


" Ok!. Sudah aku save nomor ibumu" ucap Adel


Ciiittttt ( bunyi rem )


Yana dan Adel menghentikan langkah kaki mereka ketika sepeda motor Dhika berhenti tepat di hadapan mereka.


Melihat hal tersebut, membuat Yana memutar bola matanya." Ada apa lagi dengan pria yang satu ini" guman Santi


Dhika menaikan kaca helmnya," Yana!. Apakah kau sekerang jauh lebih baik?" Tanya Dhika menatap ke arah Yana .


" Yah!!. Aku sudah merasa baikkan sekarang" jawab Yana


" Ayo!! Aku antar pulang" ajak Dhika


" Tidak perlu, aku akan pulang dengan Adel. Terima kasih atas tawarannya" Yana menolak dengan berasalan


" Ok kalau begitu. Aku duluan ya!!" Dengan menutup kembali kaca helmya, Dhika kemudian melaju meninggalkan Yana dan Adel.


" Yan, sepertinya ka Dhika naksir sama kamu deh!" Ucap Adel ketika Dhika telah berlalu

__ADS_1


" Biarkan saja dia menyukaiku. Namu aku tidak menyukai pria yang model T*i" jawab Yana


Adel menatap Yana," apa maksudnya?. Kenapa kamu selalu bilang kak Dhika itu T*i?" Tanya Adel dengan mata yang penuh tanda tanya


" Kamu tidak lihat?. Setiap Dhika berpijak para lalat akan mendekatinya?. Kehadiran Dhika pasti menyebabkan ricuh oleh para siswi yang berteriak histeris" jawab Yana


" Mmmm... Kamu punya kerekteria sendiri dengan pria idaman?" Tanya Adel dengan penasaran, seperti apa pria idaman sahabatnya ini


" Pria yang tidak selalu tebar pesona, pria dingin, cuek dan galak" sahut Yana, sepintas Yana malah memikirkan wajah pria yang membuatnya penasaran.


" Ih... Emang kamu ga takut sama pria dingin?. Kalau aku mah yang ada makan hati kalau berhadapan dengan pria yang seperti itu" Adel seketika bergedik membayangkan jika ia bertemu dengan model pria yang seperti di katakan Yana


Yana tersenyum melihat reaksi Adel," ah... Pria dingin itu, kalo udah jatuh cinta pasti bucinnya kebangetan. Dan yang pasti ada suatu tantangan tersendiri" jawab Yana


" Ya sudah, ayo kita pulang. Entar malah telat kita sampai rumah" ajak Adel


"Ayo!!" Jawab Yana


Kini mereka berjalan meninggalkan area sekolah. Dan menuju ke rumah mereka masing-masing.


...----------------...


Di Rumah Yana,.


" bunda!!. Yana pulang" teriak Yana dengan tangannya melepaskan sepatunya


Setelah melepaskan sepatunya, Yana masuk ke dalam rumah.


" Kamu udah pulang?. Maaf tadi bunda ga dengar, Karna tadi bunda habis nyuci di belakang" kaget Santi ketika berpapasan dengan anaknya ketika hendak berjalan menuju ke ruang tengah


" Ga apa-apa Bun, Yana ganti baju dulu ya, udah lepek" jawab Yana yang berjalan ke arah kamarnya.


" Seragamnya bawa sini!!. Nanti bunda cuci" teriak Santi


" Iya!!" Sahut Yana dari dalam kamar


Setelah mengganti pakaian, Yana menghampiri ibunya," biar Yana yang nguci Bun" pinta Yana dengan menggelar tubuh ibunya yang sedang berada di mesin cuci


" Eh... Udah biarin, kamu pasti capek. Kamu makan dulu" tolak Santi keberatan


" Ya udah.. Yana tinggal ya" ucap Yana


" Mmmmm....itu, bunda sudah beli salep. Nanti habis makan bersihin luka melepuhnya pake revanol. Habis itu gosok pake salep yang bunda beli" titah Santi dengan tangan yang sibuk memeras baju di hadapannya.

__ADS_1


" Iya Bun, nanti Yana obatin" jawab Yana kemudian berlalu


__ADS_2