
...BAB 26 : Nah loh!! Ada apa dengan Andre?...
Santi tercengang ketika mendengar penuturan Andre kepadanya, kini dadanya terasa sesak ketika pria yang ia cintai selama ini tidak sadarkan diri.
" Bunda!!, bunda, Apa kau tidak apa-apa?" Yana mengoyang-goyangkan tubuh ibunya
Santi terdiam dengan dada yang kembang kempis menahan sebuah batu di dalam dadanya.
" Yana!!, Ayahmu" dengan bergetar
" ayah kenapa bunda?" tanya Yana
Santi seketika beranjak dari tempat tidurnya lalu menuju ke arah lemari, ia mengambil kotak yang di berikan oleh Raka kepada Santi.
" Kamu mau tahu tentang ayah?" Tanya Santi kepada Yana
Yana mengangguk,,
Santi membuka kotak yang ada di tanganya.
Kleekk ( kotak terbuka )
" Ini surat dari ayahmu, sebelum kamu membaca. Bunda mau cerita sedikit, ayahmu bukanlah manusia" ucap Santi
Yana terjekut ketika mendengar ucapan ibunya," jadi Paman-paman ini juga berasal dari alam yang sama bunda?" Tanya Yana
Santi mengangguk," paman andre dan paman kevin yang menyelamatkan bunda sama ayahmu" jelas santi mengingat kembali kejadian 16 tahun silam.
" Terus ayah di mana bunda?. Kenapa ayah tidak ikut?" Tanya Yana
" jawabannya ada pada paman-paman yang ada di sini" jawab Santi
Yana menoleh ke arah Andre dan Kevin," paman!!, ayah yana , apakah baik-baik saja?" Tanya Yana dengan tatapan sendu menatap Andre dan Kevin secara bergantian
" Hhaaaaaa" Kevin menarik nafasnya panjang
"Nama kamu siapa manis?," Tanya Kevin dengan ke dua tangannya memegang pundak Yana
" Dayana, paman" jawab Yana
"Ok, ayah Yana , sekarang masih hidup. Namun,-" terhenti sejenak
" Ayahmu jiwanya belum terbangun, saat ini paman Kevin sama Paman Andre sedang mencari obatnya" ucap Kevin
Yana menatap orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut, " kenapa ayah sampai bisa tertidur?" Tanya yana
Andre mendekat ke arah Yana," ayahmu terkena cambuk iblis dari saingan ibumu, pada waktu itu," ucap Andre kemudian mulai menceritakan kornologi yang terjadi .
Santi yang mendengar , langsung berlari ke arah Andre," Dok, antarkan aku untuk ketemu Raka bisa?, aku ingin melihat keadaannya," pinta Santi
Andre menatap ke arah Santi," kita harus menemukan obat untuk Raka terlebih dahulu, Aku sempat bertemu dengan penguasa pantai selatan, katanya kita harus membawa 4 elemen" ucap Andre menjabarkan apa yang di perintahkan penguasa laut kepadanya .
" Apa saja?" Tanya Santi
" Bunga dewa, air kebaikan, tanah perjanjian dan batu lava" jawab Andre
__ADS_1
" Sebanyak itu?, Apakah kalian sanggup?" Tanya Santi .
" Bunda!! , kan ada Yana?. Yana akan ikut mencari ke-4 element tersebut " ucap Yana memeluk ibunya
Santi menatap anaknya," kau masih sangat kecil Yana, mana bisa ikut?, lagian kamu harus sekolah kan " ucap Santi
" Kecil sih!!, tapi kekuatannya , mempunyai kapasitas monster. Masa!!, Leher Andrrr-" seketika Kevin menutup mulutnya sambil melirik ke arah Andre, terlihat wajah Andre sudah nampak kebakaran ketika menatap Kevin.
"Lanjutkan saja,,, tidak apa-apa!!" desak Andre dengan uap dingin yang keluar dari mulutnya ketika berbicara kepada Kevin dengan matanya yang sudah mengeluarkan api.
Kevin menggelengkan kepalanya," tidak Ndre, kamu ya!!, selalu saja di masukin dalam hati," ujar Kevin
Andre menoleh ke arah Santi," wanita bodoh, percayalah pada Yana. Anakmu ini, sungguh seperti rubah yang lincah" ucap Andre
Santi yang mendengar perkataan Andre membuat santi menatap tajam kepada Andre," apa maksud ucapan Dokter?. Apakah anakku begitu licik?" Tegas Santi
" Ho... Aku tidak mengatakannya, namun bagaimana menurutmu, jika seorang anak yang baru berusia 16 tahun memalak seseorang yang baru ia temui?" Ucap Andre
Yana yang mendengar , langsung berlari ke arah Andre," bunda tidak perlu mendengar ucapan om kaku ini " ucap Yana seraya tangannya menutup mulut Andre
" Apa yang kau sembunyikan Yana?, Sepertinya kamu dan paman Andre terlihat sangat Akrab?" ucap Santi dengan tatapan mata menyelidiki
" Yah... Aku dan paman memang sangat akrab, ya'kan!!, paman?" Ucap Yana seraya mengacak-ngacak rambut Andre, setelah ia melepaskan telapak tangannya dari mulut Andre.
Andre seketika terdiam ketika menatap wajah Yana yang sedang tersenyum, Andre tahu bahwa senyum tersebut hanya di buat-buat oleh Yana, namun Yana masih saja terlihat menggemaskan.
(Sial!!, Rambutku yang di acak-acak. Namun kenapa hatiku yang terasa seperti teracak-acak?) batin Andre kacau dan gagal fokus gara-gara melihat senyum Rubah kecil.
Andre menggoyang kepalanya kasar," rubah kecil ,menyingkirlah dari samping badanku" titah Andre, dengan raut wajah yang terlihat memerah.
Yana melekatkan wajahnya ke arah wajah Andre,"paman, apakah kamu habis makan cabe?" Tanya Yana kekita melihat wajah Andre yang memerah
" Oh, di belakang, rumahku tidak begitu besar. Jadi , Dokter pasti akan menemukannya" jawab santi
Andre dengan cepat beranjak dari duduknya," sial!! " guman Andre ketika berlalu
Sesampainya di dapur, Andre menarik nafasnya panjang, " argghhh" Andre yang mencoba menenangkan pikirannya
" Hahahaha.. apakah kau serius Ndre?" Kevin yang tiba-tiba datang menghampiri Andre ke dapur.
Andre menoleh, " kenapa ada yang salah??" Tanya Andre dengan pandangan dingin ke arah Kevin.
" Mmm... Tidak ada, namun wajahmu terlihat sangat jelas Ndre!!" ejek Kevin seraya berlari
"Setan!!!" Pekik Andre
Andre kembali mengatur nafasnya. Setelah itu ,Andre ingin kembali ke tempat santi untuk membicarakan masalah Raka.
Saat Andre hendak berbalik badan, Andre terkejut seraya meloncat ke belakang.
" Rubah kecil!!, jangan berdiri kaya setan di belakang orang seperti itu!!" pekik Andre ketika mendapati Yana yang berada di belakang Tubuhnya
" Ehh...ada apa dengan paman?, aku sedang berjalan dan ingin mengambil buah, kenapa paman jadi ketakukan begitu?" Tanya Yana polos
Andre merapikan dirinya dan kembali berdiri dengan tegak," hmm.. tidak apa-apa" jawab Andre dingin
__ADS_1
Andre kemudian beranjak dari dapur...
Yana yang melihat sikap Andre, membuat ia mengerutkan alisnya," dasar pria es mambo " guman Yana kemudian berjalan menuju ke arah kulkas.
Andre kini menghampiri Santi dan Kevin di kamar Santi.
"Kita berbicara di Ruang tamu saja, biar lebih luas. Di sini sempit " ajak Santi
Santi kemudian berjalan menuju ke ruang tamu, saat tiba di ruang tamu, tanduk Santi pun tumbuh dengan sempurna, ketika ia melihat Ruang tamu yang telah Hancur berantakan.
"Yaaannnaaaa!!!!!" Teriak Santi dengan aungan harimaunya
Yana berlari ke arah ibunya, " ada apa sih bun?." Tanya Yana
" Bersihkan sekarang juga!!!!" teriak Santi menatap ke arah Yana seraya jarinya menujuk ruangan yang telah hancur.
" tapi bunda, paman Andre sama paman Kevin juga ikut terlibat" tampik Yana yang tidak mau di salahkan sepenuhnya
Santi kemudian menatap tajam ke arah Andre, Kevin dan Yana secara bergantian," Bersihkan sekarang juga!!!" Teriak Santi dengan nafas tersengal
Ke-3 nya langsung berlari , mereka kemudian mencari alat untuk merapikan ruang tamu yang telah di buat kapal pecah oleh Yana.
Andre terlihat menghindari tatapan Yana, Dan hanya sibuk membersihkan puing-puing kehancuran yang di sebabkan si Rubah kecilnya.
" Anak manis, kenapa dengan pria Kaku itu?, spertinya dari tadi dia terlihat kesal" Kevin berbisik kepada Yana. dengan tangan yang sibuk memungut puing-puing.
" Entalah paman, sepertinya dia sedang sensitif. Lagi dapat kali " jawab Yana berbisik
" Yah!!, Pria kaku itu memang tiap harinya selalu merasa sensitif " timpa Kevin
Andre yang mendengar, membuat rahangnya mengeras dengan alis yang terangkat, " bisakah kalian diam!!" Teriak Andre tiba-tiba.
Mendengar teriakan Andre, membuat Yana dan Kevin terkejut dan salah tingkah , sehingga berlari ke tempat yang berlawan.
" Ya.. ampun!!, Sepertinya aku akan cepat mati, jika berada dengan orang-orang seperti ini" guman Andre seraya berjalan keluar dari rumah santi dengan raut yang murka.
Entah mengapa, Andre ingin berkeliling hingga ia tiba di salah satu taman di dalam kawasan perumahan.
Ia pun duduk di salah satu bangku yang berada di taman, kemudian memejamkan matanya.
" Mau es paman?, " Yana menyodorkan sebuah ice cream kepada Andre
Andre membuka matanya," kenapa kau kesini?" Tanya Andre
" Paman sama kan seperti aku?" Ucap Yana seraya duduk di samping Andre
Andre mengerutkan alisnya..
" Hmmm .. paman tahu?, aku selama di sini aku tidak mempunyai teman. Aku baru punya satu , itu pun saat aku masuk ke sekolah baruku" ucap Yana
" Aku punya, ada ayahmu dan juga Kevin" jawab Andre
"Ok, terima kasih karna telah menjaga ayahku. Aku tahu, paman mencari mustika bunga dewa dan air kebaikan kan?. Nanti malam akan kita bicarakan untuk mencari sisa mustikanya. Aku pergi dulu" ucap yana beranjak dari duduknya.
Saat beberapa langkah, Yana membalikkan badannya," paman, sering-seringlah tersenyum. Itu baik loh untuk mengusir kesepian. Oh iya, itu esnya di makan" tutur Yana sambil tersenyum kemudian beranjak.
__ADS_1
Andre hanya tertegun mendengar ucapan Yana, ia menatap punggung Yana yang berlalu kemudian menatap ice cream yang di berikan oleh Yana seraya tersenyum, " Dasar!!, Rubah kecil " guman Andre