
...BAB 21: Salah Sasaran...
...----------------...
Andre keluar dari mobilnya ketika melihat Yana yang tengah berdiri di tengah jalan.
Yana menatap Andre dengan geram," siluman kanebo!!. Apakah kerjaanmu hanya mengikutiku?" Seraya menatap tajam
Andre menyenderkan pinggulnya di depan mobil di antara kap mesin, dengan tangan yang di lipat ke dadanya.
" anak tengil!!. aku bukan siluman!!. Apa untungnya aku mengikutimu?" ucap Andre dengan tatapan dingin
"Owh!!. Kalau bukan siluman, berati om adalah seorang pedofil?" ucap Yana mengejek
Seketika Andre mengeluarkan auranya," kau!!. berani sekali, membuat tensiku naik turun!!" Pekik Andre dengan Tiba-tiba rambutnya berubah menjadi putih .
Yana yang melihat hanya tersenyum smirk" Aura apa yang kau keluarkan om?. Sepertinya kita sama!! " Yana dengan rambut yang terangkat seperti di berikan kipas angin dengan di sertai mata Yana yang tampak telah memutih dengan senyum membunuh yang terukir di bibirnya.
Andre terkejut melihat perubahan Yana, sontak membuat langkahnya mundur beberapa senti ke belakang .(anak ini!!) Batin Andre
Andre dengan cepat terbang ke arah Yana. Yana yang menyadari, seketika menghindar dari serangan Andre
" Cihh!!. Om , menyerang ketika musuh belum ada persiapan, adalah sikap para pecundang!!" ucap Yana mengejek.
" Bocah tengil!!. Benarinya kau mengajariku " pekik Andre yang kembali menyerang
" Cih!!. Ku kira keras, ternyata kertas!! Hahahaha" pekik Yana tertawa dengan tangan yang aktif menghindari serangan Andre.
"bocah sialan!!. Siapa kau sebenarnya?." Tanya Andre dengan tatapan tajam
Yana melayang ke arah Andre, seraya memainkan kukunya ke wajah andre," sudah ku kakatakan, aku ini nenekmu wahai cucuku , Maka hormatilah diriku!!" ucap Yana mengejek
"Ciiihhhh!!!. Hiakkk" Andre yang kesal, denga secepat kilat kembali menyerang Yana.
Yana yang menghindar hanya tertawa mengejek," hahahaha....om, apakah cuma ini?. Aku kecewa loh!!" ujar Yana yang memanas-manasi
Wus..sat ..set ....
Sing... Sing... Duar...
Andre yang terlihat mulai serius, Yana yang tadi nampak hanya main-main. kini telah menunjukan keseriusannya.
Andre hendak menendang perut Yana, Yana dengan cepat menangkis dengan kedua telapak tangan yang di silang.
__ADS_1
Yana menyerang dengan tendangan sabit di wajah andre, namun Andre menangkis dengan pergelangan tangannya.
" Om boleh juga" ucap Yana dengan hitungan detik, Yana sudah menjepit leher Andre dengan ke dua kakinya dengan posisi menggunting.
" Om.. moodku sedang kacau hari ini , jika kau bergerak , akan ku putar kakiku pada batang lehermu. Dan kau akan pulang hanya membawa tubuhmu tanpa kepalamu" ucap Yana ketika ke 2 kakinya sedang menjepit leher Andre.
Andre seketika terdiam," siapa kau sebenarnya?. Dan kenapa kau memiliki wujud seperti temanku?" tanya Andre saat ia sedang terdesak di antara kaki Yana.
" Untuk apa kau perlu tahu?." Tanya Yana
Tiba-tiba Marko keluar dari dalam mobilnya," tuan!!" Teriak Marko
Yana yang kaget, seketika memutar kakinya pada leher Andre.
Kreeekkk ( bunyinya gurih!!!. Seperti ampas gorengan ketika di gigit )
Andre sontak terduduk dan ambruk. Marko yang melihat hal demikian, langsung berlari ke arah Andre.
" Tuan!!Tuan!!" Teriak Marko
" Siapa kamu?. Kenapa menggangguku di saat aku sedang bermain?" Tanya Yana yang berjalan menghampiri Marko, dengan tangan yang di lipat di dadanya.
Marko menyembah," maaf nona, jika saya dan tuan saya telah membuat nona marah. saya tidak bermaksud untuk mengganggu. Hanya saja, tuan saya keadaannya sedang melemah . Karna ia baru selesai menerima hukuman" jelas Marko kepada Yana
Yana yang mendengar perkataan Marko pun terkejut, " dia sedang sakit?" kaget Yana
Yana berjongkok dan menaruh jarinya di hidung Andre, kemudian Yana memegang nadi Andre yang berada pada leher Andre," Aku minta maaf paman, Karna telah melukai majikanmu. Majikanmu hanya pingsan" ucap Yana
Yana memejamkan matanya, kemudian sebuah kembang yang berkilau berwarna perak keluar dari dada Yana.
Yana menatap Andre yang tengah terbaring di jalanan, " maafkan aku om wajah kaku. Karna aku tidak tahu jika kau sedang sakit" ucap Yana
Yana kemudian memetik satu kelopak bunga lalu memaksa Andre untuk menelan kelopak tersebut.
" Paman, majikanmu akan segera sadar. Dan kekuatan majikanmu yang tersegel juga akan segera kembali. Aku harus pulang, ucapkan permintaan maafku kepada majikanmu" ucap Yana dengan tangan yang menaruh kembali kembang yang keluar dari dadanya.
Setelah itu, Yana beranjak meninggalkan Marko dan Andre, dengan kembali ke bentuk manusianya, " sini pus!!. kamu takut ya?.Maaf kalau aku membuatmu ketakutan!!" Tak lupa , yana kembali mengambil seekor anak kucing yang ia taru di pinggir jalan. sebelum ia berkelahi dengan Andre.
Kini Yana berjalan ke arah rumahnya, " maaf bunda!!. Tadi Yana emosi sampai lari keluar rumah. Pasti bunda sedang kebingungan sekarang " guman yana dengan terus melangkah bersama anak kucing di dalam gendongannya.
...----------------...
Di tempat Santi,.
Santi terus melangkah namun ia tak kunjung berjumpa dengan yana," ya ampun Yana!!. Kamu di mana?. Sepertinya Yana tidak ke arah sini, apakah dia ke arah perkebunan tebu?. Tapi tidak mungkin. Pasti dia ke arah warnet dan bermain game di sana" pikir Yana yang terus melangkah
" Lebih baik aku kembali saja, siapa tahu, Yana sudah berada di rumah" guman Santi yang berjalan kembali ke arah rumahnya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Santi menuju ke arah kamar Yana. Namun Yana belum kembali.
Santi yang merasa kakinya pegal, berjalan menuju arah tempat tidur Yana. " Raka!!. Anak gadismu, hingga larut seperti ini juga belum pulang. Apakah dia benar-benar marah padaku?" Guman Santi yang berbicara dengan ilusi
Santi berbaring di atas tempat tidur Yana, saat menatap langit-langit kamar anaknya. Tanpa sadar Santi tertidur.
Yana telah sampai di depan rumahnya, ia dapati pintu rumah terbuka. " Apakah bunda mengejarku?. Sampai-sampai pintu rumah pun tidak di tutup" guman Yana
Yana berjalan ke dalam rumah, ia kemudian memberi makan kucing yang ia bawa terlebih dahulu.
Setelah itu Yana menuju ke kamar ibunya. Namun ibunya tidak ada. " bunda kemana?. Apa benar bunda mencariku?" Guman Yana
Yana mulai berjalan ke arah kamarnya.
Kreek.. (pintu terbuka)
Mata Yana berbinar, ketika mendapati ibunya tengah tertidur di dalam kamarnya. Yana mendekat, lalu menatap raut wajah ibunya yang sendu dengan beban yang ia pikul selama ini," maafin Yana ya bunda!!. Maaf" guman Yana pelan dengan mengusap wajah ibunya lembut.
...----------------...
Di tempat Andre,.
"Uhuk...uhukkk...hueekk" batuk Andre ketika tersadar dan membuang ludah yang berasa amis darah.
" Tuan!!. Apakah kau baik-baik saja?" Ucap Marko ketika melihat tuannya sadar
Marko membantu Andre untuk duduk.
" Dimana anak sialan itu?" Tanya Andre
" Dia sudah pergi, dia yang mengobati tuan saat tuan pingsan" jawab Marko
" Apa?. Gadis tenggil itu bisa mengobatiku?." Tanya Andre terkejut
Marko mengangguk " Dia juga berkata , bahwa kekuatan tuan juga akan meningkat" Jawab Marko
Andre yang mendengar seakan tidak percaya, bahwa bocah yang baru seumur cabe ,bisa mengalahkan seorang ilmuan seperti dirinya?.
" Sudah ayo kita cepat pergi ke Merbabu, aku harus segera mendapatkan obat untuk Raka . Walau kecil kemungkinannya , aku akan mencoba" ucap Andre seraya berdiri
" Apakah tuan tidak ingin mencari tahu tentang loli yang tadi?" Tanya Marko
" Saat ini, Raka yang utama. Jika Raka sudah sembuh, aku akan bebas mencari siapa saja" Jawab Andre
Andre kini memasuki mobilnya, dan Marko juga menyusul.
Kini Marko kembali melaju ke arah mangelang.
__ADS_1