
...BAB 29 : Rencana untuk Melihat Raka...
...****************...
Yana memegang tangan Andre yang hendak menarik knop pintu.
" Maafkan aku paman!!, Aku hanya ingin memberikan ini," Tutur Yana dengan satu tangannya menahan tangan Andre yang hendak membuka pintu.
Andre menoleh, seketika matanya membulat sempurna saat melihat apa yang di perlihatkan oleh Yana.
Andre menatap dengan takjub mustika yang ada pada tangan Yana.
" Rubah kecil!!, Sepertinya ini yang di katakan ibu ratu" ucap Andre dengan mata yang berbinar
Yana mengganguk," iya paman, ini bunga dewa dan air kebaikan. Satu di beri oleh ibunda ratu dan satu lagi aku dapat di merbabu" jelas yana kepada Andre
Andre kemudian memeluk Yana dengan spontan," oh!!, Terima kasih rubah kecil aku tidak dapat berkata apa-apa selain rasa syukur. Karna ayahmu akan segera sadar" ucap Andre
" Paman!!, Aku minta jangan beritahu bunda. Jika tidak, bunda tidak akan mengijinkanku unjuk ikut mencari sisa mustika. Siapa tahu itu jodohku" ucap Yana dari belakang tubuh Andre
Andre mendorong tubuh Yana," kamu tenang saja. Paman akan membawamu" ucap Andre menatap Yana
Yana mengangguk," tapi paman , bisakah aku melihat Ayah?" Pinta Yana dengan mata memohon.
Andre berpikir sejenak," mmmm... Bisa, tapi bagaimana dengan sekolahmu?, Karna perbedaan waktu di dunia manusia dan di Alam ayahmu cukup jauh perbedaannya" ucap Andre memberi penjelasan
" bisakah paman memikirkan caranya?" Pinta Yana
"Coba paman bicarakan dulu kepada ibumu" ucap Andre
Yana mengangguk," oh iya!!, Paman Kevin bukanya kekuatanya masih tersegel?, Panggillah dia ke sini" ucap Yana
Andre mengangguk, lalu Andre menuju keluar dari kamar Yana.
Tak lama, Andre datang bersama Kevin ke kamar Yana.
" Ada apa?" Tanya Kevin ketika bertemu dengan Yana
" Paman, apakah paman juga terkena hukuman sama seperti paman Andre?" Tanya Yana
" Oh...iya, aku,paman Andre dan kakekmu mendapatkan hukuma bersama-sama" jawab Kevin
" jika begitu, paman makanlah kelopak bunga ini" Yana menyodorkan kelopak bunga dewa kepada Kevin
Kevin menerima kelopak tersebut dengang dahi yang mengerut, menatap kelopak yang ada pada tangannya.
" Makanlah, tidak perlu kau menatapnya seperti itu" ucap Andre
" Mmm ..baiklah" kevin memasukan kelopak bunga tersebut ke dalam mulutnya.
" Uhuk...uhuk... Wuueee,,, kecut dan sepat sakali" ucap Kevin di sertai lepehan pada lidahnya
"Jika mau enak, bukan obat nama" sahut Andre
Tiba-tiba kepala kevin terasa berdengung, seperti ada sebuah Bass di dalam kepala dan dadanya.
Kevin seketika memegang kepala dan dadanya secara bergantian.
__ADS_1
"Awww!!, Perasaan apa ini?" ucap Kevin dengan raut wajah kesakitan
" Uuhhuukkk...hhuuueekk" kevin memuntahkan darah segar dari mulutnya
" Itu adalah segel yang terlepas, rasa sakit itu akibat pemebersihan dalam tubuhmu. Darah itu adalah toxic yang telah keluar dari dalam tubuhmu" jelas Andre kepada kevin
Kevin menyeka darahnya," yah, seperti aku merasa lebih segar sekarang" ucap Kevin
" Baguslah jika paman sudah merasa lebih baik" timpa yana berucap
" Yana!!, kamu tidak melihat Paman Kevin dan paman Andre dimana?" Teriak santi tiba-tiba
Yana yang mendengar , langsung menyembunyikan mustikanya dengan cepat.
Krrekkk..( pintu kamar Yana terbuka )
Santi yang melihat, manatap curiga dengan ketiga mahkluk yang ada di dalam kamar Yana.
" Rencana apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya santi ketika mendapati ke tiga mahkluk di dalam kamar anaknya
" Begini Santi, Tadi Yana meminta kami untuk mau membawanya melihat ayahnya" sergah Andre dengan cepat
Santi menatap Yana, " bunda juga sama, rindu sekali dengan ayahmu. Namun apakah iya kita datang tanpa membawa obat untuk ayahmu?" Tutur santi dengan mata yang terlihat sendu menatap anaknya
"Ayo!!, aku sudah menyiapkan makan malam. Kita bicarakan di meja makan sembari makan" sambung Santi mengajak
Mereka pun keluar dari kamar Yana, dan berjalan menuju ke arah meja makan. Sesampainya di meja makan, mereka mulai menyendokan nasi dan lauk yang ada di atas meja.
" Bunda!!, Aku ingin sekali berjumpa dengan ayah" ucap Yana dengan suara yang terdengar sendu
Santi menghentikan sendoknya," bunda juga sama, tapi mau bagaimana?, Kita harus menemukan obat ayah terlebih dahulu" tutur Santi
Santi menatap Kevin," apa kalian tidak kelelahan jika harus pulang pergi?" Tanya Santi
" Tidak masalah, selagi kekuatan kita sudah kembali, kita bisa berkomunitasi dengan penghuni Blue Lake" ucap Andre
Yana menatap ibunya," jadi bagaimana bunda?" Tanya Yana penuh Harap
" baiklah jika kalian tidak keberatan kita bisa pergi" Ucap Santi
Yana sontak berdiri dan berlari ke arah ibunya," makasih bunda!!,ummmccaaahh" peluk Yana seraya mencium ibunya
Santi mengusap pipi Anaknya dengan lembut," minta ijin dulu ya besok ke sekolah" ucap Santi
Yana mengangguk...
" Biar aku yang ke sekolah Yana, Nanti aku yang meminta ijin" ucap Kevin
Yana menatap ke arah Kevin," tidak!!, Biar paman Andre Saja yang meminta ijin ke sekolahku" ucap Yana
Andre yang melihat hanya menggelengkan kepalanya.
" Memangnya, jika aku yang mengantarmu kenapa?" Tanya Kevin
" Paman kevin pasti ke sekolah Yana , hanya untuk gombalin murid-murid, tadi saja teman Yana di gombalin. Sampai-sampai teman Yana pipinya merah terus hingga ia pulang" cerca Yana
" Salah sendiri, kenapa dia baperan. Padahal itu hanya kata sapaan" jawab Kevin
__ADS_1
" Yee... Kalau ga di gombalin sama paman pasti Adel ga akan baper" sahut Yana
" Sudah!!, Sudah. Segera habiskan makananmu Yana!!" Teriak Santi
Yana kembali ke kursinya lalu meneruskan makannya yang sempat tertunda.
Santi yang melihat tingkah Yana kembali teringat dengan tingkah Raka,( Raka, jika kau ada di sini, suasananya akan jadi lebih sempurna) batin Santi
Setelah selesai makan, mereka berkumpul di ruang keluarga namun tidak dengan santi yang akan mempersiapkan perlengkapan yang akan di bawa.
" Paman Andre dan paman Kevin, kita main Ps yuk!!, Yang kalah harus bayar ke Yana" usul Yana tiba-tiba
" Aku tidak bisa bermain game" ucap Andre tiba-tiba
" Bilang saja Paman takut" sahut Yana
Andre menaikan alisnya, " aku lebih suka duduk di dalam lap, dari pada aku harus duduk bermain game yang tidak ada manfaatnya " pekik Andre
Yana menatap Andre," bilang saja paman seorang Pencudang" ejek Yana
Andre yang mendengar, seketika tensi membuat darahnya menjadi naik ,hingga alat tensi pun pecah bila di ukur.
Kevin yang melihat hanya hanya terkekeh," ayo Yana dengan paman Saja. Paman cukup jago untuk bermain game" ucap Kevin
" Ayo!!" Tantang Yana
Saat kevin dan yana sudah bersiap-siap ingin bertanding, " berikan stiknya kepadaku " Andre dengan tiba-tiba meraih gagang stik dari tangan Kevin
Kevin hanya melongo melihat perubahan Andre," apakah kau serius?" Tanya Kevin
" Diam!!, Akan aku buktikan kepada rubah kecil ini" pekik Andre dengan Raut Wajah kemarau
Yana tersenyum melihat wajah Andre yang mudah di provokasi.
" Ayo!!, Awas!!, jangan menangis ya!!" Ejek Yana
Andre dan Yana mulai beradu di dalam Game. Setelah berapa menit, ternyata Andre kalah.
" Lagi!!" Pinta andre
Babak ke-2, Andre kalah.
Dengan wajah gersangnya," Lagi!!" Pinta Andre
Yana hanya tersenyum geli , ketika melihat wajah Andre yang sudah saperti udang yang di goreng.
" Ndre!!, Tadi kamu tidak dengar apa taruhan Yana?" Bisik Kevin kepada Andre
Andre menoleh ke arah Kevin, kevin yang melihat pun mengangguk pelan," bisa bangkrut kamu Ndre" ucap Kevin.
Andre pun tersadar dan menatap Yana yang cengar cengir seperti kuda," rubah kecil, kau!!" Pekik Andre
" Jangan lupa, uangnya paman" ucap Yana seraya jarinya di jentik-jentik seperti memberi kode.
" Yannaa, papa datang!!" Adit yang tiba-tiba datang ke ruangan
mereka bertiga pun menoleh ke arah suara..
__ADS_1
"Ah!!! ,PAPA??" seru Andre dan Kevin secara bersamaan