
...BAB 31: Yana Meminta Ijin...
Pagi di rumah santi,.
Yana menatap ke arah cermin, kini dia sudah siap untuk pergi ke sekolah. Setelah siap, Yana keluar dari kamarnya.
" Bunda!!, Paman Andre sudah siap?" Tanya Yana ketika ia menghampiri ibunya.
"Ayo!!, Aku sudah siap" ucap Andre ketika ia keluar dari kamar depan.
Yana menoleh ke arah Andre," wow, coba ku lihat!!, Hoho!!, Paman, ternyata kau sugguh tampan untuk ukuran om-om" puji Yana ketika melihat Andre yang telah rapi
ket model :Luke eisner
Seketika wajah Andre berubah menjadi kecut bin asam," berhentilah kau memanggilku om" pekik Andre
" Memang jelas, paman kan om " tutur Yana tersenyum
" Ayo jalan!!" Ajak Andre
Yana berlari ke arah ibunya yang sedang sibuk di dapur," bunda!!, Yana jalan ya" pamit Yana ketika ia tiba di dapur
" Iya!!, Hati-hati ya sayang" jawab Santi
Yana kemudian berlari ke arah Andre, dengan refleks, Yana mengandeng tangan Andre menuju keluar rumah.
Andre yang melihat tangannya di ganteng, membuat ia mengukir senyuman di bibirnya.
Setibanya di depan rumah, ternyata sudah ada Marko yang menunggu.
Yana dan Andre kemudian masuk di dalam mobil.
Di dalam mobil,.
Andre merasa suasana begitu canggung, apalagi Andre yang tidak berani menatap Yana atau sekedar berucap.
Marko yang melihat, melalui kaca spion pun merasa aneh dengan ekspresi tuannya.
" Nona kecil, ternyata kamu adalah anak tuan Raka. Cantik sekali!!" ucap Marko membuka pembicaraan.
" Makasih paman, paman sudah lama kerja sama paman Andre?" Tanya Yana
" Iya nona sama-sama, aku bekerja sejak Nyonya Santi berkunjung di kediaman Tuan" jawab Marko
" Sepertinya, paman Andre begitu baik ya!!, Sampai-sampai paman betah bekerja di bawah tekanan dari tuan yang wajahnya selalu kaku kaya batu es ini" sindir Yana dengan ujung matanya yang melirik ke arah Andre
" Uhuk!!, apakah kau bisa diam rubah kecil?" Ucap Andre di sertai batuknya.
Marko yang melihat reaksi tuannya, memilih diam dan mulai fokus untuk menyetir.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka tiba di sekolah Yana.
Andre dan Yana turun dari mobil, lalu berjalan memasuki sekolah yana. Yang pastinya ,Andre sudah menggunakan mode yang dapat terlihat.
" Siapa itu?"
" Siapa yang berjalan bersama gadis yang kentut Awal MOS?"
" Lihatlah, paman itu tampan sekali"
" dingin dan tampan"
Yana yang mendengar ucapan para murid mulai mengdengus dengan kesal,( lihatlah para lalat itu, kenapa menatap pamanku seperti ingin memakannya?, apakah karisma om-om ini begitu dasyat? ) batin Yana dengan wajah manyunnya .
__ADS_1
Andre seketika mengusap kepala Yana, " tidak perlu memperdulikan mereka" ucap Andre tiba-tiba
Yana menatap Andre dengan tersenyum mendengar ucapan Andre,..
"Yana!!" Teriak adel yang berlari menghampiri Yana
Yana menoleh," adel, kebutulan aku berjumpa denganmu. Aku akan minta ijin untuk beberapa hari ini aku tidak akan pergi ke sekolah" ucap Yana
Adel mengerutkan alisnya," kenapa begitu?" Tanya Adel
" Aku akan pergi menjengguk ayahku" jawab Yana
" Oh!!, Ayahmu sakit?" Tanya Adel
" Yah, makanya pamanku menjemputku" ucap Yana
" Begitu ya!!, Aku jadi tidak punya teman deh jadinya. Ya sudah , semoga ayahmu cepat sembuh ya!!" Ucap adel
" Bisakah kalian tidak membuang-buang Waktu?" Pekik Andre tiba-tiba
Adel baru tersadar ketika melihat Andre ," oh.. siapa itu?" Bisik adel dengan menutup mulutnya
" Dia adalah pamanku, ya sudah aku pergi ya!!" Ucap yana seraya berlalu
Andre berjalan tanpa mau menyapa Adelia, ia langsung melangkah , meninggalkan Yana dan berjalan di depan.
" Paman!!, Apakah sikap paman ini, berlaku kepada semua?" Tanya Yana
Andre tak menjawab, Andre hanya terus melangkah dan mengabaikan pertanyaan Yana.
"Dasar pria ini!!" Guman Yana kemudian menyusul Andre
Setibanya di ruang kepala sekolah," permisi!!" Ucap Andre
" Ya..ya masuk, dan silahkan duduk" masih dengan tatapan pada berkas-berkasnya di atas mejanya.
" Jika ada tamu, tolong hargailah sedikit!!" teriak Andre tiba-tiba
Yana yang mendengar ,langsung menatap Andre seraya tersenyum.
Ibu kepala sekolah dengan cepat mengangkat keplanya, " bisakah kalian tunggu...sebentar?" Suara yang awalnya nyaring seperti toa, ketika melihat Andre, suara tersebut tiba-tiba mengecil.
" Oh... Silahkan duduk" ucap kepala sekolah Sopan
" Saya kesini , dengan tujuan meminta ijin untuk keponakan saya" ucap Andre yang langsung pada intinya
" oh..nama keponakannya siapa?, Berapa hari dan alasan untuk meminta ijin seperti apa?" Tanya ibu kepala sekolah
Andre mengangkat alisnya, karna pusing dengan pertanyaan ibu kepala sekolah yang sedang duduk di hadapannya.
" Saya Dayana Eka Ranti bu, berapa hari tidak di tentukan. Karna saya harus melihat Ayah saya yang sakit" sela Yana dan mulai menjawab pertanyaan ibu kepala sekolah
" Oh Dayana ya, ngomong-ngomong ini pamannya?" Tanya ibu kepsek kepo
" Di ijinkan atau tidak?" Tanya Andre tiba-tiba
" oh... Iya-iya, di ijinkan. Silahkan!!" jawab spontan ibu Kepsek yang kaget
" Terima kasih bu" ucap Yana
Andre langsung berdiri meninggalkan Yana, Yana yang melihat Andre yang berlalu seketika berdiri dari duduknya ," saya pamit dulu bu!!, Selamat pagi!!" Ucap Yana ,dengan cepat . Yana keluar dari Ruang Kepsek sambil berlari mengejar Andre.
" Paman!!, Ketus sekali sikapmu itu" ujar Yana ketika menghampiri Andre
" Aku paling benci, dengan seseorang yang berbasa-basi" ucap Andre, beserta tatapan lurus ke depan dengan terus melangkah.
__ADS_1
Yana terdiam ketika mendengar ucapan Andre. Kini Yana Hanya mengekori belakang punggung Andre.
" Yana!!" suara seseorang di balik belakang Yana.
Yana menoleh," eh ka Dhika ,ada apa?" Tanya Yana
" Aku lihat kamu keluar dari ruangan Kepsek, ada apa?" Tanya Dhika yang saat memanggil, tangannya menggenggam tangan Yana.
" Oh itu, Aku sedang meminta ijin, karna harus menjenguk Ayahku yang sedang sakit " jawab Yana
" Apa yang terjadi dengan Ayahmu?" Tanya Dhika
Tanpa di sadari oleh Yana dan Dhika, Andre menatap geram dengan Dhika yang memegang tangan Yana ( Pria tulang lunak dari mana ini?, Berani sekali dia mengabaikanku) bantin Andre, dengan tatapan yang hanya tertuju di pergelangan Yana. dengan ubun-ubun yang telah mengeluarkan lahar panas.
" Yana!!, Ayo cepat jangan berlama-lama," pekik Andre , kemudian menarik satu lengan Yana dengan tiba-tiba.
Dhika yang baru pertama kali melihat Andre memasang raut tidak senang ," om siapa?, aku belum selesai berbicara dengan Yana" ucap Dhika sembari menarik Satu tangan Yana .
Dan terjadi tarik ulur begitu juga tarik tambang pada kedua tangan Yana,..
" Hei!!!, Apa yang kalian lakukan?, Ini sakit!!!" pekik Yana , kemudian menghepaskan kedua tangan yang sedang memegang tangannya secara berlawanan.
Andre dan Dhika terdiam,
" ka Dhika, maaf aku harus segera pergi" pamit yana
" Yana!!, Bisakah kau berikkan nomor ponselmu?" Teriak Dhika, ketika melihat Yana yang berlalu.
Spontan Andre langsung menghadang Dhika dengan tubuhnya, seraya kedua tangannya melipat di dadanya," heii!!, bocah nyiur melambai. Jika kau berani menyentuh Yana lagi, akan ku pastikan kau pulang dengan tangan tanpa tulang" ancam Andre dengan tatapan berapi-api.
nyiur melambai \= pria gemulai
Dhika menatap Andre dengan menantang," Om siapa?, Masih pantas kah om menggoda Yana?, Ingat umur om!!" Pekik Dhika
Mendengar ucapan Dhika, membuat tubuh Andre mengeluarkan Asap," PLAAAKKK" Andre dengan kekuatan super menjitak kepala Dhika dengan kepalan tangan yang kuat.
" Aaaawww!!" Dhika meringis dengan tangan yang menggosok kepalanya.
" Aku ini, pamannya!!" Tekan Andre menatap tajam ke arah Dhika
Yana menoleh dan mendapati Andre yang masih beradu dengan Dhika," haaadeehh" keluh Yana.
" Paman!!, Ayo " teriak Yana memanggil Andre dengan tangan yang melambai.
Andre yang mendengar, langsung menoleh ke arah Yana. Kemudian berjalan menghampiri Yana.
Kini Yana Dan Andre telah berjalan menuju ke arah mobil.
Sesampainya di dalam mobil," senang sekali kamu menggoda laki-laki" ucap dingin Andre tiba-tiba .
Yana menoleh," aku?, Siapa yang menggoda?, Mereka yang tertarik padaku. Wajarlah, akukan anak yang sangat manis" jawab Yana dengan senyum pedenya menatap Andre.
Andre menatap lekat tingkah Yana di hadapannya.
" cukup!!, Berhentilah kau tersenyum seperti itu, karna Senyummu itu terlihat sangat jelek" pekik Andre
Yana yang mendengar ucapan Andre, dengan tiba-tiba memonyongkan mulutnya, Lalu membuang wajahnya ke arah jendela.
Andre yang melihat tingkah Yana seperti itu, membuat Andre merasa gemes. Tak sadar sebuah senyuman telah terukir di bibirnya.
Tak lama, mobil mereka tiba di rumah Santi. Yana tanpa menunggu Andre, ia langsung beranjak dari mobil dan berlari ke arah rumah.
Se sampainya di rumah, ternyata semuanya telah bersiap dan hanya menunggu Andre dan Yana untuk berangkat ke Blue Lake.
__ADS_1