
...BAB 50 : Yana tidak Kuat...
...****************...
Andre terlihat sibuk, ia mengambil saeung tangan medis, Baju OKA ( khusus untuk Operasi), dan masker.
Tap...Tap..Tap ...( Langkah kaki )
Trek...trek... Trek..( tempat tidur di dorong)
" tuan!!, Kami sudah menyiapkan semua keperluan yang tuan butuhkan" ucap Salah satu tim medis.
" Sedot Cairan yang ada di dalam cangkang segera!!" Titah Andre
Beberapa tim medis berjalan ke arah cangkang. Santi yang melihat, langsung memberikan ruang untuk tim medis bekerja.
Andre menghampiri Santi, " wanita bodoh!!, apakah bisa kau tunggu di luar?" Tanya Andre
Santi menggelengkan kepalanya," aku ingin melihat prosesnya" jawab Santi
" yah!!, Baiklah" ucap Andre
Andre menatap ke arah Cangkang, ketika bawahannya sedang menyedot cairan yang berada pada Cangkang Raka.
" Merry!!, Atur suhu pada cangkang" titah Andre
" baik tuan!!" Jawab Merry
" Merry!!, Beri oksigen pada cangkang" teriak Andre ketika melihat cairan di dalam cangkang telah berkurang.
" Siapkan brankar dorong di depan cangkang" titah Andre.
Para tim medis dengn sigap mendorong tempat tidur ke arah cangkang.
" Merry!!, Berikan temperatur pada cangkang dan Buat suhu pada cangkang se stabil mungkin" teriak Andre
Merry dengan cekatan melakukan perkerjaannya.
Yana yang melihat saat Andre menjadi serius, Andre terlihat sangat dingin,tegas dan menawan . Hal tersebut Membuat Yana menjadi kagum.
" Lepaskan baut pada cangkang!!, Sediakan tabunng dan pemicu jiwa" teriak Andre
Klek!!! ( Cangkang terbuka )
Terlihat asap mengebul yang keluar dari cangkang ketika cangkang terbuka, sepertinya Raka sedang melakukan Sauna selama 16 tahun lamanya.
Tubuh Raka mulai di keluarkan dari Cangkang dan di baringkan di atas brankar dorong. Dengan sikap para tim medis langsung menancapkan segala benda pada tubuh Raka.
Santi yang melihat tubuh Raka, pada saat tubuhnya di keluarkan dari cangkang , hanya dapat menatap sedih pada pujaan hatinya.
Tubuh Raka terlihat putih dan pucat, seakan-akan Ia sudah mati dan menjadi mayat yang sedang di bekukan.
" Ayah!!" Panggil Yana lirih ketika melihat ayahnya yang terlihat sudah seperti mayat.
" Dokter!!, Ku mohon. Selamatkan Raka, tolong!!" Pinta Santi menghampiri Andre dengan tangis yang sedari tadi ia keluarkan.
" Aku akan usahakan, semoga semua sesuai rencana dan berjalan lancar " jawab Andre
" Kakak ipar, biarkan Andre bekerja" ucap Kevin seraya memeluk tubuh Santi menenangkan.
Andre berjalan ke arah Raka, " naikkan temperatur pada suhu tubuh tuan Raka" ucap Andre
" Baik Tuan!!" Jawab Merry
__ADS_1
Andre memeriksa kondisi tubuh Raka, setelah memastikan semuanya stabil, Raka di antarkan ke ruang inap.
Setelah tiba di ruang inap, wajah Raka terlihat sudah ada Rona di pipinya.
Yana menghampiri ayahnya, kemudian menggenggam tangan Ayahnya, " ayah!!, Tanganmu begitu dingin. Selama itu kah kau terkurung di dalam cairan?" Ucap Yana sedih
" Raka!!, Aku rindu bola matamu ketika kau menatapku. Maka bangunlah dan perlihatkan padaku" ucap Santi yang mengelus pipi Raka yang terasa dingin pada telapak tangannya.
KLEK!! ( Pintu Ruangan terbuka )
Semua yang berada di ruangan seketika menoleh, " hormat kami yang mulia!!" Ucap Semua orang
" Angkat kepala kalian" titah Raja .
" bagaimana keadaan Raka?" Tanya Raja
" Cukup Stabil untuk memulai ritual yang mulia" jawab Andre
" Apakah kau siap gadis manis?" Tanya Raja kepada Yana
" Aku siap yang mulia" jawab Yana
"Berikan dia tempat untuk dapat bersila" titah Raja
Tak lama, seseorang membawakan sebuah sofa empuk untuk tempat duduk Yana.
" Naiklah ke tempat yang sudah di siapkan" titah Raja
Yana kemudian Naik lalu ia duduk bersila, dengan wajahnya tepat berada di Atas dada Raka.
" Baiklah kita akan mulai" ucap Raja
Tap...Tap ..Tap ..( suara langkah kaki orang berlari )
Semua orang menoleh," Paman!!" Ucap Kevin ketika melihat Ayah Raka yang datang.
" Beri hormat yang mulia, hampa tidak tahu jika yang mulia berada di sini" ucap Tuan Saputra
" Angkat kepalamu, sekarang aku akan membantu cucumu untuk Mengobati Anakmu. Maka berdoalah" ucap Raja
Tuan Saputra terkejut ketika Raja mengatakan yang ada di samping Raka adalah cucunya. Dengan tertatih, Tuan Saputra berjalan menghampiri Yana.
" Oh!!, kau tampak manis. Wajahmu sangat mirip seperti Ayahmu" ucap Tuan Saputra memegang pipi Yana dengan mata berkaca-kaca.
" kakek?, apakah kau kakeku?" Tanya Yana
Tuan Saputra mengangguk," yah sayang!!, Ini kakekmu. Maafkan kakek yang sudah menaruh beban padamu sayang" ucap Tuan Saputra
Yana menggeleng," kakek jangan berkata begitu, Dia adalah ayahku. Sudah seharusnya aku menyelamatnya" ucap Yana yang memegang tangan kakeknya yang sedang mengusap pipinya.
" Kakek menaruh harapan padamu" ucap Tuan Saputra.
Yana mengangguk," Ya!!, Semoga berjalan Lancar" jawab Yana
" Baiklah, ritual akan kita mulai" ucap Raja
Tuan Saputra mulai menjauh dari sisi cucunya.
Kini Raja telah mengarahkan trisulanya ke arah punggung Yana, dengan seketika. Ujung trisula mengeluarkan Cahaya. Yana yang mendapatkan Energi pada tubuhnya membuat punggunnya mengeluarkan Sayap dan mulai berubah.
Ke-4 mustika terlihat keluar dari tubuh Yana, Yana terlihat seperti seorang dukun dengan mulut berkomat-kamit membaca mantra.
Ke-4 mustika pun Masuk ke dalam tubuh Raka, Saat Ke-4 mustika tersebut masuk ke dalam tubuh Raka, Semua orang yang berada di dalam ruangan sontak meraih kaca mata hitam untuk di gunakan.
__ADS_1
Akibat cahaya yang terlalu menyilaukan mata, Cahaya dalam ruangan tersebut, terlihat seperti orang yang sedang mengunakan Las listrik.
Tubuh Yana terlihat bergetar hebat, ketika ia sedang mentransfer semua energinya ke dalam tubuh ayahnya.
Sesaat kemudian, Dari hidung Yana mengeluarkan Darah kental yang mengalir melalui lubang hidungnya.
" Yana!!" Teriak Santi yang ingin menghampiri Yana
" Jangan!!, Ritualnya akan Gagal jika kau menghampiri Yana" cegah Andre yang sedang menahan Santi
" Tapi Dok, hidung Yana?" Tanya Santi dengan cemas
" Percayalah pada anakmu, dia bisa mengatasi" ucap Andre yakin.
Santi terdiam, dan menatap Yana dengan perasaan khawatir dan cemas.
Saat sedang menatap Yana, mata Santi tidak sengaja melihat jari-jari Raka yang bergerak pelan .
" Dok!!, jari Raka!!, jari-jari Raka bergerak" ucap Santi gembira
" Yah!!, Raka masih menyesuikan energi yang masuk" ucap Andre
*****
Raka merasakan sesuatu yang hangat yang menjelar pada tubuhnya. Sesuatu yang nyaman dan terasa damai.
" Raka ih!!, Cuci muka dulu"
" Maafkan aku telah memberikan dosa"
" Raka!!, Janji kau harus menjemputku"
semua kenangan kini terlintas dalam benak Raka, yang sedang menerima transferan energi dari anaknya.
" Yah!!, Senyuman itu, senyuman yang selalu membuatku Damai. Santi!!, Oh iya Aku harus menemui Santi" Batin Raka
"Raka!!, Kau harus bangun" Samar-samar Raka mendengar suara yang sudah lama ia rindukan .
" Tunggu!!, Aku pasti akan datang" ucap Raka
*******
Tubuh Yana kini semakin melemah, akibat energi yang sudah terkuras pada tubuhnya, " Paman!!, Yana... Tidak..sanggup...lagi" Ucap Yana terbata menahan Sakit.
" Hueekkk!!!"
Yana menyemburkan Darah dari mulutnya, seketika membuat tubuh Yana terjatuh di atas tubuh Ayahnya. Membuat Cahaya dalam ruangan pun meredup.
"YANA!!" teriak Andre, Santi , Tuan Saputra dan Kevin secara bersamaan.
Andre dengan cepat belari ke arah Yana, lalu medekap Tubuh Yana dengan kuat ," hei!!, rubah kecil, Kau kuat. Ayolah!!, Please!!, don't joke me!!" Panik Andre seraya menepuk-nepuk Pipi Yana dengan gusar.
" Apa yang kalian tunggu?, Brankar!!!, Bawah kesini!!" Teriak Andre nyaring pada bawahannya.
" Yana!!, Dok!!, Apakah Yana baik-baik saja?" Tanya Santi Ketakutan dengan suara bergetar .
" Andre!!, cucuku bagaimana keadaannya?, apakah dia baik-baik saja?" Tanya Tuan Saputra cemas
" Tidak apa-apa!!, Ia hanya kelelahan" ucap Raja dengan tiba-tiba menghampiri Andre dan mengetuk trisulanya ke arah Dahi Yana. .
" Biarkan dia istrahat" ucap Raja
Dari arah belakang tubuh Santi," Santi!!!" Panggil Raka lirih
__ADS_1