Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Tetuah


__ADS_3

...I Love Paman Dokter...


...BAB 112...


...****************...


Andre menatap sinis ke arah Raja. Melihat Raja meringis, Andre makin bergairah untuk segera melenyapkan mahkluk yang tidak tahu diri yang kini sedang kebingungan dengan apa yang terjadi pada tubuhnya.


"Mana suara lantang'mu itu MAHA RAJA? Bukan'kah tadi kau sangat bersemangat?" Sindir Andre.


Raja menatap Andre dengan murka, "keparat kau mahluk terkutuk!" Pekik Raja.


Raja menatap kulit tangan'nya dengan kebingungan. Apa yang sebenarnya terjadi? Bukan'kah penangkal yang aku buat untuk mengantisipasi Asap racun Andre telah berhasil? Aku mencoba itu saat acara pentas di sekolah Zean.


Andre melesat ke arah Raja dengan senyum menyeringai, "hahahaha...Raja! Apakah kau sedang bertanya-tanya, mengapa hal itu terjadi?" Ucap Andre tepat di depan wajah Raja.


Raja yang menyadari keberadaan Andre terlalu dekat, Seketika mundur memberi jarak.


"Apa maksudmu?" Tanya Raja panik.


"Oh...maksudku, kau mencuri buku eksperimenku yang aku simpan di menara terlarang bukan? Hahahaha... Kalian menggunakan buku itu untuk pembuatan serum penangkal. Aku ini pemilik'nya, bagaimana bisa aku tidak tahu dengan cacatan di buku itu," hardik Andre kepada Raja.


Raja yang mendengar penuturan Andre pun tercengang. Raja pikir saat kejadian Santi dan Raka di menara terlarang waktu itu, mereka tidak menyadari bahwa Raja telah mencuri sebuah buku. Siapa sangka Andre mengetahuinya.


"Keparat kau!" Ucap Raja dengan bengis lalu berlari ke arah Andre.


"Hhiiaayyaa!" Serang Raja.


Duar!


Ledakan, demi ledakan pun terjadi. Begitu juga dengan Vina yang masih bergelut dengan Abraham. Vina gadis yang gesit tentu saja menikmati setiap pertempuran, apa lagi jika Vina mendapatkan luka. Dia akan bersorak kegirangan.


Melihat perilaku Vina, membuat Abraham keheranan. Bagimana mungkin, tubuh Vina yang sudah terluka masih bisa bertarung dengan gembira. Ambraham tidak tahu, bahwa Vina memiliki penyakit senang menyakitk dirinya sendiri. Semakin di sakiti, Vina akan semakin liar dan bersemangat.


"Vina jika kamu sudah selesai, Bawa Zean dan ambil jantung Yana," titah Andre di sela pertempuran'nya.


"Tidak perlu memintaku Kak, aku akan bereskan ini segera!" Sahut Vina dengan tubuh yang sedang berayun mengikuti gerak tubuh Abraham yang menghindari Serangan dari Vina.


Andre mengacungkan ujung pedang ke ara Raja dengan senyum jahatnya, "bagaimana? Alasan ini yang membuat kau mengunci kekuatanku di saat aku melemah kan?" Ucap Andre.


"Willson jika kau ingin membunuhku, bunuh saja aku. Tidak perlu banyak bicara!" Ucap Raja yang sudah tersungkur di atas lantai pesawat.


"Cih! Kau bahkan menjebak'ku Raja sialan. Maka betgabung'lah bersama pedangku ini!" Teriak Andre yang ingin menepas kepala Raja.


"Uhuk---uhuk," Andre tiba-tiba terbatuk di sertai darah yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Andre seketika melepaskan genggaman pedangnya, dan mencengkram dada yang terasa Amat sakit.


'sial! Efek bunga telah habis. Mungkin aku terlalu banyak menggunakan kekuatanku, apakah aku harus berakhir di sini?' batin Andre yang telah bersimpuh di lantai.


Melihat hal tersebut, Raja mengambil kesempatan. Raja mengambil tombak trisula'nya ingin menghujungkan ujung tombak ke Arah Andre yang tengah Sekarat.


"Ho. . Ho, Willson kau hebat juga. Bertarung tanpa menggunakan jantung, aku memujimu. Maka sudah saat'nya kau menyusul orang tua'mu," ucap Raja dengan Tombak yang hendak mencap ke dada Andre.


"Kakak! Apa kau baik--"


Bughh!!


Sebuah serangan mengenai Elvina, membuat tubuh Elvina terpental. Ambraham menyeringai menatap ke arah Vina yang sedang mencoba Berdiri, "saat bertarung, jangan hilang kosentrasi Nona!" Ucap Ambraham berjalan menghampiri Vina.


"Keparat!" Umpat Elvina yang kosentrasinya terganggu ketika melihat Andre yang telah muntah darah.


"Matilah kau!" Teriak Raja kepada Andre.


"ARHTUR!" Panggilan itu mencekam.


Raja yang mendengar nama'nya di panggil seketika tidak bisa bergerak. Andre mengangkat wajahnya, lalu tersenyum ketika melihat tetua dari tanah Jawa telah berkumpul.


"Teri--ma kas--ih Ibu--"


Bruk!


"Kakak!" Teriak Elvina yang langsung berlari ke arah Andre. Ketika melihat Abraham dan Raja tidak bergerak.


Ibunda, berdiri dengan tatapan tajam ke arah Raja. Dengan satu tangan'nya memegang jantung yang masih berdetak.


"Nak. Bawa keluar Nak Andre segera. Dan bawa jantung ini. Ini adalah jantung Yana," titah Ibunda.


"Terima kasih Ibunda!" Ucap Elavina yang memapah Andre dan juga melepaskan Zean. Kemudian mereka beranjak dari pesawat.


"Arthur! Kau telah menyalahi takdir. Viola anak'mu sudah lama musnah, namun kau masih menyiksa'nya. Dan kau mencuri pusaka yang seharus'nya bukan milikmu!"


Ucap Ibunda dengan nyalang di sertai kilatan yang menyambar-nyambar di tubuh Ibunda. Itu artinya, Ibunda memang sedang benar-benar marah.


"Kau telah menyalahi perjanjian dan hukum yang telah tertulis. Bahkan kau tidak menghargaiku sebagai tetuah." Ucap Ibunda.


Raja tidak dapat berbicara dan juga bergerak , begitu pun dengan Ambraham. Mereka seakan-akan terkunci.


"Sebagai hukuman'nya. Segera ikut ke tanah Jawa, kau akan di adili sesuai dengan hukum yang sudah tertulis. Dan juga kau telah menyalahi gelar yang kami para tetuah berikan padamu," ucap Ibunda .


Ibunda kemudian meminta para senopati'nya untuk membawa Raja dan Ambraham beserta jasad Viola untuk di bawa ke tanah Jawa.

__ADS_1


*******


"Apakah paman Willson baik-baik saja Tante?" Tanya Zean saat mereka tiba di daratan.


"Sial, kau jangan memanggilku tante. Aku masih berusia 18 Tahun tahu." Pekik Elvina.


Zean menelan liur'nya, "aku pikir berusia 40 tahun. Soalnya wajahmu boros seperti mesin 2 tak," ucap Zean.


"Berani'nya kau mengejek'ku lagi. Aku akan mengambil Organmu," ancam Elvina.


"Ba--ik, Maaf!" Ucap Zean sembari menyimpan tawa'nya.


Elvina menetakan sesuatu di telinganya.


📞 [Halo! Papa, Kakak Andre sekarat!]


📞 [Apa? Bagimana bisa pria berandalan itu sekarat? Kau bilang kau sedang berlibur. Mengapa kau membuat kekacauan?] Ucap Ayah Elvina dari seberang.


📞 [Bukan aku yang membuat masalah Papa! Tapi Raja dari Blue Lake!]


📞 [Sudah kau jangan berkilah! Kakak'mu beberapa hari lalu menelfon Papa, bahwa kau membuat masalah di kediaman'nya.]


📞 [Ih..Papa, maaf. Aku hanya sengaja memanasi Pacar Kak Andre.]


📞 [Trus apa yang terjadi dengan Anak berandalan itu?]


📞 [Itu Pa, jantungnya hilang dan sekarang Jiwanya mulai meredup.]


📞 [Astaga! Mengapa kasusnya separah itu? Berikan pil kepada Anak berandalan itu. Papa akan segera menjemput kalian.]


📞 [Baik Pa.]


Elvina memutuskan sambungan telfonnya. Kemudian mencoba memeberikan beberapa pil yang Elvina keluarkan dari sabuk'nya.


"Nona maaf! Boleh aku bertanya?" Tanya Zean yang sedari tadi penasaran dengan Elvina.


Elvina menatap ke araha Zean, "apa yang ingin kau tanyakan?"


"Mm... Apa hubungan'mu dengan Paman Willson?


"Aku? Aku sepupu'nya. Kak Andre, dia adalah anak dari Kakak Ibuku," jawab Elvina.


"Oh...Pantas saja," ucap Zean pelan.


"Pantas apa?" Tanya Elvina.

__ADS_1


"Pantas, sama-sama tidak waras!" Ucap Zean.


"Kau ingin aku mebunuhmu? Kau pikir kami ini keluarga orang stres!" Pekik Elvina menatap kesal ke Arah Zean.


__ADS_2