Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Tangis Yana


__ADS_3

...BAB 20 : Tangis Yana...


Tempat Santi,.


Yana berlari dengan cepat ke dalam rumah, ketika taksi yang mengantar Yana tiba di depan rumahnya.


" Bunda!!. Bun, bunda dimana?" Teriak Yana ketika berjalan masuk ke dalam rumah.


" Yah!!. Ada apa?. Kok teriak-teriak kaya Tarzan sih" sahut Yana yang berjalan ke arah anaknya


" Bunda!!. Aku mau nanya, Raka itu siapa?. Apa hubungannya dengan bunda?" Tanya Yana


Degh!! ( Jantung Santi seketika terhenti )


" Kamu tahu dari mana Nama Raka Yana?" Tanya Santi .


" aku berada di laboratorium dan di sana mereka menyebut nama bunda dan Raka" jawab Yana.


" Sudah!!. Itu hanya halusinasimu saja, sudah malam. Cepetlah tidur" titah Santi mengalihkan pembicaraan


" Bunda jawab dulu, siapa Raka?" Tanya Yana merengek.


" Teman bunda dari beberapa tahun yang lalu" jawab Santi dengan hati teriris


" Oh... Bunda, apakah kau tidak mempunyai foto ayah?" Tanya Yana ingin tahu


Santi menatap Yana," bunda sudah katakan, jika kamu sudah siap , bunda akan beri tahu semuanya" jawab Santi .


" Bunda!!. Aku sudah 16 tahun, sampai kapan bunda sembunyikan keberadaan ayah dari aku?." Yana mengejar-ngejar wajah ibunya, yang terlihat selalu menghindar dari tatapan Yana


" Yana!!. Bunda sudah katakan kan?. Jika kamu sudah siap, bunda akan beri tahu semuanya" ucap Santi yang terus menghindar dari Yana


" Bunda!!. Aku sudah siap, jadi tolong katakan bunda. Aku juga ingin tahu bagaimana wajah ayah" pinta Yana


" Siap?. Kamu belum siap, saat ini saja kamu masih labil apanya yang siap?" jawab Santi


" Bunda egois!!. Selama ini Yana bersabar. tapi sampai saat ini juga, Bunda masih menutupi keberadaan ayah" pekik Yana dengan dada yang sudah kembang kempis


Santi memegang dadanya ( apakah sudah saatnya?. Aku belum sanggup, jika Yana harus pergi mencari ayahnya seorang diri) batin Santi


" Yana, dengarkan bunda..-" ucapan Santi terpotong


" Dengarkan apa?. Apa selama ini, Yana kurang dengarin alasan bunda?. Sebenarnya apa yang bunda sembunyikan dari Yana?. Aku seorang anak bunda!!. Aku juga berhak tahu tentang kenyataan terhadap ayahnya sendiri " teriak Yana ,kemudian berlari ke luar rumah

__ADS_1


Santi menoleh dan mengejar Yana yang telah berlari keluar rumah," Yana!!!. Tunggu, Yana!!" Panggil Santi dengan terus berlari mengejar anaknya yang sudah jauh melangkah.


...****************...


Selama ini, yana tidak pernah menangis. namun malam ini. hati Yana serasa di iris, Karna ia merasa bahwa dia sebagai anak tidak lagi di hargai.


Yana berlari dengan mengusap pipinya dengan kasar, tanpa mau memperdulikan teriakkan ibunya yang memanggil-manggil namanya.


" Dasar ibu egois!!. Apa ku salah jika aku ingin mengetahui ayahku sendiri?." Guman Yana yang terus berlari .


" hahahaha... Yana itu ga punya ayah"


" Yana itu mungkin anak setan!!"


" Yana itu anak haram"


" Ibu Yana mungkin seorang pelacur, makanya ayahnya Yana tidak jelas siapa"


" Jangan temenan sama Yana!!. Orang tuanya ga jelas"


Semua ucapan yang pernah di lontarkan oleh orang-orang kepada dirinya, kini terlintas dalam benaknya.


" Arrrggghhhh!!!. Apakah kau tidak pernah merasakan hinaan dari orang-orang terhadapku bunda!!. kenapa kau begitu egois ?" Pekik Yana yang Kini terduduk di bahu jalan dengan sesegukan.


Yana menatap langit dengan air bah yang terus keluar dari matanya," ayah!!. Sebenarnya kau dimana?. Tidakkah kau lihat ibu dan aku sungguh menderita?" Guman Yana lirih


" Jika kau sudah mati, di mana pusaramu?. Akan aku kirim doa kepadamu. Dan jika kau masih hidup, di mana keberadaanmu?. Aku akan mencarimu" guman Yana


Kini Yana tidak menyadari, bahwa ia berlari sudah terlalu jauh.Yana barada di area kebun tebu, Namun dengan hati yang kacau, Yana seakan acuh di mana sekarang ia berada.


...****************...


" Yana!!!. Kau di mana nak?. Maafin bunda" teriak Santi dengan mata yang liar mencari-cari dimana Yana berlari


Tanpa alas, Santi terus melangkah menelusuri jalan raya.


" Yana ayo pulang!!!. Bunda minta maaf jika tidak pernah jujur," guman Santi


Santi terus melangkah hingga ia terduduk di sebuah halte bus.


Santi menatap jalan raya. dengan kendaraan yang sedang berlalu lalang di hadapannya, dengan tatapan yang kosong.


" maafin bunda, bunda tidak bermaksud menyembunyikannya. Bunda hanya ingin kau aman di sisi bunda, karna bunda juga tidak tahu bagaimana keadaan saat ini, di tempat ayahmu" guman Santi dengan tatapan kosong dengan pandangan lurus.

__ADS_1


" Raka kau harus janji jika kau akan menjemputku" seraya memberikan jari kelingking.


Mata Santi menatap pria yang ia cintai terduduk di sebuah batang pohon yang terlihat tak berdaya . dengan tatapan perih , pria yang selalu Yana kagumi memaksakan dirinya untuk mengangkat jari kelingkingnya.


Air mata kini telah menetes membasahi pipi Santi dengan pandangan tetap lurus ke depan, Saat kenangan tergambar jelas di benak Santi.


" Yana!!. Saat ayahmu mengusir bunda untuk pergi di sisinya. pada Saat itu, alam ayahmu sedang tidak baik-baik saja. Bunda hanya menunggu kedatangan ayahmu tanpa kepastian. Berharap penantian kita tidak sia-sia" guman Santi dengan perih di hatinya ketika mengingat semua yang pernah terjadi .


Santi menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya," Yana!!. Kau pikir bunda tidak menderita?. Saat mengandungmu, bunda di usir. dan Tertatih di kota ini , demi menjagamu agar aman. Bunda sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain dirimu, jika kau pergi mencari ayahmu. Dan terjadi sesuatu kepadamu, apakah bunda bisa hidup?" Dengan pundak yang turun naik, Santi terisak di halte tanpa menghiraukan pandangan orang lain yang menatap Santi aneh.


Santi menyeka air matanya dengan kasar, beranjak dari halte untuk kembali mencari Yana.


...****************...


Yana beranjak dari duduknya dengan hati yang masih terasa perih. Ia kemudian melangkahkan kakinya lebih jauh dari arah rumahnya.


Barharap ibunya tidak akan menemukannya, ia tidak ingin menyakiti ibunya lagi. Yana hanya pergi untuk Menjaga mentalnya agar tidak emosi dengan ibunya sendiri.


Saat berjalan menelusuri perkebunan tebu, Mata Santi teralihkan oleh seekor anak kucing yang hendak menyebrang.


Dari kejauhan , Yana dapat melihat ada cahaya lampu mobil yang hendak mendekat.


" Pus..pus..diam dulu di situ!!. jangan bergerak!!" ucap Yana dengan tangan yang melambai-lambai ke arah anak kucing.


Anak kucing terlihat kebingungan, membuat Yana panik dengan tingkah anak kucing di seberang jalan.


Dengan santai, anak kucing mengeong dan berjalan ke tengah jalan. Spontan Yana berlari menghampiri anak kucing tersebut.


Ciiiitttttt!!!! ( Bunyi rem yang melengking )


" Ada apa?" Tanya Andre


" Itu ada orang tiba-tiba berlari ke tengah jalan" jawab Marko


Andre menatap punggung seseorang dari arah mobil.


" Kamu sudah aman. Nanti ikut aku ya!!." Ucap Yana yang masih berdiri di tengah jalan.


Tiittttt....tiiitttt .....titttt..( bunyi klakson )


Mendengar bunyi klakson berulang kali, membuat Yana semakin emosi. Di tambah lagi hatinya yang sedang tidak bersahabat dengan siapa pun.


Yana berbalik badan, dengan tatapan membunuh menatap mobil Andre .

__ADS_1


Andre yang melihat terkejut," anak bedebah?. Kenapa malam-malam dia bisa keluyuran di sini? Guman Andre ketika melihat Yana yang tengah berdiri di tengah jalan.


Andre kemudian turun dari mobilnya.


__ADS_2