
...BAB 56 : Yana Di Interogasi...
...****************...
Santi dan Raka kini duduk berdampingan, mereka menunggu Andre dan Yana. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Andre dan Yana tiba di ruangan lalu mengambil posisi duduk.
Santi menatap ke duanya secara bergantian, " haaaa!!" Santi membuang nafas yang terasa berat .
" Baiklah!!, Sepertinya aku tidak perlu membuang waktu lagi"
ucap Santi membuka pembicaraan. Dengan pandangan tajam menatap ke arah Yana Dan Andre yang duduk di hadapanya. Namun Yana terlihat menundukan Kepalanya. Ia tak berani untuk menatap ibunya.
" Dokter Andre, aku tidak tahu. Apakah tebakkanku benar atau salah, namun aku melihat sepertinya ada seseuatu yang Dokter sembunyikan dariku" Sambung Santi membuka pembicaraan
" My dear!!, Aku sudah melihat ingatan Yana, dan sepertinya Anak kita juga mempunyai rasa yang sama dengan Andre" ucap Raka kepada Santi.
" Biarkan mereka berbicara Raka, Karna aku tidak dapat mengetahui jalan pikiran mereka" Sahut Santi.
" Yana!!, Bunda tanya dan jawab dengan jujur. Apakah kau ada rasa kepada Dokter Andre?" Tanya santi tegas
Dada Yana kini berpacu dengan cepat, ketika ibunya menayakan hal demikian. Yana mencoba untuk mengangkat wajahnya, yang sedari tadi tertunduk. Dengan perasaan Ragu dan takut, Akhirnya Yana memberanikan diri untuk menatap ibunya.
" Mmm!!, Aku masih ragu dengan perasaanku sendiri Bunda" jawab Yana.
" Kau tahu berapa umurmu Yana?" Tanya Santi.
" E... 16 tahun " Jawab Yana
" Dan pamanmu?" Tanya Santi
Yana melirik ke arah Andre yang sedari tadi hanya terdiam, Yana kemudian menggelengkan kepalanya tidak tahu.
" Haa!!, Yana, bahkan pria yang kau sukai saja kau tidak mengetahui umurnya?, Umur paman Andre sepantaran dengan Ayahmu. Apakah kau masih ingin menyimpan Rasamu?" Tanya Santi kembali.
Yana kembali terdiam, karna Ia juga bingung. Kenapa ia bisa menyukai pria yang seumuran dengan ayahnya.
Santi yang melihat Yana yang tertunduk kembali, mengalihkan padangannya ke arah Andre.
__ADS_1
" Dokter!!, Aku tidak melarang jika kalian menjalin hubungan. Apalagi aku dan Raka sudah cukup mengenal Dokter, Sudah pasti aku percaya bahwa Dokter akan menjaga Yana. Namun, masalahnya adalah Yana. Dia masih labil, aku takut jika perasaannya Kepada Dokter hanya sesat atau sekedar coba-coba " Ungkap Santi
Andre yang mendengar penjelasan Santi pun mengerti, Namun dia juga tak bisa menghindar dari perasaanya kepada Yana. Andre mengangakat Wajahnya.
" Sebelumnya aku minta maaf Ka, Karna telah membuat Yana dalam bahaya Dan hampir menbuat nyawanya terancam. Tapi sungguh hal itu terjadi karna aku di luar kontrolku. Namun masalah perasaanku, entahlah!!, Aku juga bingung" ucap Andre
Raka menatap ke arah Andre," Aku sangat mengenalmu Ndre, apa yang di katakan Santi itu benar. Aku hanya tidak ingin jika persahabatan kita suatu waktu akan hancur karna asmaramu dengan Putriku " ucap Raka
" Yah!!, aku tahu. Namun aku tak bisa pungkiri. Jika aku, benar-benar menyukai putrimu" tutur Andre
Yana yang mendengar pengakuan Andre kepada Ayahnya membuat Jantungnya berpacu tak terkontrol. Bahkan Pipinya telah menjadi merah. Membuat Yana menjadi gugup dan salah tingkah di hadapan ke dua orang tuanya.
Santi yang melihat sikap anaknya hanya bisa menghembuskan nafasnya berulang kali, ia tak bisa berbuat apa-apa jika berbicara masalah hati. Karna jujur, Ia juga merasa hal serupa seperti Yana. Tak kala ia jatuh cinta dengan Raka.
Raka menatap ke arah Santi, Yang sedari tadi Santi terlihat terus membuang nafas yang berat," Jadi bagaimana San?, Anak kita Sepertinya tidak membutuhkanku lagi" ucap Raka kepada Santi
Yana yang mendengar ucapan ayahnya langsung berdiri dan menghampiri ayahnya," tidak begitu yah!!, Yana masih membutuhkan Ayah. Yana minta maaf jika perasaan Yana menyakiti Ayah dan bunda" tutur Yana yang sudah memeluk badan Raka.
Santi mengusap kepala anaknya dengan lembut," Yana!!, Kau sudah dewasa. Itu adalah hakmu untuk memilih, di sayangkan kamu jatuh cinta di saat umurmu masih Sangat muda" ucap Santi
" Raka!!, Jika kita melarang apakah diriku tak jauh berbeda seperti orang tuamu?, Dan harus terpisah selama belasan tahun untuk bertemu kembali?" Tanya Santi.
" Aku tidak akan membiarkan malaikat kecilku merasakan hal yang sama seperti kisah cintaku" jawab Raka.
Santi kembali menatap ke arah Yana," Yana!!, Bermain hati dan perasaan itu bukan seperti permainan puzzle . Yang setelah kau bosan, kau membongkarnya. Ingat!!, Jika kamu sudah memilih siapa yang akan mengisi hatimu saat ini. Kau juga harus bertanggung jawab dan harus berkomitmen" Ucap Santi.
Yana hanya terdiam, ketika ia mendengar Nasehat Ibunya. Bahwa ia harus yakin dengan perasaannya saat ini.
" Ndre!!, Aku tidak ingin ada masalah apa pun di kemudian hari. Maka dari itu, biarkan Yana mulai beradaptasi dengan perasaannya, Aku takut jika putriku saat ini hanya mempunyai perasaan cinta monyet kepadamu . Takut jika nanti kau akan sakit hati " ucap Raka kepada Andre.
" Yah!!, Aku tidak pernah memaksanya. Jika ingin, aku akan menunggunya hingga ia siap dan dewasa" ucap Andre
" Yah!!, Baiklah sepertinya pembicaraan kita cukup sampai di sini. Karna aku ingin membawa Santi dan Yana ke apartemen" ucap Raka.
" Baikl!!, Kalau begitu aku pamit undur diri" Ucap Andre.
Raka hanya mengangguk dan membiarkan Sahabatnya berlalu.
__ADS_1
Setelah kepergian Andre, Raka memeluk tubuh Yana," kau tahu ?, Paman Andre itu sangat keras dan dingin. Ayah takut jika kau tak sanggup menghadapi sikapnya" ucap Raka kepada Yana.
" Yana juga bingung dengan perasaan Yana sendiri. Yana juga berpikir bahwa perasaan ini takutnya hanya sesaat " ucap Yana
" Jalani Saja!!, tapi kamu harus ingat Yana. Jika kamu menjalin hubungan dengan Dokter Andre, apa pun masalahnya, Bicarakan baik-baik. Karna bunda tidak ingin gara-gara hubunganmu dengan Dokter Andre bermasalah, Imbasnya adalah persahabatan ayahmu. Karna Dokter Andre terlalu berjasa bagi Ayah dan Bunda" ucap Santi
" Baik bunda, Yana akan selalu ingat. Dan ingin belajar dari Bunda, setia dan menunggu ayah selama bertahun-tahun" ucap Yana.
Raka mengengosok kasar Rambut Yana," Ayah tidak salah pilih ibu untuk dirimu kan?, Lihatlah bundamu sangat menyayangimu" ucap Raka.
Yana menagguk sambil tersenyum," aku tidak menyesal terlahir dari ibu seperti Bunda. Dan ayah tahu?, Bunda adalah wanita terhebat yang Yana punya" ucap Yana dengan binar mata yang terlihat bahagia.
Santi mencubit ujung hidung Yana," masa sih?, Bilang saja sekarang kamu sedang menjilat" ucap Santi.
" Makanya Ayah mau berjuang untuk bundamu dan kamu. Dan sekarang, ayo kita pulang" ucap Raka lalu menurunkan Yana dari atas pahanya.
Kini Raka, Santi dan Yana telah bersiap-siap untuk meninggalkan Rumah sakit. Namun sebelumnya, ia ingin pergi ke mansion Ayahnya.
Kini Mereka telah keluar dari portal Rumah Sakit . Dan menuju ke arah mansion Ayah Raka, Raka berharap. Ia dapat mendapatkan restu dari ibunya untuk dapat menerima Santi dan Yana . Agar jika Raka menikahi Santi nanti, Sudah tidak Ada masalah dalam Rumah tangga mereka.
" Yana!!, Ayah akan mengurus sekolahmu di sini" ucap Raka tiba-tiba
Yana yang mendengar ucapan ayahnya pun terkejut, " apa!!, Bisakah aku tidak perlu untuk pergi ke sekolah ayah?" Pinta Yana
" kenapa begitu?, Padahal sekolah enak loh!!. Dan kamu dapat mempunyai banyak teman" ucap Raka
" Katanya dia mau jadi seorarang gamer " sela Santi
" He!!, Kau mau meniru paman Kevin?" Tanya Raka
" ah... Tidak Ayah, Hanya saja!!, Yana malas untuk bangun pagi " jawab Yana
" Pacaran sama seorang Dokter kok tidak displin sih!!, Mati di cekik sama paman Andre nanti" ledek Santi.
" Apaan sih bun!!" Tepis Yana dengan wajah memerah karna malu.
Kini di dalam mobil, Raka dan Santi terus menerus mengoda Yana. Hingga membuat Yana menjadi canggung akibat di goda oleh ke-2 orang tuannya.
__ADS_1