Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Tiba Di Tempat Kevin


__ADS_3

...I love You Paman Dokter...


...BAB 66 : Tiba Di Tempat Kevin...


...****************...


Di Tempat Raka Dan Andre,.


Andre dan Raka bertolak dari kasino Kevin, lalu menuju ke arah kediaman Javier.


" Apa kau yakin jika Javier dalang dari penculikan Kevin?" Tanya Andre


Raka menoleh ke arah Andre," apa kau ragu denganku?" Raka balik bertanya


" Tidak!!, Namun mengapa Kevin sampai bisa berselisih dengan Javier?, Bukankah itu aneh?" Ucap Andre.


" Entahlah, yang pasti kita harus segera kesana. Karna keamanan mereka sekarang sedang melemah," ucap Raka


Andre menginjak pedal gasnya lebih kuat, berharap ia akan segera tiba di kediaman Javier.


...****************...


Di tempat Kevin,.


Saat pria tersebut sedang menunggu kesadaran Kevin untuk pulih. Terdengar suara Langkah kaki orang berlari.


Tap...Tap...Tap..


" Tuan, gawat!!"


Ucap seorang pria menghampiri Pria yang tak lain Adalah Javier.


Javier menoleh ke arah seorang pria yang baru saja tiba.


" Ada apa?, Kenapa wajahmu seperti bertemu dengan debt kolektor?" Tanya Javier.


" System keamaan dan data perusahaan di jebol dan ada yang mengirim Virus ke semua perangkat System, membuat semua akses mengalami eror," pria tersebut menjelaskan.


" Apa!!, Kalian sudah melacaknya?" Tanya Javier dengan suara terkejut.


" Sudah Tuan, dan kami telah berusaha melacaknya, Namun akses menolak," ucap pria tersebut.


Brruukkk!!! ( Javier menendang pria tersebut hingga pria itu pun terseret )


" Tidak Berguna!!" Teriak Javier


DOORR!! ( Javier melayangkan tembakan kepada pria tersebut )


" Aku tidak butuh sampah seperti kalian," pekik Javier .


Javier bergegas keluar dari Ruangan Kevin, ia meninggalkan Kevin yang sedang tidak sadarkan diri yang terlihat memprihatinkan.


Javier dengan raut wajahnya yang penuh amarah, berjalan menelusuri koridor.


" Tuan!!, Musuh Telah...-" Ucapan pria di hadapan Javier terhenti.

__ADS_1


DORR!! ( Raka telah melayangkan tembakan di kepala pria tersebut )


Saat pria tersebut ambruk dan jatuh ke lantai, mata Javier melebar dengan sepempurna, ketika ia melihat Raka yang tengah berdiri dengan jarak 4 meter dari hadapannya.


" Raka Saputra?, Sial!!, Bukankah dia telah tertidur?" Guman Javier kaget.


" Helow Javier, kita berjumpa lagi!!" ucap Raka menyeringai.


"Sial!!, Di mana para bawahan tidak berguna itu? , Mengapa lalat ini masih bisa masuk ke dalam kediamannku?" Guman Javier panik .


" Oh!!, Santailah Javier, Anak buahmu kini telah tidur dalam damai," ucap Raka sambil memetik jarinya lalu muncul sebuah layar.


Javier terkejut ketika melihat layar yang keluar dari jari-jari Raka," pengguna Kabut kematian?"


Guman Javier, ketika melihat Andre yang telah melelehkan sebagian bangunan kediamannya. Beserta Separuh anak buahnya yang juga ikut meleleh.


" Berani sekali kau menyekap sahabat duet somplakku!!" Pekik Raka


" Ck..apakah seorang Raka Saputra hanya bisa membual untuk mengulur Waktu?" Ucap Javier


" Kebutulan sekali Javier, Tanganku sudah lama tak terasah," ucap Raka yang sudah berada tepat di depan Wajah Javier.


Javier yang kaget, spontan menghindar," sialan!!" Pekik Javier.


" Hahaha... Javier oh Javier, jika mentalmu seperti Yupi, untuk apa kau ingin menjadi Seorang mafia?" Tanya Raka dengan senyum Liciknya.



" cih!!, Nyamuk sepertimu mengancam seorang Javier?, Jangan Berharap kau akan keluar dari sini," umpat Javier yang dengan Cepat berubah .


" Jurus kodok menahan nafsu, oh maaf-maaf. Aku salah mantra," sambung Raka yang dengan cepat berlari ke arah Javier.


Terjadi pertarungan sengit, Raka tetap dengan wujud manusiannya. Sedangkan Javier sudah berubah.



Pertarungan tersebut menyebabkan, bunyi petasan beserta bunyi srat sret.


...****************...


Andre yang sudah membereskan masalah di bagian luar bangunan, Dengan cepat beranjak masuk ke kediaman Javier. Saat tiba di sebuah koridor, Andre melihat Raka dan Javier yang sedang bertarung.


Andre terlihat kesal, karna Raka sepertinya hanya bermain-main.


Dengan cepat, Andre mengeluarkan Aura membunuhnya.


Raka yang menyadari kehadiran Andre, menghentikan aksinya lalu menoleh ke arah Andre.


" Ilmuwan sialan!!, Apakah kau belum puas membunuh musuh di luar sana ah?" Pekik Raka terhadap Andre.


" Rubah tua!!, Berhentilah kau bermain-main. Sekarang Kevin sedang sekarat," Ucap Andre.


Javier yang menghirup Kabut yang di keluarkan oleh Andre, membuat ia terbatuk dengan dada yang sesak.


" Sial!!, Aku tidak pernah berpikir. Jika lawan yang ku hadapi ini. Bukanlah Mahkluk biasa, melainkan mereka golongan para iblis," batin Javier

__ADS_1


" Baiklah!!, Sepertinya Aku juga sudah bosan," ucap Raka yang kemudain mengeluarkan Samurainya.


Raka berlari ke arah Javier yang tengah sesak Nafas, Raka hendak menebas.


" Tuan!!, Ku mohon hentikan!!" Teriak Tania Tiba-tiba.


Raka dengan cepat menahan gerakan tangannya yang hendak menebas Javier. Lalu menoleh Ke arah Tania, putri dari Javier.


Javier dengan cepat menoleh ke arah Tania," Tania pergilah!!, Di sini berbahaya," teriak Javier kepada Tania.


Tania menggelengkan kepalanya, lalu berlari menghampiri Javier," uhuk..uhuk.. Tuan aku mohon jangan...sakiti Ayahku," pinta Tania memapah Ayahnya dengan suara tersendak karna menghirup Asap yang di keluarkan oleh Andre.


Andre menetralkan aura'nya. Begitu pun dengan Raka yang sudah menyimpan kembali Samurainya.


"Andre!!, tolong lihat kondisi kevin sekarang," titah Raka.


Andre dengan Cepat menuju ke arah Ruangan, dimana Kevin di sekap.


"Tania apa kau tidak apa-apa?" Tanya Javier kepada putrinya.


Tania menggelengkan kepalannya," Daddy salah!!, Kevin tidak menyembunyikanku. Aku memang dari Kasino Kevin, Saat itu aku mengajaknya. Namun Kevin menolak, Karna aku ingin liburan dengan bebas tanpa ada pengawalan , aku mengelabui bawahan Daddy, agar mereka tidak mengikutiku, " ucap Tania menjelaskan


Javier terkejut mendengar Penjelasan putrinya," Kau!!, Bagaimana bisa begitu?, Gara-gara kau!!, Daddy sekarang mempunyai masalah dengan keluarga Sapurta dan Willson," pekik Javier


Raka yang mendengar penjelasan Tania, Langsung menghampiri Tania. Dengan kuat, Raka mencengkram pipi Tania," kau dengar baik-baik Wanita sialan!!, Jika terjadi sesuatu kepada Kevin. Aku tidak menjamin kau dan Ayahmu akan selamat," Ancam Raka


Andre keluar dari Ruangan Kevin," Buka borgolnya," pinta Andre kepada Javier


Javier kemudian beranjak dari duduknya , kemudian menghampiri Kevin. Raka dan Tania mengekori dari belakang.


" Kevin!!" Teriak Raka saat melihat Kevin tidak sadarkan diri.


" Keparat!!" Pekik Raka yang dengan emosi langsung mengahajar Javier.


" Tuan!!, Tolong!!, Jangan sakiti ayahku," pinta Tania seraya menangis.


Andre memberikan sebuah kapsul kepada Kevin," Raka!!, kita membutuhkan Yana," ucap Andre tiba-tiba.


Raka menghentikan Aksinya," Ada apa dengan Kevin?" Tanya Raka


" aura jiwanya tidak stabil, sepertinya jiwanya di pacu dengan paksa . Hanya Yana yang mempunyai kembang Dewa yang bisa menyelamatkannya," jelas Andre.


Raka dengan cepat menghampiri Kevin, lalu mengangkat tubuh Kevin lalu membopong tubub sahabatnya. " Ayo jalan, kita jangan sampai terlambat," Ucap Raka


Andre mengangguk," ayo," sahut Andre.


Raka menatap ke arah Javier dan Tania," kalian berdua beruntung. Karna aku harus memilih," ucap Raka yang kemudian berlalu meninggalkan kediaman Javier.


Kini Andre dan Raka telah melaju menuju ke arah kediaman Saputra.


" Baigamana keadaan Kevin?" Tanya Raka yang sedang menyetir.


" Aku sudah memberikan obat , dan ini bisa bertahan hingga kita Sampai," jawab Andre


Raka yang mendengar, menaikkan kecepatan pada Laju mobil yang ia kendarai.

__ADS_1


__ADS_2