Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
persiapan hari spesial


__ADS_3

...I love You Paman Dokter...


...BAB 71 : persiapan hari spesial...


...****************...


Yana terlihat menuruni anak tangga dengan wajah yang di tekuk.


" Kenapa harus sekolah?, Kenapa harus bangun bangun pagi?, kenapa kita tidak melakukan pesugihan saja, agar jadi kaya?" Guman Yana yang terlihat kesal.


Raka yang melihat Wajah Anaknya seketika menghentikan langkah kakinya," kamu kenapa Sayangnya ayah?, kenapa wajahmu seperti baju yang belum di setrika? " Tanya Raka.


" Ayah!!, Bisakah aku tidak perlu ke sekolah?, Ayah tahu kan, otak aku tidak mampuh mencerna pelajaran," Ucap Yana yang menghampiri ayahnya.


" Mana bisa begitu Yana, Kau harus sekolah. Karna itu juga baik buatmu, agar kamu memiliki teman," ucap Raka.


" Hu..hu..Ayah!!, Sekolah itu menyeramkan. Banyak pembully dan pendinas. Yana takut!!" Yana tersedu-sedu ingin meluluhkan hati Ayahnya.


Tap .. Tap.. Tap.. ( langkah Kaki )


Raka dan Yana pun menoleh ke arah langkah tersebut.


" Oh!! ,Kamu Ndre, maaf jika aku merepotkanmu. Kau tahu sendiri, Hari ini agenda'ku dan Santi banyak Sekali," ucap Raka ketika melihat Andre yang datang.


" Tidak masalah!!" Jawab Andre


" Yana belum sarapan, kalau bisa kalian berdua sarapan dulu, " Ajak Raka .


Yana dan Andre saling menatap dengan sepintas, lalu membuang wajah mereka dengan asal ke lain tempat.


Raka yang melihat hal tersebut pun mendengus," Yana!, Ayah minta kerja samanya. Jadilah anak Yang manis ya," pinta Raka mengelus kepala Anaknya.


" Iya ayah!!" Jawab Yana singkat.


" Ayo paman, kita sarapan," ajak Yana yang sudah melangkahkan kakinya.


" Ndre!!, Aku titip Yana ya!" Pinta Raka


" Iya, selesaikanlah urusanmu. Masalah pendaftran Yana di sekolah barunya, Nanti aku yang mengurusinya," Tutur Andre


Raka kemudian meninggalkan Andre Dan Yana. Yang Kini, Raka telah berjalan menuju ke arah kamar Santi.


Setibanya di kamar Santi, Raka dengan cepat menarik knop pintu di hadapannya, Tanpa permisi terlebih dahulu.


Saat pintu terbuka, Santi dengan cepat menutup dadanya dengan tangan yang menyilang.


" Bisakah!!, Kau masuk ketuk pintu dulu Raka!!" Teriak Santi di sertai lemparan bantal ke arah Raka.


Sambil menghidar," maaf!!, Jika aku langsung masuk. Tapi untuk apa kau tutupi gundukan di dadamu itu?" Ucap Raka menggoda.


" Sialan!!, Keluar!!" Teriak Santi panik ketika Raka berjalan mendekat.


" Hey, aku kesini hanya ingin bertanya. Apakah kau sudah siapa?" Tanya Raka yang sudah tidak sungkan lagi kepada Santi.

__ADS_1


" Iya!!, Sebentar lagi aku selesai. Bisakah kau ambilkan gaun itu?" Pinta Santi sambil menunjuk menggunakan mimik wajahnya yang mengarah ke arah gaun.


Raka berjalan ke arah Gaun yang sudah di siapkan Oleh pelayan yang di taruh di atas kasur. Setelah mengambil gaun tersebut, Raka memberikannya kepada Santi.


Santi meraih gaun tersebut lalu berlari ke arah kamar mandi. Setelah menggunakan gaun tersebut, Santi berjalan keluar menghampiri Raka.


" kak!!, Bisakah kau menarik resletingnya?" Pinta Santi seraya memberikan punggungnya yang terekspos di hadapan Raka.


Raka yang melihat pungung Santi yang mulus, Dengan pelan memainkan jari-jarinya di punggung tersebut.


Santi yang merasa geli langsung membalikkan badannya ke arah Raka, namun dengan cepat Raka membekap mulut Santi dengan bibirnya.


" Bisakah kau tidak memancingku Santi?, Kau tahu?, Joniku ini sering tidak sepemikiran dengan otakku," ucap Raka .


" Uumm..uumm.." Santi yang mencoba berbicara.


Raka melepaskan ciumannya," sudah, Ayo kita berangkat sebentar lagi aku harus tiba di perusahan," ucap Raka yang mencoba menormalkan keadaannya.


" Yah!!, Tapi tolong, kau menariknya," pinta Santi mengulang , seraya memberikkan punggungnya kembali.


Raka dengan cepat menarik resleting pada gaun Yang Santi gunankan dengan pandangan yang di alihkan ke tempat lain.


" Aku tunggu Di bawah, " ucap Raka yang sudah beranjak dari kamar Santi.


Santi yang melihat Kepergian Raka, Hanya menggelengkan kepalanya, Dengan senyum yang terukir.


Setelah berdandan, Santi kemudian menemuai Raka. Raka yang yang sudah lama tidak melihat Santi yang berdandan, Hanya dapat mengagumi Calon istrinya tersebut di dalam hati.


" Kamu cantik!!, Dan aku suka dengan warna gaun dan Make-up naturalmu," puji Raka yang sudah berdiri yang telah merangkul punggung Santi.


Santi hanya bisa tersipu, ketika mendengar pujian Raka kepadanya.


kini Raka dan Santi berjalan berdampingan menuju ke mobil yang sudah terparkir.



setelah berada di dalam mobil, Raka memacu mobilnya menuju ke arah perusahan Saputra.


Setibanya Raka dan Dan Santi di Perusahaan, Para karyawan memberi Hormat kepada Raka dan Santi, Dan di setiap sudut ruangan , telah terdapat beberapa banner yang telah terpajang photo Raka sebagai pewaris dan kembalinya Raka.


Raka dan Santi kini telah Naik di atas podium, di sertai awak media yang siap mengabadikan moment tersebut.


" Terima kasih , Atas kehadiran dan kerja keras kalian Semua di perusahaan Saputra. Saya Raka Saputra, Sebagai penurus perusahan Saputra ingin memberitahukan. Bahwa mulai saat ini, Perusahan Saputra Akan Saya menjadi tanggung jawab Saya sebagai penerus dari Tuan Roy Saputra. Dan tidak lupa, Aku akan mengumumkan Bahwa, Raka Saputra dan Calon Istri Saya yang bernama Santi Dwi Putri akan melangsungkan Pernikahan. Saya mohon kerja Samanya dan saya ucapkan Terima kasih kepada Semua yang Hadir di sini. Saya Kira hanya itu yang dapat Saya sampaikan. Terima kasih," Ucap Raka di atas podium.



Prok...prok..prok.. ( semua yang hadir bertepuk tangan )


" Selamat Tuan Raka, atas kembalinya Tuan Raka," Salah satu rekan yang menghampiri Raka .


" Terima kasih!!" Sambut Raka.


Setelah melakukan basa basi , Akhirnya Raka Dan Santi Kini Menuju ke arah butik yang di maksud oleh ibunya Raka, untuk melakukan fitting Baju.

__ADS_1


Setibanya di dalam butik, Raka menemui seorang wanita berpenampilan modis ia bernama Eva.


" Selamat datang Tuan, Mari silahkan," sambut Eva.


" Aku ingin melihat beberapa desain untuk Gaun Pengantin," pinta Raka.


" Baik Tuan tunggu sebentar," ucap Eva beranjak.


Santi nampak gugup , karna baru pertama kali ia berkunjung ke butik yang mewah seperti ini.


" Sayang!!, Jangan terlalu tegang. Kita akan menikah, maka bergembiralah," ucap Raka ketika melihat Santi yang hanya terdiam.


" Jujur ka, aku bingung, jika kamu menyuruhku memilih. Aku tidak punya bakat dalam memilih seseuatu yang mewah," ungkap Santi.


Raka tersenyum," pilih saja yang menurut kamu itu bagus. Aku juga akan Suka," ucap Raka.


" Tapi , di dalam sini, Semua terlihat bagus," sahut Santi dengan mata yang melihat-lihat gaun-gaun indah yang terpajang di etalase.


" Silahkan Tuan, ini model terbaru yang baru saya buat , ketika ibu anda menelfon saya," ucap Eva dengan menyodorkan sebuah sketsa Gambar Gaun.


Raka meraihnya, lalu mulai melihat sketsa gambar yang di berikan oleh Eva, " sayang!!, Apakah kau menyukai Desain ini?" Tanya Raka


Santi meihat gambar tersebut," mmm, aku ingin yang simpel," ucap Santi.


" Apakah ada desain yang lain?" Tanya Raka kepada wanita yang sedang berada di hadapannya.


" Beruntungnya Tuan Raka, Karna menemukan seorang wanita Yang tidak pandai memilih," ucap Eva.


" Senbentar akan aku ambilkan," Sambung Eva ,kemudian berlalu.


"Setelah ini kita kemana?" Tanya Santi.


" Melakukan pemotretan," sahut Raka.


" Lalu?" Tanya Santi kembali.


" Meminta orang untuk mencetak undangan," jawab Raka.


" Ini Tuan Silahkan di lihat-lihat," ucap Eva yang tiba-tiba datang.


Santi kemudian membuka album yang sudah terdapat berbagai jenis contoh gaun pengantin," Aku mau yang ini," ucap Santi menunjuk sebuh gaun putih yang terlihat sederhana.


" Kami sudah yakin mau yang ini?" Tanya Raka memastikan.


Santi mengangguk," yah, sepertinya ini akan terlihat manis," jawab Santi.


" Eva!!, Sepertinya calonku memilih yang ini," panggil Raka kepada wanita tersebut.


" Oh baik Tuan, aku akan mengukur ukuran tubuh kalian," Ucap Eva.


Raka dan Santi pun melakukan pengukuran untuk pakaian yang akan di gunakan di acara penting mereka.


Setelah selesai mengukur, Raka dan Santi pun beranjak dari butik tersebut. Lalu menuju ke sebuah Restoran untuk mengisi perut mereka yang sejak keluar dari kediaman Saputra, mereka belum memakan apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2