
...I Love You Paman Dokter...
...BAB 84 : Pentas Seni...
...****************...
Tamu undangan , sudah berkumpul di dalam Aula Sekolah yang akan di gelarnya pentas Seni.
Sudah ada Raka, Raja, Andre, Kevin, Tuan Saputra dan Santi yang mendapatkan kursi di barisan paling depan, sebagai tamu penting.
Tampak , pembawa acara sudah bersiap-siap untuk memulai acara.
Sebelum acara di mulai, para peserta membuka acara tersebut, dengan pembukaan lagu kebangsaan dari bangsa setan.
( entahlah , lagu yang di nyanyikan oleh bangsa dedemit itu seperti apa?. Thor juga belum memikirkan liriknya. Jadi, Anda bisa mengarangnya sendiri. )
Setelah itu, Di mulai dengan beberapa peserta yang membawakan tarian ubur- ubur, nyanyian pulau kepala dan lain sebagainya.
Dan tiba waktunya, giliran peserta yang akan memicu Kehancuran Aula.
Tampak Yana, Zean dan para tokoh pendukung lainnya. Telah berjalan beriringan menuju ke arah panggung.
" Ndre!, Lihat si Yana dan Zean mereka berdua tampak serasi. Bukankah mereka berdua lebih cocok?, Di bandingkan, kamu yang om-om?"
Sindir Kevin seraya menyolek-nyolek lengan Andre.
Andre tidak menjawab. mata Andre lebih tertuju hanya kepada Yana. Dengan mata yang nyalang menatap.
" Hahaha..sepertinya Tuan Kevin benar . Cucuku tampak tampan dan putri Tuan Raka begitu anggun, Apakah setelah ini. kita akan membicarakan tentang perjodohan?" Timpa Raja yang duduk di antara Kevin dan Raka.
Raka yang mendengar ucapan Raja pun menoleh, Lalu melirik ke arah Andre, sudah dapat di lihat. Rahang Andre telah mengeras dengan sempurna.
" E...itu baginda, sepertinya. Masalah anak muda, biarkan mereka yang memilih. Tidak perlu ada perjodohan, " sahut Raka, yang sebisa mungkin menjawab dengan berhati-hati.
Kevin melihat telinga Andre telah mengeluarkan asap yang mengepul seperti asap dari cerobong kereta api. Hal tersebut membuat Kevin semakin tertarik untuk mengerjai Andre.
" Nah!, sepertinya ucapan Raja tepat. Bagiamana Raka?, Jika Yana dan Zean di jodohkan Saja. Mereka berdua tampak serasi sekali ," Kompor Kevin.
" Biarkan anak-anak memilih, kita orang tua hanya bisa mendukung. Bagiamana Tuan Raka?" Ucap Raja kepada Raka.
" Nah!!. Iya baginda, Karna aku takut. Kejadian aku dan Santi akan terulang di kehidupan anak saya," Jawab Raka.
" Ehemmm!!" Andre berdehem dengan keras.
Kevin dengan cepat menoleh ke arah Andre, " kau sakit?, Pulang saja. Biar Yana di ambil oleh Zean," celutuk Kevin.
Dengan pandangan tajam yang lurus ke depan," Setelah acara ini selesai, Akan ku pastikan. Lidahmu akan putus Kevin!!" Pekik Andre datar.
Kevin spontan menutup mulutnya," ya maap. Aku hanya becanda kok. Hehehe, jangan di masukin ke hati ya. Kalau sudah masuk, di muntahin lagi saja . Biar plong, ok.?" Ucap Kevin.
" Jangan kau pikir, kau keturunan Sabit kematian. Aku akan takut padamu," berang Andre dengan wajah yang sudah terlihat berapi-api.
" Ndre..Andre, minum dulu. nanti wajahmu hangus, jika kau terlalu memaksakan untuk mengeluarkan bara api pada pori-pori di wajahmu, " Kevin meraih air di hadapannya lalu memberikan kepada Andre.
__ADS_1
...****************...
Di Atas Panggung :
" Pangeran! Bisakah kamu menghilangkan kutukan dari Putri kami?" Ucap Salah satu Kurcaci.
" Apa gerangan yang harus aku lakukan, untuk menghilangkan kutukan tuan putri?" Tanya Zean alias si pengeran.
" Sebuah ciuman dan Tuan Putri akan terbangunkan," jawab Kurcaci.
" Apakah hanya sebuah ciuman?" Tanya Pangeran.
" Ya!" Jawab para Kurcaci mengangguk.
Zean menghampiri peti yang telah di hias dengan indah. Ketika Zean tiba di peti tersebut, Zean tidak bisa pungkiri, bahwa Yana terlihat sangat Cantik.
' apakah gadis berotot ini, jika berdandan secantik ini?, Mengapa aku baru sadar. Bahwa wanita yang pura-pura tidur di hadapanku ini begitu menarik?' bantin Zean Canggung di sertai merah pada pipinya.
Zean mulai mendekatkan wajahnya ke arah Yana. Sebenarnya, Zean sangat ingin merasakan bibir Yana yang merah merekah, karna bibir Yana terlihat begitu menggoda.
...****************...
Di bawah panggung,.
Andre mengepalkan tangannya dengan kuat, sampai-sampai, pengangan kursi di tangannya sampai berbunyi " krek" akibat patah.
Tanpa Sadar, Andre mengeluarkan asap kematian pada tubuhnya.
" Uhuk...uhuk.. ini kabut apa?. Kenapa membuat kami sesak?"
" Uhuk.. uhuk..Ka!, Tubuhku. Tubuhku Kenapa?. Kok seperti melepuh?" Panik santi melihat kulitnya, di sertai batuk-batuk.
Raka yang melihat keadaan Istrinya, membuat Raka menjadi panik, " Sayang!, Lari keluar Aula. Andre sekarang lagi bermasalah," titah Raka sembari membuka jasnya Lalu memakaikannya kepada Santi.
Santi mengangguk, dan langsung beranjak dari duduknya. Kemudian berlari keluar Aula.
" Ndre!, Sadar!. Kau akan membunuh murid yang ada di ruangan ini," Kevin mengoyang-goyangkan Tubuh Andre. Mencoba menenangkan sahabatnya.
" ZEAN!!. Jika kau berani menyentuh bibir calon istriku. Kau akan mati hari ini juga!!!" Teriak Andre dengan Nyaring.
Membuat Seisi ruangan tertegun melihat reaksi Andre.
Andre dengan cepat berdiri dari duduknya, yang terlihat. kursinya telah berlubang akibat Aura yang Andre keluarkan.
Andre berjalan ke arah panggung dengan tubuh yang mengeluarkan Asap Racun yang Ganas.
Zean yang melihat Reaksi Andre pun menyeringai. ' katanya!. Tuan Willson ini berbahaya, apa jadinya jika aku memancing emosinya?' batin Zean gembira ketika melihat Andre yang sedang tersulut emosi.
" Paman!, Ini hanya sebuah drama!. Bagaimana jika aku langsung mencium Yana?. Agar paman dapat melihatnya, " Tantang Zean.
Yana yang mendengar ucapan Zean, langsung membuka matanya lalu bangun dan duduk. Yana sangat terkejut, ketika melihat isi di dalam ruangan mulai runtuh. Yana ingat waktu asap itu keluar dari tubuh Andre pada saat ia ke bukit Tidar.
Zean melihat Yana yang sudah beranjak dari peti, membuat senyuman di bibirnya.
__ADS_1
" Oh!!, Jadi Tuan Putri sudah bangun?. Tanpa harus aku menciumnya?. Tapi, apa salahnya jika aku mencoba merasakan bibir Tuan Putri, " Ucap Zean yang langsung meraih pipi Yana. Zean hendak membekap mulut Yana dengan bibirnya.
Andre yang melihat, membuat Mata Andre terbelalak. Dengan seketika, tubuh Andre menjadi merah. Dan tembok-tembok beserta apa-apa yang ada di dalam ruangan Aula tersebut, menjadi korosi dan melapuk. Ketika Asap Iblis yang di keluarkan oleh Andre mengenai benda-benda tersebut.
Sebelum bibir Zean menyentuh bibir Yana, Yana dengan cepat mendorong tubuh Zean dengan kuat agar menjauh. Yana beranjak dari peti , dan langsung berlari ke arah Andre.
" Bocah kurang asin!. Berani-beraninya kau memancing emosiku, jangan salahkan aku. Jika kalian semua akan mati di sini!!" Pekik Andre dengan wujud iblisnya.
" Yana!!. Jangan mendekat ke arah Andre. Paman Andre sedang dalam kondisi tidak baik!" Teriak Raka yang mencoba berlari ke arah Yana.
Yana menatap ke arah Ayahnya yang hendak berlari menghampirinya.
Yana tersenyum ketika ia menatap ayahnya," ayah, tetap di situ. Percayalah padaku," Ucap Yana.
Yana dengan perasaan panik, karna ia tahu apa yang akan terjadi jika di biarkan. Yana mencoba menembus asap tersebut, untuk menghentikan Andre yang sedang di luar kendali.
Saat Yana berhadapan dengan Andre , Yana meraih kedua pipi Andre yang sudah seperti iblis itu. Yana menatap lekat pria yang sudah terlihat menyeramkan yang kini berdiri di hadapannya.
" Paman!!, Bukankah kau mengatakan, Aku adalah emosimu?. Jika benar!, Maka kembalilah menjadi normal demi diriku ," teriak Yana, Yana membekap mulut Andre dengan bibirnya, Di sertai pelukan erat pada tubuh Andre.
Yana merasakan perih di sekujur tubuhnya. Akibat Aura yang di keluarkan oleh Andre. Namun, Yana terus memeluk tubuh Andre dengan kuat, Di sertai bibir Yana yang terus menempel pada bibir Andre.
Zean yang melihat pun tak percaya dengan apa yang ia lihat. Bahwa Yana benar-benar nekad, bahkan Zean tidak percaya. Bahwa gadis seumurannya , bisa menyukai pria tua seperti Andre.
Andre yang merasakan adanya kehangatan yang menjalar di tubuhnya, membuat kesadarannya mulai terlihat normal . Saat Andre telah sadar sepenuhnya , Andre dapat melihat Yana yang sedang mencumbu bibirnya.
Andre langsung menarik maju pinggang Yana , agar tubuh Yana dapat menempel pada tubuhnya, kemudian Andre menyambut ciuman Yana pada bibirnya.
Yana memejamkan matanya, merasakan setiap kecupan lembut yang di berikan oleh Andre pada bibirnya.
Lampu sorot di atas panggung, langsung mengarah ke arah Andre dan Yang yang sedang menikmati ciuman di antara tatapan penuh dengan ketidak percayaa. Bagi mereka yang melihat.
Prok...prok... Suara ricuh tepuk tangan terdengar di dalam ruang Aula Sekolah.
" Serius??. Kenapa yang menjadi pangerannya malah tua bangka itu?" Ucap Kevin tersenyum.
" ya ampun, Aku kalah saing dengan anakku sendiri. Bahkan adegan ini, lebih romantis di bandingkan jalan ceritaku dengan Santi," guman Raka sembari menggelengkan kepalanya.
Andre menarik wajahnya mundur, sembari menatap Wajah Yana dengan lekat. Di sertai kedua telapak tangannya memegang kedua pipi Yana.
" I Love you Rubah kecilku ," ucap Andre dengan binar mata bahagia , serta jemari Andre yang menepis helaian rambut Yana yang terjuntai di antara pipi Yana.
" I Love You too Paman kaku," sahut Yana di sertai senyuman di bibirnya.
Andre yang mendengar Jawaban Yana, Langsung memeluk tubuh Yana dengan erat. Pelukkan itu sangat erat, membuat Andre tidak ingin melepaskan pelukkan tersebut hingga pada chapter selanjutnya.
#1zean
#2Andre.
__ADS_1
Andre apa Zean ?,
🤔🤔