
...I Love Paman Dokter...
...BAB 114...
...*******...
Dari Arah jendela kaca terbuka, berdiri sosok Sang Legenda. Andre,Raka dan Kevin seketika membungkuk dan memberi hormat.
"Jangan sungkan Anak-anak'ku angkatlah wajah kalian," ucap Ibunda.
Ibunda berjalan ke arah Yana, "Yana apakah kamu sudah lebih baik?" Tanya Ibunda.
"Salam Ibunda," ucap Yana yang masih tergeletak.
"Stt! Tidak perlu sesungkan itu. Aku kemari untuk mengembalikan ini," ucap Ibunda mengeluarkan 4 mustika yang seharusnya menjadi milik Yana.
"Terima kasih Ibunda," ucap Yana terharu ketika melihat 4 Mustika yang sudah ia dapat dengan susah payah.
"Tenangkan dirimu, aku akan memasukan'nya kembali ke dalam tubuhmu," ucap Ibunda.
Yana mengangguk. Ibunda Ratu pun memasukan ke-4 Mustika yang bercahay itu ke dalam tubuh Yana. Tubuh Yana mengeluarkan kilauan Cahaya yang menyebabkan mata menjadi silau. Setelah beberapa menit itu berlangsung, Yana kembali sehat dan cantik kembali.
Semua yang melihat menjadi takjub, yang paling tercengang adalah Raka. Karena ia belum pernaj melihat sosok sang Legendaris dengan kekuatan yang di miliki memang sungguh mengagumkan.
Dan pengembalian mustika pun telah selesai. Yana dengan spontan berhambur ke pelukkan Ibunda,"Terima kasih kasih Ibunda, semoga Ibunda sehat selalu. Dan menjadi tokoh pahlawan Bangsa," tutur Yana merasa gembira.
Ibunda tersenyum,"laut nusantara adalah kawasan'ku. Aku hanya perantara yang menjaga kestabilan alam, tapi jangan lupa dengan yang menciptakan kalian," ucap Ibunda.
"Salam Ibunda. Mohon maaf jika saya meyela," ucap Andre yang membungkuk.
Ibunda menoleh ke arah Andre, "Nak Andre, aku bukan Tuhan. Maka berhenti'lah kau untuk membungkuk. Angkat'lah kepalamu!" Titah Ibunda.
Andre menganggat kepalanya, "Ibunda, bagaimana dengan Raja?" Tanya Andre.
Ibunda tersenyum, "dia sudah di kuring di kerajaan Laut. Kalian tidak perlu khawatir, dan jika masa hukuman'nya selesai. Ia akan menjalani pengasingan tanpa kekuatan." Ibunda Ratu menjelaskan.
Mendengar penuturan Ibunda, ke-4 mahkluk yang berada di dalam ruangan pun saling berpadang dengan raut wajah yang gembira. Mereka merasa lega ketika mendengar penjelasan Ibunda.
"Baiklah, sekarang aku harus kembali. Kalian harus selalu saling menghargai di mana pun kalian berada. Dan berbuat baiklah kepada siapa yang kalian temui," ucap Ibunda.
"Terima kasih Ibunda!" Ucap mereka kompak.
Ibunda pun tersenyum, kemudian terbang melewati jendela dan menuju ke keretanya. Kereta dengan warna emas dengan hiasan bunga melati dan cempaka itu pun berlalu meninggal Yana,Andre,Raka dan Kevin.
Andre berlari ke arah Yana dengan raut kerinduan. Yana menyambut Andre dengan mata yang berbias pelangi.
"Paman!" Teriak Yana.
Andre berhambur ke pelukan Yana di peluk erat tubuh wanita yang ia rindukan. Betapa bahagianya perasaan Andre saat ini.
__ADS_1
"Rubah kecil, akhirnya semua bisa kembali seperti semula," ucap Andre di belakang tubuh Yana.
Yana mengangguk,"Paman kemana saja? Aku pikir malam itu adalah hantu," tutur Yana.
"Mm.. Mana ada hantu tampan seperti aku," sahut andre.
Kevin dan Raka yang melihat hanya dapat mematung melihat sepasang kekasih yang saling melepas rindu di hadapan mereka.
"Kau lihat Vin, aku sebagai Ayahnya saja dia lupakan. Aku tergeser dengan Dokter C4bul itu," Geram Raka.
Kevin mengelus punggung Raka dengan pelan, "Sssttt! Jqngan iri. Bukan'kah kamu dulu dengan Santi juga begitu? Sekarang masa'nya Anakmu. Dari pada matamu ternoda, ayo kita keluar." Ucap Kevin menuntun Raka keluar dari ruangan.
Yana yang menyadari ada Ayahnya, melepaskan pelukkan'nya . Lalu beranjang dari bed, kemudian berlari menghampiri Raka.
"Ayah! Jangan ngambek. Aku tidak akan melupakan Ayah," ucap Yana memeluk belakang tubuh Raka.
Raka mebalik'kan tubuhnya. Menatap lekat ke arah Anak Gadis'nya," bagaimana kau bisa lupa Nak. Aku ini Wali nikahmu, maka dari itu kamu tidak akan bisa meninggalkan'ku sebelum kau menikah," ucap Raka kepada Yana.
Yana tersenyum,"Bunda di mana Yah?" Tanya Yana.
"Bunda lagi tidak sehat. Dari kemarin Bunda'mu muntah-muntah," jawab Raka.
Yana yang mendengar ucapan Ayahnya pun terkejut,"Bunda sakit? Ayo Yah. Kita pulang, kita lihat Bunda." Ucap Yana panik.
"Woi Kakak sialan!" Ucap Elvina yang tiba-tiba muncul dari arah jendela.
Mendengar suara tersebut, semua pun menolah ke arah Jendela.
Yana yang melihat, dengan seketika berubah. Raka yang melihat reaksi Anak'nya pun megerit alis. "Yana, apakah kau mengenal wanita itu?" Tanya Raka.
Yana menatap ke arah Ayah'nya dengan tajam,"ini urusan Anak muda Yah. Yang Tua alangkah baiknya diam!" Ucap Yana dingin.
Kevin melangkah ke arah Elvina,"woi gadis Aneh, ngapai kamu nangkring di atas jendela? Hati-hati jatuh loh!" Ucap Kevin.
Elvina menatap ke arah Kevin dengan pandangan merendahkan,"Cih! Menjauhlah dari ku Kevin!" Pekik Elvina.
"Hiyyaa!"
Yana dengan tiba-tiba menyerang Elvina, "wanita sialan, gara-garamu di culik dan harus berpisah dengan paman," pekik Yana geram di sertai emosinya.
Elvina menghidar menjauhi serangan Yana dengan mundur ke belakang.
"Woi-woi Kakak Ipar, aku datang dalam damai." Ucap Elvina.
"Cih.. Damai katamu? Kau bahkan membuatku hampir mati," teriak Yana Lantang.
"Hiyaa!!"
Terial Yana yang terus menyerang. Elvina tidak ingin membalas serangan Yana, dan hanya mencoba untuk menghindar.
__ADS_1
Raka menghampiri Andre, "apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Raka karna bingung permasalahan calon menantunya.
"Itu adalah Elvina," Jawab Andre.
"Hade! Yana pasti salah paham." Ucap Raka.
Andre mengangguk, sembari menatap ke-2 wanita yang sedang bertarung di balik jendela.
'punya calon bar-bar. Punya sepupu gila, bagiman nanti aku punya Anak?' batin Andre menggelengkan kepalanya, ketika ia memikirkan masa depan'nya.
"Woi Kakak Abnormal! Apakah kau membiarkan Yana membunuhku?" Terial Elvina yang melihat Andre tidak ingin menjelaskan.
Andre menggelengkan kepalanya, kemudian mengahampiri Yana yang sedang terbakar cemburu dan emosi.
Andre kemudian, memeluk tubuh Yana yang sedang kesurupan itu. "Lepas Paman! Apa kau ingin melindungi wanita itu? Sejak kapan kau punya hubungan dengan wanita vampire itu!" Teriak Yana meronta ketika Andre memeluk tubuhnya.
"Hei, dengarkan aku. Dia adal—,"
"Minggir Paman! Jika kau masih membela wanita kepa—,"
Ucapan Yana terhenti ketika sepasang bibir yang lembut mendarat mulut Yana. Yana sontak terdiam dengan mata yang melebar. Andre melapaskan kecupan'nya itu.
"Apakah dengan begink baru kau berhenti berteriak?" Tanya Andre.
"E. . Itu, Paman. Aku terbawa emosi," jawan Yana kikuk.
Di dalam ruangan, Raka yang melihat aksi Andre bisa tersenyum sinis, "Cih! Mengengapa Dokter mesum itu selalu melakukan Hal tak senonoh di depan calon Ayah mertua'nya sendiri," guman Raka.
"Kak, keluar yu! Sepertinya udara'nya terasa panas dan mulai sumpek," ucap Kevin yang merangkul pundak Raka.
Raka dan Kevin pun beranjak membiarkan Andre yang menyelesaikan malasahnya sendiri.
Elvina menghampiri Andre, lalu melempar subuah kotak. Andre dengan refleks menangkap kotak itu.
Elvina menatap tajam ke arah Yana,"woi kakak Ipar. Sebenarnya kau tidak pantas aku sebut Kakak Ipar, karna kamu itu seusia dengan ku. Aku titip Kakak sepupuku," ucap Elvina yang langsung berlalu meninggalkan Andre dan Yana.
Yana tertunduk malu, ketika ia baru menyadari. Bahwa Elvina adalah Adik sepupu Andre. Yana bahkan malu untuk mengangkat wajahnya.
"Yana, ada apa denganmu? Kenapa kamu di ingin menatapku?" Tanya Andre.
"Maaf!" Jawab Yana masih tertunduk.
"Aku senang jika kamu begitu. Itu Artinya kamu tidak ingin aku di ambil wanita lain," uap Andre.
Yana menatap wajah Andre Dengan ke dua pipi yang memerah,"ih Paman kepedean. Siapa juga yang cemburu!" Ucap Yana.
"Iya..iya kamu tidak cemburu, ayo kita menyusul Ayahmu dan Paman Kevin." Ajak Andre.
Yana mengangguk dan mereka pun menemui Raka dan Kevin di depan Rumah Sakit.
__ADS_1
Kotak yang Elvina berikan kepada Andre itu, adalah Kotak cincin yang Andre tinggalkan. Elvina Datang, untuk mengembalikan Kotak tersebut. Namun Yana malah salah paham.