Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Keputusan Andre


__ADS_3

...I Love You Paman Dokter...


...BAB 103...


...******...


Santi telah sadar dari pingsannya, ia nampak begitu syok melihat keadaan Putrinya. Dengan tatapan kosong, Santi menatap Raka,Andre, dan Kevin yang sudah berada di ruangan dengan raut kesedihan di setiap wajah orang-orang yang berada di situ. Namun, di antara mereka. Andre'lah yang orang terpukul.


"Dok apakah Yana bisa di selematkan?" Tanya Santi dengan suara parau.


Andre menatap Santi dengan sendu,"bisa!" Jawab Andre.


"Bagaimana? Bukankah dia membutuhkan jantung?" Tanya Raka.


"Berikan jantungku saja Dok!" Sela santi mendesak.


Raka menatap ke arah Istrinya dengan terkejut,"tidak sayang! Biarkan jantungku yang di berikan kepada Putri kita." Sela Raka keberatan.


Andre menatap ke-dua orang tua Yana dengan perasaan kacau. Karna ini adalah muhtlak kesalahannya.


"Haaa!" Andre membuang nafas yag teramat berat.


"Kita sudah tidak punya waktu lagi untuk mencari jantung yang cocok." Tutur Andre.


"Bagaimana bisa? Aku Ibunya Dok, jadi itu akan cocok!" Seloroh Santi.


"Kakak Ipar, dari kalian semua. Aku sendiri yang tidak mempunyai pasangan,kalian pantas untuk berbahagia. Sedangkan aku? Wanita saja tidak punya!" Sela Kevin di tengah-tengah perdebatan.


Andre menoleh ke arah kevin,"maksudmu?" Tanya Andre.


Kevin menatap ke arah Andre,"ambil jantungku saja!" Seru Kevin dengan penuh keyakinan.


Andre tertunduk."terima kasih untuk semuanya. Namun, Yana mempunyai Jantung kombinasi. Hanya aku yang bisa mendonorkannya," ucap Andre.


"Kau gila! saat ini aku memang sangat marah san kecewa padamu Ndre, dengan apa yang terjadi kepada Yana. Tapi, aku sangat keberatan jika kau mendonorkan jantungmu!" Ucap Raka menghampiri Andre.


"Raka! Kita tidak punya waktu untuk ini. Kau tahu, keluargaku dan aku adalah Ilmuwan , dam sebelumnya aku ini adalah apa? Jantungku yang paling cocok untuk Yana!" Tekan Andre.


Andre memegang kedua pundak Raka, di tatap lekat sahabatnya itu,"Ka, aku mencintai Anakmu. Tolong! Setelah kepergianku, jaga dia demi aku."

__ADS_1


Pinta Andre dengan tatap lirih menatap Raka.


Andre menurunkan tangannya di atas pundak Raka, membalikkan tubuhnya. Lalu berjalan dengan cepat di sertai satu butir air mata yang berhasil lolos dari sela matanya.


"Andre! Ndre, tolong! Pikirkan baik-baik. Aku harus bicara Apa pada Putriku ketika ia sadar!" Teriak Raka yang mengejar Andre.


" Ndre! Apakah kau serius. Kita bisa cari jalan keluarnya!" Di sertai Kevin yang juga mengejar Andre.


Andre terus melangkah. Langkahnya terhenti, ketika Raka menarik tangannya dengan kuat.


Bruk!!


Raka meninju pipi Andre, Mata Raka telah memerah akibat menahan tangis. Sungguh, Ini adalah pilihan yang sangat menyakitkan bagi Raka. kenapa harus, ada pilihan se'kejam ini.


"Andre! Ku mohon! Kita bicarakan baik-baik dan cari solusinya bersama!" Raka memohon dengan suara yang parau di sertai mata yang sudah berkaca-kaca.


"Raka! Yana harus di selamatkan. Untuk apa aku hidup. Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Sedangkan Yana masih mempunyai kalian orang tuanya, jika kau biarkan aku tetap hidup dan membiarkan Yana pergi! Apakah kau akan bertanggung jawab dengan hidup tiada arti di sepajang hidupku ha!" Teriak Andre dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


"Kenapa ini harus terjadi Ndre? Kau adalah sahabatku, dan di dalam sana adalah Putriku. Aku..aku bingung," ucap Raka frustrasi.


"Tidak ada waktu lagi, tolong Raka. Sisanya ku serahkan padamu, Aku hanya minta kepadamu. Tolong jaga Yana." Ucap Andre.


Andre dengan Cepat masuk ke dalam pintu ruang bedah,"tutup pintunya Marry!" Titah Andre.


Pintu pun tertutup, Raka dengan cepat berlari ke arah Pintu di sertai Kevin yang juga nampak kebingungan dengan keadaan.


"Ndre! Andre, aku belum siap kehilangan sabahat sepertimu!" Teriak Raka menggedor gedor pintu ruang bedah.


Raka tertunduk, dengan kaki gemeteran. Raka beransur terduduk di depan pintu ruangan dengan tangis yang pecah,"Ndre! Terima kasih atas semua jasamu, terima kasih atas semua yang telah kau lakukan dan berikan. Aku tidak akan pernah aku lupakan semua kebaikkanmu," Lirih Raka.


Kevin mengadahkan wajahnya ke langit-langit. Berharap air matanya tidak tumpah." Kenapa ini begitu menyakitkan? Kenapa harus ada perpisahan setelah ini.Andre sialan, kapan lagi aku bisa berjumpa denganmu?" Guman Kevin dengan pelupuk matanya yang kini telah menumpuk.


Santi dengan tangis, tergopoh-gopoh menghampiri suaminya. Mereka berdua saling berpelukan dengan isak, mencoba saling menguatkan.


******


Di dalam ruangan,.


Andre berjalan ke sebuah ruangan, untuk mengganti bajunya," Marry tolong sterilisasi tubuhku" Pinta Andre. Ketika ia membuka bajunya.

__ADS_1


"Tuan! Aku tidak sanggup melakukan ini." Suara Marry terdengar bergetar.


"Lakukan! Ini perintah!" Teriak Andre.


Dengan tangis, Marry mulai bekerja dengan tangan gemetar.


'maafkan aku. Aku harus melakukan ini. Sejak keluargaku mati, sebenarnya jasadku juga telah ikut mati. Namun, jasad ini tidak di kubur di tumpukkan tanah. Melainkan dalam tumpukkan kesendirian dalam kesedihan. Kehadiran Yana, Memberikan warna dalam hidup. Jika aku harus bertahan, aku sudah tidak akan sanggup lagi menghadapi semua luka ini.'Batin Andre.


Andre berjalan ke arah bed lalu merebahkan tubuhnya di sana. Di samping bed'nya sudah terdapat Yana yang matanya masih terpejam.


"Tuan. . . Semuanya sudah... Siap," ucap Marry dengan terbata.


Andre menatap sendu ke arah Marry asisten'nya yang sangat patuh dan setia," Marry sini," panggil Andre.


Marry mendekatkan wajahnya dengan mata yang sudah sembab," ya...Tuan.." Ucap Marry dengan isak.


"Jangan bersedih. Terima kasih atas semua yang telah kau lakukan dengan kesetianmu. Rumah Sakit ini, ku berikan padamu." Ucap Andre.


Tangis Marry pecah dengan seketika. Hatinya sungguh sakit mendengar pesan terakhir Tuannya yang begitu ia kagumi dalam diamnya.


"Tuan!" Ucap Marry.


"Sssttt...sudah! Jangan menangis lagi, lakukan apa yang ku perintahkan. Dan ingat! Jasadku, jangan di perlihatkan kepada sahabat-sahabatku. Karna aku tidak ingin mereka bersedih. Berikan ini kepada mereka," ucap Andre seraya memberikan beberapa kertas kepada Marry.


Marry menerimanya dengan tangan gemetar," baik Tuan," ucap Marry.


Andre tersenyum kepada Marry. Andre kemudian memalingkan wajahnya ke samping, ia menatap wajah Yana yang masih tertidur dalam lelap di samping bed'nya.


"Hei rubah kecil, ijinkan aku menatap wajahmu untuk yang terakhir kalinya. Kau harus hidup dan belajar tanpaku ya!" Ucap Andre mengelus pipi Yana di sertai senyum kepedihan.


"Aku mencintaimu. Ini adalah salah satu bentuk cintaku, bahwa aku. Mencintaimu hingga akhir hayatku, Cinta dan kasih ku ini. Akan ku bawa bersamaku," Ucap Andre.


Andre menggengam tangan Yana dengan erat. Lalu menatap Ke arah Marry yang masih tergugu dengan tangisnya.


"Marry lakukan sekarang," titah Andre.


Marry mulai berjalan ke arah Andre dengan perasaan yang tidak bisa di jelaskan. Dengan tangan gemeteran, Marry mulai bekerja dengan perasaan perih dengan air mata yang terus menetes.


Marry mulai menyuntikan cairan ke pergelangan tangan Andre. Ketika cairan itu masuk ke dalam tubuh Andre, Membuat mata Andre berlahan-lahan meredup lalu terpejam. Genggaman tangannya di tangan Yana pun terlepas.

__ADS_1


Andre membuktikan ketulusan hatinya dengan memberikan kehidupannya kepada orang yang ia cintai. Memberikan yang bisa ia lakukan. Sampai Andre mati sekali pun, ia masih membawa kesetiaan dan cinta yang besar kedapa Yana bersama kematiannya.


Tangisan Marry pecah, Ia sekuat tenaga berusaha tegar. Dengan tangis dan tangan gemetar, Ia melakukan perintah Tuannya untuk yang terakhir.


__ADS_2