Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Yana beranjak dewasa


__ADS_3

...I Love You Paman Dokter ...


...BAB 81 : Yana beranjak dewasa...


...****************...


Di kediaman Saputra,.


Raka dan Santi tampak duduk di sebuah gazebo sembari memberi makan ikan-ikan yang ada di bawah Gazebo.


" Ka!!, apakah ikan-ikan ini juga seekor Bunian?" Tanya Santi membuka pembicaraan.


Raka yang mendengar pertanyaan Santi pun terkejut. Ia tidak pernah menyangka bahwa istrinya itu, bisa menanyakan hal yang tidak sanggup di jawab oleh Raka.


" Sayang!!, mana aku tahu, mereka itu . Sudah ada di alam ini dari sejak purba kala dan entah bagaimana mereka hadir di alam seperti ini, mungkin mereka juga melakukan tapa krana, sehingga berpindah ke dimensi ini, " jawab Raka dengan panjang lebar.


Santi tersenyum mendengar jawab Raka," Oh, aku hanya bingung. Kenapa alammu dan alam ku terlihat sama saja ya?" Sahut Santi.


" Jangan bertanya sesuatu yang tidak sanggup di cerna oleh otak,"


" Memangnya mahkluk seperti kalian punya otak?"


Raka menoleh ke arah santi sembari memeluknya," kamu ini yah!!, Bisa sekali ngejawabnya," ucap Raka di balik tengkuk Santi.


Santi hanya terkekeh geli, saat hembusan nafas Raka mengenai tengkuk lehernya.


" kita ke kamar yuk!" Ajak Raka.


Santi menoleh dengan alis bertautan," ini masih sangat siang Raka, kamu kok makin mesum sih!" ujar Santi.


" Ye!, Mesum sama istri ini, barang kali kalau aku mesum sama istri orang lain. Barulah salah," sahut Raka.


Saat bersenda gurau, ponsel Raka berdering. dan Dengan cepat Raka meraih ponselnya.


📞" Halo!!, Ada apa Andre " ucap Raka ketika mengangkat telfon.


📞" Yana sedang sakit , biarkan aku membawanya ke kediamanku," ucap Andre di seberang telfon.


📞 " Apa!! , Yana sakit kenapa?" Tanya Raka kaget.


Santi yang mendengar, bahwa Yana sakit. Bergegas berdiri dari duduknya.


" Sayang!!, Apa yang terjadi dengan Yana?"


tanya Santi kepada Raka yang sedang sibuk berbicara dengan Andre di sambungan telfon.


Raka mengangkat tangannya ke arah Santi memberi isyarat dengan kata " tunggu," dan kemabli fokus berbicara dengan Andre.


Santi nampak cemas menatap ke arah Raka. Ketika suaminya mengatakan bahwa anaknya sedang sakit.


📞" Baiklah, tolong urus dia dengan baik. Aku percaya padamu. Nanti aku dan Santi akan ke tempatmu," ucap Raka, sembari memutuskan sambungan telfonnya.


" Kenapa?, Yana kenapa?" Tanya Santi panik.


" Tidak apa-apa sayang. Sepertinya Yana telat makan. Ayo!, Siap-siap, kita ke tempat Andre sekarang." Ucap Raka


Santi mengangguk, lalu mengekori Raka dari belakang.


...****************...


Di dalam Mobil Andre,.


Andre tampak panik ketika saat mereka berada di makam, Yana tiba-tiba memegang perutnya di sertai raut wajahnya yang meringis.


" Rubah kecil!!, jangan menakutiku. Jika kau kenapa-kenapa, aku tidak akan pernah tahu duniaku akan seperti apa ke depannya,"

__ADS_1


Ucap Andre menatap khawatir melihat Yana yang terus menggeliat, di sertai memegang perutnya.


" Maaf paman, jika membuat paman khawatir," ucap Yana lemah yang terdengar lirih.


Andre membelai kepala Yana, " diamlah, sebentar lagi kita akan sampai," ucap Andre mencoba menenangkan Yana.


Akhirnya, mobil Andre kini tiba di kediamannya. Dengan panik Andre keluar baranjak dari mobilnya, lalu menuju ke arah pintu mobil bagian Yana.


Andre mengangkat tubuh Yana dengan panik, Saat Andre hendak menutup pintu mobil, Andre dapat melihat bercak darah yang menempel di atas kursi yang Yana duduki.


Andre pun tersenyum ketika melihat bercak darah tersebut, 'Rubah kecilku, sekarang sudah dewasa,' batin Andre bahagia.


Andre kemudian membawa Yana ke dalam Kamar, lalu membaringkan Yana dengan hati-hati di atas kasur.


" Kamu tunggu di sini, aku pergi sebentar." Ucap Andre mengelus kepala Yana seraya berlalu.


Andre meraih ponselnya, lalu mulai menelfon seseorang.


📞" Vin, aku boleh minta tolong?" Tanya Andre ketika sambungan telfonnya terhubung.


📞" Minta tolong apa om-om mesum?" Tanya Kevin dari seberang.


📞" Sialan!!, Aku Minta tolong, suruh seorang perempuanmu untuk membelikan Pembalut," ucap Andre


📞" Haa!!, Siapa yang memakai pembalut?. Jangan katakan, bahwa kamu yang memakainnya," sahut Kevin.


📞" Setan!, Kalau aku yang datang bulan, aku hanya cukup mengikat ujungnya, dengan menggunakan karet gelang," pekik Andre.


📞" Terus siapa?" Tanya Kevin


📞" Yana!!. Dia sedang datang bulan, sepertinya ini kali pertama. Karna dia terlihat tidak tahu apa-apa," jawab Andre.


📞" Oh begitu, namun sayangnya, aku sekarang sedang di luar. Tidak sedang di kasino. Kau minta tolong bawahanmu saja," ucap Kevin.


📞 " Sialan, aku malu. Mana pernah aku menyuruh mereka membeli hal semacan itu," sahut Andre.


📞" Woi Vin!!" Teriak Andre.


Tut..tut..tut... Panggilan terputus.


Andre menjauhkan ponselnya dari arah telinga dengan wajah yang muram .


" Sialan kau Vin, aku tahu. Kau memang sengaja, dasar sahabat laknat!!" Gerutu Andre.


Andre menimbang, Ia nampak berpikir. Mau taruh di mana wajahnya jika ia meminta bantuan kepada Marko atau sejenisnya, yang ada , harga dirinya pasti seketika turun, sebagai Gelar pria Kulkas 2 pintu.


Setelah bergelut dengan hati dan pikiran, Akhirnya Andre memutuskan untuk pergi membelinya sendiri.


Andre menuju ke arah ruang ganti, setelah Andre keluar dari ruang ganti, ia nampak memakai masker dan juga kaca mata hitam dan baju hitam.


Saat Andre tiba di pintu depan, Andre berpapasan dengan Marko yang hendak masuk.


" buset!!, Mau ngelayat Tuan?" Tanya Marko ketika melihat Andre.


" Tubuhmu yang akan ku layat!!" Pekik Andre.


Marko yang mendengar jawaban Tuannya, dengan cepat menutup mulut, pandangnya kini melihat punggung Andre yang sudah berlalu .


Andre menaiki mobil kemudian melaju, hingga ia tiba di pusat perbelanjaan.


Dengan Ragu, Andre mengambil beberapa pembalut dengan cangung.


Setelah mengambilnya, Andre menuju ke arah kasir.


" Haduh!!, Baik sekali tuan membelikan pembalut. Coba saja kalau pacar saya seperti tuan," ucap penjaga kasir.

__ADS_1


" Segera totalkan!!" Ucap Andre dingin.


" Baik tuan!!. Totalnya sekian ya tuan, oh iya tuan. Pembalutnya untuk siapa?" Tanya penjaga kasir seraya menyerahkan pesanan Andre.


" Untuk menutup mulutmu yang banyak bertanya!"


Pekik Andre setelah membayar kemudian berlalu dengan membawa pesanannya.


Sesampainya di dalam mobil, Andre melepaskan masker penutup mulutnya.


" Ya ampun!, Kata orang, Jika hatimu sedang berdebar. Itu artinya kamu sedang jatuh cinta, kenapa aku mengambil sebuah pembalut saja hatiku berdebar kencang?"


Guman Andre yang langsung menginjak pedal Gas, beranjak dari tempat perbelanjaan tersebut.


Sesampinya Andre di kediamannya, Andre dengan cepat berlari ke dalam.


" Buatkan air gula aren di campur Jahe," titah Andre kepada seorang pelayan.


" Baik tuan," sahut pelayan kemudian berlalu.


Andre menuju ke arah kamar yang di tempati oleh Yana. Sesampainya di dalam kamar, Andre menghampiri Yana yang tampak meringkuk.


" Rubah kecil," panggil Andre lembut.


" Mmmm" sahut Yana mengeram.


" Pakai ini," ucap Andre seraya menyodorkan sebuah kresek ke arah Yana.


" Ini apa paman?" Tanya Yana.


" Mmmmm....pembalut, " jawab Andre kikuk.


" Apakah aku sekarang lagi datang bulan?" Tanya Yana.


Andre mengangguk,.


" tapi paman, cara pakai pembalut ini bagaimana?"


Mata Andre melotot ketika mendengar pertanyaan Yana, 'yah ampun!!, Masa iya, aku harus mengajarinya?. Membuka celananya dan memakaikannya pembalut?'


Batin Andre dengan wajah yang memerah sambil menggeleng kepalanya dengan kuat, mencoba mengusir syaiton yang sedang menari-nari di dalam otaknya.


" Yana, Paman tidak tahu. Coba kamu buka bungkusannya, lalu kamu baca petunujuknya," ucap Andre dengan malu-malu.


"Andre!!, Bagaimana keadaan Yana?"


Teriak Raka tiba-tiba dari ambang pintu.


Andre bernafasa lega, ketika ia menoleh ke arah arah pintu, Ada Santi yang juga ikut.


Santi langsung berlari menghampiri Yana," kau tidak apa-apa?. Kamu jangan makan sembarangan, sakit kan perutnya," ucap Santi ketika ia menghampiri Yana.


Raka juga menyusul menghampiri Yana, seraya mengusap kepala Yana dengan sayang," kamu di sekolah tadi makan apa?, Kok sampai bisa sakit perut?" Tanya Raka khawatir.


" Santi!!, Itu. Yana hanya datang bulan," ucap Andre kikuk.


Santi menatap Yana dengan tersenyum," waduh anak gadis bunda baru datang bulan, Jadi mateng nih!!" Goda Santi.


" Apaan sih bun, Perut Yana sakit bangat" keluh Yana kepada Santi.


" Aku sudah meminta membuat Air jahe gula Aren. Itu baik untuk meredahkan sakit perut," ucap Andre.


" Raka!!, Kamu dan Andre bisa keluar?. Aku mau mengurusi Yana," Ucap Santi.


Andre dan Raka pun mengangguk, lalu beranjak dari kamar.

__ADS_1


Kini tinggal Santi dan Yana, Santi mulai mengajari apa saja saat wanita Haid boleh lakukan dan tidak boleh.


__ADS_2