
...I Love You paman Dokter...
...BAB 104...
...*********...
Yana terduduk di kegelapan. Ia nampak ke'bingungan, mengapa ada ruang hampa seperti ini. Bahkan Yana sudah lelah untuk berjalan menelusuri kegelapan yang tak berujung.
"Ayah, apakah saat kau tertidur kehampaan seperti ini yang kau dapatkan?" Guman Yana bertanya.
Yana terduduk dengan menekuk lutut kakinya, sembari memeluk erat kedua kakinya dengan kebingungan.
"Rubah kecil hei!"
Yana terperanjat ketika mendengar suara yang tidak asing. Kepala Yana sontak ke kiri dan ke kanan mencari di mana asal suara itu.
"Paman! Paman, apakah itu kau?" Teriak Yana yang kemudian berdiri dari duduknya.
"Yana, janji kepadaku. Kau harus tersenyum ya!"
Yana masih nampak kebingungan dengan panik, Yana mencari suara itu."Paman! Kau dimana? Maafkan aku. Jika aku nakal, Paman Yana takut di sini. Di sini sangat gelap," teriak Yana yang terus mencari.
Seberkas cahaya datang dari atas. Membuat Yana mengadahkan kepalanya lalu tersenyum.
"Paman kau datang? Aku merindukanmu," ucap Yana ketika melihat Andre dengan baju Dokternya mengulurkan tangannya ke arah Yana.
"Iya.., paman datang menjemput Gadis kecil Paman." Sahut Andre.
Yana tersenyum, Yana meraih tangan Andre. Andre mendekap tubuh Yana dengan erat, "janji ya, jika kau sadar nanti. Jangan pernah menangisiku, kau harus tetap tersenyum dan selalu ceria di setiap hari-harimu yang kan kau lalui. Ok?" Ucap Andre.
Yana menatap sendu ke bola mata Andre, "paman masih marah?" Tanya Yana.
Andre menggelengakan kepalanya, "aku mencintaimu. Aku titipkan jantungku kepadamu," ucap Andre mengecup dahi Yana dengan lembut lalu menghilang.
__ADS_1
"Paman! Paman, Paman!" Teriak Yana panik ketika mendapati tubuh Andre telah sirna dari pelukkannya.
*****
Lampu indikator di atas pintu ruang bedah telah padam. Itu Artinya, operasi telah selesai. Melihat lampu di atas pintu telah padam, Raka,Kevin dan Santi nampak was-was menunggu di depan pintu.
Klek!
Pintu ruangan terbuka, Raka dan Kevin langsung berlari ingin menyelinap masuk. Namun di hadang oleh Marry dengan mata yang sembab dan masih ada sisa tangis di mata Wanita itu.
"Maaf Tuan Raka dan Tuan Kevin. Anda tidak di ijinkan masuk," ucap Marry.
"Apa kau bercanda ha? Aku ingin melihat Andre!" Sahut Raka.
Marry menggelengkan kepalanya,"jasad Tuan Andre telah di masukan ke dalam peti. Dan seorang pun tidak di injinkan untuk melihatnya." Ucap Marry yang berusaha tegar di depan sahabat Andre.
"Tidak! Aku ingin melihatnya." Raka memaksa menerobos ke dalam.
"Tuan Raka! Jika anda memaksa, aku akan memanggil pegutas keamaan. Karena Tuan membuat keributan!" Bentak Marry.
"Tuan Kevin, itu adalah permintaan Tuan Andre. Ia tidak ingin kalian menangisinya. Dan operasi berjalan Lancar, Nona Yana akan di antarkan ke ruang VIP untuk masa penyembuhannya." Marry mencoba memberikan penjelasan.
"Marry, apakah kita tidak bisa melihat Dokter Andre untuk yang terakhir kalinya?" Tanya Santi dengan penuh harap.
Marry menoleh ke arah Santi sambil menggelengkan kepalanya,"mohon maaf Nyonya Santi. Aku tidak bisa melanggar perintah Tuanku. Tuan hanya menitipkan ini," ucap Marry sembari mengeluarkan kertas lalu memberikannya kepada Raka.
Raka meraih kertas itu dengan cepat, kemudian di bukanya kertas yang bertuliskan di amplopnya 'To Raka & Kevin'
To Raka,.
Ka, kau tahu. Aku sangat beruntung bertemu denganmu saat aku di sekap di kerajaan dan kau datang untuk mengeluarkanku. Dan hal yang paling beruntung adalah, ketika aku mengenal Putrimu. Kau tahu, dia sangatlah mirip denganmu. Ah..tugasku sudah selesai. Aku dapat berkumpul dengan keluargaku sekarang. Titip Rubah kecilku ya! Jika dia menikah nanti, tolong! Suruh dia pakai gaun pengantinnya dan datang ke makamku. Walau'pun aku tidak dapat menikahinya, aku akan tahu jika dia nampak cantik dengan Gaun yang ia pakai.
Tolong! Makamkan aku yang dekat dengan makam orang tuaku ya! Mohon maaf, jika kematianku harus merepotkanmu. Semoga kalian selalu bahagia.
__ADS_1
To Kevin,.
Bro, Carilah wanita. Karna sudah tidak ada lagi orang yang bisa kau kerjai, Apakah kau ingin melapuk selamanya? Maka dari itu. Carilah pasangan hidupmu agar aku dapat bahagia di sini. Karna tidak lagi memikirkan dirimu sendiri. Karna, hanya aku temanmu yang sering sekali kau kerjai dan selalu saja mengodaku. Waktunya kau harus menggoda wanita, jangan hanya diriku saja yang kau goda. Ingat! Jika kau menikah, antarkan calon istrimu ke makamku, aku tunggu. Ok!
Baik-baiklah kalian semua di sana dan berbahagialah. Aku sangat beruntung, di sisa hidupku. Aku di berikan sahabat seperti kalian dan wanita kecil di sisiku. Tolong hargai permintaanku, jangan ada yang bersedih. Setelah jasadku di masukan ke dalam peti. Tolong, segeralah di makamkan.
Andrean Willson.
Raka mendekap kertas itu di dadanya, selama membaca pesan dari Andre. Dadanya begitu sesak, begitupun dengan Kevin. Karna Raka dan Kevin membaca catatan Andre secara bersamaan.
"Kau t0l0l Ndre, mana bisa aku menikah. Aku takut. Jika aku akan sepertimu," tutur Kevin dengan Tangisnya yang sudah mulai terdengar.
"Andre, pengorbananmu tidak akan aku lupakan. Terima kasih, aku akan mengurus semua pemakamanmu," lirih Raka yang masih mendekap catatan dari Andre.
Raka menatap ke arah Marry yang masih berdiri di ambang pintu,"Marry bisa'kah aku melihat peti Andre?" Tanya Raka.
Marry mengangguk,"silahkan!" Ucap Marry mempersilahkan.
Raka,Kevin dan Santi masuk ke dalam ruangan. Dan benar saja, di dalam sana sudah terdapat beberapa tim medis yang menjaga sebuah peti. Dan lagi, Ada Yana yang masih terpejam matanya dengan beberapa selang yang menancap di sekujur tubuhnya.
Santi berlari ke arah Peti,"Dokter terima kasih banyak. Karna kau menyelamatkan Anakku, aku tidak bisa membalas pengorbananmu. Namun, akan aku pastikan. Doaku selalu menyertaimu." Ucap Santi dengan tangisnya.
Raka mengelus peti yang ada di hadapannya dengan hati yang tecabik. Andre adalah sabahatnya, semarah-marah apa'pun Raka kepada Andre, Raka tetap akan luluh di hadapan Andre.
"Ndre ku mohon, kau harus tenang di sana. Harus berapa kali aku mengatakan terima kasih karena itu percuma. Pengorbananmu terlalu besar." Ucap Raka seraya memeluk sebuah peti di hadapannya.
Kevin pun mengelus peti itu dengan mata yang sembab,"sudah aku katakan,kamu jangan seperti Rose dan Jack. Begini kan akhirnya, namun kau adalah pria sejati. Tidurlah dalam damai," ucap Kevin sembari mengelus peti yang ada di hadapannya.
Marry menghampiri Raka,"Tuan, Nona Yana mau kami pindahkan. Dan akan kami lakukan upacara pemakaman untuk Tuan Andre," ucap Marry.
"Segeralah pindahkan Yana. Upacara pemakaman Andre, biar aku dan Kevin yang mengurusinya." Ucap Raka.
Marry membungkuk kemudian berlalu. Raka dan Kevin seperti kehilangan semangat. Bahkan kesembuhan Yana pun mereka abaikan, karna saat ini. Keadaan yang mereka rasakan, Benar-benar sangat terpukul.
__ADS_1
Santi, telah keluar dari ruangan untuk mengikuti Marry yang membawa Yana. Kevin meraih ponselnya. Lalu menelfon bawahannya untuk mempersiapkan pemakaman untuk Andre. Karena, Andre akan di bawa ke kediaman Willson.