
...BAB 61 : Festival Lampion...
...****************...
Dalam perjalan,.
Kini Andre dan Yana sudah meninggalkan kediaman Saputra, lalu menuju ke kota Blue Lake.
Yana tampak terkagum-kagum dengan apa yang ia lihat. Sesekali bibirnya terukir senyuman, tak kala ia melihat pemandangan di balik kaca mobil.
" Kau senang?"
Tanya Andre, dengan pandangannya tetap lurus ke depan.
Yana menoleh," yah!!, Aku tidak pernah menyangka bahwa di dimensi yang berbeda ada tempat semacam ini. Karna aku pikir dunia gaib itu, Sesuatu yang menyeramkan"
Ucap Yana dengan kagum kepada Andre Yang terlihat sedang fokus mengendarai mobil.
" Kau mau ingin kemana?" Tanya Andre
" aku tidak tahu," Jawab Yana
" mmm... Sepertinya ada parade lampion ada 2000 lampion yang akan di terbangkan, apa kamu mau ke sana?" Tanya Andre
" Jika paman tidak keberatan," Sahut Yana.
"Baik, Kita akan segera ke sana, " Ucap Andre
Andre kemudian melajukan mobilnya ke arah tempat yang di maksud. Tidak butuh waktu, Andre dan Yana telah tiba di tempat parade.
Namun, di tempat tersebut. Terlihat sangat ramai, Yana hanya menatap kagum ketika melihat hiasan di sepanjang jalan di hias dengan lampion yang Cantik.
ket foto: jika kalian melihat lampion terbang, yakinlah itu adalah acara waisak di borobudur mangelang.
" Wah!!, Nuansanya seperti di shanghai Saja, " guman Yana
Andre menatap ke arah Yana," yah!!, Si sini juga ada kota tiongkok . Beberapa bulan sekalali, warga di sini melakukan festival Lampion," Andre menjelaskan
" Paman keberatan jika kita turun untuk jalan-jalan?" Tanya Yana
" tidak, jika kau mau dan tidak keberatan berdesakan ayo!!" Ajak Andre
Yana mengangguk," terima kasih paman," ucap Yana sembari tersenyum.
Andre dan Yana kini telah turun dari mobil, kemudian berjalan menelusuri jalan setapak yang sudah di hiasi dengan lampion dengan beberapa pernak-pernik budaya china.
" Wah!!, Cantik sekali. Di dunia manusia juga ada seperti ini, Namanya Waisak dan Imlek "
Ungkap Yana dengan mata berbinar dengan menatap liar dengan segala pernak-pernik yang tergantung dengan perasaan kagum.
" Syukurlah jika kamu senang aku ajak ke sini,"
__ADS_1
tutur Andre Bahagia dengan hati yang berbunga-bunga, tak kala ia melihat Yana yang begitu antusias.
Saat Yana sedang sibuk mengagumi keadaan, Mata Andre teralihkan oleh Sebuah jepit rambut, yang terpajang di salah satu etalase pada sebuah toko di pinggir jalan.
Andre dengan cepat nemasuki toko tersebut, lalu membelikan sebuah jempit rambut berbentuk bunga lotus.
Setelah membeli jepit Rambut tersebut, Andre berlari ke arah Yana yang sudah tampak menjauh. Untungnya, Yana hanya berjalan lurus dan tidak berkeliaran.
" Yana!!" Panggil Andre
Yana menoleh, lalu menghentikan langkahnya untuk menunggu Andre yang sedang berlari menghampirinya.
" Paman dari mana?, Aku pikir , paman dari tadi ada di belakangku" Tanya Yana
" Ini.. Untuk mu," ucap Andre dengan nafas tersengal sembari menyodorkan sebuah dus yang telah di hias dengan pita merah.
Yana mengerutkan alisnya," ini untukku?" Tanya Yana.
Andre mengangguk...
Yana kemudian meraih Dus tersebut," ini apa?" Tanya Yana
" Bukalah!!" Titah Andre
Yana kemudian menarik pita yang di ikat di dus tersebut, lalu membuka kotak yang ada pada tangannya. Seketika mata Yana berbinar, " oh!!, Cantik Sekali. Terima kasih," ucap Yana menatap Andre dengan iris mata berbinar.
Andre tersenyum, saat melihat mata dan senyum Yana ketika Yana menatapnya, " yah!!, Aku melihatnya, jadi ku pikir itu akan Cantik jika kau memakainya" ucap Andre.
" Bisakah paman memakaikan untukku?" Pinta Yana
" He.. Aku?, Nanti Saja , jika kau sudah tiba di rumah, Kau bisa langsung memakainya" ucap Andre .
Yana meraih tangan Andre, lalu meletakan jepit rambut tersebut di telapak tangan Andre," aku mau paman yang memakaikannya untukku" pinta Yana.
Andre membuang Nafas kasar, " iya baik," sahut Andre yang kemudian mendekat ke arah Kepala Yana dengan cangung.
Kini Andre menjepitkan sebuat jepitan Rambut bermotif bunga lotus di atas kepala Yana dengan denyut yang memompa lebih cepat.
Setelah selesai memasangkan Jepit Rambut tersebut, Andre berjalan mundur untuk memberi Jarak.
Saat Andre bertatap dengan dengan Yana dengan Spontan bibir Andre mengatakan," cantik sekali" guman Andre yang dapat di dengar oleh Yana.
Yana tersipu, " Terima kasih " ucap Yana tertunduk menyembunyikan wajahnya.
" Oh...lihat ini, ada sepasang pasangan yang sangat serasi. Halo Tuan dan Nona. Mohon maaf, jika Aku mengganggu kencan kalian"
Ucap seorang pria kepada Andre dan Yana, yang tiba-tiba muncul dari belakang tubuh Andre, seraya memegang sebuah kamera.
Adnre dengan seketika menoleh kepada pria tersebut, " ada apa?" Tanya Andre dingin.
" Mm..begini Tuan, Saya sedang mencari model untuk carnaval ini. Bisakah Tuan dan Nona menjadi model saya?" Ucap pria itu.
Andre menoleh ke arah Yana," apakah kau mau?" Tanya Andre kepada Yana.
Yana menghampiri pria itu," apakah ada bayarannya?" Tanya Yana.
__ADS_1
" Ada Nona, yang pasti bayarannya tidak akan mengecewakan," Jawab pria itu.
" Menjadi model apa?" Tanya Yana.
" Pengantin tradisonal china," jawab oemuda itu.
" Baik kami setuju," terima Yana tanpa berunding terlebih dahulu dengan Andre.
Andre yang mendengar langsung menarik lengan Yana," apakah kau ke kurangan uang Yana?, Aku bisa memberikanmu jika kau mau," ucap Andre
Yana menatap wajah Andre," anggap Saja, ini adalah hasil kerja kita berdua. Toh!!, Kita juga tidak mempunyai foto berdua kan?. Apa salahnya saaf ini kita menjadi model," ucap Yana
"Haaa... Terserah kamu saja," ucap Andre pasrah
" Mari Tuan dan Nona, ikuti saya" ajak sang photografer.
Yana dengan cepat menarik lengan Andre, " ayo paman!!, Jangan cemberut begitu" ucap Yana.
Andre hanya terdiam dengan wajah yang datar mengikuti kemauan Yana.
Sesampainya di studio photo , mereka berdua di bawa ke ruang ganti dan Make up dengan ruangan yang tersepisah.
Setelah beberapa jam bergelut dengan make up, Akhirnya Yana dan Andre pun keluar dari Ruang.
Saat keluar dari ruangan, dua pasang mata saling beradu dengan pandangan yang saling tersipu malu.
" Ya ampun!!, Yana terlihat seperti bibi Lung di serial drama pendekar Rajawali . Dia cantik, " batin Andre dengan semu di pipinya.
" Lihat si wajah kaku itu, sangat tampan. Aduh, sudah seperti yoko sedangkan aku adalah bibi lungnya ," Batin Yana dengan pandangan tersipu.
" Mari kita mulai pemotretannya," ucap Sang photografer tiba-tiba.
Yana dan Andre berjalan ke arah dekorasi, yang telah di hias dengan cantik Seperti dekorasi ala pengantin sungguhan.
Dengan kikuk dan malu-malu, Andre dan Yana mulai mengambil posisi duduk mereka.
" Ok!!, Senyum. Lebih dekat, jangan terlihat kaku" titah Sang photografrer
" Yah!!, Seperti itu. Satu, dua, tiga," photografer mengambil foto.
Andre terlihat sangat nerfers, ketika harus mengambil foto seperti ini. Karna ia jarang bertatap dengan kamera, hal tersebut mambuat ia selalu salah tingkah dengan dada yang terus bergejolak.
" Baik!!, Ayo berdiri. Saling tatap yah," titah tukang foto
Andre mencoba senatural mungkin, namun saat Yana menyentuh tangannya, membuat Andre malah menjadi gemetaran.
Yana yang menatap Andre yang terlihat sangat kikuk, membuat Yana menggenggam tangan Andre dengan kuat," bagaimana bisa paman menikahiku , jika sesi foto seperti ini saja kau begitu kaku" Sindir Yana.
" sialan!!, Apa iya aku sangat nampak pengecut?, ayolah Andre kau laki. Maka kau harus Laki!!" Banti Andre
Dan sesi photo berikutnya, Andre mulai terbiasa. Dengan pose dan sudah nampak natural. Karna selalu di sindir oleh Yana, membuat kelaki-lakian Andre meronta-ronta agar ia dapat terlihat Macho di hadapan Yana.
__ADS_1