
...BAB 14 : Hari Pertama Menjadi Siswi...
...----------------...
Santi membangunkan Yana, sama seperti hari-hari biasa. Yana harus di teriaki terlebih dulu baru Yana mau beranjak dari tempat tidurnya.
Sekarang Yana telah resmi menjadi murid SMA. Dengan bangga Yana memakai seragam dari sekolahnya.
Yana pun keluar dari kamarnya ketika sudah bersiap.
" Bunda!!. Yana berangkat ya!!" Teriak Yana dari arah teras rumahnya.
Santi berlari mengejar Yana, ketika ia bertatap dengan anaknya, Santi sungguh terharu melihat anaknya kini telah tumbuh remaja," oh.. Dayana, sekarang sudah sangat besar. Lihatlah baju seragam yang kau gunakan sangat cocok denganmu" dengan tangan yang lembut Santi merapikan dasi anaknya, dan senyuman yang selalu terukir di bibir Santi. tak kala ia menatap anaknya
Yana tersenyum," aku sangat cantik bukan?. Tapi aku heran kenapa wajahku sama sekali tidak mirip ibu?. Apakah ayahku seorang pria Londo?" Tanya Yana kepada ibunya
Santi menepikan rambut anak yang jatuh terjuntai di pipi Yana," ayahmu jauh lebih tampan dari pria di luaran sana" puji Santi ketika mengingat Raka
" Mmmm ... Ya Karna dia ayah Yana, maka ibu bilang sangat tampan. Coba kalau bukan?. Pasti dia sangat jelek" cetus Yana
" Sudah-sudah ah. Nanti telat kamu" sela santi
" Lagian bunda sih!. Ngajak ngobrol Yana" dengan cepat , Yana meraih tangan ibunya lalu mencium punggung tangan ibunya kemudian berlalu
" Raka-raka, lihat anakmu!. dia Memang sangat mirip denganmu. Cepatlah datang, agar kau dapat melihat anakmu dan tingkah bedebah dari anak gadismu" guman Santi,yang membalikan badannya kemudian masuk ke dalam rumah.
...****************...
Di sekolah,.
Yana kini telah tiba di sekolah, terlihat para murid yang sedang becengkrama di halaman sekolah.
Brum..Brum...Brum.. ( bunyi gas sepeda motor yang di mainkan di belakang tubuh Yana)
Yana membalikan badannya dengan tangan yang melipat di dadanya," kau buta?. Jalanan Segede itu!. Masih saja ngegas di belakang badan orang?" Pekik Yana menatap sepeda motor Dhika
Dhika melepaskan helmnya, " kau tuh Ya!, kerjaannya marah-marah terus. Ntar selesai jam kelas temani aku ke kantin ya?" Dengan duduk di atas sepeda motor Dhika menatap Yana.
" Ngapain?. Yang ada aku di demo sama lalat-lalat yang ada di sekolahan ini. Oh iya, bentar!" Yana meraih ranselnya
" nih.. aku pulangin, mulai dari sekarang urusan kita sudah selesai. Jangan ganggu aku lagi" Yana mengeluarkan uang dari dalam tasnya kemudian menyodorkan kepada Dhika
" Kau anggap serius?. Ambil saja!!. waktu itu aku hanya becanda ." Tolak Dhika seraya menyodorkan kembali uang yang di berikan oleh Yana
Yana mengangkat kedua telapak tangannya lalu di buat menyilang," no!!. Aku sudah tidak ingin menerima itu" tolak Yana
Teng..teng..teng...( Bell sekolah berbunyi )
Yana tanpa mendengar ucapan Dhika, langsung berbalik badan kemudian berjalan ke dalam halaman sekolah.
" Ra... Sepertinya anak kelas satu itu lagi tebar pesona deh sama Dhika" ucap satu murid kepada temannya . saat melihat Yana yang mengobrol dengan Dhika di pintu gerbang
Clara tersenyum," kau tahu kan?. si Dhika brengseknya kaya gimana?. paling hanya buat mainan, tau sendiri " Dengan pandangan yang terus menatap ke arah Yana dari kejauhan
__ADS_1
Kini Yana sudah berada di dalam kelas untuk mengikuti mata pelajaran. Setelah mata pelajaran selesai, Yana dan Adel pergi ke kantin sekolah.
...****************...
Kantin sekolah,.
" Bu!!. Bakso 2 Sama es 2" teriak Adel ke penjual
" Ya!!, Tunggu sebentar" sahut ibu-ibu penjual
Adel kini menghampiri Yana yang sudah memelih meja.
" Yan, ntar malam kita ke alun-alun selatan yuk. Katanya ada tempat makan yang enak" Adel membuka pembicaraan
" Kamu kalo masalah makanan ya!!, cepat bangat ngalahin Argo Bromo. Heran deh sama tuh perut, udah kaya kantong ajaibnya doraemon!. Apa saja bisa muat" heran Yana dengan perut temannya
" Yah mau gimana lagi emang perutku maunya begini"
" Permisi!!. Ini pesanannya" sebuah baki dengan isian pesanan Adel dan Yana sudah tersaji di depan mata
" Makasih Bu!!" Ucap Yana dan Adel secara bersamaan
" Yah udah, ntar aku minta ijin dulu ke ibuku. Nanti aku hubungi kamu, kalau di ijinin. gimana?" Yana melanjut pembicaraannya yang tertunda
"Ok, yang penting kabarin saja." Jawab Adel dengan yang sendok melekat pada mulutnya
Adel dan Yana kembali menikmati makanan mereka.
" Aaaawwww, woi!! Lihat-lihat dong" pekik Yana dengan tiba-tiba , Karna merasa ada tumpahan kuah pada bahunya. dengan cepat Yana mengibas-ngibaskan pundaknya dengan tangan.
" Yan, kamu ga apa-apa?." Adel yang sontak berdiri menghampiri Yana
" Enggak, cuma terasa perih. Karna kuahnya masih panas" jawab Yana dengan tangan yang sibuk mengosok bahunya berulang kali.
Yana melirik ke arah perempuan yang sengaja menyiram kuah panas ke bahunya. Terlihat perempuan tersebut sedang tertawa bersama teman semejanya.
Dengan geram, Yana berdiri dari duduknya kemudian berjalan dengan langkah yang cepat.
Dengan emosi, Yana menarik rambut dari ubun-ubun perempuan yang berada di hadapannya.
BRUKKK!!! ( Yana menghatam kepala wanita itu ke meja)
" Aawwww" suara para penghuni kantin berteriak meringis mengepresikan wajah kesakitan ketika melihat aksi Yana.
" Kau bilang tidak sengaja?.Nih!" Pekik Yana. dengan tangannya berulang kali membenturkan kepala gadis yang berada di hadapannya berulang kali dengan nafas tersengal .
"Hentikan Yana!!!. Kau akan di hukum" teriak Dhika memeluk perut Yana lalu menyeret Yana.
saat perempuan yang menyiram kuah ke Yana mengangkat kepalanya, hidungnya mengeluarkan darah. seketika semua orang menatap ngeri ke arah Yana.
Huf...huf..huf... ( Nafas Yana terdengar kembang kempis)
" Lepaskan!!. Akan ku buat dia geger otak!!" Teriak Yana ketika tubuhnya tertarik
"Woi!!!, Yana.. hei!!. Lihat sini" ucap Dhika memegang pipi Yana
__ADS_1
Yana menatap Dhika," apa!!!" Pekik Yana ketika bertatap dengan Dhika
"Ada apa ini?" Tiba-tiba seorang guru datang menghampiri Kantin
Semua menoleh ke arah suara, " ada Bu Tini!!. Ayo!!, Bubar" ucap para murid
" Itu Bu, anak kelas satu. Tadi membenturkan kepala Rara ke meja" adu teman wanita yang menyiram kuah .
" Bohong Bu!!, tadi kita lagi makan. Saya liat sendiri , kakak kelas itu sengaja numpahin kuah panas ke arah Yana" Adel angkat bicara dengan telunjuknya menunjukan pelaku penyiraman.
Guru tersebut menatap Yana dan Rara secara bergantian," kalian berdua ikut ke Ruang BK" titah Bu guru
Yana dan wanita bernama Rara mengekori Bu Tini dari belakang. Namun Rara, masih memegang hidungnya dan sesekali mendongkak wajahnya tinggi-tinggi . Agar darah dari hidungnya tak tumpah.
" Sekali lagi kamu sengaja, ku jamin. Hidungmu akan patah" bisik Yana mengancam ketika mereka berdua sedang berjalan berdampingan ke arah Ruang BK
Bu Tini kini duduk di sebuah kursi dan menaruh tangannya di atas meja. Sedangkan Yana dan Rara di suruh berdiri,
" Yana!!. Sampai segitunya kau menghatam wajah orang ke atas meja?" Tanya Bu Tini
Yana tertunduk tak mau menatap wajah Bu Tini, ia takut terbawa emosi.
" Apa kamu mau jadi preman di sekolah ini?" Tanya Bu Tini kembali
Yana tetap terdiam, Karna ia juga sadar. Bahwa tadi dia sudah kelewat emosi
" Ayo jawab!!. Kamu ya. baru sehari sekolah di sini saja ,sudah membuat masalah " carca Bu Tini
Bu Tini menatap Rara, " Ra.. apa hidung dan dahimu tidak apa-apa?" Tanya Bu Tini yang khawatir dengan anak didiknya
" Aku sedikit pusing Bu, bagaimana bisa saya baik-baik saja?. Ibu tidak lihat? .hidung saya keluar darah dari tadi?" Adu Rara dengan suara yang bergetar
" Ya sudah, sekarang kamu ke ruang UKS" titah Bu Tini
Rara berlari meninggalkan ruang BK.
Bu Tini menoleh ke arah Yana," dan kamu!!. Sana pergi hormat bendera .sampai mata pelajaran selesai" titah Bu Tini
" Baik Bu" ucap Yana seraya keluar dari ruang BK menuju ke arah lapangan.
" Yana, kau tidak apa-apa?." Tanya Adel berlari ke arah Yana ketika melihat Yana keluar dari ruang BK
" Cuma di suruh hormat bendera" jawab Yana sembari tersenyum
" Tapi cuaca lagi panas loh" Adel yang khawatir tentang Yana
" Ga apa-apa. Sana kamu masuk gih!. Bentar lagi kelas akan di mulai" ucap Yana seraya meninggalkan Adel
Dari raut wajah Adel , terlukis sangat khawatir dengan Yana, namun jika dia tetap berdiri di depan ruang BK . Dia juga pasti akan di hukum. Akhirnya Adel pergi ke kelas
Yana sudah berada di depan tiang bendera. Yana kemudian menghormat .
kelemahan Yana, Yana tidak bisa terlalu lama di bawah matahari. Karna Yana sedikit sensitif dengan sinar matahari . maka dari itu, Yana sangat benci dengan matahari Karna akan membuatnya lemah.
Baru beberapa menit Yana berdiri, Yana merasakan pandangannya berkunang-kunang. Dan akhirnya Yana pun ambruk di tengah lapangan.
__ADS_1